GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 127. Berbaikan?


***Hutan Tengkorak***


Chong Yun tidak tahan melihat tampang lesu dan tidak bersemangat Yang Ruo Li sehingga segera menyusul Li Zhe Liang. Sepanjang perjalanan semuanya terdiam dan tidak berani mengucapkan sepatah kata pun. Yang Rong Le semula berjalan tepat di belakang Li Zhe Liang mulai memberanikan diri berdiri di samping pria dingin itu.


Tidak ada penolakan dari Li Zhe Liang membuat Yang Rong Le berteriak kegirangan di dalam hati. Sesekali dirinya melirik wajah tampan Li Zhe Liang dari samping dengan pipi yang merona merah. Wajah tanpa ekspresi dan dingin Li Zhe Liang tetap fokus menghadap di depan jalanan.


Chong Yun yang berjalan tepat di belakang mereka menggelengkan kepalanya ketika melihat Yang Rong Le mengambil cermin kecil dari cincin penyimpan batu rubi. Gadis muka tembok itu mengelap wajah kotornya dan memoleskan bedak wangi serta pewarna bibir berwarna merah. Dirinya ingin terlihat cantik di depan Li Zhe Liang.


Chong Yun menoleh ke belakang mencari sosok Yang Ruo Li. Ternyata gadis muda itu berada di barisan paling terakhir setelah rombongan pasukan rahasia yang berjumlah 80 orang. Yang Ruo Li berjalan perlahan dan berada di tengah Lu Jing dan Feng Teng. Kedua bawahan kepercayaan Li Zhe Liang saling memberi isyarat mata dan mencari akal bagaimana cara membuat Yang Ruo Li semangat dan senang lagi.


"Nona Ruo Li! Ini untukmu!" ucap Feng Teng sambil mengambil sesuatu dari cincin penyimpan batu safir miliknya.


"Batu bulan," ucap Yang Ruo Li dengan mata berbinar-binar.


Ada sekitar lima buah batu bulan yang diberikan oleh Feng Teng kepadanya. Semuanya dalam bentuk utuh dan tidak pecah. Hal ini dikarenakan bayangan monster naga bertanduk di punggung Li Zhe Liang mengamuk dan menghabisi semua ulat merah yang bersembunyi sehingga mereka berubah bentuk menjadi batu bulan.


Ketika rombongan Chong Yun tertahan oleh sihir tembok raksasa dan berkeliling menjelajah di salah satu bagian portal rahasia itu, Feng Teng berhasil mendapatkan batu bulan.


Lu Jing juga mengambil batu bulan dari cincin penyimpan batu safirnya.


"Nona Ruo Li! Batu bulan ini untukmu juga!" kata Lu Jing.


"Kak Lu Jing! Kak Feng Teng! Ini terlalu banyak!" ucap Yang Ruo Li.


"Nona Ruo Li sudah memiliki api surgawi sekarang. Feng Teng yakin batu bulan bisa menjadi pil elixir yang berguna untuk banyak orang," kata Feng Teng.


"Betul kata Feng Teng. Kami bukan alchemist sehingga batu bulan ini tidak ada gunanya disimpan oleh kami berdua. Nona Ruo Li bisa meraciknya untuk menolong lebih banyak orang," kata Lu Jing.


Batu bulan adalah jenis yang sangat langka yang sulit didapatkan. Khasiatnya sangat hebat, bisa digunakan untuk meracik pil penawar racun naga api dan juga menyembuhkan Mu Dan. Feng Teng dan Lu Jing sangat percaya dengan kemampuan Yang Ruo Li.


"Baiklah Kak Feng Teng, Kak Lu Jing! Pil elixir yang terbuat dengan batu bulan ini, pasti aku akan memberikannya ke kalian berdua juga!" janji Yang Ruo Li dengan bersemangat sambil tertawa kecil.


"Terima kasih Nona Ruo Li!" jawab Lu Jing dan Feng Teng bersamaan. Mereka berdua merasa senang karena bisa membuat suasana hati Yang Ruo Li menjadi lebih baik.


Sementara itu di barisan paling depan, Li Zhe Liang memang melangkahkan kakinya tanpa ragu dan tidak satu kali pun menoleh ke belakang. Akan tetapi, dirinya mengerahkan kekuatan spiritualnya secara diam-diam untuk memantau Yang Ruo Li.


Tubuh Li Zhe Liang memancarkan aura dingin setelah merasakan suara tertawa Yang Ruo Li. Kenapa gadis muda itu bisa bersikap tenang dan tidak cemburu melihat Yang Rong Le berjalan di sampingnya?


Tepat saat itu, Yang Rong Le pun merasakan aura dingin yang memancar secara tiba-tiba dari tubuh Li Zhe Liang.


"Ada apa, Tuan?" tanya Yang Rong Le sambil tersenyum manis dan menatap lekat Li Zhe Liang di sampingnya. Gadis muka tembok itu sudah melupakan kekejaman Li Zhe Liang sebelumnya. Dirinya penuh percaya diri Li Zhe Liang akan bersikap baik terhadapnya sekarang.


"AH!"


BRUK!


Tubuh gadis muka tembok itu tergeletak di atas tanah dan pingsan seketika.


"Apa yang terjadi?" tanya Yang Ruo Li sambil mempercepat langkahnya ke depan. Dirinya hanya mendengar suara teriakan Yang Rong Le disertai benda keras yang jatuh ke atas tanah.


Yang Ruo Li tersenyum kecil saat melihat adik tirinya yang tidak tahu malu tergeletak pingsan di depan sana.


"Zhe Liang! Kenapa Rong Le bisa tertidur di sana?" tanya Yang Ruo Li sambil memegang tangan Li Zhe Liang secara spontan.


Suasana hati gadis muda itu semakin baik karena yakin Li Zhe Liang lah yang memukul Yang Rong Le. Itu membuktikan adik tiri nya tidak akan ikut ke dalam rombongan mereka.


"Tertiup angin!" jawab Li Zhe Liang dengan ketus. Pegangan tangan Yang Ruo Li membuat amarahnya menghilang sebagian walaupun wajahnya masih dingin dan tanpa ekspresi.


Chong Yun memanyunkan bibirnya secara spontan, sedangkan Lu Jing dan Feng Teng tersenyum bersamaan. Perasaan hati mereka berdua sangat lega saat ini.


Selama ini Li Zhe Liang selalu bersikap dingin dan tenang dalam menghadapi semua masalah. Hanya Yang Ruo Li seorang saja yang bisa memunculkan sikap lembut, cemburu, dan juga kemarahan besar di tubuh Li Zhe Liang.


Jika saja mereka berdua tidak segera berbaikan, maka yang pertama kali terkena getahnya adalah Lu Jing dan Feng Teng sebagai tangan kanan kepercayaan Li Zhe Liang.


"Rong Le! Rong Le!"


Beberapa orang berlari ke arah Yang Rong Le, si gadis muka tembok yang pingsan di bawah pohon.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 21.20 wita. Author mohon maaf bab nya double tadi siang. Sinyal jelek waktu up tadi siang. Hujan deras nih dari semalam di tempat author.


Author sudah kirim sms ke noveltoon untuk bantu hapus salah satu dari bab yang double. Readers setia tolong like kedua bab yang double juga ya karena ga tahu bab yang mana akan dihapus. Nanti jumlah likenya kurang 😂😂


Kumpulan kelompok siapa yang muncul di hadapan rombongan Li Zhe Liang saat ini?


Sabar ya readers karena Yang Ruo Li belum berani mengaku. Shan Dian saksi utama yang akan beraksi nantinya sesuai alur cerita. Di tunggu ya readers.


TERIMA KASIH


SELAMAT MALAM DAN HAPPY WEEKEND YA 🤗


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE