
***Aula besar Kota Shang Ri La***
Pengurus Ming Ye dan para penjaga Paviliun Ru Yi berusaha melawan sekuat tenaga untuk menyelamatkan Mu Dan.
"Bunuh mereka semua!" perintah pejabat Peng Chong.
"Han Li! Bunuh Pengurus Ming Ye!" perintah Wen Hui Min.
"Baik nyonya!" jawab Han Li dan segera bergabung di dalam pertarungan.
***
"Putra mahkota! Api sudah semakin besar. Aku dan Feng Teng akan menyelamatkan nyonya," ucap Lu Jing dengan panik.
Li Zhe Liang dan kedua bawahan kepercayaannya sedang berada di atas atap salah satu bangunan yang bisa melihat jelas ke aula besar Kota Shang Ri La. Lu Jing dan Feng Teng khawatir kobaran api yang besar akan melukai Mu Dan yang masih tidak sadarkan diri.
"Li Er bisa mengatasinya!" jawab Li Zhe Liang dengan wajah tanpa ekspresinya.
Li Zhe Liang sudah merasakan keberadaan Yang Ruo Li di sana dan juga Kera Purba yang bersembunyi di balik pohon. Li Zhe Liang berusaha menepati janjinya kepada gadis muda itu untuk tidak ikut campur.
Walaupun ada kekhawatiran yang besar di dalam hati kecilnya, Li Zhe Liang yakin akan kecerdikan Yang Ruo Li. Gadis muda itu pasti mempunyai strategi yang cemerlang.
***
Pengurus Ming Ye memuntahkan darah segar dan tubuhnya terhuyung ke belakang akibat pukulan dari Han Li di dadanya.
Kekuatan spiritual Pengurus Ming Ye hampir habis sehingga tidak bisa memberikan perlawanan yang berarti lagi. Han Li berjalan mendekati Pengurus Ming Ye dengan senyum sinis mengembang di sudut bibirnya.
"Mati!" teriak Han Li. Pria itu melayangkan telapak tangan kanannya ke kepala Pengurus Ming Ye.
"Kamu yang mati!" Terdengar suara nyaring gadis muda. Bersamaan itu sepasang jarum terbang melesat menembus telapak tangan Han Li yang diarahkan ke kepala Pengurus Ming Ye tadi.
"Ah!" teriak Han Li histeris.
Yang Ruo Li berdiri di atas pedang terbang muncul di aula besar Kota Shang Ri La. Gadis muda itu melompat turun dengan cepat dan menghampiri Pengurus Ming Ye.
"Makanlah!" ucap Yang Ruo Li sambil memasukkan satu butir pil elixir ke dalam mulut Pengurus Ming Ye.
"Nona Ruo Li! Selamatkan nyonya!" teriak Pengurus Ming Ye panik.
Yang Ruo Li menarik kembali sepasang jarum terbang dari telapak tangan Han Li. Kemunculan gadis muda itu secara tiba-tiba membuat semua orang menghentikan pertarungan. Pandangan mata mereka semua terpaku pada wajah cantik Yang Ruo Li.
"Pengurus Ming Ye. Bagi ke teman lainnya!" kata Yang Ruo Li sambil memberikan satu botol kecil berisi pil elixir spiritual ke Pengurus Ming Ye.
"Baik Nona Ruo Li," jawab Pengurus Ming Ye.
Walaupun Pengurus Ming Ye sempat terpana dengan kecantikan wajah Yang Ruo Li, pria itu tahu apa hal penting yang harus dikerjakannya sekarang.
Pengurus Ming Ye menghampiri para penjaga Paviliun Ru Yi dan memberikan pil elixir spiritual racikan Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li berjalan dengan tenang menuju kobaran api yang membakar tumpukan kayu di sekeliling tubuh Mu Dan. Kerumunan rakyat Kota Shang Ri La yang ikut terpana dengan kecantikan wajah Yang Ruo Li merasa tindakan gadis muda itu sangatlah bodoh dan sama saja menuju kematian. Apakah kecantikan yang luar biasa itu akan lenyap bersama kobaran api?
"Yang Ruo Li! Saksikanlah kematian ibumu terbakar hidup-hidup! Ha Ha Ha!" teriak Wen Hui Min sambil tertawa.
"Yang Ruo Li! Aku akan membunuhmu!" pekik Peng Xiao Ran histeris.
"Tenang Xiao Ran! Nyawa Yang Ruo Li akan lenyap di tanganmu!" kata pejabat Peng Chong.
"Kepung dia!" teriak Wen Hui Min dan pejabat Peng Chong bersamaan.
Puluhan pengawal Kediaman Peng dan Kediaman Fu berlari mengepung Yang Ruo Li.
"Ha ha ha! Kamu tidak bisa menyelamatkan ibumu! Tidak lama lagi tubuhnya akan hangus terbakar!" teriak Huo Rong kegirangan.
"Lihat saja siapa yang hangus terbakar!" balas Yang Ruo Li sambil tersenyum sinis.
Kobaran api berwarna biru langit terbang keluar dari telapak tangan kanan Yang Ruo Li dan melewati para penjaga yang mengepungnya. Kobaran api biru langit itu langsung menuju ke arah kobaran api yang sedang membakar tumpukan kayu di sekeliling Mu Dan.
Kobaran api biru langit itu semakin membesar sewaktu bergabung di sana dan menyelimuti tubuh Mu Dan dengan cepat. Semua orang terpaku menatap kobaran api besar itu. Aura panas memancar ke segala arah.
***
"Api!" teriak kerumunan rakyat Kota Shang Ri La bersamaan.
Percikan api menyebar di tengah aula besar. Api besar yang membakar tumpukan kayu menyebar menjadi percikan api menghindari dan memisahkan diri dari gelombang api biru langit itu. Bahkan ada percikan api yang melompat ke pakaian Huo Rong dan Yang Rong Xian karena mereka berdua berada di dekat sana.
"Api! Panas! Tolong!" teriak Huo Rong dan Yang Rong Xian bersamaan.
Mereka berdua menjerit kesakitan dan berguling-guling di atas tanah untuk memadamkan api yang membakar pakaian mereka.
Tetua Klan Yang dan beberapa penjaga Kediaman Keluarga Yang bergerak maju menolong Huo Rong dan Yang Rong Xian. Namun pertolongan mereka terlambat.
Huo Rong yang sudah lemah karena jiwa pilnya rusak mengalami luka bakar yang parah. Rambut dan pakaiannya terbakar habis. Wanita jahat itu tergeletak di atas tanah dan mengerang kesakitan akibat luka bakar di sekujur tubuhnya. Bisa dipastikan nyawanya akan melayang dalam waktu dekat.
Sementara keadaan Yang Rong Xian lebih baik dibandingkan Huo Rong. Usianya yang masih muda membuatnya mampu memadamkan sebagian besar api yang membakar pakaiannya tadi. Tubuhnya hanya mengalami luka bakar ringan.
Perhatian semua orang masih tertuju kepada kobaran api di tengah aula besar. Dalam waktu singkat, semua percikan api itu padam menyisakan kobaran api berwarna biru langit yang menyelimuti tubuh Mu Dan. Anehnya, api biru langit itu terlihat bagaikan perisai yang melindungi tubuh Mu Dan.
"Api surgawi!" kata hati Wen Hui Min.
Wen Hui Min tidak menyangka api surgawi akan jatuh ke tangan Yang Ruo Li, bukan ke tangan pria tampan yang menginap bersama gadis muda itu di Kediaman Bangsawan Fu Chen.
Di manakah pria itu? Bukankah pria itu bersama Yang Ruo Li pulang ke Paviliun Ru Yi? Kenapa pria itu tidak ikut datang? Apakah pria itu bermusuhan dengan Yang Ruo Li karena gadis muda itu merebut api surgawi?
Berbagai pertanyaan muncul di pikiran Wen Hui Min. Akan tetapi, dalam waktu singkat wanita licik itu sudah bisa menenangkan perasaan hatinya. Keinginan Bangsawan Fu Chen adalah mendapatkan api surgawi dengan menjadikan Yang Ruo Li sebagai tawanan.
Saat ini api surgawi sudah berada di tubuh Yang Ruo Li sehingga lebih memudahkannya untuk membunuh gadis muda yang telah berani menghancurkan hidupnya sebagai nyonya besar Penguasa Kota.
***
Selamat malam readers. Huo Rong sudah dapat karmanya nih. Bagaimana dengan yang lainnya? Pastilah mendapatkan balasan dari Li Er. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya. Pastinya semakin seru 🥰
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE