GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 62. Kehilangan harta karun


***Kediaman Bangsawan Fu Chen***


Wen Hui Min hanya bisa mengepalkan kedua tangannya dengan erat untuk menahan emosinya yang memuncak. Tidak ada alasan lain lagi yang bisa dipergunakan olehnya untuk tidak meminjamkan pedang penghancur.


Lagi pula Fu Jiu Yun sudah memerintahkan Si Han untuk pergi mengambil pedang penghancur. Jika dirinya masih bersikeras tidak meminjamkannya, Wen Hui Min yakin Yang Ruo Li tidak akan angkat kaki dari Kediaman Bangsawan Fu Chen.


"Yang Ruo Li! Kamu pasti akan mati di tanganku!" kata hati Wen Hui Min.


Beberapa saat kemudian Si Han datang dengan membawa pedang penghancur. Sebilah pedang besar berwarna hitam.


"Coba ku lihat!" kata Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li mengambil pedang penghancur dari tangan Si Han. Pedang itu sangat berat sehingga Yang Ruo Li harus menggunakan kedua tangan untuk memegangnya.


"Tuan muda Fu Jiu Yun! Ini pedang penghancur yang asli?" tanya Yang Ruo Li.


Walaupun selama ini Fu Jiu Yun terkenal dengan sifatnya yang adil dan tidak pernah berbohong. Akan tetapi, Yang Ruo Li tidak mempercayai semua hal itu.


Baginya Fu Jiu Yun, Wen Hui Min, Bangsawan Fu Chen, dan seluruh Keluarga Fu bukanlah orang yang baik.


Mu Dan terkurung selama enam belas tahun di Kediaman Keluarga Yang. Tidak ada satu pun anggota Keluarga Fu yang datang mengunjungi Mu Dan. Kalau saja ada satu orang saja dari Keluarga Fu yang datang, mungkin keadaan Mu Dan tidak akan menyedihkan seperti sekarang.


Jika pedang penghancur yang dipegangnya saat ini palsu, maka nyawa Mu Dan berada dalam bahaya. Yang Ruo Li tidak mau mengambil resiko itu.


Fu Jiu Yun tersinggung dengan perkataan Yang Ruo Li. Ketidakpercayaan dan kecurigaan Yang Ruo Li membuat hati Fu Jiu Yun terluka.


"Si Han! Pedangmu!" perintah Fu Jiu Yun.


"Ini pedangnya, Tuan muda Fu Jiu Yun," kata Si Han sambil menyerahkan pedangnya ke arah Fu Jiu Yun.


Fu Jiu Yun mengambil pedang penghancur dari tangan Yang Ruo Li dan menggerakkannya ke arah pedang Si Han. Pedang Si Han terbelah menjadi dua.


"Wah! Ini pedang penghancur asli!" teriak Yang Ruo Li kegirangan.


Fu Jiu Yun melemparkan pedang penghancur ke arah Si Han. Pengawal pribadinya itu menangkap pedang penghancur dengan sigap.


"Si Han! Bawalah pedang penghancur ini kembali setelah selesai digunakan!" perintah Fu Jiu Yun.


"Baik, Tuan muda Fu Jiu Yun!" jawab Si Han.


"Si Han! Jangan kasih dia kesempatan menukar pedang penghancur!" perintah Wen Hui Min.


"Baik, Nyonya besar!" jawab Si Han dengan patuh.


"Ayo berangkat!" kata Yang Ruo Li ke Si Han.


Pedang penghancur sudah didapatkan olehnya sehingga Yang Ruo Li tidak mau menyia-nyiakan waktu berharganya di Kediaman Bangsawan Fu Chen. Yang Ruo Li ingin segera tiba di Paviliun Ru Yi untuk menyelamatkan Mu Dan.


Fu Jiu Yun menatap punggung Yang Ruo Li mulai menjauh dari pandangan matanya. Gadis muda itu berjalan dengan tenang melewati kerumunan rakyat Kota Shang Ri La. Yang Ruo Li tidak merasa ragu sedikit pun meninggalkan Kediaman Bangsawan Fu Chen. Seolah-olah tujuan keberadaannya di sana hanyalah untuk memutuskan pertunangan dan meminjam pedang penghancur saja.


Perasaan hati Fu Jiu Yun semakin tidak menentu setelah sosok Yang Ruo Li menghilang di balik kerumunan rakyat Kota Shang Ri La. Fu Jiu Yun berfirasat dirinya telah kehilangan harta karun yang tak ternilai harganya. Muncul perasaan takut dalam hatinya bahwa dirinya tidak akan pernah bisa menemukan harta karun itu lagi sepanjang hidupnya nanti.


Fu Jiu Yun memalingkan pandangan matanya dari tempat kepergian Yang Ruo Li dan menatap ke arah Wen Hui Min.


"Ibu yang urus kedua wanita itu," kata Fu Jiu Yun.


Jika bukan karena mereka berdua berniat mencelakai Yang Ruo Li, maka tidak akan ada kejadian hari ini yang membuatnya malu dan kehilangan muka serta harga diri di depan rakyat Kota Shang Ri La.


Fu Jiu Yun berjalan meninggalkan tempat itu menuju kolam es untuk bermeditasi. Sekarang pria itu akan memfokuskan perhatiannya untuk mendapatkan api surgawi besok di Hutan Tengkorak. Racun gatal di dalam tubuhnya harus berhasil ditekan untuk beberapa hari karena perjalanan mencari api surgawi membutuhkan waktu dan tenaga.


Wen Hui Min juga ikut meninggalkan tempat itu dan membiarkan kerumunan rakyat Kota Shang Ri La di sana. Para pengawal Kediaman Bangsawan Fu Chen bergerak mengusir kerumunan itu. Karena tidak ada lagi pertunjukkan yang bisa mereka lihat, mereka semua pun meninggalkan Kediaman Bangsawan Fu Chen dengan niat menyebarkan gosip yang didapatkan ke keluarga ataupun teman dekat.


***


Yang Ruo Li berlari kecil ke arah Li Zhe Liang yang sudah menunggunya di dekat pintu masuk Kediaman Bangsawan Fu Chen bersama Lu Jing.


"Zhe Liang! Aku sudah mendapatkan pedang penghancur," ucap Yang Ruo Li dengan riang.


Li Zhe Liang menganggukkan kepalanya. "Ayo kita pulang!" ajak Li Zhe Liang.


"Iya! Kita pulang ke Paviliun Ru Yi,"kata Yang Ruo Li.


Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li berjalan berdampingan, sedangkan Lu Jing dan Si Han mengikuti dari belakang.


"Dia kah pria yang digosipkan berselingkuh dengan Yang Ruo Li? Wibawanya sangat mengintimidasi. Aku yakin pria ini berasal dari keluarga bangsawan," kata hati Si Han.


"Yang Ruo Li! Aku akan membunuhmu! " teriak Peng Wei Wei dan Lim Hsuang Hsuang bersamaan.


Yang Ruo Li menghentikan langkah kakinya dan membalikkan tubuh. Terlihat Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei menatapnya dengan penuh kebencian. Kedua gadis itu sudah mengenakan pakaian mereka semalam.


Sewaktu Fu Jiu Yun keluar dari kamar, pelayan wanita pribadi Wen Hui Min mengambil pakaian mereka yang berserakan di lantai dan membawa mereka pergi melalui pintu belakang sehingga Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei tidak melewati kerumunan rakyat Kota Shang Ri La.


Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei baru saja selesai mengenakan pakaian mereka dan melihat Yang Ruo Li tersenyum ceria dengan Li Zhe Liang sehingga mereka berdua tidak bisa menahan diri untuk memanggil Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li menatap saksama kedua gadis itu dari atas kepala sampai ujung kaki.


"Seharusnya aku merobek pakaian kalian berdua semalam," ujar Yang Ruo Li sambil tersenyum sinis.


"Wanita murahan!" teriak Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei bersamaan.


Mereka berdua mengayunkan tangan ke wajah Yang Ruo Li untuk menamparnya. Yang Ruo Li menangkap kedua tangan mereka dengan gesit dan menghentakkannya dengan kuat sehingga tubuh mereka berdua terhempas dan jatuh terduduk di lantai.


"Wei Wei dan Hsuang Hsuang! Aku tahu kalian menyukai Fu Jiu Yun. Kalian seharusnya berterima kasih kepadaku karena mengabulkan keinginan kalian. Silakan berdiskusi siapa yang menjadi istri resmi dan selir," ucap Yang Ruo Li sambil mengedipkan matanya dan berjalan meninggalkan mereka berdua.


Perkataan Yang Ruo Li membuat Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei sadar. Walaupun mereka berdua kehilangan muka dan harga diri di depan umum, akan tetapi mereka bisa menjadi istri Fu Jiu Yun. Masalah balas dendam terhadap Yang Ruo Li bisa dilakukan di kemudian hari.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 22.15 wita. Hari ini author crazy up 3 bab ya. Terima kasih readers sudah sabar menunggu.


Selama seminggu ini author LYTIE menjalankan misi crazy up 3 bab dari Noveltoon. Besok hari terakhir crazy up. Doa kan semuanya lancar ya 🤗🤗


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE