GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 190. Mimpi


***Kamar tidur Yang Ruo Li***


Malam ini Yang Ruo Li tidur dengan nyenyak dan bermimpi indah. Di dalam mimpi, Li Zhe Liang membawanya serta Mu Dan yang sudah siuman ke Kerajaan Dong Ming.


Mereka menetap di sebuah rumah yang besar. Setiap hari Li Zhe Liang bergandengan tangan dengan Yang Ruo Li mengunjungi tempat-tempat menarik yang terdapat di Kerajaan Dong Ming.


Mimpi yang sangat indah itu membuat Yang Ruo Li merasa enggan untuk bangun, hingga akhirnya suara ketukan pintu yang berulang kali menyadarkan Yang Ruo Li dari mimpinya.


Yang Ruo Li bangun dan bersandar di tempat tidur. Kedua mata jernihnya menatap ke arah pintu kamar. Cahaya terang dari matahari sudah menembus ke dalam kamar tidur secara perlahan.


"Siapa?" tanya Yang Ruo Li.


"Nona Ruo Li. Ini aku, Chun Hua."


"Masuklah!" perintah Yang Ruo Li.


Chun Hua membuka pintu kamar secara perlahan dan berjalan masuk ke dalam kamar sambil membawa satu baskom berisi air hangat.


"Nona Ruo Li. Chun Hua membawa air hangat untuk membasuh wajah nona," ucap Chun Hua.


"Terima kasih Chun Hua," jawab Yang Ruo Li.


Chun Hua berdiri di samping Yang Ruo Li dengan tenang dan melihat nona mudanya membasuh muka.


Wajah cantik Yang Ruo Li membuat Chun Hua terkagum-kagum.


"Chun Hua berani bertaruh, Nona Ruo Li paling cantik di daratan Zhong Yuan ini," puji Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li tersenyum kecil mendengar pujian Chun Hua.


"Chun Hua. Bagaimana keadaan ibu?" tanya Yang Ruo Li.


"Nyonya baik-baik saja. Lan Long setia menjaga nyonya sepanjang hari," jawab Chun Hua.


"Baguslah," ucap Yang Ruo Li.


Beberapa saat kemudian terdengar lagi suara ketukan pintu kamar.


"Nona Ruo Li. Itu pasti Sha Sha," ujar Chun Hua.


"Masuklah!" perintah Yang Ruo Li.


Dugaan Chun Hua sangat tepat. Sha Sha berjalan masuk ke dalam kamar sambil memegang beberapa pakaian berwarna cerah di tangannya.


Yang Ruo Li tahu Chun Hua dan Sha Sha pasti merencanakan sesuatu untuknya.


"Nona Ruo Li!" sapa Sha Sha sambil memberi hormat.


"Ada apa Sha Sha?" tanya Yang Ruo Li.


"Para orang tua anak yang hilang akan datang menemui Nona Ruo Li jam sepuluh. Sha Sha membawakan beberapa pakaian baru dari kerajaan Dong Ming untuk dipilih oleh Nona Ruo Li," jawab Sha Sha.


"Terima kasih Sha Sha," jawab Yang Ruo Li.


"Nona Ruo Li. Aku dan Sha Sha sudah menyiapkan air bunga untuk Nona mandi. Setelah itu kita akan membantu Nona Ruo Li merias wajah dan rambut," ucap Chun Hua.


"Baiklah. Kalian bisa membawanya ke kamar sekarang," jawab Yang Ruo Li.


"Baik Nona Ruo Li," jawab Chung Hua dan Sha Sha dengan semangat.


Sha Sha meletakkan semua pakaian baru itu di samping Yang Ruo Li sebelum keluar bersama Chun Hua.


Yang Ruo Li pun memilih pakaian yang akan dikenakannya nanti. Saat ini dirinya semakin menyukai pakaian dari Kerajaan Dong Min karena ibunya berasal dari sana dan tentu saja penyebab utamanya adalah Li Zhe Liang.


Yang Ruo Li yakin Li Zhe Liang menyukainya memakai pakaian dari Kerajaan Dong Ming.


Yang Ruo Li ingin segera menemukan anak yang hilang sehingga bisa ikut Li Zhe Liang pulang ke Kerajaan Dong Ming dalam waktu dekat, seperti mimpinya semalam.


***


"Pakaian dari Kerajaan Dong Ming sangat cocok dengan Nona Ruo Li," ucap Sha Sha.


Chun Hua dan Sha Sha menatap takjub wajah Yang Ruo Li. Kedua pelayan pribadi itu memuji nona mudanya tanpa berhenti. Yang Ruo Li hanya tersenyum kecil mendengar pujian mereka.


"Sha Sha. Di mana tempat pertemuan akan dilaksanakan?" tanya Yang Ruo Li.


Sha Sha lebih mengetahui semua bagian tempat yang berada di Paviliun Ru Yi sehingga Yang Ruo Li bertanya kepadanya.


"Taman yang berada di halaman belakang Paviliun Ru Yi sangat luas. Pengurus Ming Ye dan penjaga lainnya sudah mengatur tempat duduk dan makanan kecil serta minuman teh di sana," jawab Sha Sha.


Kali ini Yang Ruo Li sebagai tuan rumah Paviliun Ru Yi menerima para orang tua anak yang hilang sebagai tamu sehingga Pengurus Ming Ye dan penjaga lainnya mempersiapkan semuanya dengan baik agar tidak membuat malu Yang Ruo Li.


"Aku akan ke kamar Zhe Liang dulu dan bersamanya menuju ke taman," ucap Yang Ruo Li.


Gadis muda itu berfirasat Tetua Wu Yuan sudah menunggunya di sana sehingga tidak ingin terlambat. Dirinya dan Zhe Liang bisa berbincang dengan Tetua Wu Yuan sambil menunggu kedatangan para orang tua yang kehilangan anak.


"Chun Hua kembali ke kamar untuk menjaga ibu. Sha Sha ikut aku," lanjut Yang Ruo Li.


"Baik Nona Ruo Li," jawab Chun Hua dan Sha Sha dengan patuh.


***


"Nona Ruo Li!" sapa Feng Teng yang berjaga di depan pintu kamar.


Feng Teng segera menghampiri Yang Ruo Li dan secara sengaja menghalangi jalan gadis muda itu ke kamar Li Zhe Liang.


"Kak Feng Teng. Di mana Zhe Liang?" tanya Yang Ruo Li sambil matanya melihat ke belakang Feng Teng.


"Tuan masih beristirahat dan tidak bisa ikut pertemuan pagi ini," ucap Feng Teng sambil berusaha bersikap normal seperti biasa.


Semalam Lu Jing dan Feng Teng bersepakat menggunakan alasan itu jika Yang Ruo Li datang mencari Li Zhe Liang.


"Mungkin Zhe Liang kelelahan karena sudah menggunakan banyak kekuatan spiritual beberapa hari ini," kata hati Yang Ruo Li.


"Baiklah. Kak Feng Teng, tolong sampaikan ke Zhe Liang bahwa aku akan datang mencarinya setelah selesai pertemuan dengan para orang tua yang kehilangan anak," ucap Yang Ruo Li.


"Baik Nona Ruo Li," jawab Feng Teng.


Feng Teng menarik napas panjang menatap punggung Yang Ruo Li dan Sha Sha mulai menghilang di hadapannya.


Li Zhe Liang masih belum siuman sampai saat ini dan Lu Jing menjaganya dengan telaten di dalam kamar, sedangkan Feng Teng berjaga di luar kamar untuk menghalangi siapa pun yang ingin bertemu dengan Li Zhe Liang.


***Taman Paviliun Ru Yi***


Yang Ruo Li tiba di taman dan merasa terkejut melihat Li Jian Ming sudah berada di sana dan sedang mengobrol dengan Tetua Wu Yuan.


Li Jian Ming terpana dengan kecantikan Yang Ruo Li. Gadis muda itu terlihat cantik, anggun, dan menawan dengan riasan wajah yang natural dan rambut yang di tata rapi serta pakaian Kerajaan Dong Ming.


Chen Chen dan Chu Chu, dua pelayan pribadi Li Jian Ming juga merasa kagum dengan kecantikan alami Yang Ruo Li.


Padahal sebelumnya mereka berdua pernah menghina Yang Ruo Li karena mengira gadis muda itu mempunyai niat mendekati Li Jian Ming.


Sekarang Li Jian Ming sudah sehat dan sembuh total dari racun naga api sehingga Chen Chen dan Chu Chu mempercayai kemampuan Yang Ruo Li sebagai alchemist yang hebat.


***


Selamat malam readers. Kali ini Feng Teng merasa lega karena berhasil mencegah Li Er menemui Zhe Liang. Bagaimana untuk selanjutnya?


Apa hasil pertemuan dengan para orang tua? Apakah Zhe Liang bisa menemani Li Er mencari anak hilang?


Semua jawabannya akan terkuak secepatnya ya. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok readers.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE