
***Paviliun Ru Yi***
Li Zhe Liang meninggalkan kamar ganti setelah menjentikkan jari tangannya terlebih dahulu sehingga Sha Sha yang berdiri mematung di luar kamar ganti menjadi sadar.
Sha Sha merasa heran melihat Yang Ruo Li berlari kecil tidak jauh darinya sehingga Sha Sha pun berlari mengikuti dari belakang.
"Nona Yang Ruo Li! Nona Yang Ruo Li!" panggil Sha Sha.
Yang Ruo Li menghentikan langkah kakinya dan menoleh ke belakang. Tidak terlihat sosok Li Zhe Liang mengejarnya sehingga Yang Ruo Li menarik napas lega.
"Tempat ini sangat berbahaya selama pria itu masih di sini. Aku harus segera pulang ke Kediaman Keluarga Yang," kata hati Yang Ruo Li.
"Sha Sha! Antar aku ke tempat Chun Hua," kata Yang Ruo Li.
"Baik, Nona Yang Ruo Li!" jawab Sha Sha.
***
Lu Jing dan Feng Teng berjalan mendekati Li Zhe Liang. Mereka berdua melihat dengan jelas Yang Ruo Li berlari ketakutan dari kamar ganti dan sekarang suasana hati Li Zhe Liang sangat buruk sehingga mereka berdua penasaran apa yang telah terjadi antara Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang di dalam kamar ganti.
"Lapor putra mahkota! Nona Yang Ruo Li berumur tujuh belas tahun dan merupakan nona pertama dari Keluarga Yang. Sejak kecil tidak bisa berkultivasi sehingga dijadikan pil manusia dan sering ditindas oleh ibu tiri dan adik tirinya. Mu Dan, ibu kandung nona Yang Ruo Li menjadi gila selama enam belas tahun dan dikurung di Kediaman Teratai. Selain itu nona Yang Ruo Li adalah tunangan dari Fu Jiu Yun, putra Bangsawan Fu Chen yang merupakan penguasa Kota Shang Ri La," kata Feng Teng panjang lebar mengenai hasil penyelidikan identitas Yang Ruo Li.
"Tunangan? Gadis itu tidak berbohong," kata hati Li Zhe Liang.
"Putra mahkota! Fu Rong sudah kembali ke Penginapan Persik!" kata Lu Jing.
Li Zhe Liang menganggukkan kepalanya dan berjalan meninggalkan Paviliun Ru Yi. Lu Jing dan Feng Teng segera mengikutinya dari belakang.
***
Yang Ruo Li memeriksa luka Chun Hua yang sudah di obati oleh tabib. Keadaan Chun Hua sudah lebih baik dan mengenakan pakaian baru yang bersih.
"Chun Hua! Kamu tinggal di Paviliun Ru Yi untuk pemulihan. Aku akan pulang ke Kediaman Keluarga Yang dan membawa ibu ke sini!" kata Yang Ruo Li.
"Tinggal di Paviliun Ru Yi?" tanya Chun Hua dengan nada tidak percaya.
"Iya. Paviliun Ru Yi adalah milikku sekarang dan akan menjadi tempat tinggal kita," jawab Yang Ruo Li sambil tersenyum.
"Nona Ruo Li harus hati-hati. Kediaman Keluarga Yang sangat bahaya," kata Chun Hua.
Yang Ruo Li menganggukkan kepalanya sambil menepuk tangan Chu Hua untuk menenangkannya.
"Pakaian Nona Ruo Li sangat bagus. Chun Hua akan membantu merapikan rambut nona Ruo Li," kata Chun Hua.
"Baiklah!" jawab Yang Ruo Li dan duduk di samping Chun Hua.
Chun Hua merapikan rambut Yang Ruo Li dengan sisir dan mengikatnya supaya rapi, sedangkan Sha Sha berdiri di samping mereka berdua.
"Model pakaian ini sangatlah berbeda dengan pakaian dari Kerajaan Tang. Tidak disangka, Nona Yang Ruo Li bisa memakainya dengan benar," kata Sha Sha.
Yang Ruo Li melihat ke pakaian berwarna biru langit yang melekat di tubuhnya. Muncul di pikiran Yang Ruo Li, bayangan Li Zhe Liang sedang membantunya mengikat dan mengancingkan pakaiannya dengan benar.
"Jangan sampai aku bertemu dengannya lagi!" kata hati Yang Ruo Li.
Pria tampan itu sangatlah berbahaya dan memiliki suasana hati yang sering berubah-ubah. Yang Ruo Li tidak mengerti sikap Li Zhe Liang yang memaksa membuka pakaiannya, tetapi kemudian membantunya mengenakan pakaian itu dengan benar.
"Sha Sha! Kamu temanin dan jaga Chu Hua di sini!" kata Yang Ruo Li.
"Baik, Nona Yang Ruo Li!" jawab Sha Sha dengan semangat.
Sha Sha sangat senang karena tahu Yang Ruo Li berencana menjadikannya pelayan pribadi. Surat budak Sha Sha pastinya akan berada di tangan Yang Ruo Li sebagai pemilik baru Paviliun Ru Yi sehingga jika dirinya berhasil menjadi pelayan pribadi, statusnya akan lebih tinggi dari sebelumnya.
Tugas yang dijalankan oleh Sha Sha pun hanyalah menjalankan perintah dari Yang Ruo Li seorang saja.
***
Yang Ruo Li meninggalkan Paviliun Ru Yi dan naik ke atas kereta kuda.
"Pulang ke Kediaman Keluarga Yang!" perintah Yang Ruo Li.
"Baik, Nona Yang Ruo Li!" jawab kusir kuda.
Yang Ruo Li membuka jendela kereta kuda dan terkejut melihat sosok Li Zhe Liang beserta dua orang pria yang ditemuinya di tepi sungai Hutan Tengkorak sedang berjalan masuk ke dalam Penginapan Persik.
Yang Ruo Li menutup kembali jendela kereta kuda dengan cepat karena takut terlihat oleh Li Zhe Liang.
"Ternyata pria itu tinggal di Penginapan Persik!" kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li menjadi gelisah akan bertemu lagi dengan Li Zhe Liang jika dirinya tinggal di Paviliun Ru Yi nantinya.
Perjalanan kereta kuda menuju Kediaman Keluarga Yang memerlukan waktu sekitar dua puluh menit sehingga Yang Ruo Li memutuskan masuk ke dalam ruang dimensi sebentar untuk memakan buah roh berkualitas tinggi.
***Ruang dimensi cincin lotus***
Yang Ruo Li terkejut melihat sebagian tanaman obatnya hancur berantakan.
"Apa yang terjadi ?Apakah ada monster dari Hutan Tengkorak yang tidak sengaja terbawa ke sini?" kata Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li berkeliling ruang dimensi untuk mencari pelaku perusakan tanaman obatnya yang berharga.
Yang Ruo Li menemukan Bai Hu alias Shan Dian tertidur pulas di samping piring kosong yang semula berisi empat buah roh kualitas tinggi. Mata Yang Ruo Li terpaku ke arah perut Shan Dian yang membuncit sedikit.
"Bai Hu! Kamu makan buah rohku?" teriak Yang Ruo Li sambil mengangkat tubuh Shan Dian.
Shan Dian terbangun dari tidur nyenyaknya dan memberikan tatapan acuh ke Yang Ruo Li.
"Kenapa kamu memakan buah rohku? Kamu seharusnya memakan daging bukan buah roh!" kata Yang Ruo Li dengan jengkel.
"Dasar wanita jahat! Memarahiku karena buah roh! Aku ini spirit tingkat enam. Buah roh hanya pantas dijadikan camilanku saja!" kata Shan Dian sambil mengaum ke arah Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li tidak bisa mendengar perkataan Shan Dian dan semakin marah akan auman Shan Dian.
"Bai Hu yang nakal! Pasti kamu juga yang merusak tanaman obat! Aku akan memberimu pelajaran!" ujar Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li memberikan pukulan yang keras sebanyak tiga kali ke pantat Shan Dian. Shan Dian meringis kesakitan dan mencoba melawan Yang Ruo Li. Tentu saja kekuatannya yang belum pulih bukanlah tandingan Yang Ruo Li sekarang.
"Bai Hu! Kali ini aku memaafkan perbuatanmu. Jika terulang lagi, maka hukumannya akan lebih berat!" kata Yang Ruo Li dengan tegas sambil menyentil kening Shan Dian.
Ketika Yang Ruo Li meletakkan kembali tubuh Shan Dian di bawah, Shan Dian yang marah dan kesal menggerakkan tubuhnya membelakangi Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li tertawa kecil melihat Shan Dian merajuk di hadapannya. "Benar-benar hewan yang angkuh!" kata Yang Ruo Li.
***
"Ada melihat gadis jubah hitam membawa hewan roh di sana?" Pertanyaan Li Zhe Liang di kamar ganti Paviliun Ru Yi terngiang jelas di telinga Yang Ruo Li.
"Hewan roh? Apakah Bai Hu adalah hewan roh yang dimaksud oleh pria itu?" kata hati Yang Ruo Li.
Harimau putih yang sedang merajuk di hadapannya tiba-tiba muncul di Hutan Tengkorak dan menyerangnya sehingga timbul sedikit rasa curiga di hati Yang Ruo Li.
"Bai Hu! Kamu hewan roh milik pria hidung belang itu?" tanya Yang Ruo Li.
"Pria hidung belang? Siapa dia? Aku memang hewan roh!" kata hati Shan Dian.
Shan Dian membalikkan tubuhnya dan melihat ke arah Yang Ruo Li.
"Aku hewan roh tingkat enam! Aku sangat hebat ! Cepat lepaskan aku sekarang!'kata Shan Dian.
Yang Ruo Li mengangkat tubuh Shan Dian dan memeriksa struktur tulangnya dengan saksama.
"Struktur tulangmu berbeda sedikit dengan harimau biasa, tetapi tubuhmu sangat lemah. Tidak mungkin kamu adalah hewan roh pria itu. Kamu hanyalah harimau putih biasa," kata Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li menghilangkan rasa kecurigaan didalam hatinya dan segera merapikan tanaman obat yang rusak akibat ulah Shan Dian.
Setelah semuanya tertata rapi, Yang Ruo Li akan keluar dari ruang dimensi.
"Bai Hu! Jangan nakal lagi! Aku akan mencarikan daging untukmu nanti," kata Yang Ruo Li dan menghilang dari ruang dimensi dalam hitungan detik.
Shan Dian melompat ke arah tempat Yang Ruo Li menghilang dan dirinya sama sekali tidak menemukan jalan keluar dari ruang dimensi.
Akhirnya Shan Dian hanya bisa memeluk erat robekan jubah hitam milik Li Zhe Liang sambil meratapi nasibnya.
Beberapa saat kemudian kereta kuda berhenti di depan Kediaman Keluarga Yang.
***
Apa yang akan terjadi di Kediaman Keluarga Yang?
Berhasilkan Yang Ruo Li membawa Mu Dan pergi?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya ya. Besok author akan kasih bonus pengenalan karakter untuk karakter yang sudah muncul di dalam cerita.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE