GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 136. Api surgawi yang berguna


***Ruang dimensi cincin lotus***


Yang Ruo Li mengedarkan pandangannya melihat semua tanaman langka, rumput roh, dan kayu roh yang tumbuh subur di dalam ruang dimensi. Matanya berbinar-binar dan senyuman lebar mengembang di sudut bibirnya.


Dari semua bahan yang tersedia melimpah di ruang dimensi, Yang Ruo Li bisa meracik berbagai macam racun maupun pil elixir. Apa lagi sekarang api surgawi sudah mengikat kontrak dengannya sehingga gadis muda itu tidak perlu menggunakan tungku api lagi untuk memasak semua ramuan itu.


Yang Ruo ingin memetik beberapa rumput roh untuk membuat bubuk racun yang akan digunakannya untuk menghadapi semua lawannya nanti. Kedua matanya tanpa sengaja melihat sobekan jubah hitam tidak jauh dari kolam mata air spiritual.


Sobekan kain itu merupakan satu-satunya sisa dari jubah hitam milik Li Zhe Liang karena pria dingin itu sudah membakar habis jubah hitam itu dengan Pedang Api Kunlun.


Selama ini sobekan jubah hitam itu menjadi benda kesayangan Bai Hu alias Shan Dian. Akan tetapi, Bai Hu sekarang lebih menyukai berendam di dalam kolam mata air spiritual daripada memeluk sobekan jubah hitam itu.


"Aku akan memakainya untuk menampung rumput roh," kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li memetik beberapa rumput roh dengan cekatan. Kemudian dirinya duduk bersila dan membuka telapak tangan kanannya. Api surgawi berwarna biru langit berbentuk bola kecil melayang di atas telapak tangannya.


Pada saat gadis muda itu ingin mengambil rumput roh yang akan dijadikan ramuan racun, api surgawi langsung menyedot rumput roh itu dan membakarnya dalam hitungan detik. Rumput roh itu telah dimurnikan oleh api surgawi dan berubah bentuk menjadi serpihan bubuk racun yang halus.


"Luar biasa! Api surgawi bisa membaca pikiranku!" ucap Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li menjentikkan jari tangannya sehingga bermunculan beberapa kobaran api surgawi dalam bentuk bulatan kecil.


"Rumput roh!" kata hati Yang Ruo Li.


Dalam sekejap mata semua kobaran api surgawi bulatan kecil itu menyedot rumput roh yang ingin dipakai oleh Yang Ruo Li. Gadis muda itu tidak perlu repot mengendalikan besar kecilnya api untuk memasak ramuan.


Api surgawi bekerja sendiri sesuai keinginan Yang Ruo Li. Semua rumput roh itu berubah menjadi serpihan bubuk racun. Pada awalnya rumput roh itu hanya akan menghasilkan bubuk racun kualitas menengah jika menggunakan tungku api. Dengan bantuan api surgawi, bubuk racun yang dihasilkan menjadi kualitas tinggi.


Yang Ruo Li menjadi semakin bersemangat dan memetik lebih banyak jenis rumput roh lagi. Bahkan rumput angin berwarna putih yang berterbangan di udara juga di ambil olehnya.


Gadis muda itu mengeluarkan batu bulan dari cincin penyimpan batu giok miliknya. Dirinya ingin memanfaatkan waktu berada di ruang dimensi untuk membuat pil penawar racun naga api di tubuh Li Jian Ming dan juga pil elixir untuk menyadarkan Mu Dan.


Selama lima jam Yang Ruo Li berada di dalam ruang dimensi untuk meracik ramuan racun maupun pil elixir. Semua ilmu racun warisan dari Master Beracun dimanfaatkan dengan baik oleh gadis muda itu. Adanya bantuan api surgawi membuat hasilnya sangat sempurna.


Yang Ruo Li yakin selama memiliki bahan yang cukup dan kultivasinya telah meningkat, maka dirinya dapat dengan mudah meracik ramuan racun dan pil elixir kualitas tinggi dengan api surgawi.


Xue Qiu melompat keluar dari dalam kolam mata air spiritual dan menghampiri Yang Ruo Li.


"Nona! Api surgawi ini sangat hebat! Nona bisa menggunakannya untuk mengubah kayu roh menjadi perabot ataupun benda lainnya," ucap Xue Qiu dengan antusias.


Semua kayu roh itu didapatkan dari gua transparan yang ditemukan oleh Xue Qiu sehingga telur salju putih itu tahu jelas bagaimana cara memanfaatkan kayu roh yang langka itu.


"Benar juga! Kayu roh itu bisa dijadikan tempat tidur untuk tempat beristirahat kalian bertiga," kata Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li segera mengeluarkan percikan api surgawi yang banyak dan semuanya melayang ke arah kayu roh. Gadis muda itu menggunakan pikirannya untuk mengendalikan percikan api surgawi itu sehingga dalam waktu singkat terbentuklah tiga buah tempat tidur, yang besar kecilnya disesuaikan dengan ukuran Xue Qiu, Lan Long, dan Bai Hu.


Xue Qiu segera melompat-lompat di atas tempat tidur barunya, sedangkan Lan Long juga keluar dari kolam mata air spiritual dan berlari ke arah tempat tidur miliknya. Shan Dian hanya melirik sekilas ke arah tempat tidur barunya yang memang terlihat sangat cantik.


"Lan Long! Ayo kita keluar!" ajak Yang Ruo Li.


"Baik nona!" jawab Lan Long dengan bersemangat.


"Xue Qiu! Di luar sangat bahaya! Kamu tetap mau ikut?" tanya Yang Ruo Li.


"Kali ini kamu harus memakai jimat pengecil!" kata Yang Ruo Li.


Tujuan utamanya ke aula besar Kota Shang Ri La adalah untuk menyelamatkan Mu Dan sehingga Xue Qiu yang belum mempunyai keahlian apa pun akan lebih aman dalam wujud kecil dan bersembunyi di ikat pinggangnya hingga situasi aman nantinya.


"Baik, nona!" jawab Xue Qiu dengan pasrah.


Yang Ruo Li dan kedua hewan rohnya meninggalkan ruang dimensi cincin lotus.


Bersamaan dengan itu, tubuh Shan Dian yang berendam di dalam kolam mata air mulai berubah menjadi lebih besar setengah kali ukuran kecilnya saat ini.


"Tidak lama lagi aku akan kembali ke ukuran tubuhku yang asli," pekik Shan Dian kegirangan. Waktunya mengucapkan selamat tinggal dengan ruang dimensi akan tiba sebentar lagi.


***


"Zhe Liang!" panggil Yang Ruo Li sambil tersenyum.


Lima jam lebih di dalam ruang dimensi hanyalah menghabiskan lima menit di dunia nyata. Walaupun hanya lima menit lebih saja, Li Zhe Liang merasakan kepergian Yang Ruo Li seolah-olah berjam-jam lamanya.


Apakah dirinya bisa bertahan untuk tidak melihat Yang Ruo Li selama kepergian gadis muda itu menyelamatkan Mu Dan? Hal itu membuat Li Zhe Liang menghela napas panjang secara spontan.


"Semua sudah siap?" tanya Li Zhe Liang.


"Iya! Aku meracik banyak jenis racun untuk menghadapi mereka semua," jawab Yang Ruo Li dengan yakin.


"Berhati-hatilah! Kera Purba akan menemanimu ke sana. Sihir ilusinya bisa membantumu," kata Li Zhe Liang.


"Terima kasih Zhe Liang. Aku pasti bisa membawa ibu kembali. Tunggu aku di sini!" kata Yang Ruo Li.


Li Zhe Liang hanya terdiam saja. Tidak mengangguk maupun menggelengkan kepalanya.


"Ayo kita berangkat sekarang!" ajak Yang Ruo Li ke Lan Long dan Kera Purba.


Gadis muda itu berjalan keluar dari Paviliun Ru Yi dengan penuh keyakinan dan menatap lurus ke depan. Dirinya tidak berani menoleh ke belakang lagi karena merasa takut keteguhan hatinya akan goyah.


Yang Ruo Li tidak ingin menjadi parasit yang menempel di sisi Li Zhe Liang. Gadis muda itu ingin mengasah kekuatan dan kemampuannya sendiri agar menjadi lebih kuat sehingga sepadan berada di sisi Li Zhe Liang di masa yang akan datang.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 21.40 wita. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.


Berhasilkah Li Er menyelamatkan Mu Dan?


Apakah Zhe Liang akan menyusul Li Er?


TERIMA KASIH


SELAMAT MALAM


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE