GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 122. Portal rahasia lenyap


***Portal Rahasia***


Rombongan Chong Yun bisa mendengar jelas raungan keras dari monster naga bertanduk dan juga aura mencekam dari hewan roh buas itu.


"Apakah tubuh Zhe Liang sudah diambil alih oleh monster naga bertanduk? Ayo kita ke sana!" teriak Chong Yun sambil menunjuk ke arah sumber suara yang menakutkan itu.


Sewaktu sihir tembok raksasa yang menghalangi mereka menghilang, rombongan Chong Yun segera berangkat mencari Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li.


Perjalanan mereka terhambat karena portal rahasia bergetar hebat disertai kilatan petir serta batu-batuan yang berjatuhan di mana-mana. Rombongan Chong Yun berfirasat api surgawi sudah didapatkan oleh Yang Ruo Li.


Terlebih sekarang mereka mendengarkan raungan monster naga bertanduk sehingga membuat mereka cemas dengan keadaan Li Zhe Liang.


"Putra mahkota! Ayo kita pergi cari putra mahkota!" teriak Lu Jing.


"Putra mahkota!" teriak Feng Teng dan pasukan rahasia bersamaan.


Ekspresi wajah mereka semua berubah menjadi dramatis dan bergerak cepat menuju tempat asal suara monster naga bertanduk.


Walaupun kemungkinan besar tubuh Li Zhe Liang sudah di ambil alih oleh monster naga bertanduk dan kemunculan mereka juga beresiko menjadi makanan monster naga bertanduk, mereka tidak peduli dan rela mengorbankan nyawa.


Rombongan Chong Yun tiba dan menatap ngeri bayangan monster naga bertanduk keluar dari punggung Li Zhe Liang. Bayangan itu semakin lama semakin besar dan tidak ada tanda-tanda masuk kembali ke dalam punggung Li Zhe Liang.


Rombongan Chong Yun merasa putus asa karena terlambat datang mencegah Li Zhe Liang memberikan api surgawi kepada Yang Ruo Li sehingga berakhir dengan tubuh pria dingin itu diambil alih sepenuhnya oleh monster naga bertanduk.


Hanya lima kata saja yang terpatri di dalam pikiran mereka semua.


LI ZHE LIANG SUDAH MATI!


"Zhe Liang bodoh! Demi wanita jelek itu menolak api surgawi. Apa hasilnya! Nyawamu melayang dan tubuhmu diambil alih oleh monster naga bertanduk!"


Chong Yun berteriak pilu karena tidak bisa menahan emosinya. Hatinya terasa sangat sakit dengan kematian teman dekatnya. Matanya memerah ketika melihat Yang Ruo Li berdiri tidak jauh dari sana dan dalam keadaan sehat.


"Yang Ruo Li! Gara-gara kamu Zhe Liang mati!" teriak Chong Yun.


"Aku….."


Yang Ruo Li berniat memperjelas kesalahpahaman Chong Yun menghentikan perkataannya dan mengarahkan api surgawinya ke arah Chong Yun.


DUAR!


Api surgawi menahan kilatan petir yang sedang menuju ke tubuh Chong Yun sehingga pria itu tidak terluka.


"Aku tidak perlu bantuanmu!" kata Chong Yun.


Walaupun Yang Ruo Li menyelamatkan nyawanya, tetapi kematian Li Zhe Liang membuat Chong Yun membenci gadis muda itu.


Sementara Feng Teng, Lu Jing, dan rombongan pasukan rahasia semuanya berlutut di atas tanah dengan raut wajah lesu dan frustasi. Pikiran mereka tenggelam dalam kesedihan yang mendalam.


Kematian Li Zhe Liang merupakan pukulan yang berat bagi semua bawahannya. Tidak ada lagi semangat hidup dalam diri mereka masing-masing. Mereka pasrah untuk ikut mati bersama Li Zhe Liang.


"Portal rahasia akan hancur! Cepat pergi!" ucap Li Zhe Liang dengan tegas.


Feng Teng, Lu Jing, dan pasukan rahasia segera berdiri dan menatap Li Zhe Liang dengan tatapan mata tidak percaya dan senyuman lebar menghias di sudut bibir mereka.


"Zhe Liang! Kamu masih hidup? " tanya Chong Yun.


"Iya!" jawab Li Zhe Liang dengan singkat.


Pria dingin itu menggunakan kekuatan spiritual menarik Yang Ruo Li ke arahnya. Tangan besar dan kuatnya memeluk erat pinggang gadis muda itu.


"Ayo pergi!" teriak Li Zhe Liang dan bergerak cepat dengan ilmu meringankan tubuhnya menuju pintu masuk portal rahasia.


Rombongan Chong Yun segera berlari mengikuti dari belakang. Seperti biasa Lu Jing dan Feng Teng menarik Chong Yun di sisi yang berbeda. Wajah mereka semua penuh dengan semangat hidup dan bahagia karena Li Zhe Liang masih hidup.


Mereka semua berhenti tepat di depan pintu masuk portal rahasia.


"HANCURKAN!" teriak Li Zhe Liang.


Bayangan monster naga bertanduk yang masih berada di atas punggungnya meraung keras dan menyemburkan api hitam dari mulutnya.


DUARRR!!!


Ledakan besar terjadi dan menyebabkan lubang besar di depan mereka. Li Zhe Liang mempererat pelukannya dan melesat terbang keluar dari lubang. Rombongannya mengikuti dari belakang.


Tepat saat rombongan Li Zhe Liang sudah keluar dengan selamat dari portal rahasia, muncul gelombang angin topan besar yang menyedot portal rahasia.


Mereka semua mengerahkan kekuatan spiritual masing-masing untuk bertahan agar tidak tersedot ke dalam portal rahasia yang semakin menyusut bentuknya pertanda akan lenyap selamanya.


Yang Ruo Li merasakan tubuhnya hangat karena Li Zhe Liang menyalurkan kekuatan spiritualnya sebagai perisai sehingga gadis muda itu tidak tersedot oleh kekuatan gelombang angin topan dari portal rahasia.


Sepuluh menit kemudian portal rahasia lenyap sepenuhnya dari hadapan mereka. Rombongan Li Zhe Liang menarik napas lega bersamaan, sedangkan Yang Ruo Li melepaskan pelukan Li Zhe Liang dengan cepat dan pipi merona merah.


Chong Yun bergegas menghampiri mereka dan terkejut melihat wajah cantik Yang Ruo Li. Mata dan mulutnya terbuka lebar bersamaan.


Ketika berada di dalam portal rahasia yang kacau dan penuh bebatuan serta debu yang berterbangan membuat Chong Yun tidak melihat jelas wajah Yang Ruo Lu sudah berubah menjadi cantik.


***


Halo readers. Bab ini up pukul 15.10 wita.


Akhirnya Chong Yun pun terpaku dengan kecantikan Ruo Li. Bagaimana cerita selanjutnya? Akan ada kemunculan ulat keket yang tidak tahu malu 🤣🤣. Bahkan perpaduan ulat keket dan Chong Yun akan membuat greget nih. Penasaran kan?


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya readers.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE