
***Kamar tamu tempat Li Zhe Liang menginap***
Lu Jing dan Feng Teng terkejut melihat Li Zhe Liang muntah darah lagi. Padahal Li Zhe Liang baru saja mendapatkan pengobatan akupuntur jarum perak dari Chong Yun.
Lu Jing dan Feng Teng segera maju memapah Li Zhe Liang agar bersandar di tempat tidur. Lu Jing menggunakan kain menyeka sudut bibir Li Zhe Liang dari noda darah hitam yang masih tersisa.
Sementara Feng Teng menggunakan kain kering menyeka kening Li Zhe Liang yang berkeringat. Wajah Li Zhe Liang sangat pucat dan suhu tubuhnya sangat dingin. Lu Jing dan Feng Teng menatap ke arah Chong Yun bersamaan.
"Tuan muda Chong Yun. Kenapa putra mahkota bisa muntah darah lagi?" tanya Lu Jing dengan panik.
Chong Yun meletakkan jarum perak terakhir ke tabung jarumnya dengan keras, lalu melipat kedua tangannya di depan dada.
Chong Yun memicingkan matanya dan menatap Lu Jing serta Feng Teng dengan wajah cemberut.
"Masalah utama ada pada Zhe Liang!" jawab Chong Yun dengan ketus.
Lu Jing dan Feng Teng menjadi bingung dengan jawaban Chong Yun yang tidak jelas.
"Feng Teng!" panggil Li Zhe Liang.
"Iya putra mahkota!" jawab Feng Teng dengan patuh.
"Bawa dua puluh pasukan rahasia ke Pegunungan Wu Dong dan bergabung dengan Fu Rong!" perintah Li Zhe Liang.
"Kamu memang sudah gila Zhe Liang!" geram Chong Yun.
Kemarahan Chong Yun disalah artikan oleh Lu Jing dan Feng Teng. Mereka berdua mengira Chong Yun marah karena Li Zhe Liang ingin memanggil Yang Ruo Li kembali untuk mengobatinya.
Lu Jing dan Feng Teng menduga keahlian Chong Yun sebagai alchemist tidak melebihi Yang Ruo Li sehingga pengobatan akupuntur jarum perak masih menyebabkan Li Zhe Liang muntah darah.
Kecurigaan Lu Jing dan Feng Teng terhadap keahliannya membuat Chong Yun semakin geram dan berdiri dari tempat duduknya.
"Pengobatan dariku tidak ada masalah! Zhe Liang muntah darah karena mendapatkan serangan balik. Kalian tanyakan saja kepada dia, perbuatan gila apa yang telah dilakukannya!" teriak Chong Yun dengan gusar.
"Serangan balik?" ucap Lu Jing dan Feng Teng bersamaan.
Chong Yun membungkukkan badannya dan menarik pakaian Li Zhe Liang dibagian pergelangan tangan sehingga terlihat gelang kristal dengan batuan kristal berukuran kecil.
"Zhe Liang! Kamu mau mati?" teriak Chong Yun sambil melepaskan gelang kristal dari pergelangan tangan Li Zhe Liang dengan cepat.
Saat ini Chong Yun semakin yakin dengan kecurigaannya tadi. Chong Yun tahu gelang kristal satunya lagi pasti berada di pergelangan tangan Yang Ruo Li.
"Apakah Yang Ruo Li dalam bahaya?" kata hati Chong Yun.
***Gua Pegunungan Wu Dong***
Yang Ruo Li berusaha menahan agar tubuhnya tidak tertarik ke dalam kolam mata air, sedangkan Kera Purba menarik tali dengan sekuat tenaga.
Tiba-tiba Yang Ruo Li merasakan sebuah kekuatan spiritual yang kuat melindunginya dan menarik tubuhnya dengan keras sehingga terlepas dari tarikan kolam mata air.
Tubuh Yang Ruo Li dan Kera Purba terhempas keras jatuh di atas tanah.
"Aduh! Sakit sekali!" keluh Yang Ruo Li sambil mengusap tubuhnya yang memar.
Yang Ruo Li dan Kera Purba merasa sangat kelelahan dengan napas yang tidak beraturan. Gadis muda itu mengambil dua butir pil elixir spiritual dan memasukkan satu butir ke dalam mulutnya, sedangkan satu butir yang lain diberikan ke Kera Purba.
Mereka berdua merasa lebih baikkan setelah menelan pil elixir spiritual itu. Tatapan mata mereka berdua tidak terlepas dari kolam mata air yang berada tidak jauh di depan mereka.
"Kolam mata air itu sangat bahaya. Aku duga pasti ada formasi khusus yang memblokirnya," kata hati Yang Ruo Li.
"Dari mana muncul kekuatan spiritual itu? Kenapa aku merasa kekuatan spiritual itu mirip dengan kekuatan spiritual Zhe Liang, tetapi Zhe Liang masih berada di Paviliun Ru Yi," kata hati Yang Ruo Li.
"Kera Purba. Kita menyelidiki bagian kiri dari gua ini saja," kata Yang Ruo Li, setelah beristirahat selama sepuluh menit.
Kera Purba menganggukkan kepala dan mengikuti Yang Ruo Li dari belakang menuju bagian kiri gua yang gelap gulita.
***Kamar tamu tempat Li Zhe Liang menginap***
Li Zhe Liang menatap tajam Chong Yun yang mengambil gelang kristal darinya. Tubuhnya yang lemah membuat Li Zhe Liang tidak bisa merebut kembali gelang kristal itu.
"Kalian berdua tahu ini gelang apa?" tanya Chong Yun sambil menunjuk gelang kristal.
"Ini adalah gelang spiritual yang memudahkan putra mahkota mencari Nona Ruo Li," jawab Lu Jing. Feng Teng yang berdiri di sampingnya pun menganggukkan kepala.
Pada saat Li Zhe Liang memberikan gelang kristal ke Yang Ruo Li, Lu Jing dan Feng Teng berada di dalam kamar sehingga mereka berdua mendengar jelas perkataan Li Zhe Liang saat itu.
"Ini senjata spiritual milik Sekte Sesat. Kegunaannya memindahkan sebagian besar rasa sakit ataupun penderitaan tubuh Yang Ruo Li ke tubuh Zhe Liang!" ujar Chong Yun.
Wajah Lu Jing dan Feng Teng menjadi pucat setelah mendengar perkataan Chong Yun. Benda spiritual yang dimiliki oleh Li Zhe Liang sangat banyak dan mereka berdua sama sekali tidak mengetahui kegunaan dari setiap benda spiritual itu sehingga mempercayai perkataan Li Zhe Liang pada saat itu.
"Sekarang kalian berdua sudah tahu kan kenapa Zhe Liang muntah darah lagi?" tanya Chong Yun.
Chong Yun sangat marah dan geram dengan sifat keras kepala Li Zhe Liang yang tidak memedulikan nyawanya sendiri.
Jika saat ini Li Zhe Liang tidak dalam keadaan keracunan dan bisa menggunakan semua kekuatan spiritualnya dengan bebas, maka Chong Yun tidak akan melarangnya melindungi Yang Ruo Li dengan cara ini.
Li Zhe Liang tidak memedulikan kemarahan Chong Yun melainkan menatap tajam ke arah Feng Teng.
"Feng Teng! Laksanakan perintahku sekarang juga!" ujar Li Zhe Liang.
"Baik putra mahkota!" Jawab Feng Teng dengan patuh dan segera berjalan keluar meninggalkan kamar.
Sementara Lu Jing membantu memapah Li Zhe Liang agar berbaring lagi di atas tempat tidur.
"Kembalikan gelangnya!" ucap Li Zhe Liang sambil mengulurkan tangan ke arah Chong Yun.
"Tidak!" jawab Chong Yun dengan cepat dan menyimpan gelang kristal itu di dalam cincin penyimpan batu rubi miliknya.
"Zhe Liang! Aku peringatkan kamu sekali lagi! Jika kamu bertindak sesuka hati dan membuat tubuhmu semakin terluka, aku tidak akan mengobatimu lagi!" ancam Chong Yun.
Li Zhe Liang mengacuhkan ancaman Chong Yun dan menatap ke arah lain. Pikirannya memikirkan bagaimana keadaan Yang Ruo Li saat ini. Li Zhe Liang menyesali keputusannya membiarkan Yang Ruo Li pergi sendirian.
Apakah dirinya menyusul Yang Ruo Li sekarang saja? Akan tetapi, Li Zhe Liang yakin kondisinya semakin lemah karena serangan balik tadi.
Li Zhe Liang sangat memaklumi kemarahan Chong Yun terhadapnya yang dikarenakan Chong Yun khawatir dengan kondisi tubuhnya.
***
Selamat malam readers tercinta. Bab siang tadi ada sedikit kendala dan double, sedang diproses untuk dihapus salah satunya.
Zhe Liang sudah gak sabar nyusul Li Er nih 😄. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE