
***Kamar tidur Yang Ruo Li***
Kera Purba berteriak kegirangan melihat kemunculan Yang Ruo Li. Begitupun juga dengan Lan Long yang kegirangan melihat Kera Purba.
"Kakak kera," sapa Lan Long dengan riang.
"Kera Purba. Kenapa kamu ada di sini?" tanya Yang Ruo Li dengan heran.
Yang Ruo Li mengedarkan pandangannya ke sekeliling dan tidak terlihat sosok Li Zhe Liang di sana.
Kera Purba menunjuk mulutnya yang terbuka dan menyodorkan telapak tangannya ke arah Yang Ruo Li. Yang Ruo Li tertawa kecil melihat sikap Kera Purba.
Tentu saja Yang Ruo Li mengerti maksud Kera Purba sehingga mengambil pil elixir spiritual berwarna merah sebanyak lima butir dari dalam cincin penyimpan batu giok dan memberikannya ke Kera Purba.
Kera Purba langsung melemparkannya ke dalam mulut dan mengunyah serta menelan kelima butir pil elixir spiritual racikan Yang Ruo Li dengan cepat.
Ekspresi wajah puas Kera Purba membuat Lan Long dan Xue Qiu menelan ludah secara bersamaan. Kedua hewan roh itu pun menoleh ke arah Yang Ruo Li serta memberikan tatapan memelas.
"Nona. Xue Qiu juga mau. Xue Qiu juga mau," pinta Xue Qiu sambil melompat-lompat dengan cangkang telurnya, sedangkan Lan Long hanya menggosok-gosokkan kepalanya di kaki Yang Ruo Li.
"Iya, iya. Kalian berdua tenang dulu. Bagian kalian sudah aku persiapkan," ucap Yang Ruo Li sambil tertawa kecil.
Perkataan Yang Ruo Li membuat Lan Long mengikuti jejak Kera Purba, menyodorkan tangan kanannya ke arah Yang Ruo Li, sedangkan Xue Qiu pun mengulurkan tangan kanan kecilnya.
Yang Ruo Li hanya memberikan satu butir pil berwarna merah itu ke Xue Qiu dan Lan Long.
"Kalian masih kecil dan tidak bisa menyerap begitu banyak kekuatan spiritual dalam waktu singkat. Aku akan rutin memberikannya kepada kalian setiap hari," jelas Yang Ruo Li.
"Baik Nona," jawab Xue Qiu dan Lan Long bersamaan.
Lan Long dan Xue Qiu menikmati pil elixir spiritual racikan Yang Ruo Li. Sangat lezat dan berkhasiat tinggi karena dimasak dengan api surgawi. Pantas saja Kera Purba ketagihan pil elixir racikan nona mereka.
"Kera Purba. Di mana Zhe Liang? Di dalam kamarnya kah?" tanya Yang Ruo Li.
Kera Purba menganggukkan kepalanya dengan cepat. Sepengetahuan dia, Li Zhe Liang memang berada di dalam kamar sewaktu memerintahkannya mencari Yang Ruo Li.
"Ayo kita ke kamar Zhe Liang," ajak Yang Ruo Li.
Ketiga hewan roh itu mengikuti Yang Ruo Li dari belakang. Baru saja Yang Ruo Li melangkahkan kakinya beberapa langkah, Pengurus Ming Ye datang menghampirinya.
"Nona Ruo Li," sapa Pengurus Ming Ye sambil memberi hormat.
"Ada apa Pengurus Ming Ye?" tanya Yang Ruo Li.
"Tetua Wu Yuan sedang menunggu Nona Ruo Li di ruang tamu Paviliun Ru Yi," jawab Pengurus Ming Ye.
Yang Ruo Li tahu ruang tamu yang dimaksud adalah ruang tamu yang biasa digunakan oleh Paviliun Ru Yi sebagai tempat mengobrol ataupun beristirahat para tamu langganan.
Pertama kali Yang Ruo Li datang ke Paviliun Ru Yi juga menggunakan tempat itu untuk mengobrol dengan Li Jian Ming. Yang Ruo Li yakin ada hal penting yang ingin dibicarakan oleh Tetua Wu Yuan dan tentu saja berhubungan dengan keamanan Kota Shang Ri La dan anak yang hilang.
"Sama-sama Nona Ruo Li. Aku pamit dulu," kata Pengurus Ming Ye dengan sopan.
***
Yang Ruo Li menatap ketiga hewan roh yang sedang mengikutinya sekarang. Tidak mungkin dirinya membawa mereka bertiga menemui Tetua Wu Yuan.
"Kera Purba. Kamu kembali ke kamar Zhe Liang. Aku akan menemuinya setelah selesai berdiskusi dengan Tetua Wu Yuan," ucap Yang Ruo Li.
Kera Purba menganggukkan kepalanya pertanda mengerti dan pergi meninggalkan Yang Ruo Li dengan cepat. Setelah kepergian Kera Purba, Yang Ruo Li melihat ke arah Lan Long dan Xue Qiu.
"Nona. Aku tidak mau di ruang dimensi. Aku mau di sini," pinta Xue Qiu.
Xue Qiu takut Yang Ruo Li akan menyimpannya ke dalam ruang dimensi lagi sehingga dirinya tidak bisa jalan-jalan di luar, sedangkan Lan Long hanya diam dan patuh. Jika memang Yang Ruo Li ingin menyimpannya ke dalam ruang dimensi, Lan Long tidak akan membantah.
"Kalau begitu, kalian berdua bantu jaga ibu di kamarnya," kata Yang Ruo Li.
"Iya. Iya. Aku mau menjaga Nyonya," jawab Xue Qiu dengan bersemangat.
Yang Ruo Li membawa Xue Qiu Dan Lan Long ke kamar Mu Dan. Chun Hua dan Sha Sha menatap takjub dua hewan roh milik Yang Ruo Li. Terlebih Chun Hua yang paling senang karena nona mudanya sudah berubah menjadi cantik dan juga menjadi seorang summoner dengan dua hewan roh.
Chun Hua yakin tidak akan ada lagi orang-orang di Kota Shang Ri La yang berani menindas Yang Ruo Li. Yang Ruo Li meninggalkan kamar Mu Dan untuk menemui Tetua Wu Yuan setelah berpesan kepada Lan Long dan Xue Qiu agar menetap di dalam kamar dan tidak berkeliaran ke mana-mana.
***Hutan Tengkorak***
Li Zhe Liang berdiri di depan tepi sungai tempat pertemuan kedua dengan Yang Ruo Li. Li Zhe Liang sengaja menggunakan sihir teleportasi beberapa kali untuk tiba di tempat yang jauh dari Paviliun Ru Yi.
Tempat pilihan utama Li Zhe Liang adalah Hutan Tengkorak, tepatnya di tepi sungai yang membuatnya tertarik dengan Yang Ruo Li untuk pertama kalinya.
Gejolak kekuatan spiritual di dalam tubuhnya semakin tidak terkendali. Li Zhe Liang tidak ingin Yang Ruo Li melihat keadaannya saat ini dan merasa khawatir.
Li Zhe Liang memutuskan untuk mencari tahu sendiri apa sebenarnya yang terjadi dengan tubuhnya. Tidak mungkin dirinya bisa memuntahkan darah berwarna hitam secara tiba-tiba dan pastinya ada pemicu yang menyebabkan hal itu terjadi.
Li Zhe Liang mencurigai monster naga bertanduk yamg berada di dalam punggungnya. Li Zhe Liang berusaha bermeditasi untuk menetralkan gelombang kekuatan spiritualnya yang tidak terkendali itu.
***
Halo readers. Bab 171 masih review lama nih. Author sekalian up bab 172 ini ya. Mudah-mudahan nanti muncul babnya tidak loncat😅.
Banyak teman author lain naskahnya juga review dan belum muncul.
Semoga semuanya segera lancar ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE