GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
211. Rombongan Zhe Liang menuju lembah Pegunungan Wu Dong


***Ruang tamu tempat Li Zhe Liang menginap di Paviliun Ru Yi***


Lu Jing dan Chong Yun menoleh ke arah Li Zhe Liang secara spontan. Mereka berdua khawatir kabar ini akan membuat emosi Li Zhe Liang meledak dan mempengaruhi kesehatan tubuhnya.


Li Zhe Liang diam dan tidak mengatakan apa pun. Akan tetapi, Lu Jing dan Chong Yun bisa merasakan aura dingin menyelimuti seluruh kamar.


"Zhe Liang. Kamu harus tenang. Mungkin saja Yang Ruo Li hanya ingin melihat-lihat tempat bord*l pria saja," ucap Chong Yun dengan senyum canggung.


Li Zhe Liang memejamkan kedua matanya dengan rapat dan terlihat sedang memikirkan sesuatu dengan serius. Lu Jing dan Chong Yun tidak berani mengganggu ketenangan Li Zhe Liang.


Beberapa saat kemudian Li Zhe Liang membuka kedua matanya dan menatap intens Chong Yun sehingga membuat alchemist tingkat empat itu merasakan kepalanya berdenyut keras karena tatapan Li Zhe Liang.


"A..ada apa Zhe Liang?" tanya Chong Yun terbata-bata.


"Chong Yun. Aku ingat kamu pernah bilang ada beberapa tanaman langka dibutuhkan untuk membuat pil elixir penawar racun di tubuhku?" tanya Li Zhe Liang.


"Iya. Aku sudah meminta Lu Jing mengirim anggota pasukan rahasia untuk pergi mencarinya," jawab Chong Yun.


"Aku yakin beberapa tanaman langka itu ada di lembah Pegunungan Wu Dong. Benar kan dugaanku?" tanya Li Zhe Liang sambil memberikan tatapan intimidasi ke Chong Yun.


Walaupun saat ini Li Zhe Liang sangat lemah karena racun di dalam tubuhnya, tetapi aura dingin dan wibawa yang sudah menjadi kepribadian Li Zhe Liang selama ini bisa membuat Chong Yun merasa takut.


Lu Jing yang berdiri di samping tempat tidur pun mengerti maksud dari perkataan Li Zhe Liang sekarang dan tentu saja Chong Yun pun mengerti.


"Benar dugaanmu. Kita akan segera berangkat ke lembah Pegunungan Wu Dong mencari semua tanaman langka itu," jawab Chong Yun sambil melepaskan semua jarum perak dari tubuh Li Zhe Liang dengan gesit.


Beberapa saat kemudian Chong Yun berdiri dan menatap ke arah Lu Jing.


"Lu Jing! Persiapkan kereta kuda yang besar dan nyaman serta pasukan rahasia untuk mengikuti kita ke lembah Pegunungan Wu Dong. Kita berangkat secepatnya!" perintah Chong Yun.


"Baik tuan muda Chong Yun. Putra mahkota, Lu Jing pamit untuk mengurus keberangkatan ke lembah Pegunungan Wu Dong," ucap Lu Jing.


Li Zhe Liang menganggukkan kepalanya dengan wajah tanpa ekspresi andalannya.


"Zhe Liang. Aku akan pergi mempersiapkan semua bahan lainnya yang diperlukan untuk mengobati racun di tubuhmu. Kita bisa menjalani pengobatan di dalam kereta kuda nantinya. Kamu beristirahat sebentar di sini," kata Chong Yun.


"Pergilah," jawab Li Zhe Liang.


Dua puluh menit kemudian rombongan Li Zhe Liang berangkat menuju lembah Pegunungan Wu Dong dengan menggunakan sebuah kereta kuda yang besar, sedangkan lima ratus pasukan rahasia yang sebelumnya dipanggil untuk berkumpul di Kota Shang Ri La, mengikuti dan melindungi kereta kuda secara diam-diam.


***Ruang rahasia bawah tanah***


Yang Ruo Li, A Sim, dan kedua ahli formasi mengikuti cara pengikut Sekte Sesat untuk mencoba memperbaiki formasi besar itu menjadi sempurna.


Ilmu formasi warisan dari Master Beracun membuat Yang Ruo Li tahu pasti apa kegunaan formasi besar itu. Ternyata kematian dari semua kerangka anak yang ditemukannya di dalam gua Pegunungan Wu Dong disebabkan oleh formasi besar ini.


Formasi besar akan menyedot jiwa murni dan jiwa pil anak kecil itu dan memindahkannya ke tubuh pasukan khusus Bangsawan Fu Chen sehingga pasukan itu menjadi lebih kuat dan kebal terhadap senjata tajam serta menjadi pasukan boneka.


Sementara roh semua anak kecil itu akan dimanfaatkan oleh Sekte Sesat, dengan mengurung semua roh itu di dalam lingkaran sihir.


Yang Ruo Li semakin yakin Bangsawan Fu Chen lah dalang dibalik kerjasama dengan Sekte Sesat ini.


"Aku harus merusak formasi besar ini!" tekad hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li berpura-pura membantu memperbaiki formasi besar, padahal gadis muda itu sudah merusaknya secara perlahan.


"Bagus! Bagus sekali! Kali ini orang yang kamu dapatkan tidak mengecewakanku!" ucap Yi Bo.


"Formasi besar sudah sempurna?" tanya Wu Kong.


Wu Kong sama sekali tidak tahu tentang formasi sehingga mengira kegembiraan Yi Bo karena formasi besar sudah sempurna.


"Belum! Masih ada lima bagian yang belum berhasil diperbaiki," jawab Yi Bo.


"Tunggu apa lagi! Cepat lanjut perbaiki formasi besar. Bangsawan Fu Chen sudah tidak sabar menunggu lama," ucap Wu Kong.


Yi Bo tidak menjawab perkataan Wu Kong melainkan berjalan menghampiri Yang Ruo Li. Gadis muda itu masih dalam wujud pria dan duduk bersila.


"Siapa namamu?" tanya Wu Kong.


"A Liang," jawab Yang Ruo Li dengan suara kecil dan berpura-pura lemah serta kelelahan.


"Keahlian formasi mu sangat hebat. Aku bisa tahu andilmu paling besar dalam memperbaiki satu bagian itu. Kamu masih sanggup melanjutkannya?" tanya Yi Bo.


"Maaf tuan. Semua kekuatanku sudah digunakan untuk memperbaiki satu bagian formasi besar itu. Aku tidak bisa melanjutkannya hari ini," jawab Yang Ruo Li.


Yi Bo melihat ke arah A Sim dan kedua ahli formasi lainnya. Mereka bertiga terlihat lemas dan kelelahan. Jika dipaksa melanjutkan memperbaiki formasi besar dan kekuatan mereka tidak cukup maka akan mengakibatkan formasi sebelumnya yang sudah berhasil diperbaiki menjadi rusak kembali.


"Aku peringatkan sekali lagi kepada kalian berempat untuk patuh terhadap perintahku. Jangan lupa di tubuh kalian berempat ada ulat pelacak," ancam Yi Bo.


"Ampun tuan. Kamu tidak akan macam-macam. Kami akan melakukan perintah tuan," mohon Yang Ruo Li dan ketiga ahli formasi lainnya.


"Bagus. Kalian berempat bisa istirahat di kamar khusus. Besok lanjutkan lagi memperbaiki formasi besar!" perintah Yi Bo.


"Baik tuan," jawab mereka berempat dengan patuh.


Yi Bo menoleh ke arah Wu Kong dan berbicara dengannya.


"Wu Kong. Sampaikan ke Bangsawan Fu Chen, formasi besar akan berhasil diperbaiki dalam lima hari," ucap Yi Bo.


"Baiklah," jawab Wu Kong dan berjalan meninggalkan ruang rahasia bawah tanah.


Sementara Yang Ruo Li, A Sim, dan kedua ahli formasi lainnya digiring oleh salah satu pengikut Sekte Sesat ke dalam kamar yang terbuat dari batu besar dan keras.


Di salah satu sudut kamar ada jeruji besi, yang digunakan sebagai satu-satunya tempat ventilasi udara ataupun cahaya samar dari batang kayu obor di luar pintu kamar batu itu.


Suasana dalam kamar seperti penjara dan hanya ada empat buah tempat tidur berukuran sedang saja.


***


Selamat siang readers. Akhirnya babang Zhe Liang nyusul mencari Li Er nih, tetapi pakai kereta kuda dan tidak bisa pakai sihir teleportasi.


Jangan lupa baca kelanjutan cerita nanti malam ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE