GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 45. Selir muda Bangsawan Fu Chen


***Kediaman Bangsawan Fu Chen***


Wen Hui Min tidak menolak permintaan Peng Wei Wei. Bahkan Wen Hui Min berniat mengajak Lim Hsuang Hsuang menginap di Kediaman Bangsawan Fu Chen malam ini untuk membina hubungan dekat dengan Fu Jiu Yun.


"Hsuang Hsuang! Kamu juga menginap di sini untuk menemani Wei Wei!" kata Wen Hui Min.


"Baik, Nyonya Fu!" jawab Lim Hsuang Hsuang sambil tersenyum manis.


Sedari tadi Lim Hsuang Hsuang selalu melihat ke arah Fu Jiu Yun sehingga raut wajah kesal Fu Jiu Yun terhadap kedekatan Yang Ruo Li dengan pria tampan misterius itu juga tidak lepas dari pandangannya.


"Sepertinya gadis buruk rupa itu sengaja bersikap akrab dengan pria lain untuk menarik perhatian Jiu Yun. Aku harus mempergunakan kesempatan kali ini untuk memutuskan pertunangannya dengan Jiu Yun," kata hati Lim Hsuang Hsuang.


Sementara itu Yang Ruo Li teringat akan Peng Xiao Ran sewaktu mendengar perkataan Peng Wei Wei barusan.


"Aku penasaran apa yang akan terjadi ketika Keluarga Peng menemukan jasad Peng Xiao Ran di Hutan Tengkorak," kata hati Yang Ruo Li.


"Nona Ruo Li! Kamar tamu yang dipersiapkan untukmu akan dekat dengan kamar tamu kedua temanmu!" kata Lim Hsuang Hsuang.


"Baiklah!" jawab Yang Ruo Li singkat.


Yang Ruo Li, Li Zhe Liang, dan Lu Jing mengikuti pelayan Kediaman Bangsawan Fu Chen menuju kamar tamu yang dipersiapkan untuk mereka. Sementara Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei masih berada di ruangan itu untuk menemani Fu Jiu Yun.


***


"Nyonya Fu! Maafkan Hsuang Hsuang yang bertindak gegabah mengambil keputusan sendiri untuk meminta Yang Ruo Li menginap malam ini. Hsuang Hsuang tidak ingin Yang Ruo Li berbicara sembarangan di luar dan merusak nama baik Bangsawan Fu Chen!" kata Lim Hsuang Hsuang dengan suara lembut.


"Tindakanmu sangat benar, Hsuang Hsuang! Aku tidak akan membiarkan Yang Ruo Li meminjam pedang penghancur dengan mudah. Jika tidak, dia bisa sombong dan sesuka hati meminta pusaka milik Keluarga Fu yang lainnya," kata Wen Hui Min.


"Apakah besok pagi Nyonya Fu akan meminjamkan pedang penghancur ke Yang Ruo Li?" tanya Peng Wei Wei penasaran.


"Mungkin saja!" jawab Wen Hui Min singkat.


Tentu saja Wen Hui Min tidak ingin meminjamkan pedang penghancur ke Yang Ruo Li dan akan memikirkan rencana yang bagus untuk menghadapi Yang Ruo Li.


"Tuan muda Jiu Yun! Ada seorang Grandmaster Obat yang bekerja untuk ayahku. Aku akan memintanya datang untuk memeriksa keadaanmu," ucap Lim Hsuang Hsuang.


"Keluarga Peng juga mempunyai alchemist tingkat tinggi. Aku akan mengundangnya datang," kata Peng Wei Wei.


Peng Wei Wei tidak mau kalah dari Lim Hsuang Hsuang di depan Fu Jiu Yun. Wen Hui Min tentu saja tidak menolak ahli alchemist dari Keluarga Peng dan Keluarga Lim datang memeriksa keadaan Fu Jiu Yun.


"Hsuang Hsuang dan Wei Wei memang anak yang baik," puji Wen Hui Min.


Pujian Wen Hui Min membuat Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei semakin semangat untuk segera berangkat mengundang ahli alchemist keluarga mereka.


Sementara Fu Jiu Yun tidak memedulikan aksi kedua gadis muda yang perhatian kepadanya. Pikirannya masih terbayang akan punggung Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang berjalan berdampingan. Gadis muda itu tidak memberikan satu tatapan mata terhadapnya.


***


Pelayan Kediaman Bangsawan Fu Chen membawa Yang Ruo Li, Li Zhe Liang, dan Lu Jing ke kamar tamu. Kamar tamu mereka berada di halaman yang tenang dan terbuka sehingga memungkinkan para penjaga mengawasi tempat itu dengan leluasa.


Yang Ruo Li duduk di taman yang berada di tengah halaman. Li Zhe Liang duduk di sampingnya, sedangkan Lu Jing berdiri di belakang Li Zhe Liang.


Yang Ruo Li yakin Wen Hui Min akan mengutus penjaga untuk mengawasi mereka di malam hari.


"Tidak ada yang bisa menghentikanku meninggalkan tempat ini," kata Li Zhe Liang dengan tenang.


"Tentu saja! Kamu kan sudah menguasai sihir teleportasi," ucap Yang Ruo Li.


"Hari masih panjang. Ayo kita berjalan mengelilingi Kediaman Bangsawan Fu Chen yang besar dan mewah ini," ajak Yang Ruo Li.


Li Zhe Liang menganggukkan kepala pertanda setuju dengan usul Yang Ruo Li.


Li Zhe Liang tahu pasti tujuan Yang Ruo Li bukanlah untuk menikmati bangunan yang besar dan mewah, tetapi untuk menyelidiki semua ruangan yang berada di sana dan juga berapa banyak penjaga yang menjaga keamanan Kediaman Bangsawan Fu Chen.


"Tuan! Nona Ruo Li! Lu Jing tidak ikut berkeliling dan akan beristirahat di kamar tamu saja," kata Lu Jing.


Lu Jing tidak mau menjadi pengganggu di antara Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang sehingga berpamitan untuk beristirahat di dalam kamar tamu.


***


Kediaman Bangsawan Fu Chen sangatlah besar dan mewah. Tidak mengherankan Keluarga Fu berada di urutan pertama sebagai keluarga terpandang di Kota Shang Ri La. Bahkan Bangsawan Fu Chen mempunyai lima orang selir. Setiap selir tinggal di Kediaman yang berbeda.


Di daratan Zhong Yuan sudah menjadi hal yang lumrah seorang pria yang memiliki kekuasaan, akan mempunyai banyak selir. Buktinya Huo Rong juga merupakan selir dari Yang Lim di Kediaman Keluarga Yang.


Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang berpapasan dengan salah satu selir Bangsawan Fu Chen yang sedang hamil tua. Selir itu cantik dan sangat muda. Yang Ruo Li menduga usia selir itu tidaklah berbeda jauh darinya.


Selir muda itu bernama Bai Ching Ching dan berusia delapan belas tahun. Bai Ching Ching merupakan selir kelima dan selir kesayangan Bangsawan Fu Chen. Apa lagi sekarang Bai Ching Ching sedang hamil tua dan bayi di dalam kandungannya adalah bayi laki-laki.


Bangsawan Fu Chen sangat menantikan kelahiran putranya yang akan menjadi putra keduanya setelah Fu Jiu Yun. Selama ini keempat selir lainnya hanya melahirkan bayi perempuan saja.


Bai Ching Ching menatap wajah Li Zhe Liang dengan tatapan mata kagum sewaktu berjalan berpapasan dengan mereka berdua. Selir muda itu tidak mempertanyakan mengapa Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang berada di sana .


Hanya orang tertentu saja yang boleh berkeliaran bebas di dalam Kediaman Bangsawan Fu Chen sehingga Bai Ching Ching yakin kedua orang yang berpapasan dengannya adalah tamu dari Wen Hui Min.


Yang Ruo Li membalikkan tubuhnya dan menatap punggung Bai Ching Ching yang sudah berjalan jauh.


"Kenapa setiap pria berkekuasaan tinggi harus memiliki selir? Aku tidak akan menikah jika tidak menemukan pria yang hanya setiap kepadaku seorang," kata Yang Ruo Li secara spontan.


Yang Ruo Li teringat akan keadaan Mu Dan yang menyedihkan sekarang. Jika saja Yang Lim tidak menjadikan Huo Rong sebagai istri kedua, Mu Dan tidak akan hidup dalam penderitaan selama enam belas tahun ini.


***


Halo readers. Jangan lupa hari ini author Lytie akan crazy up 3 bab. Di tunggu ya.


Beri dukungan untuk novel ini ya readers tercinta , baik berupa Vote , Like , Hadiah maupun komentar positifnya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE