
***Paviliun Ru Yi***
Li Zhe Liang menatap punggung Yang Ruo Li dalam waktu yang lama hingga sosok gadis muda itu sudah menghilang dari pandangannya.
Lu Jing dan Feng Teng bergegas menghampiri Li Zhe Liang. Mereka berdua merasa heran melihat Yang Ruo Li pergi bersama Lan Long dan Kera Purba, sedangkan Li Zhe Liang tidak mengikuti gadis muda itu.
"Putra mahkota! Nona Ruo Li pergi ke mana?" tanya Lu Jing.
"Menyelamatkan ibunya," jawab Li Zhe Liang dengan singkat.
"Apa? Nyonya Mu Dan diculik? Kita harus membantu nona Ruo Li," ucap Feng Teng spontan.
"Li Er ingin menghadapi mereka sendiri!" jawab Li Zhe Liang dengan wajah dingin tanpa ekspresi andalannya.
Lu Jing dan Feng Teng saling memberi isyarat mata. Mereka berdua tahu suasana hati Li Zhe Liang sedang buruk karena Yang Ruo Li tidak mengajaknya.
"Putra mahkota! Nona Ruo Li ingin pergi sendiri menghadapi semua musuhnya dengan kekuatan dan kemampuannya sendiri adalah hal yang baik, tetapi nona Ruo Li tidak melarang putra mahkota menyusulnya," ucap Lu Jing.
"Benar perkataan Lu Jing. Putra mahkota bisa menyusulnya dan melihat kehebatan nona Ruo Li dari kejauhan," ucap Feng Teng.
"Aula besar Kota Shang Ri La!" ujar Li Zhe Liang.
Dalam hitungan detik, sosok Li Zhe Liang sudah menghilang dari hadapan Lu Jing dan Feng Teng. Mereka berdua tersenyum kecil dan yakin Li Zhe Liang menggunakan sihir teleportasi menyusul Yang Ruo Li.
"Kita tinggalkan petunjuk untuk Fu Rong menyusul ke aula besar Kota Shang Ri La!" kata Lu Jing.
Mereka berdua pun meninggalkan petunjuk sesuai isyarat yang bisa mereka gunakan untuk menghubungi Fu Rong dan pasukan rahasia selama ini. Setelah itu, Lu Jing dan Feng Teng menaiki pedang terbang masing-masing menyusul ke aula besar Kota Shang Ri La.
***
Yang Ruo Li bersama Lan Long dan Kera Purba berada di atas pedang terbang yang melesat dengan cepat menuju aula besar Kota Shang Ri La dengan dikendalikan oleh kekuatan spiritual gadis muda itu.
Tubuh Lan Long hanya sebesar tubuh kucing karena pengaruh jimat pengecil yang dipakai oleh Yang Ruo Li. Tubuh Kera Purba juga berubah menjadi kera kecil. Kera Purba duduk di atas tubuh Lan Long.
Yang Ruo Li terpaksa menggunakan jimat pengecil ke tubuh Lan Long dan Kera Purba karena pedang terbang yang membesar tidak muat untuk menampung mereka semua, sedangkan Xue Qiu tetap berada di dalam ikat pinggang Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li menghentikan laju pedang terbang di dekat pohon besar yang berada tidak jauh dari aula besar Kota Shang Ri La. Gadis muda itu mengamati terlebih dahulu siapa saja yang berada di sana.
Kerumunan rakyat Shang Ri La mengelilingi aula besar itu. Yang Ruo Li melihat jelas Wen Hui Min berada di sana. Wajah wanita licik itu terlihat pucat. Akan tetapi, ada beberapa pengawal berdiri di belakangnya. Yang Ruo Li yakin para pengawal itu pastilah kultivator tingkat tinggi.
"Wen Hui Min! Kali ini aku tidak akan melepaskanmu lagi!" batin Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li menatap saksama siapa saja yang berada di sana bersama Wen Hui Min. Terlihat Huo Rong dan Yang Rong Xian bersama satu orang Tetua Klan Yang. Selain itu, ada Huo Si Cheng dan Tetua Huo Guang. Bahkan ada Tetua Klan Peng di sana serta seorang gadis muda yang memakai topi besar dengan kain yang menutup rapat wajahnya.
Yang Ruo Li mengenali gadis muda itu dari bentuk tubuhnya. Yang Ruo Li tidak menyangka gadis muda itu belum mati dan muncul di aula besar Kota Shang Ri La saat ini.
"Ha ha ha! Tidak kusangka Empat dari lima keluarga terpandang di Kota Shang Ri La berkumpul untuk melawanku!" ucap Yang Ruo Li.
"Kera Purba! Kamu bersembunyi di balik pohon ini dan tunggu perintahku melalui sihir telepati!" ucap Yang Ruo Li.
Saat ini Yang Ruo Li sudah mencapai tahap Penguasaan Jiwa sehingga gadis muda itu bisa menggunakan sihir telepati terhadap Kera Purba yang bukan hewan roh miliknya.
Sihir ilusi yang dimiliki oleh Kera Purba sangat membantunya menghadapi kumpulan musuhnya nanti. Kera Purba menganggukkan kepalanya.
"Aku ingin pil elixir!" kata Kera Purba ke Lan Long.
Saat ini Yang Ruo Li belum menggunakan sihir telepati sehingga tidak mengerti perkataan Kera Purba. Kera yang cerdik dan sudah hidup ribuan tahun itu sengaja memberitahukan ke Lan Long keinginan hatinya.
"Nona! Kakak kera ingin pil elixir," ucap Lan Long.
"Baiklah," jawab Yang Ruo Li dan memberikan dua butir pil berwarna merah ke Kera Purba.
"Aku akan memberimu lebih banyak lagi setelah tugasmu selesai," kata Yang Ruo Li.
Mata Kera Purba berbinar-binar mendengar perkataan Yang Ruo Li. Kera Purba langsung melompat naik ke atas pohon dengan cepat.
Yang Ruo Li memberikan satu butir pil merah ke Lan Long dan berbisik ke telinga Qi Lin kecil itu untuk memberitahukan rencananya.
***Kediaman Bangsawan Fu Chen***
Fu Jiu Yun duduk bermeditasi di dalam kamarnya untuk memulihkan kekuatan spiritual serta luka akibat bertarung dengan Kura-Kura Hitam di Hutan Tengkorak beberapa waktu yang lalu.
Terlihat jelas benjolan kecil berwarna merah di seluruh tubuhnya akibat racun gatal Yang Ruo Li sudah menghilang. Semua karena andil Bangsawan Fu Chen ketika dia pulang ke Kediaman waktu itu.
Penguasa Kota Shang Ri La itu mempunyai cara mengobati Fu Jiu Yun. Racun gatal racikan Yang Ruo Li memang tidak ada obat penawar yang bisa dibuat oleh alchemist. Akan tetapi, Bangsawan Fu Chen menggunakan cara yang kejam untuk menghilangkan racun itu dari tubuh Fu Jiu Yun.
Bangsawan Fu Chen menggunakan tiga kultivator tingkat empat untuk menyerap racun gatal dari tubuh Fu Jiu Yun sehingga tubuh mereka bertiga lah yang terkena racun gatal saat ini.
Bangsawan Fu Chen melakukan semua hal itu karena Fu Jiu Yun akan membawa rombongan ke Hutan Tengkorak untuk mendapatkan api surgawi. Pria tua itu sangat mengharapkan Fu Jiu Yun menjadi kultivator dan alchemist terhebat disebabkan keturunan satu-satunya saat ini hanyalah Fu Jiu Yun.
***
Selamat siang readers. Bab ini up pukul 16.10 wita. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
Siapakah gadis muda itu?
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE