
Hai readers setia. Sebelum melanjutkan ceritanya, author akan memberikan pengenalan karakter yang sudah muncul di dalam cerita ya.
*YANG RUO LI : Gadis muda berusia 17 tahun yang dijuluki nona sampah dan si buruk rupa karena tidak bisa berlatih kultivasi sejak kecil serta wajah kirinya penuh dengan bercak hitam. Pemilik Paviliun Ru Yi.
*LI ZHE LIANG : Putra mahkota Kerajaan Dong Ming. Pria yang mencurigai gadis misterius yang melakukan hubungan istimewa dengannya di Hutan Tengkorak adalah Yang Ruo Li.
*LU JING : Bawahan kepercayaan Li Zhe Liang.
*FENG TENG : Bawahan kepercayaan Li Zhe Liang.
*FU RONG : Pemimpin pasukan rahasia milik Li Zhe Liang.
*SHAN DIAN / BAI HU : Hewan roh / spirit tingkat enam milik Li Zhe Liang. Karena kesalahpahaman, terkurung di dalam ruang dimensi cincin lotus milik Yang Ruo Li dan dianggap sebagai hewan peliharaan oleh Yang Ruo Li.
*MU DAN : Ibu kandung Yang Ruo Li.
*YANG LIM : Putra satu-satunya Keluarga Yang.
"CHUN HUA : Pelayan pribadi Yang Ruo Li.
*HUO RONG : Istri kedua Yang Lim dan ibu tiri Yang Ruo Li.
*YANG RONG LE : Putri Huo Rong. Sejak usia 15 tahun ikut Tetua Keluarga Huo berkelana untuk meningkatkan latihan kultivasinya. Saudara kembar dengan Yang Rong Xian.
*YANG RONG XIAN : Putri Huo Rong. Menyukai Fu Jiu Yun dan ingin menggantikan Yang Ruo Li sebagai tunangan Fu Jiu Yun. Saudara kembar dengan Yang Rong Le.
*BANGSAWAN FU CHEN : Penguasa Kota Shang Ri La.
*WEN HUI MIN : Istri Bangsawan Fu Chen.
*FU JIU YUN : Putra tunggal dari Bangsawan Fu Chen dan Wen Hui Min. Tunangan Yang Ruo Li sejak kecil.
*XI XI : Pelayan pribadi Yang Rong Xian.
*LUO LUO : Pelayan pribadi Yang Rong Xian.
*A TU : Pelayan Kediaman Keluarga Yang.
*A NIU : Pelayan Kediaman Keluarga Yang.
*PENG XIAO RAN : Putri pertama pejabat di Kota Shang Ri La. Wajahnya hancur karena racun ikan salju berekor pelangi. Kakak dari Peng Wei Wei.
*PENG WEI WEI : Putri kedua pejabat Kota Shang Ri La. Dipermalukan oleh Yang Ruo Li di Paviliun Ru Yi.
*TU YAO : Alchemist Keluarga Yang dan sudah mencapai tingkat ketiga alchemist yaitu Grandmaster Obat.
*HUO SI CHENG : Saudara sepupu Yang Rong Le dan Yang Rong Xian.
*LI JIAN MING : Sebelumnya adalah pemilik Paviliun Ru Yi, sebelum diberikan kepada Yang Ruo Li sebagai kesepakatan bersama untuk mendapatkan pil penawar racun naga api.
*CHEN CHEN : Pelayan pribadi Li Jian Ming.
*CHU CHU : Pelayan pribadi Li Jian Ming.
*MING YE : Pengurus Paviliun Ru Yi.
*SHA SHA : Pelayan di Paviliun Ru Yi.
***Kediaman Edelweiss***
Huo Rong dan para penjaga Kediaman Keluarga Yang terkejut melihat kekuatan spiritual yang memancar di telapak tangan kanan Yang Ruo Li.
Bukankah selama ini Yang Ruo Li dikenal sebagai nona sampah karena tidak bisa berlatih kultivasi sejak kecil? Sejak kapan Yang Ruo Li sudah mencapai kultivasi tingkat tiga? Berbagai pertanyaan muncul di dalam pikiran para penjaga termasuk di dalam pikiran Lu Jing dan Feng Teng.
"Feng Teng! Informasi yang kamu dapatkan mengenai Nona Yang Ruo Li, apakah ada kesalahan? " tanya Lu Jing secara spontan.
"Tidak ada! Selama enam belas tahun ini Nona Yang Ruo Li dijadikan pil manusia oleh ibu tirinya!" jawab Feng Teng dengan yakin.
Sejak awal pertemuan dengan Yang Ruo Li, gadis muda itu selalu saja memberikan kejutan yang berbeda setiap saat. Semula Lu Jing dan Feng Teng hanya mengira Yang Ruo Li menguasai ilmu racun dan kemungkinan besar adalah seorang alchemist. Tidak disangka Yang Ruo Li bisa berkultivasi.
***
"Jiwa pilmu sudah diperbaiki? Bagaimana mungkin? Siapa yang membantumu di Hutan Tengkorak?" teriak Huo Rong.
Huo Rong berfirasat pastilah ada seseorang yang sudah membantu Yang Ruo Li sehingga bisa menghilangkan racun penghancur yang memblokir jiwa pil Yang Ruo Li selama enam belas tahun.
"Bagaimana kamu bisa tahu jiwa pilku sudah diperbaiki sehingga bisa berlatih kultivasi?" tanya Yang Ruo Li dengan tenang.
"Aku menebaknya!" jawab Huo Rong.
"Kamulah yang memberikan racun penghancur ke dalam tubuhku sehingga aku tidak bisa berlatih kultivasi sejak kecil!" ujar Yang Ruo Li sambil menatap tajam ke arah Huo Rong.
"Kamu menuduhku tanpa ada bukti! Aku akan memberimu pelajaran!" teriak Huo Rong.
Huo Rong mengangkat kedua tangannya ke atas dan memusatkan kekuatan spiritualnya menjadi beberapa buah pisau kecil yang tajam.
"Pisau terbang!" teriak Huo Rong.
Pisau kecil itu membentuk barisan dan langsung melesat menuju ke arah tubuh Yang Ruo Li.
***
"Dia telah berada di tahap kondensasi, sedangkan nona Yang Ruo Li masih berada di tahap pemurnian. Nona Yang Ruo Li bisa terluka!" kata Feng Teng dengan panik.
Lima tahap ilmu mulai dari yang dangkal hingga yang mendalam terbagi menjadi Tahap Pemurnian, Tahap Membangun Pondasi, Tahap Kondensasi, Tahap Penguasaan Jiwa, dan Tahap Membagi Roh.
Lu Jing dan Feng Teng melihat ke arah Li Zhe Liang secara spontan. Tanpa perintah dari Li Zhe Liang, mereka berdua tidak berani turun tangan membantu Yang Ruo Li. Li Zhe Liang hanya menampilkan ekspresi wajah dingin dan diam. Mata Li Zhe Liang tidak berkedip sama sekali menatap ke arah Yang Ruo Li dan Huo Rong.
"Pikiran putra mahkota sangat sulit ditebak!" kata hati Lu Jing dan Feng Teng.
***
Sementara itu di bawah sana, Yang Ruo Li sadar dirinya bukanlah lawan yang seimbang dengan Huo Rong sehingga berusaha membuat pisau terbang itu tidak mengenai tubuhnya.
"Ah!Tolong! Huo Rong ingin membunuhku!" teriak Yang Ruo Li sambil berlari menghindari barisan pisau terbang.
Gerakan tubuh Yang Ruo Li sangat gesit dan berhasil menghindari semua pisau terbang itu. Yang Ruo Li sengaja berlari mengelilingi taman Kediaman Edelweiss yang penuh dengan berbagai bunga dan pohon indah yang tertata indah dan rapi.
Dalam sekejap mata taman Kediaman Edelweiss hancur berantakan karena terkena pisau terbang, sedangkan Yang Ruo Li masih berteriak sekuat tenaganya.
"Huo Rong ibu tiri yang jahat!"
"Huo Rong ingin membunuh nona pertama Keluarga Yang!"
Teriakan Yang Ruo Li ditambah taman Kediaman Edelweiss yang hancur berantakan membuat Huo Rong semakin marah sehingga dirinya menghadang di depan Yang Ruo Li.
"Yang Ruo Li! Matilah !" teriak Huo Rong.
Huo Rong mengumpulkan kekuatan spiritual di telapak tangan kanan dan mengarahkannya ke tubuh Yang Ruo Li.
"Ini saatnya!" kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li tidak menghindari pukulan dari Huo Rong melainkan memajukan lengan kirinya untuk menerima pukulan itu.
***
Halo readers setia. Terima kasih dukungannya untuk novel ini baik berupa vote, like , hadiah maupun komentar positif.
Hari ini author up dua bab ya. Di tunggu bab berikutnya yang masih dalam proses.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE