GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 85. Rahasia besar yang tersebar


***Tenda Chong Yun***


Chong Yun berada di dalam tendanya bersama Feng Teng.


"Feng Teng! Ini pil elixir untuk memulihkan tubuhmu," kata Chong Yun sambil memberikan sebutir pil berwarna putih.


Sewaktu meninggalkan tenda besar Li Zhe Liang, Chong Yun meminta Feng Teng ikut ke dalam tendanya karena ingin memeriksa keadaan tubuh Feng Teng yang terluka akibat pertarungan dengan monster elang tingkat tujuh.


"Terima kasih Tuan muda Chong Yun," jawab Feng Teng yang langsung menelan pil putih itu tanpa rasa curiga.


Beberapa saat kemudian Feng Teng melihat senyuman yang aneh di sudut bibir Chong Yun dan membuat bulu kuduk Feng Teng berdiri.


"Celaka!" kata hati Feng Teng.


"Tuan muda Chong Yun! Pil jenis apa yang baru dimakan olehku?" tanya Feng Teng.


Feng Teng sudah melupakan sifat usil Chong Yun selama di Kerajaan Dong Ming. Setiap kali Chong Yun meracik pil elixir baru, pria itu akan menjadikan Lu Jing dan Feng Teng sebagai kelinci percobaan. Senyuman aneh di sudut bibir Chong Yun membuat Feng Teng yakin pil elixir yang ditelannya bermasalah.


"Pil itu akan membuat perutmu mules ke toilet selama seminggu. Aku memiliki penawarnya," jawab Chong Yun dengan santai.


"Tuan muda Chong Yun! Apakah Feng Teng melakukan kesalahan dan menyinggungmu?" tanya Feng Teng sambil memegang perutnya yang terasa panas.


"Aku hanya ingin mendapatkan sedikit informasi darimu. Jika kamu jujur, pil penawar akan kuberikan," jawab Chong Yun.


"Tuan muda Chong Yun ingin mengetahui tentang apa?" tanya Feng Teng.


"Apa hubungan Zhe Liang dengan gadis jelek itu? Di mana mereka bertemu dan kenapa Zhe Liang sangat memperhatikannya?" tanya Chong Yun.


"Itu… aku…. Tuan muda Chong Yun berjanji tidak akan menyebarkannya kepada siapa pun?" tanya Feng Teng.


"Tentu saja! Aku paling pintar menyimpan rahasia!" jawab Chong Yun dengan yakin.


Feng Teng pun menceritakan dari awal bagaimana dirinya dan Lu Jing menemukan Li Zhe Liang di dalam Hutan Tengkorak. Kemudian pertemuan dengan Yang Ruo Li di tepi sungai, hingga keberangkatan mereka bersama gadis muda itu menuju Hutan Tengkorak lagi.


"Maksudmu Zhe Liang melakukan hubungan istimewa dengan gadis jelek itu dan jubah hitamnya di bawa lari serta gadis itu tidak mengakuinya?" tanya Chong Yun.


Chong Yun langsung mengambil kesimpulan dari cerita Feng Teng.


"Iya, Tuan muda Chong Yun! Mohon jangan sebarkan rahasia ini! Jika tidak, Feng Teng bisa dibunuh oleh putra mahkota," mohon Feng Teng dengan memelas.


"HA HA HA! Zhe Liang sangat polos. Dia menginginkan gadis jelek itu bertanggung jawab terhadapnya!" ucap Chong Yun sambil ketawa terbahak-bahak.


"Tuan muda Chong Yun! Nona Ruo Li sangat cantik," kata Feng Teng dengan yakin.


Feng Teng masih ingat dengan jelas kecantikan wajah Yang Ruo Li sewaktu mereka bertemu di tepi sungai Hutan Tengkorak. Selain itu Yang Ruo Li mempunyai keahlian meracik racun maupun pil elixir.


Feng Teng yakin Yang Ruo Li akan menjadi alchemist yang hebat di kemudian hari. Mungkin saja gadis muda itu bisa mencapai tingkat lima alchemist yaitu Dewa Obat sehingga Yang Ruo Li sepadan menjadi pasangan Li Zhe Liang. Lagi pula hal terpenting adalah Li Zhe Liang menyukai gadis muda itu.


"Matamu dan mata Zhe Liang sudah rusak," kata Chong Yun dengan ketus.


Chong Yun sama sekali tidak mempercayai perkataan Feng Teng. Keahliannya sebagai alchemist tingkat empat membuatnya yakin bercak hitam di wajah Yang Ruo Li asli. Chong Yun tidak akan pernah menyangka gadis muda itu sangat pintar membuat ramuan yang membuat wajahnya jelek seperti semula.


Chong Yun tersenyum usil sambil merencanakan untuk mengerjai Li Zhe Liang. Rahasia besar itu tentu saja tidak akan disimpan oleh Chong Yun. Dirinya ingin berbagi rahasia besar itu dengan pengawal pasukan rahasia Li Zhe Liang yang berjaga di depan tendanya.


"Tuan muda Chong Yun! Di mana pil penawarnya?" tanya Feng Teng dengan polos.


Feng Teng hanya bisa terdiam dengan wajah yang semakin pucat. Feng Teng yakin Chong Yun pasti akan menyebarkan rahasia Li Zhe Liang dan dirinya lah yang akan mendapat hukuman dari Li Zhe Liang nantinya.


"Seharusnya racun di tubuh Yang Ruo Li sudah hampir berhasil dinetralkan sebentar lagi. Aku akan menunggu di luar tenda Zhe Liang," kata Chong Yun.


Chong Yun sangat percaya dengan kemampuan kekuatan spiritual Li Zhe Liang dan juga pil elixir spiritual racikannya.


Chong Yun berjalan keluar dari tendanya diikuti oleh Feng Teng yang berjalan sambil menundukkan kepalanya sepanjang jalan. Tentu saja Chong Yun memberitahukan rahasia besar Li Zhe Liang ini ke beberapa pengawal yang berjaga di depan tendanya.


Dalam waktu singkat, rahasia itu sudah menyebar di seluruh perkemahan Li Zhe Liang. Feng Teng hanya bisa memberi peringatan kepada mereka agar jangan membicarakannya di depan Li Zhe Liang jika tidak ingin terkena hukuman berat.


***Tenda besar milik Li Zhe Liang***


Selama tiga puluh menit Li Zhe Liang menyalurkan kekuatan spiritualnya ke tubuh Yang Ruo Li. Bahkan air hangat di dalam tong besar sudah mengering. Semua pil elixir spiritual racikan Chong Yun sudah meresap ke dalam tubuh Yang Ruo Li untuk menekan dan menghancurkan racun laba-laba hitam kuno.


Li Zhe Liang sama sekali tidak menyadari ada Xue Qiu ukuran kecil di dalam ikat pinggang Yang Ruo Li. Xue Qiu pun merasakan kesakitan akan racun laba-laba hitam kuno yang menyebabkan Yang Ruo Li pingsan.


Ikatan kontrak antara summoner dan hewan roh nya menyebabkan ikatan batin yang kuat. Jika Yang Ruo Li mati keracunan, maka Xue Qiu pun akan ikut mati. Tetapi apabila hewan roh yang mati, maka summoner nya tidak ikut mati.


Batu kristal spiritual ribuan tahun sudah lenyap tanpa sisa dan menyerap ke tubuh Yang Ruo Li. Saat inilah Xue Qiu merasa keadaan tubuhnya lebih sehat dari sebelumnya.


Li Zhe Liang menarik kembali kedua telapak tangannya dari punggung Yang Ruo Li sehingga gadis muda itu bersandar di dada Li Zhe Liang.


"Li Er!"


Li Zhe Liang memanggil gadis muda itu sambil menepuk-nepuk pipinya dengan lembut. Akan tetapi, kedua mata Yang Ruo Li masih terpejam rapat.


"Pakaian Li Er basah. Aku harus menggantinya," kata hati Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang mengambil pakaian wanita warna biru muda dari cincin penyimpan batu rubi miliknya. Selain pakaian warna biru muda itu, ada beberapa buah pakaian wanita yang baru tersimpan di sana.


Semua model pakaian wanita itu merupakan pakaian yang berasal dari Kerajaan Dong Ming. Li Zhe Liang membelinya dari toko pakaian di Paviliun Ru Yi.


Perjalanan menjelajahi portal rahasia diperkirakan menghabiskan waktu berhari-hari sehingga Li Zhe Liang sudah menyiapkan beberapa pakaian ganti yang baru untuk Yang Ruo Li.


Tanpa ragu dan merasa malu, Li Zhe Liang membuka pakaian Yang Ruo Li dan memakaikan pakaian berwarna biru muda ke tubuh gadis muda itu.


Perhatian Li Zhe Liang hanya tertuju kepada Yang Ruo Li sehingga dirinya sama sekali tidak menyadari Xue Qiu ukuran kecil melompat keluar dari ikat pinggang pakaian lama Yang Ruo Li dan bersembunyi di salah satu kaki tempat tidur.


Li Zhe Liang juga mengganti pakaiannya yang basah dengan pakaian baru yang berwarna senada dengan pakaian Yang Ruo Li. Kemudian Li Zhe Liang membaringkan tubuh Yang Ruo Li ke atas tempat tidur secara perlahan.


Bekas racun di pergelangan kaki kanan Yang Ruo Li sudah menghilang, tetapi gadis muda itu masih belum siuman sehingga Li Zhe Liang berjalan keluar dari tenda untuk mencari Chong Yun.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 21.00 wita.


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE