
***Paviliun Ru Yi***
Chen Chen berjalan keluar dari ruangan sambil menahan kekesalan di dalam hatinya. Air mata sudah berlinang di sudut matanya.
Chen Chen tidak mengerti mengapa Li Jian Ming percaya dengan perkataan Yang Ruo Li dan memberikan Paviliun Ru Yi untuk si buruk rupa itu.
"Apakah Tuan Li Jian Ming menyukai si buruk rupa? Tidak mungkin! Tidak mungkin!" kata hati Chen Chen.
Chen Chen berusaha menyangkal pemikirannya, tetapi air matanya mengalir semakin deras sehingga membuatnya berhenti di sudut ruangan untuk menenangkan perasaan hatinya dan menghindari pandangan dari para pelanggan Paviliun Ru Yi yang merasa heran dengan sikap Chen Chen.
Tiba-tiba seorang pria berdiri di hadapan Chen Chen sehingga Chen Chen segera mengelap air mata dengan saputangan. Pria itu mengangkat jari telunjuknya dan menunjuk ke arah kening Chen Chen. Kekuatan spiritual dari jari telunjuk itu memasuki tubuh Chen Chen melalui keningnya. Dalam waktu singkat Chen Chen berdiri mematung dengan pandangan mata kosong.
Pria itu adalah Lu Jing dan sedang menjalankan perintah dari Li Zhe Liang untuk menyelidiki kesepakatan bersama antara Yang Ruo Li dan Li Jian Ming.
"Apa kesepatan antara Nona Yang Ruo Li dan tuan mu?" tanya Lu Jing ke Chen Chen.
"Nona Yang Ruo Li bisa membuat pil penawar racun naga api dan menukarnya dengan Paviliun Ru Yi."
Chen Chen memberikan jawaban dengan ekspresi wajah kaku, bagaikan boneka yang sedang dikendalikan.
"Tidak disangka Nona Yang Ruo Li alchemist yang hebat!" kata hati Lu Jing.
Lu Jing menarik kembali kekuatan spiritual melalui jari telunjuknya dan berjalan meninggalkan Chen Chen untuk memberi laporan kepada Li Zhe Liang.
Beberapa saat kemudian Chen Chen yang mematung sudah bisa menggerakkan jari tangannya. Chen Chen sama sekali tidak ingat pertemuannya dengan Lu Jing. Chen Chen hanya mengingat perintah Li Jian Ming saja
"Aku harus mengambil akta Paviliun Ru Yi dan surat budak semua pelayan," kata Chen Chen.
***
"Putra mahkota! Nona Yang Ruo Li bisa membuat pil penawar racun naga api dan menukarnya dengan Paviliun Ru Yi!" lapor Lu Jing ke Li Zhe Liang.
"Di mana dia sekarang?" tanya Li Zhe Liang dengan wajah tanpa ekspresi.
"Di lantai dua," jawab Lu Jing.
Li Zhe Liang berjalan keluar dari ruang tamu menuju lantai dua dan diikuti oleh Lu Jing.
"Apakah putra mahkota mencurigai gadis misterius di Hutan Tengkorak semalam adalah Nona Yang Ruo Li?" kata hati Lu Jing.
***Lantai dua Paviliun Ru Yi***
Yang Ruo Li tiba di lantai dua Paviliun Ru Yi dan melihat beberapa kerangkeng besi. Setiap kerangkeng besi berisi satu orang budak yang akan dilelang.
Yang Ruo Li berlari ke arah kerangkeng dan memeriksa satu persatu isi kerangkeng besi. Yang Ruo Li bisa mengenali Chun Hua dengan cepat karena Chun Hua mengenakan baju pelayan khas Kediaman Keluarga Yang.
Chun Hua duduk meringkuk di dalam sudut kerangkeng besi. Pakaiannya penuh dengan bercak darah. Mata Yang Ruo Li memerah menahan amarah karena tahu Chun Hua sudah disiksa.
"Chun Hua! Chun Hua!" teriak Yang Ruo Li sambil memegang kerangkeng besi.
Chun Hua mengangkat kepalanya secara perlahan dan mencari sumber suara yang memanggil namanya.
"No..nona Ruo Li?" kata Chun Hua dengan nada tidak percaya.
"Jangan takut, Chun Hua ! Aku akan menyelamatkanmu," kata Yang Ruo Li.
Chun Hua menatap Yang Ruo Li dengan raut wajah bingung. Bagaimana mungkin gadis muda di hadapannya adalah Yang Ruo Li, nona mudanya?
Selama ini nona mudanya tidak pernah keluar dari Kediaman Keluarga Yang sendirian dan selalu menunduk di hadapan banyak orang, sedangkan Yang Ruo Li di hadapannya sekarang sangat percaya diri dan ucapan yang dikeluarkan olehnya membuat Chun Hua percaya Yang Ruo Li mempunyai kekuatan untuk menyelamatkannya, tetapi Chun Hua tidak mau Yang Ruo Li terluka karenanya.
"Nona Ruo Li! Tinggalkan Chun Hua saja. Chun Hua tidak mau nona terluka," kata Chun Hua sambil berdiri dan memegang tangan Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li menepuk tangan Chun Hua dengan lembut, lalu berjalan ke arah penjaga Paviliun Ru Yi.
"Buka kerangkeng itu!" perintah Yang Ruo Li sambil menunjuk kerangkeng besi tempat Chun Hua dikurung.
"Nona bisa membelinya melalui pelelangan," jawab penjaga Paviliun Ru Yi.
""Dia orangku! Aku akan membawanya pulang!" kata Yang Ruo Li dengan tegas.
Penjaga Paviliun Ru Yi bersikeras tidak membuka kerangkeng besi yang mengurung Chun Hua.
"Nona! Jangan salahkan kita berbuat kasar jika nona masih membuat keributan di sini!" ancam penjaga Paviliun Ru Yi.
"Si buruk rupa! Kamu kira status tunangan Fu Jiu Yun bisa membuatmu berbuat onar di Paviliun Ru Yi!" teriak Huo Si Cheng.
Huo Si Cheng sengaja ingin menghasut Yang Ruo Li di hadapan penjaga Paviliun Ru Yi dan sangat berhasil memancing kemarahan para penjaga terhadap Yang Ruo Li.
Dua orang penjaga mendekati Yang Ruo Li dan ingin mengangkatnya keluar. Yang Ruo Li menghindari mereka dengan mudah dan melayangkan tendangan ke perut kedua penjaga itu sehingga mereka terpelanting ke lantai dan menjerit kesakitan.
Semua orang yang berada di lantai dua Paviliun Ru Yi terkejut dengan perlakuan Yang Ruo Li.
"Dasar gila! Sebentar lagi pengurus Paviliun Ru Yi akan datang dengan para penjaga lain! Bersiaplah mati karena berani membuat onar di Paviliun Ru Yi!" kata Huo Si Cheng.
"Nona Ruo Li! Cepat lari dan cari tuan muda Fu Jiu Yun untuk melindungi nona!" teriak Chun Hua dari dalam kerangkeng besi.
Satu-satunya orang yang bisa menolong Yang Ruo Li dan muncul di dalam pikiran Chun Hua hanyalah Fu Jiu Yun karena Yang Ruo Li masih berstatus sebagai tunangannya.
Yang Ruo Li tidak memedulikan perkataan Huo Si Cheng dan berjalan ke arah kerangkeng besi.
"Chun Hua! Percaya padaku! Mulai hari ini, siapa pun yang berani menindasku, akan mendapat ganjaran!" kata Yang Ruo Li.
Dalam waktu singkat Ming Ye, pengurus Paviliun Ru Yi dan beberapa penjaga berilmu tinggi datang. Huo Si Cheng segera berlari menghampiri mereka.
"Pengurus Ming Ye! Cepat usir si buruk rupa itu!" kata Huo Si Cheng sambil tersenyum lebar.
***
"Tuan! Perlukah Lu Jing turun tangan untuk membantu Nona Yang Ruo Li?" tanya Lu Jing ke Li Zhe Liang.
Mereka berdua berada di dalam kerumunan orang. Lu Jing khawatir dengan keselamatan Yang Ruo Li karena bisa menilai beberapa penjaga yang datang bersama pengurus Paviliun Ru Yi semuanya berilmu tinggi.
Li Zhe Liang melihat ke arah Yang Ruo Li. Gadis muda itu sedang bersandar santai di kerangkeng besi Chun Hua dengan melipat kedua tangan di depan dadanya.
"Gadis itu sangat licik dan tenang! Aku yakin dia bisa mengatasi masalah ini," kata hati Li Zhe Liang.
"Tidak perlu!" jawab Li Zhe Liang dengan singkat.
"Baik, tuan!" jawab Lu Jing.
"Mungkin aku salah paham terhadap putra mahkota. Putra mahkota tidak tertarik kepada nona Yang Ruo Li sehingga tidak memedulikan hidup matinya," kata hati Lu Jing.
***
Semua mata orang yang berada di sana melihat ke arah Ming Ye dan para penjaga yang sedang berjalan ke arah Yang Ruo Li. Mereka sudah bisa membayangkan Yang Ruo Li akan meninggalkan Paviliun Ru Yi dengan luka parah.
"Hamba Ming Ye, memberi hormat kepada Nona Yang Ruo Li!" kata Ming Ye sambil membungkukkan badannya di depan Yang Ruo Li.
Para penjaga di belakang Ming Ye juga memberi hormat kepada Yang Ruo Li, sedangkan semua orang yang mengerumuni Yang Ruo Li, terbelalak dengan mulut terbuka lebar. Mereka sangat terkejut dengan perlakuan Ming Ye terhadap Yang Ruo Li.
Sementara itu Li Zhe Liang tetap setia dengan wajah tanpa ekspresinya, tetapi sudut bibirnya terangkat sedikit secara samar.
"Gadis pintar! Ternyata dia sudah menjadi pemilik Paviliun Ru Yi sekarang!" kata hati Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang semakin tertarik dengan Yang Ruo Li. Gadis muda yang kejam, pendendam, dan pintar. Bahkan bisa membuat Li Jian Ming memberikan Paviliun Ru Yi kepadanya secara langsung, sedangkan pil penawar racun naga api masih belum berhasil dibuat oleh Yang Ruo Li.
***
Halo readers setia. Bab ini author up pukil 16.30 Wita.
Terima kasih kepada readers yang sudah memberikan vote, like, hadiah dan komentar positif ya 🤗🤗🤗🥰🥰🥰.
Author mau sharing kabar gembira nih. Novel author LYTIE yang berjudul Anak Genius : CEO & His Private Chef masuk rekomendasi banner "Cinta Dalam Berbagai Profesi".
Terima kasih Noveltoon dan para readers setia. Author sangat berterima kasih kepada readers yang setia membaca semua novel Author mulai dari Anak Genius, Reinkarnasi dan novel Gadis Beracun ini.
Semoga semakin banyak readers yang membaca dan menyukai novel hasil kehaluan author LYTIE ya 🤗🤗🙏.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE