
***Portal Rahasia***
Rombongan Li Zhe Liang tidak menyia-nyiakan waktu untuk melanjutkan perjalanan menjelajahi portal rahasia setelah Li Zhe Liang menyelesaikan meditasinya.
Selama tiga puluh menit tidak ada rintangan yang menghalangi mereka. Kemudian rombongan Li Zhe Liang tiba di ujung gua buntu. Mereka tidak bisa melanjutkan ke depan. Akan tetapi, masih ada dua jalur jalan yang berbeda yaitu di sisi kiri dan kanan.
Jalur kiri portal rahasia dipenuhi dengan pepohonan dan rerumputan dan terlihat seperti hutan yang luas, sedangkan jalur kanan terdapat banyak kolam-kolam kecil yang harus dilewati dan tidak diketahui apa yang ada di ujung sana.
"Zhe Liang! Kita pilih jalan yang mana?" tanya Yang Ruo Li.
"Kiri!" jawab Li Zhe Liang singkat.
Rombongan Li Zhe Liang terkejut dengan pilihannya. Mereka mengira Li Zhe Liang akan memilih jalur kanan yang kemungkinan besar tempat api surgawi berada. Mungkinkah pilihan Li Zhe Liang ada hubungannya dengan Yang Ruo Li?
Dugaan mereka semua tidaklah salah. Li Zhe Liang ingin menemani Yang Ruo Li menemukan rumput angin dan batu bulan terlebih dahulu sebelum mencari api surgawi.
Tidak ada satu pun yang berani membantah perintah Li Zhe Liang kecuali Chong Yun.
"Zhe Liang! Rombongan kita semua menuju ke jalur kiri akan menghabiskan waktu dan tenaga. Lebih baik pasukan rahasia dibagi menjadi dua kelompok. Aku dan Feng Teng akan menemani Yang Ruo Li menuju jalur kiri, sedangkan kamu dan Lu Jing menuju jalur kanan," usul Chong Yun.
Sebenarnya Yang Ruo Li mempunyai firasat yang sama dengan rombongan Li Zhe Liang bahwa api surgawi kemungkinan besar ada di jalur kanan sehingga gadis muda itu setuju dengan perkataan Chong Yun.
Semula Yang Ruo Li mengajak Li Zhe Liang menjelajahi portal rahasia bersama karena dirinya ingin menemukan rumput angin dan batu bulan di sana, sedangkan api surgawi akan menjadi milik Li Zhe Liang.
Mereka semua menunggu jawaban Li Zhe Liang. Tiba-tiba wajah tanpa ekspresi Li Zhe Liang berubah menjadi tegang, seolah-olah ada perubahan besar di dalam tubuhnya.
"Celaka! Segel racun tuan akan kambuh!" kata hati Lu Jing dan Feng Teng bersamaan.
Yang Ruo Li pun menyadarinya sehingga gadis muda itu memegang pergelangan tangan Li Zhe Liang dengan cepat dan memeriksa nadinya.
"Apa yang terjadi? Kenapa denyut nadi Zhe Liang tidak beraturan?" kata hati Yang Ruo Li.
Ini pertama kalinya Yang Ruo Li meragukan kemampuan yang diwariskan oleh Master Beracun karena dirinya sama sekali tidak bisa menemukan jawaban apa yang terjadi di dalam tubuh Li Zhe Liang dan pastinya bukanlah hal yang baik.
"Zhe Liang! Kenapa denyut nadimu tidak beraturan? Apakah kamu keracunan atau….?"
Yang Ruo Li tidak melanjutkan perkataannya. Gadis muda itu teringat akan pertemuan pertamanya dengan Li Zhe Liang di Hutan Beracun.
Pada saat itu aura hitam menyelimuti seluruh tubuh Li Zhe Liang dan dirinya terlihat jelas lepas kendali serta sangat menakutkan. Pria itu bukanlah Li Zhe Liang yang perhatian dan lembut seperti yang dikenalnya saat ini.
"Tidak apa-apa!" jawab Li Zhe Liang sambil menarik tangannya dengan cepat.
"Tuan! Kita harus menemukan api surgawi secepatnya!" kata Lu Jing.
"Zhe Liang! Aku berjanji akan menjaga Yang Ruo Li bersama Feng Teng. Jangan lupa bahwa aku adalah Raja Obat!" ucap Chong Yun.
Yang Ruo Li melihat jelas kekhawatiran di wajah Lu Jing, Feng Teng, dan Chong Yun. Gadis muda itu menyadari Li Zhe Liang sedang menyembunyikan sesuatu darinya.
"Mereka semua ingin Zhe Liang mendapatkan api surgawi secepatnya. Pasti berhubungan dengan denyut nadi Zhe Liang yang tidak beraturan," kata hati Yang Ruo Li.
"Zhe Liang! Aku akan menemukan rumput angin dan batu bulan secepatnya serta menyusulmu," kata Yang Ruo Li.
Tanpa menunggu jawaban Li Zhe Liang, Yang Ruo Li berlari kecil menuju jalur kiri. Feng Teng dan Chong Yun mengikutinya dari belakang.
"Fu An! Bawa lima puluh anggota ikuti Li Er!" perintah Li Zhe Liang.
"Baik, tuan!" jawab Fu An.
Li Zhe Liang menatap punggung Yang Ruo Li dari kejauhan. Kemudian melangkahkan kakinya menuju jalur kanan diikuti oleh Lu Jing, Fu Rong, dan sisa pasukan rahasia.
***
Yang Ruo Li semakin mempercepat langkah kakinya. Tujuannya adalah untuk menemukan rumput angin dan batu bulan secepatnya sehingga bisa menyusul Li Zhe Liang.
Hati kecil gadis muda itu merasa tidak tenang dengan keadaan tubuh Li Zhe Liang dan mencoba mengingat lebih jelas pertemuan pertamanya dengan Li Zhe Liang.
"Pasti segel di punggung Zhe Liang!" kata hati Yang Ruo Li.
***
Sekumpulan rumput berwarna putih dengan panjang sekitar lima sentimeter terbang melayang di udara.
Feng Teng, Fu An, dan para pasukan rahasia membantu menangkap rumput angin. Sama seperti keinginan hati Yang Ruo Li, mereka semua ingin secepatnya kembali bergabung dengan Li Zhe Liang.
Yang Ruo Li menyimpan rumput angin ke dalam ruang dimensi cincin lotus. Perhatian mereka sekarang fokus mencari jejak di tanah untuk menemukan batu bulan.
Batu bulan bukanlah jenis tumbuhan melainkan hewan yaitu ulat merah. Ulat merah suka bersembunyi di bawah tanah dan memiliki ukuran yang cukup besar dan panjang. Pada saat ulat merah mati, tubuhnya akan mengeras dan berubah bentuk menjadi lingkaran berwarna putih sehingga diberi nama batu bulan.
Beberapa saat kemudian rombongan Yang Ruo Li berhenti karena menemukan satu jejak tubuh ulat merah di atas tanah. Feng Teng dan Fu An menggunakan pedang mereka membolongi tanah di sekitar jejak itu untuk memancing ulat merah keluar.
Tepat saat Feng Teng dan Fu An mencabut pedang mereka, terlihat gerakan di dalam tanah yang menggelora dan bersiap meledak keluar.
Permukaan tanah terbuka dan seekor ulat merah muncul di hadapan mereka dengan cepat. Ulat merah itu memiliki sepasang mata yang menonjol di atas kepalanya dan menatap tajam ke arah rombongan Yang Ruo Li.
"Hati-hati! Tubuhnya beracun!" teriak Yang Ruo Li.
Mata dan hidung gadis muda itu sangatlah sensitif dengan aroma racun sehingga menyadarinya dengan cepat.
Feng Teng dan Fu An menghunuskan pedangnya ke tubuh ulat merah dan hanya menimbulkan goresan tipis saja. Tubuh ulat merah sangat keras seperti batu.
Yang Ruo Li mengeluarkan sepasang jarum terbangnya dan melemparkannya ke arah mata ulat merah.
Ulat merah menjerit kesakitan dan berguling-guling di atas tanah. Sepasang jarum terbang itu melayang kembali ke tangan Yang Ruo Li.
Gerakan permukaan tanah yang bergejolak terlihat lagi dan dalam jumlah yang banyak.
"Nona Ruo Li! Kawanan ulat merah sedang menuju ke sini!" teriak Fu An.
"Kita serang bersama ulat merah yang sudah terluka ini," ucap Yang Ruo Li.
Feng Teng dan Fu An bersama Yang Ruo Li menyerang ulat merah yang sudah terluka di kedua matanya itu, sedangkan pasukan rahasia memegang erat pedang di tangan meraka sambil menatap saksama permukaan tanah yang bergejolak.
"Aku akan menghabisinya!" teriak Chong Yun.
Chong Yun mengambil satu pil peledak dan melemparkannya ke tubuh ulat merah yang terluka.
DUAR!!!!
Yang Ruo Li, Feng Teng, dan Fu An menghindar dengan cepat ledakan tubuh ulat merah.
"Kenapa Tuan muda Chong Yun menggunakan pil peledak? Semua monster akan menuju ke tempat kita sekarang!" ujar Feng Teng dengan kesal.
Bertepatan dengan selesainya perkataan Feng Teng, puluhan ekor ulat merah muncul dari dalam tanah.
Yang Ruo Li memungut beberapa potongan batu bulan yang pecah akibat ledakan tubuh ulat merah tadi dari tanah dengan cepat dan menyimpannya ke dalam cincin lotus.
Walaupun batu bulan sudah pecah, khasiatnya masih sama dengan aslinya sehingga tujuan Yang Ruo Li ke portal rahasia sudah tercapai.
"LARI!" teriak Yang Ruo Li.
Rombongan Yang Ruo Li berlari menuju arah tempat Li Zhe Liang berada.
***
Selamat malam readers. Bab ini up pukul 21.40 wita.
Perjalanan di portal rahasia akan dilanjutkan besok ya.
SELAMAT MALAM
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE