GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 112. Kemarahan pemilik api surgawi


***Portal Rahasia***


Lan Long yang berlari menjauhi peti es besar akibat hawa panas yang menyebar, diam di tempatnya sambil menatap peti es besar yang sudah terbuka lebar akibat kekuatan spiritual Li Zhe Liang.


Hawa panas di sekitarnya menghilang dalam hitungan detik setelah tutup peti es jatuh ke atas tanah. Lan Long merasa aneh dengan sikap Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li. Mereka berdua berdiri mematung di depan peti es besar.


Lang Long memberanikan diri berjalan mendekati mereka berdua karena hawa panas itu sudah hilang.


Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li sedang terperangkap ke dalam sihir ilusi dewa sehingga raga mereka berdua mematung di sana, sedangkan kesadaran mereka tenggelam ke dalam ilusi dan tidak bisa melepaskan diri.


"Nona! Nona!"


Lan Long memanggil Yang Ruo Li sambil menggosok-gosokkan kepalanya di kaki gadis muda itu. Tidak ada jawaban dari mulut Yang Ruo Li. Tubuhnya tetap mematung dengan pandangan mata kosong ke arah peti es besar.


"Tuan! Tuan!"


Lan Long mencoba memanggil Li Zhe Liang dengan cara yang sama dan reaksi pria dingin itu sama dengan nona nya. Tidak memberikan jawaban apa pun.


Lan Long menjadi panik dan berlari mengitari tubuh mereka berdua sambil berteriak dan sesekali menyentuh kaki mereka dengan kepalanya.


"Apa yang terjadi? Kenapa nona dan tuan tidak menjawabku?" kata hati Lan Long.


"Qi Lin bodoh!"


Tiba-tiba Lan Long mendengar suara panggilan yang sangat familiar di telinganya.


"Kakak kera!" pekik Lan Long kegirangan sambil berlari menghampiri Kera Purba.


Kera Purba menyentil kening Lan Long dengan keras.


"Bodoh! Lihatlah tubuhmu menjadi kecil seperti kucing karena mengikat kontrak dengan gadis itu. Tidak lama lagi kamu akan ikut mati dengannya," ucap Kera Purba dengan ketus.


"Kakak Kera! Nona tidak akan mati. Nona adalah alchemist yang kuat. Pil elixir racikannya sangat enak. Aku akan meminta lebih banyak untuk kakak Kera," kata Lan Long dengan polos.


"Aku tidak sepertimu mudah ditipu oleh pil elixir. Kenapa kamu tidak mendengarkan perkataanku untuk tidak mengikat kontrak dengan manusia?" tanya Kera Purba.


Kera Purba tahu Lan Long masih kecil dan muda sehingga memberikan nasihat akan betapa merugikan dan berbahaya mengikat kontrak dengan manusia agar Lan Long bisa menjaga dirinya sendiri.


Sekarang hasilnya apa? Hanya karena di iming-iming mendapatkan pil elixir yang melimpah, Lan Long rela mengikat kontrak. Kera Purba tidak ingin melihat Lan Long mati sekali lagi.


"Nona sangat baik dan hebat. Tubuhku pasti bisa kembali seperti semua. Sekarang namaku Lan Long," jawab Qi Lin kecil.


"Mereka berdua terjebak dalam sihir ilusi dewa. Tidak pernah ada orang yang bisa keluar dari ilusi itu. Mereka pasti akan terkurung selamanya disana!" kata Kera Purba.


Setidaknya ini adalah akhir yang baik. Jika Yang Ruo Li terkurung selamanya di dalam ilusi, maka Lan Long tidak akan ikut mati bersama gadis muda itu.


Tiba-tiba saja seisi ruangan bergetar dengan hebat membuat Kera Purba dan Lan Long terkejut. Tubuh Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li bisa bergerak bersamaan. Pandangan mata mereka tidak lagi kosong menatap peti es besar.


Mereka berdua saling menatap satu sama lain. Senyum tipis mengembang di sudut bibir mereka.


"Li Er! Kamu tidak apa-apa?"


"Zhe Liang! Kamu tidak apa-apa?"


Mereka berdua mengajukan pertanyaan yang sama bersamaan.


"Aku tidak apa-apa. Zhe Liang, mengapa kamu tidak membunuhku yang telah merebut api surgawi darimu dalam ilusi? Kenapa mengorbankan nyawamu sendiri?" tanya Yang Ruo Li dengan mata berkaca-kaca.


Dalam pikiran Yang Ruo Li masih terbayang kematian Li Zhe Liang yang tragis di dalam sihir ilusi dewa. Gadis muda itu tidak menyangka Li Zhe Liang rela mengorbankan nyawa untuk dirinya, sama seperti yang dilakukannya dalam dunia sihir ilusi dewa.


Yang Ruo Li menganggukkan kepalanya pelan dengan pipi merona merah.


Mereka berdua bisa tersadar dan kembali ke tempat semula karena berhasil melepaskan diri dari jebakan sihir ilusi dewa.


"Nona! Nona! Nona sudah kembali!" Lan Long berteriak kegirangan dan berlari mengitari tubuh Yang Ruo Li sehingga gadis muda itu mengangkat tubuhnya dan menggendongnya.


"Iya, Lan Long! Kamu pasti panik tadi," ucap Yang Ruo Li sambil membelai kepala Lan Long dengan lembut.


"Kakak Kera! Benarkan apa kataku. Nona ku sangat hebat!" kata Lan Long.


Wajah Kera Purba pucat seperti warna kertas. Bagaimana mungkin Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li bisa terbebas dari sihir ilusi dewa? Sebegitu hebatkah kekuatan mereka berdua?


Li Zhe Liang menatap tajam ke arah Kera Purba dan membuatnya ketakutan. Satu kata muncul dalam pikirannya dengan cepat. LARI! Pria dingin ini sangat berbahaya!


Li Zhe Liang melepaskan kekuatan spiritualnya menjadi seutas tali panjang dan tebal yang langsung mengikat tubuh Kera Purba sehingga hewan roh itu tidak dapat melarikan diri lagi.


"LEPASKAN AKU!" teriak Kera Purba.


"Kakak Kera!" Lan Long ikut berteriak dengan rasa khawatir.


"Tenang, Lan Long! Zhe Liang tidak akan membunuhnya," ucap Yang Ruo Li.


KREK …..KREK….KREK…..


Peti es besar bergetar sangat hebat. Kilatan api berwarna biru langit mengangkat peti es besar itu ke atas sehingga terlihat melayang di udara.


Li Zhe Liang menggenggam erat tangan kanan Yang Ruo Li. Begitu juga sebaliknya. Gadis muda itu mendekatkan tubuhnya ke tubuh Li Zhe Liang. Seolah-olah mereka berdua takut akan dipisahkan lagi seperti kejadian sebelumnya.


Lan Long yang berada dalam pelukan Yang Ruo Li juga mencengkeram erat pakaian gadis muda itu. Mereka semua menatap ke arah peti es besar dengan perasaan yang tidak menentu dan sikap was-was.


Hanya Kera Purba saja yang tersenyum lebar ke arah peti es besar walaupun tubuhnya dalam keadaan terikat.


BAM !!!


Peti es besar jatuh dari udara dan menghantam tanah dengan keras. Bersamaan dengan itu sosok wanita cantik berpakaian hitam melayang di udara. Wanita yang tertidur pulas di dalam peti es besar selama ribuan tahun itu menatap tajam ke arah Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li.


"KENAPA?" teriak wanita itu.


Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang terdiam dan tidak menjawab pertanyaan wanita itu karena mereka berdua tidak mengerti maksud pertanyaan tersebut.


"KENAPA KALIAN TIDAK MAU? Apakah kekuatan API SURGAWI yang besar ini tidak kalian INGINKAN?" tanya wanita itu.


Bola api berwarna biru langit melayang di atas telapak tangan kanan wanita itu. Raut wajahnya sangat dingin dan aura hitam menyelimuti seluruh tubuhnya. Mata tajamnya penuh dengan kebingungan dan kebencian menunggu jawaban dari Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li.


***


Halo readers. Bab ini author up pukul 14.15 wita.


Apa yang menyebabkan kebencian mendalam wanita pemilik api surgawi?


Nantikan jawabannya di bab nanti malam ya 🤗


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE