
***Paviliun Ru Yi***
Yang Ruo Li memejamkan matanya sambil menikmati buah roh berkualitas tinggi. Li Jian Ming yang melihatnya ikut merasa senang dan iba terhadap Yang Ruo Li.
Perasaan senang karena tahu Yang Ruo Li benar-benar menyukai dan menikmati buah roh berkualitas tinggi itu. Perasaan iba karena tahu selama ini Yang Ruo Li belum pernah makan buah roh sama sekali dan mendapatkan perlakuan yang buruk di Kediaman Keluarga Yang.
"Jika nona Yang Ruo Li sangat menyukai buah roh ini, bisa membawanya pulang. Anggap saja sebagai permintaan maaf dariku atas ketidaksopanan kedua pelayan pribadi," kata Li Jian Ming.
"Baiklah! Tuan muda Li Jian Ming sangat murah hati. Aku sangat menyukainya," jawab Yang Ruo Li dengan spontan.
Tiba-tiba Yang Ruo Li merasakan hawa dingin menyelimuti tubuhnya, seolah-olah ada sepasang mata yang sedang mengawasi dan menatap tajam ke arahnya sehingga membuat Yang Ruo Li melihat sekeliling ruangan dan tidak menemukan siapa pun di sana.
"Nona Yang Ruo Li suka bercanda," kata Li Jian Ming sambil ketawa kecil.
Li Jian Ming tahu maksud perkataan Yang Ruo Li hanyalah sebatas menyukainya sebagai teman dan bukan ke arah sebagai pasangan lawan jenis. Yang Ruo Li ikut tersenyum setelah mendengar perkataan Li Jian Ming.
***Ruang tamu tempat Li Zhe Liang berada***
Li Zhe Liang menatap cermin air ajaib dengan raut wajah dingin dan suram, bahkan terasa emosinya sedang membara sehingga membuat cermin air ajaib bergetar hebat seolah-olah akan menghancurkan sosok Yang Ruo Li di dalam sana.
"Gadis ceroboh dan tidak tahu malu! Dengan santainya mengatakan menyukai seorang pria. Keterlaluan sekali!" kata hati Li Zhe Liang.
Bulu roma Lu Jing berdiri semua karena tekanan aura kemarahan dari tubuh Li Zhe Liang sehingga Lu Jing berusaha mengalihkan perhatian Li Zhe Liang.
"Putra mahkota! Tidak disangka Nona Yang Ruo Li mengetahui tentang racun naga api yang langka. Kelihatannya dia ahli racun," kata Lu Jing.
Li Zhe Liang terdiam memikirkan perkataan Lu Jing. Sewaktu di Hutan Tengkorak, Yang Ruo Li membuat wajah Peng Xiao Ran hancur karena racun. Tadi Peng Wei Wei juga terkena racun yang menyebabkan jadwal menstruasinya datang lebih awal dan sekarang racun naga api yang langka, bisa langsung diketahui oleh Yang Ruo Li hanya dengan melihat raut wajah Li Jian Ming.
"Gadis ini ahli racun, tetapi tidak pernah terdengar kabar ada gadis muda yang menguasai ilmu racun di Kota Shang Ri La. Gadis ini sangat menarik!" kata hati Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang semakin penasaran dan tertarik untuk mengetahui segala hal tentang Yang Ruo Li.
Tidak perlu menunggu waktu yang lama, Feng Teng pasti akan kembali dan melaporkan hasil pencarian informasi mengenai Yang Ruo Li kepadanya sehingga Li Zhe Liang memfokuskan perhatiannya ke dalam cermin air ajaib lagi.
***
"Menurut pengamatanku, Tuan muda Li Jian Ming menggunakan pil embun es untuk menekan racun naga api," jawab Yang Ruo Li dengan yakin.
"Nona Yang Ruo Li bahkan bisa melihat begitu jelas?" tanya Li Jian Ming.
Kali ini Li Jian Ming benar-benar merasa terkejut dengan keahlian Yang Ruo Li. Bukan hanya bisa melihat racun naga api bahkan pengobatan apa yang sedang dipakainya untuk menekan racun naga api menyebar, juga bisa diketahui oleh Yang Ruo Li.
"Yang Ruo Li sangat ahli racun!" kata hati Li Jian Ming dengan yakin.
"Tentu saja! Pil embun es hanya bisa menekan racun naga api untuk sementara waktu saja, tetapi efeknya bisa membuat racun naga api semakin parah. Jika kamu tidak bisa mendapatkan penawar racun naga api secepatnya, kamu akan mati!" kata Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li sangat percaya diri dengan kemampuan ilmu racun warisan dari Master Beracun dan yakin dirinya bisa membuat penawar racun naga api.
"Tuan muda Li Jian Ming! Bagaimana kalau kita membuat satu kesepakatan bersama?" tanya Yang Ruo Li.
"Apa kesepakatannya?" Li Jian Ming bertanya balik kepada Yang Ruo Li.
"Aku sangat menyukai Paviliun Ru Yi dan ingin memilikinya," jawab Yang Ruo Li dengan santai.
"Keterlaluan! Kamu tahu berapa berharganya Paviliun Ru Yi?" teriak Chu Chu dengan kesal.
"Lupakan saja! Aku tidak mau melakukan kesepakatan lagi!" ujar Yang Ruo Li dengan suara dingin.
Yang Ruo Li berdiri dari tempat duduknya dan ingin berjalan keluar dari ruangan.
"Nona Yang Ruo Li! Tunggu sebentar!" ucap Li Jian Ming.
"Chu Chu! Keluar dan cari Ming Ye untuk menerima hukuman!" perintah Li Jian Ming.
Wajah Chu Chu pucat seketika setelah mendengar perkataan Li Jian Ming. Ming Ye adalah pengurus Paviliun Ru Yi dan semua pelayan Paviliun Ru Yi yang dikirim kepadanya karena membuat kesalahan, pasti akan mendapatkan hukuman yang berat.
"Baik, tuan Li Jian Ming!" jawab Chu Chu sambil menahan air mata dan berjalan keluar dari ruangan, sedangkan Chen Chen berusaha menahan kekesalannya terhadap Yang Ruo Li supaya tidak mendapat hukuman seperti Chu Chu.
***
Sementara itu di ruang tamu lain, Li Zhe Liang menggertakkan giginya sewaktu melihat tangan Li Jian Ming menyentuh lengan Yang Ruo Li.
Bersamaan dengan itu Chu Chu sudah berjalan keluar dari ruangan sehingga sosok Yang Ruo Li dan Li Jian Ming hilang tanpa jejak di dalam cermin air ajaib.
"Menyebalkan!" ujar Li Zhe Liang dengan suara dingin.
Li Zhe Liang mengepalkan tangan kanannya dan cermin air ajaib langsung pecah. Lu Jing terdiam dan menundukkan kepalanya karena tahu kemarahan Li Zhe Liang sedang memuncak.
"Selidiki segera!" perintah Li Zhe Liang ke Lu Jing.
"Baik, putra mahkota!" jawab Lu Jing dan berjalan meninggalkan ruang tamu tempat Li Zhe Liang berada.
Li Zhe Liang ingin mengetahui apa kesepakatan bersama yang dilakukan oleh Yang Ruo Li dan Li Jian Ming. Yang Ruo Li ingin meminta Paviliun Ru Yi dan akan menukarnya dengan apa? Apakah Yang Ruo Li ingin menukar dirinya sendiri dengan Paviliun Ru Yi?
Jika benar demikian, Li Zhe Liang merasakan dorongan hati untuk membunuh Yang Ruo Li dan Li Jian Ming secara langsung.
***
Yang Ruo Li sama sekali tidak mengetahui nyawanya akan terancam jika melakukan kesepakatan bersama sesuai kecurigaan Li Zhe Liang. Dirinya sedang melihat ke arah lengannya yang ditarik oleh Li Jian Ming.
"Nona Yang Ruo Li! Aku sangat tertarik untuk melakukan kesepakatan bersama. Silakan duduk!" kata Li Jian Ming sambil melepaskan tangannya dari lengan Yang Ruo Li.
Mereka berdua pun kembali duduk berhadapan di kursi semula.
"Nona Yang Ruo Li akan memberikan apa sebagai pertukaran dengan Paviliun Ru Yi?" tanya Li Jian Ming terus terang.
"Aku bisa membuat penawar racun naga api. Nyawa Tuan muda Li Jian Ming pastilah lebih berharga dari Paviliun Ru Yi," jawab Yang Ruo Li.
"Nona Yang Ruo Li benar-benar bisa membuat pil penawar racun naga api?" tanya Li Jian Ming.
Selama ini Keluarga Li sudah mencari di seluruh daratan Zhong Yuan dan belum dapat menemukan seorang alchemist pun yang bisa membuat pil penawar racun naga api.
Yang Ruo Li hanyalah nona sampah dan si buruk rupa dari Keluarga Yang. Bagaimana mungkin mempunyai keahlian sebagai alchemist? Apakah bakat sesungguhnya Yang Ruo Li adalah alchemist dan bukanlah kultivator? Berbagai pertanyaan muncul di pikiran Li Jian Ming.
"Aku, Yang Ruo Li ! Tidak pernah berbohong! Asalkan tuan muda Li Jian Ming bisa mendapatkan beberapa bahan langka yang diperlukan, aku bisa membuat pik penawarnya!" jawab Yang Ruo Li dengan yakin.
***
Halo readers. Bab ini author up pukul 16.00 wita.
Apakah Li Jian Ming akan melakukan kesepakatan bersama dengan Yang Ruo Li?
Bab berikutnya akan ada pertemuan lagi antara Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang.
Don't miss it!
TERIMA KASIH
Salam sayang
AUTHOR : LYTIE