
***Ruang rahasia bawah tanah Sekte Sesat***
Yang Ruo Li sedang berkonsentrasi menemukan tombol rahasia di tembok bebatuan ketika mendengar suara seorang pria memanggil namanya.
"Ruo Li!"
Suara itu terdengar sangat rendah, serak dan ketus. Bisa dipastikan pria yang memanggilnya dalam kondisi marah terhadapnya.
"Apa?" tanya Yang Ruo Li sambil membalikkan badannya. Suara Yang Ruo Li pun terdengar tidak bersahabat dan sama ketusnya.
Gadis muda itu memicingkan matanya ketika melihat jelas sosok pria yang memanggilnya tadi.
"Fu Jiu Yun!" ucap Yang Ruo Li.
Fu Jiu Yun berdiri tepat di hadapan Yang Ruo Li dan menatap gadis muda itu dengan wajah muram, menandakan suasana hatinya yang sangat buruk.
"Kamu memang Ruo Li," ujar Fu Jiu Yun. Sekarang Fu Jiu Yun yakin pria di hadapannya adalah Yang Ruo Li.
Ketika pertama kali bertemu Yang Ruo Li dalam wujud prajurit bawahan Wu Kong, Fu Jiu Yun mengira hanya prasangka dan halusinasinya saja akan sepasang mata yang mengingatkannya dengan Yang Ruo Li.
Kemudian di gerbang perbatasan Kota Shang Ri La, prajurit lain dengan sepasang mata yang mirip Yang Ruo Li, muncul di hadapannya dan Tang Ying sambil membawa orang tua yang memberitahukan tentang melihat Tang Song bersama Yang Lim.
Beberapa saat kemudian Fu Jiu Yun mengikuti rombongan Tang Ying secara diam-diam karena menyadari putri manja itu mulai mencurigai hilangnya Tang Song, ada hubungan dengan Bangsawan Fu Chen.
Fu Jiu Yun tidak menyangka pengintaian yang dilakukannya secara diam-diam terhadap rombongan Tang Song membawanya ke ruang rahasia bawah tanah ini.
Tentu saja Fu Jiu Yun mengenali prajurit Bangsawan Fu Chen yang sedang bertarung dengan prajurit Kerajaan Tang sehingga yakin Bangsawan Fu Chen berada di sini.
Pada saat Fu Jiu Yun berniat mencari Bangsawan Fu Chen, dirinya melihat rombongan Yang Ruo Li sedang mencari sesuatu di tembok bebatuan.
Fu Jiu Yun mengenali Lu Jing sebagai bawahan pria misterius yang pernah menginap di Kediaman Bangsawan Fu Chen dengan Yang Ruo Li beberapa waktu yang lalu sehingga muncul kecurigaan di dalam hatinya bahwa prajurit itu adalah Yang Ruo Li dan kemungkinan besar memakai jimat pengubah wujud.
Fu Jiu Yun mencoba membuktikan kebenarannya dengan menyebut nama Ruo Li dan ternyata firasat dan dugaannya memang tepat.
Lu Jing yang menyadari kedatangan Fu Jiu Yun segera menghentikan pencarian tombol rahasia dan mengawasi Fu Jiu Yun.
Lu Jing memantau apa yang akan dilakukan oleh Fu Jiu Yun sekarang. Jika pria itu berniat melukai Yang Ruo Li maka Lu Jing tidak akan tinggal diam. Tugasnya mewakili Li Zhe Liang melindungi Yang Ruo Li.
Sementara Xue Qiu dan Lan Long sibuk mencari tombol rahasia di tembok bebatuan. Mereka berdua sebagai hewan kontrak Yang Ruo Li bisa mengetahui jelas keinginan utama nona mereka adalah menemukan anak hilang.
Xue Qiu dan Lan Long sangat percaya dengan kehebatan Yang Ruo Li. Nona mereka tidak akan kalah dari Fu Jiu Yun. Selain karena tingkatan kultivator Yang Ruo Li sudah lebih tinggi dari pada Fu Jiu Yun saat ini, juga dikarenakan Yang Ruo Li memiliki api surgawi.
"Sialan! Fu Jiu Yun pasti berniat mencegahku menyelamatkan anak-anak. Aku harus mengalahkannya," tekad hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li mengayunkan pedang terbang hadiah Li Zhe Liang ke tubuh Fu Jiu Yun tanpa ragu. Fu Jiu Yun terkejut dengan serangan tiba-tiba dari Yang Ruo Li.
Fu Jiu Yun melihat jelas ekspresi wajah dingin Yang Ruo Li saat menyerangnya. Pria angkuh itu segera menghindari serangan Yang Ruo Li, lalu mencondongkan tubuhnya serta mencengkeram erat pergelangan tangan Yang Ruo Li.
"Ruo Li! Apakah kamu sudah melupakan hubungan kita?" tanya Fu Jiu Yun dengan mata memerah.
Terlihat jelas Fu Jiu Yun kecewa dengan serangan Yang Ruo Li terhadapnya.
Yang Ruo Li berusaha melepaskan pegangan tangan Fu Jiu Yun di pergelangan tangannya, tetapi Fu Jiu Yun masih mencengkeram dengan erat.
"Api Surgawi!" ucap Yang Ruo Li.
Api surgawi menyebar di pergelangan tangan Yang Ruo Li dengan cepat sehingga Fu Jiu Yun merasakan telapak tangannya yang mencengkeram pergelangan tangan gadis muda itu terbakar.
Fu Jiu Yun melepaskan cengkeraman tangannya dan melirik sekilas telapak tangannya. Ada luka bakar merah di sana.
Fu Jiu Yun tidak merasakan sakit sama sekali di bagian telapak tangan. Melainkan sakit di hatinya karena ini kedua kalinya Yang Ruo Li menyerang dan berhasil melukainya tanpa ragu.
"Ruo Li. Aku tahu perbuatanku mengacuhkanmu selama ini salah sehingga kamu membenciku dan ingin membalas dendam. Kamu sudah menghancurkan jiwa pil ibuku dan membakarnya. Sekarang kamu mengadu domba ayahku dengan Kerajaan Tang. Kebencianmu terhadapku sangat dalam," ujar Fu Jiu Yun.
Yang Ruo Li mengernyitkan alisnya ketika mendengar perkataan Fu Jiu Yun. Kenapa Fu Jiu Yun bisa mengira dirinya sedang balas dendam atas perlakuan Fu Jiu Yun di masa lalu?
Sementara Lu Jing merasa lega Li Zhe Liang sedang beristirahat di dalam ruang dimensi. Jika tidak, Lu Jing yakin Li Zhe Liang akan mengaktifkan kekuatan spiritualnya tanpa ragu untuk membunuh Fu Jiu Yun dan bisa membuat racun di tubuh Li Zhe Liang semakin cepat menyebar.
"Fu Jiu Yun. Kamu pasti ingat dengan jelas, aku yang memutuskan pertunangan, bukan kamu. Jadi bagaimana mungkin aku membalas dendam terhadapmu saat ini?" tanya Yang Ruo Li.
"Nona Ruo Li tidak menyukaimu sama sekali. Kamu terlalu percaya diri. Hanya tuanku yang pantas menjadi pasangan nona Ruo Li," sela Lu Jing.
Wajah Fu Jiu Yun menjadi pucat karena perkataan Yang Ruo Li dan Lu Jing.
Semua perkataan Yang Ruo Li bagaikan pisau tajam yang menyayat hati Fu Jiu Yun secara perlahan. Rasa sakit itu membuat Fu Jiu Yun akhirnya menyadari perasaan hatinya terhadap Yang Ruo Li selama ini dan penyesalan selalu datang terlambat.
"Aku menghancurkan jiwa pil dan membakar ibumu karena dia yang ingin membunuh serta membakar ibuku terlebih dahulu di aula besar, sedangkan ayahmu sangat kejam dan bersekutu dengan Sekte Sesat. Aku tidak akan membiarkannya menjadi penguasa kota dan membuat rakyat kota Shang Ri La sengsara," jelas Yang Ruo Li.
"Omong kosong! Ayahku memang kejam, tetapi dia tidak mungkin bersekutu dengan Sekte Sesat. Kamu memfitnahnya!" bentak Fu Jiu Yun.
Fu Jiu Yun mengeluarkan pedang panjang miliknya. Aura membunuh memancar dari tubuhnya.
"Kamu memang sengaja mengulur waktu agar pasukan boneka ayahmu tiba! Kamu sama liciknya dengan Bangsawan Fu Chen. Aku tidak akan menyerah. Bagaimana pun juga hari ini aku harus menyelamatkan semua anak yang hilang," ujar Yang Ruo Li dengan tegas.
"Pasukan boneka? Anak yang hilang? Apa hubungan mereka dengan ayahku?" tanya Fu Jiu Yun secara tiba-tiba.
Yang Ruo Li dan Lu Jing secara bersamaan menatap intens wajah Fu Jiu Yun untuk mencari tahu apakah pria muda itu sedang berbicara bohong atau memang tidak mengetahui perbuatan jahat Bangsawan Fu Chen selama ini.
***
Bab ini up pukul 17.45 wita ya. Masih mau lanjut gak? 🤗.
Apa yang akan dilakukan Fu Jiu Yun nantinya? Berpihak ke Bangsawan Fu Chen atau Ruo Li?
Di tunggu bab malam ya readers tercinta.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE