GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 221. Lembah Pegunungan Wu Dong


"Penginapan Mawar Hitam***


Tang Song dan Tang Ying berada di dalam salah satu kamar penginapan Mawar Hitam. Wajah Tang Song sudah tidak sepucat tadi lagi karena Tang Ying memberinya pil elixir, yang disimpan di dalam cincin penyimpan rubi milik putri manja itu.


Dalam perjalanan ke Kota Shang Ri La kali ini, Tang Ying dan Tang Song membawa banyak koin emas dan juga berbagai macam pil elixir yang berharga.


Cincin penyimpan batu rubi Tang Song sudah hilang, begitu pun juga dengan lempengan giok yang diberikan oleh Selir Bai Li agar Tang Song bisa memberi kabar Kerajaan Tang juga hilang karena ulah Yang Ruo Li.


Walaupun begitu Tang Ying masih memiliki lempengan giok dan cincin penyimpan rubi sehingga Tang Song merasa bersyukur di dalam hati kecilnya, kali ini Tang Ying ikut serta dalam perjalanan ke Kota Shang Ri La.


"Tang Ying. Bagaimana kamu bisa menemukanku?" tanya Tang Song.


Tang Ying pun menceritakan semuanya di mulai dari saat Tang Song menghilang secara tiba-tiba dan informasi yang didapatkan dari seorang pria tua di gerbang Perbatasan Kota Chang Chen.


Pada saat Lai Yi yang terkena efek racun ilusi melaporkan hasil interogasinya ke Tang Ying secara diam-diam, putri manja itu pun menggunakan alasan untuk meninggalkan Fu Jiu Yun yang sedang bersamanya saat itu, lalu bergegas mengumpulkan semua pengikut menuju tempat bord*l pria.


"Walaupun Tang Ying selalu bersikap manja, tetapi kali ini dia bisa bersikap waspada terhadap Fu Jiu Yun," kata hati Tang Song.


"Kak Tang Song. Apa yang terjadi dengan kakak di tempat makan?" tanya Tang Ying dengan hati-hati.


Kejadian buruk yang dialami Tang Song selama menghilang, Tang Song tidak akan menceritakannya. Tang Ying pun tidak berani mengungkit tentang hal itu di hadapan Tang Song.


Seketika wajah Tang Song memancarkan kebencian yang mendalam. Putra kelima Kerajaan Tang itu mengepalkan kedua tangannya dengan erat saat menjawab pertanyaan Tang Ying.


"Aku berbincang dengan Yang Lim tentang menjadikan Yang Ruo Li sebagai selir. Yang Lim langsung menyetujuinya, lalu aku pingsan dan tidak mengingat apa pun lagi," jawab Tang Song.


Saat Tang Song terbangun di tempat bord*l pria, seluruh kekuatan spiritualnya tidak bisa digunakan. Bahkan dirinya menjadi bisu sehingga tidak bisa melarikan diri.


"Kak Tang Song. Pasti Bangsawan Fu Chen dalangnya!" ucap Tang Ying dengan marah.


Yang Lim tidak mungkin memiliki keberanian untuk mencelakai Tang Song. Satu-satunya orang yang berkuasa di Kota Shang Ri La hanyalah Bangsawan Fu Chen.


"Fu Chen! Aku akan membalas dendam!" geram Tang Song.


"Kak Tang Song. Aku sudah mengirim kabar meminta pasukan bantuan dari Kerajaan Tang. Mereka akan tiba dalam waktu dekat," ucap Tang Ying.


"Bagus! Kali ini kamu bertindak benar Tang Ying, " puji Tang Song.


"Lai Yi!" panggil Tang Song dengan suara keras.


Lai Yi yang berjaga di luar pintu kamar segera menghampiri Tang Song.


"Pangeran Tang Song!" sapa Lai Yi sambil memberi hormat dengan membungkukkan badan sedikit.


"Persiapkan anggotamu dengan baik. Kita akan berangkat ke Paviliun Wu Dong setelah pasukan Kerajaan Tang tiba!" perintah Tang Song.


"Baik Pangeran Tang Song!" jawab Lai Yi dengan patuh.


***Lembah Pegunungan Wu Dong***


Yang Ruo Li membawa Lan Xi menyusup ke dalam ruang rahasia bawah tanah Sekte Sesat. Setiap formasi lingkaran sesat berhasil di hancurkan oleh Yang Ruo Li secara diam-diam.


Yang Ruo Li dan Lan Xi pun berpencar di sana untuk menemukan tempat anak kecil di sembunyikan oleh Sekte Sesat. Mereka bisa saling berkomunikasi melalui lempengan giok yang diberikan oleh Lan Xi.


Beberapa saat kemudian Yang Ruo Li berhasil menemukan tempat para ahli formasi di kurung. Formasi besar masih belum berhasil diperbaiki sehingga para ahli formasi yang ditangkap, di kurung dalam satu ruangan yang sama.


Para ahli formasi itu terkejut dengan kemunculan seorang pria berpakaian prajurit di sana. Prajurit itu menghancurkan formasi lingkaran sihir hitam yang ada di ruangan itu.


"Tuan mengenalku?" tanya A Sim dengan bingung karena saat ini Yang Ruo Li dalam penampilan pria yang lain.


"Aku teman A Liang. A Liang memintaku menyelamatkan kalian," jawab Yang Ruo Li.


"Terima kasih tuan," ucap A Sim dan para ahli formasi bersamaan.


Yang Ruo Li memberikan satu botol kecil ke A Sim.


"Bagikan pil elixir ini ke mereka semua. Pil ini bisa membunuh ulat pelacak di dalam tubuh kalian," ucap Yang Ruo Li.


"Terima kasih tuan," kata A Sim dan para ahli formasi. Mereka percaya sepenuhnya perkataan Yang Ruo Li dan langsung menelan pil elixir itu.


Kemunculan Yang Ruo Li membuat semangat hidup mereka bangkit lagi. Semula mereka mengira akan menjadi boneka Sekte Sesat dan terkurung selamanya di ruang rahasia bawah tanah.


Yang Ruo Li membuat lingkaran formasi yang baru di dalam ruangan.


"Kalian tunggu di sini dulu karena di luar masih banyak pengikut Sekte Sesat. Tidak lama lagi prajurit Kerajaan Tang akan datang untuk melawan mereka. Jika lingkaran formasi ini menyala pertanda di luar sudah aman dan kalian bisa meninggalkan tempat ini segera," pesan Yang Ruo Li.


"Baik tuan."


"Terima kasih tuan."


"Aku pergi sekarang untuk melihat situasi di luar," ucap Yang Ruo Li dan segera meninggalkan ruangan.


***


Saat Lan Xi dan Yang Ruo Li mencari tempat kurungan anak hilang di dalam ruang rahasia bawah tanah, Li Zhe Liang tiba di lembah Pegunungan Wu Dong.


Li Zhe Liang berdiri tenang di depan pintu masuk lembah Pegunungan Wu Dong. Aura dingin dari tubuh Li Zhe Liang membuat keriuhan di dalam lembah Pegunungan Wu Dong menjadi sunyi dan sepi.


300 prajurit Bangsawan Fu Chen yang sedang latihan bertarung, menghentikan kegiatan mereka dan melihat ke arah Li Zhe Liang bersamaan.


"Serahkan pemuda yang kalian tangkap sekarang juga jika masih ingin hidup!"


Suara rendah Li Zhe Liang menggema di lembah Pegunungan Wu Dong. Ancaman itu terdengar jelas oleh semua prajurit Bangsawan Fu Chen di sana, bagaikan peringatan dari dewa akhirat.


"Hei anak muda! Berani sekali membuat keributan di sini!"


Salah satu kapten prajurit berjalan maju menghampiri Li Zhe Liang dengan niat mengusirnya. Akan tetapi, dua bayangan hitam keluar dari belakang tubuh Li Zhe Liang dengan cepat, lalu tubuh kapten prajurit itu tersungkur di atas tanah.


Lu Jing dan Feng Teng berdiri di sisi kiri dan kanan Li Zhe Liang dengan posisi siaga dan memegang pedang panjang di tangan mereka masing-masing. Terlihat darah segar menetes dari kedua mata pedang itu dan tentunya merupakan darah kapten prajurit yang berbicara tadi.


***


Selama siang readers. Zhe Liang sudah muncul nih🥰🥰🥰.


Ayo beri dukungan ke Zhe Liang dan Li Er ya 🤗. Vote, hadiah, tips iklan dan komentar positif 🤗🙏


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE