
***Hutan Tengkorak***
Yang Ruo Li muncul di hadapan rombongan Li Zhe Liang bersama Lan Long dan Xue Qiu. Semua mata memandang takjub ke arah Lan Long terutama mata merah delimanya yang sangat bagus dan menarik.
Rombongan Li Zhe Liang tidak menyangka perjalanan ke portal rahasia memberikan kesempatan untuk bertemu dengan dua dari empat hewan roh suci legenda yaitu Kura-Kura Hitam dan Qi Lin. Bahkan salah satunya menjadi hewan roh milik Yang Ruo Li.
Sementara Lan Long merasa malu mendapatkan tatapan mata dari semua orang dalam waktu yang lama sehingga bersembunyi di belakang tubuh Yang Ruo Li.
"Lan Long! Mereka semua temanku dan tidak akan melukaimu," jelas Yang Ruo Li sambil membelai kepala Lan Long dengan lembut.
"Lan Long penakut!" ejek Xue Qiu.
Telur salju putih posesif itu cemburu dengan kasih sayang Yang Ruo Li terhadap Lan Long sehingga menggosok-gosokkan cangkang telurnya ke tubuh gadis muda itu.
"AH!"
Xue Qiu berteriak keras karena tiba-tiba cangkang telurnya melayang dan terbang dengan cepat hingga jatuh di dalam genggaman tangan Li Zhe Liang.
"Nona! Tolong aku!" pinta Xue Qiu.
Satu-satunya orang yang ditakuti oleh Xue Qiu hanyalah Li Zhe Liang. Apa lagi pria dingin itu sedang menatapnya dengan saksama membuat Xue Qiu ketakutan.
"Kenapa pria ini menatapku? Apakah pria ini mau menghukumku karena menyebabkan pergelangan kaki nona terluka oleh monster elang tingkat tujuh?" resah hati Xue Qiu.
Lan Long yang semula bersembunyi di belakang tubuh Yang Ruo Li segera berlari ke arah Li Zhe Liang dan duduk dengan patuh di hadapan pria itu. Qi Lin kecil yang polos itu sudah menganggap Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang sebagai nona dan tuannya.
"Tenang, Xue Qiu. Zhe Liang tidak akan melukaimu," ucap Yang Ruo Li.
Xue Qiu mematung dan tidak berani mengucapkan satu kata pun. Aura dingin dari tubuh Li Zhe Liang sangat mengintimidasinya. Perasaan sensitif Xue Qiu bisa merasakan Li Zhe Liang tidak menyukainya.
Firasat Xue Qiu tidak salah. Li Zhe Liang memang tidak menyukainya karena Xue Qiu menggosok-gosokkan cangkangnya ke tubuh Yang Ruo Li. Bagaimana kalau hewan roh yang berada di dalam cangkang telur salju putih adalah jantan? Walaupun hanya hewan roh saja, Li Zhe Liang tidak memperbolehkan makhluk hidup berlainan jenis bersikap mesra dengan Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang lebih menyukai hewan roh seperti Lan Long yang penurut dan tidak bersikap agresif mendekati Yang Ruo Li. Li Zhe Liang berfirasat Xue Qiu termasuk hewan roh tingkat tinggi dan kemungkinan besar memiliki kecerdasan serta bisa berubah bentuk menjadi manusia. Akan sangat berbahaya jika berwujud pria nantinya.
"Zhe Liang! Apakah kamu bisa menebak Xue Qiu termasuk jenis binatang apa?" tanya Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang mengibaskan tangannya sehingga Xue Qiu terbang lagi dan jatuh di atas kepala Lan Long. Kali ini Xue Qiu tidak berteriak dan patuh mematung di tempatnya sehingga membuat Yang Ruo Li tersenyum kecil.
"Ternyata kelemahan Xue Qiu adalah Zhe Liang," kata hati Yang Ruo Li.
"Telur ini memerlukan waktu yang lama untuk menetas. Mungkin butuh ratusan tahun," jawab Li Zhe Liang.
"Ratusan tahun? Lama sekali," keluh Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li merasa sedikit kecewa akan jawaban Li Zhe Liang. Gadis muda itu sudah tidak sabar ingin melihat wujud sebenarnya dari Xue Qiu.
"Li Er bisa lebih banyak melatih Lan Long. Aku yakin dia akan menjadi kuat seperti kehidupan sebelumnya," saran Li Zhe Liang.
Perkataan Li Zhe Liang membuat Xue Qiu kesal. Walaupun dirinya tidak tahu pasti berapa lama akan menetas, tetapi tidaklah mungkin sampai ratusan tahun lamanya. Aura dingin dan intimidasi dari tubuh Li Zhe Liang membuat Xue Qiu tidak berani membantah dan menyimpan rapat kekesalan di dalam hatinya.
Li Zhe Liang mengeluarkan Kera Purba dari cincin dimensi. Lan Long bersemangat melihat kemunculan Kera Purba.
"Kakak Kera!" pekik Lan Long kegirangan.
Kera Purba melirik sekilas ke arah Xue Qiu yang masih berada di atas kepala Lan Long. Walaupun aura spiritual Xue Qiu sudah tertutup oleh jimat dari Yang Ruo Li, Kera Purba bisa merasakan Xue Qiu bukanlah hewan roh biasa.
"Kera Purba ini sangat patuh terhadap tuan walaupun tidak melakukan ikatan kontrak," puji Lu Jing.
"Ayo kita berangkat!" ajak Yang Ruo Li dengan semangat.
"Lan Long sangat hebat. Ini hadiah untukmu," kata Yang Ruo Li sambil memberikan dua buah pil elixir berwarna merah.
Mata Lan Long berbinar-binar dan langsung menelan satu buah pil elixir. Qi Lin kecil akui pil elixir racikan nona nya sangat lezat sesuai perkataan Li Zhe Liang sebelumnya. Keputusannya untuk mengikat kontrak dengan Yang Ruo Li saat itu sangatlah benar.
"Kakak Kera! Pil elixir ini untukmu," ucap Lan Long.
Kera Purba langsung menelan satu butir pil elixir merah yang diberikan oleh Lan Long.
"Sangat lezat!" pekik hati Kera Purba. Akan tetapi, ekspresi wajahnya tetap tenang di depan semua orang.
"Xue Qiu! Setelah kamu menetas dari telur, kamu bisa mendapatkan pil elixir itu juga," janji Yang Ruo Li.
"Baik, nona!" jawab Xue Qiu dengan patuh.
"Ini adalah pil elixir spiritual kualitas tinggi level enam. Darimana kamu mendapatkannya?" tanya Chong Yun penasaran.
"Aku yang meraciknya," jawab Yang Ruo Li.
"Kamu yang meraciknya?" tanya Chong Yun dengan nada tidak percaya.
"Nona Ruo Li adalah alchemist terhebat," sela Feng Teng.
"Dengan api surgawi, pil elixir racikan nona Ruo Li pasti berkualitas tinggi dan mencapai level sembilan," ujar Lu Jing.
"Kita lihat aja nanti," balas Chong Yun tidak mau kalah. Walaupun dalam hati kecilnya, dirinya mengakui ilmu alchemist Yang Ruo Li melebihi dirinya.
Rombongan Li Zhe Liang melanjutkan perjalanan. Kali ini monster yang muncul di sepanjang perjalanan adalah monster tingkat tiga hingga tingkat lima.
Li Zhe Liang membiarkan Yang Ruo Li melawan monster-monster itu bersama Lan Long. Ini adalah kesempatan bagi gadis muda itu untuk berlatih dan menambah pengalaman bertarungnya.
Tentu saja Li Zhe Liang tidak akan membiarkan Yang Ruo Li terluka sedikitpun. Walaupun dirinya tidak turun tangan secara langsung, pria dingin itu menggunakan Kera Purba untuk membantu Yang Ruo Li. Itulah tujuan utama Li Zhe Liang mengeluarkan Kera Purba dari cincin dimensinya tadi.
"Gunakan sihir ilusimu untuk memanipulasi monster macan tutul itu!"
"Bawa monster kodok hijau itu ke dalam sihir ilusimu!"
Li Zhe Liang berjalan santai di belakang Yang Ruo Li sambil mengirimkan perintah melalui telepati ke Kera Purba.
Kera Purba berkali-kali bermeditasi untuk menggunakan sihir ilusinya sesuai perintah Li Zhe Liang sehingga dalam waktu singkat Kera Purba itu terlihat kelelahan.
Lu Jing dan Feng Teng hanya bisa merasa iba di dalam hati terhadap Kera Purba yang sedang dimanfaatkan oleh Li Zhe Liang untuk melindungi Yang Ruo Li.
Pada akhirnya rombongan Li Zhe Liang hampir tiba di jalan masuk Hutan Tengkorak. Dari kejauhan Yang Ruo Li melihat satu sosok yang menyebalkan berdiri di sana dan terlihat jelas sedang menunggu rombongan Li Zhe Liang.
***
Selamat malam readers. Bab ini up pukul 21.50 wita.
Siapakah sosok menyebalkan itu?
Jawabannya ada di bab besok ya readers.
TERIMA KASIH SEMUA DUKUNGANNYA 🤗
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE