
***Aula besar Kota Shang Ri La***
Li Zhe Liang tersenyum kecil mendengar perkataan Yang Ruo Li. Pria dingin itu mengelus kepala Yang Ruo Li dengan lembut.
Li Zhe Liang tidak bisa menahan diri untuk muncul di aula besar Kota Shang Ri La. Walaupun tadi Xue Qiu bisa melindungi gadis muda itu tetapi lawan Yang Ruo Li kali ini adalah tiga Tetua Klan sekaligus sehingga Li Zhe Liang takut Yang Ruo Li akan terluka.
Kemunculan Li Zhe Liang membuat semua orang di sana terhanyut dalam pikiran masing-masing.
Kerumunan rakyat Shang Ri La mengenali Li Zhe Liang sebagai pria yang digosipkan mempunyai hubungan spesial dengan Yang Ruo Li beberapa hari ini.
Tetua Peng Mu dan Tetua Huo Guang merasa takut akan kekuatan spiritual Li Zhe Liang karena mereka berdua melihat secara langsung bagaimana pria dingin iru melawan Kura-Kura Hitam dengan tenang dan tidak terluka sama sekali.
Peng Xiao Ran dan Yang Rong Xian merasa kagum dengan ketampanan Li Zhe Liang. Akan tetap, pria dingin itu tidak memberikan satu lirikan mata pun terhadap mereka melainkan menatap Yang Ruo Li dengan lembut.
Sementara Wen Hui Min, Pejabat Peng Mu, dan Tetua Yang Sin mempunyai firasat yang tidak baik dengan kemunculan Li Zhe Liang. Walaupun mereka bertiga tidak ikut serta dalam perjalanan ke portal rahasia, tetapi mereka menebak Li Zhe Liang memiliki kekuatan spiritual yang tinggi dan bisa menjadi penghambat utama untuk membunuh Yang Ruo Li.
"Anak muda! Jangan ikut campur! Kami para tetua Kota Shang Ri La, berhak menghukum anggota Sekte Sesat!" ujar Tetua Yang Sin dengan sombong.
Tiba-tiba tubuh Tetua Yang Sin terpental jauh akibat terkena tekanan spiritual yang kuat dan mendarat dengan keras di atas tanah.
"Ah!" teriak Tetua Yang Sin kesakitan. Dirinya tidak menyangka akan mendapat serangan dadakan dari Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang hanya memancarkan kekuatan spiritual dan belum menggunakan jurus apa pun sudah bisa membuat tubuh Tetua Yang Sin terpental jauh sehingga membuat keempat anggota keluarga terpandang merasa takut.
***
"Zhe Liang! Jangan pakai kekuatan spiritualmu lagi," bujuk Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang menarik kembali kekuatan spiritual ke dalam tubuhnya. Pria dingin itu tahu Yang Ruo Li mengkhawatirkannya. Sampai saat ini memang kekuatan spiritual yang digunakannya sudah sangat banyak dan belum pulih sepenuhnya.
"Tetua Yang Sin! Aku menantangmu satu lawan satu! Apakah kamu berani?" tanya Yang Ruo Li.
"Gadis busuk! Kamu akan mati di tanganku hari ini. Jangan bersikap curang dan meminta bantuan pria itu!" jawab Tetua Yang Sin.
Tetua Yang Sin sangat percaya diri bahwa dirinya bisa menghabisi Yang Ruo Li jika Li Zhe Liang tidak ikut campur.
"Tunggu sebentar!" ucap Yang Ruo Li secara tiba-tiba. Sosok gadis muda itu menghilang sebentar dan kemudian muncul lagi dalam hitungan detik dengan membawa sebuah kursi. Semua orang yang berada di sana mengira Yang Ruo Li menggunakan jimat penghilang.
Tentu saja Yang Ruo Li menghilang karena masuk ke dalam ruang dimensi cincin lotus. Gadis muda itu menggunakan api surgawi untuk membuat sebuah kursi dari kayu roh.
***
Yang Ruo Li meletakkan kursi itu di belakang tubuh Li Zhe Liang.
"Zhe Liang. Duduklah dan saksikan bagaimana aku mengalahkan si tua bangka itu!" ucap Yang Ruo Li sambil menekan pundak Li Zhe Liang dengan lembut sehingga pria itu terduduk di atas kursi yang dipersiapkan oleh Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang pasrah membiarkan Yang Ruo Li sendirian melawan musuhnya. Selama dirinya berada di dekat gadis muda itu maka nyawa Yang Ruo Li tidak akan terancam.
Wajah Tetua Yang Sin memerah menahan amarah karena ejekan Yang Ruo Li. Tanpa membuang waktu lagi, Tetua Yang Sin menggunakan kekuatan spiritualnya menyerang Yang Ruo Li dengan ganas.
Yang Ruo Li memang sengaja menantang Tetua Yang Sin disebabkan Tetua Klan Yang itu membiarkan tindakan semena-mena Huo Rong terhadap Mu Dan. Gadis muda itu berniat membalas dendam terhadap Keluarga Yang dan akan dimulai dari Tetua Yang Sin.
"Tinju Besi!" teriak Tetua Yang Sin.
Tetua Yang Sin sudah mencapai kultivator tingkat tujuh dan berada di Tahap Penguasaan Jiwa sehingga ilmu Tinju Besi yang dikeluarkan olehnya bisa menghancurkan organ dalam Yang Ruo Li jika mengenai tubuh gadis muda itu.
Kekuatan spiritualnya di pusatkan ke dalam kepalan kedua tangan dan mengarahkannya ke arah Yang Ruo Li. Gadis muda itu melompat dengan gesit menghindari terkena pukulan itu.
"Tetua Huo Guang! Tetua Peng Mu! Bantu kepung gadis busuk ini! Aku akan mengirimnya ke neraka!" teriak Tetua Yang Sin.
Tetua Yang Sin tidak sadar perbuatannya yang menjilat air ludahnya sendiri. Dirinya melarang Yang Ruo Li bersikap curang meminta pertolongan Li Zhe Liang. Akan tetapi, dirinya sendiri meminta Tetua Peng Mu dan Tetua Huo Guang membantunya mengepung Yang Ruo Li sekarang.
***
Tetua Huo Guang dan Tetua Peng Mu mengepung Yang Ruo di sisi kanan dan kiri yang berlawanan, sedangkan Tetua Yang Sin mengarahkan tinju besinya ke tubuh gadis muda itu yang berdiri tegak di depannya tanpa bisa mengelak lagi.
"Benar-benar komplotan Tetua yang tidak tahu malu!"
Tetua Peng Mu, Tetua Huo Guang, dan Tetua Yang Sin menoleh ke arah Li Zhe Liang bersamaan. Mereka mengira perkataan itu diucapkan oleh Li Zhe Liang.
Chong Yun tersenyum mengejek ke arah ketiga Tetua Klan dan mengeluarkan satu buah kursi dari dalam cincin penyimpan batu rubi miliknya. Pria muda itu duduk di samping Li Zhe Liang tanpa ragu.
Li Zhe Liang tidak memberikan satu lirikan mata pun ke arah Chong Yun. Pandangannya fokus ke tengah aula besar, tepatnya di Yang Ruo Li.
Gadis muda itu bersikap tenang walau mendapatkan kepungan dari Tetua Peng Mu dan Tetua Huo Guang. Terlihat jelas Yang Ruo Li akan menerima tinju besar dari Tetua Yang Sin dan tidak menghindarinya lagi.
"Wanitaku memang hebat!' gumam Li Zhe Liang.
Chong Yun mendengar jelas gumaman Li Zhe Liang sehingga segera memfokuskan pandangannya ke tengah aula besar Kota Shang Ri La.
***
Selamat siang readers. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
TERIMA KASIH SEMUA DUKUNGANNYA.
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE