
***Kediaman Edelweiss***
Lu Jing dan Feng Teng yang berada di atas atap kamar Yang Rong Xian melihat dengan jelas Huo Rong datang membawa beberapa orang penjaga yang kebanyakan sudah mencapai Tahap Kondensasi. Bahkan ada satu penjaga tua yang sudah mencapai tahap ilmu ke empat yaitu Tahap Penguasaan Jiwa.
"Gawat! Kali ini Nona Yang Ruo Li berada dalam kesulitan!" kata Feng Teng.
Walaupun Li Zhe Liang dan kedua bawahan kepercayaannya berada di atas atap kamar Yang Rong Xian, Huo Rong dan para penjaga tidak menyadari keberadaan mereka.
Hal itu dikarenakan Li Zhe Liang menggunakan sihir energi pembatas yang menutupi keberadaan mereka bertiga. Sihir energi pembatas hanya dikuasai oleh summoner bintang lima ke atas.
"Putra mahkota! Ibu nona Yang Ruo Li diperlakukan semena-mena di Keluarga Yang!" kata Lu Jing sambil menatap ke arah Mu Dan yang berpenampilan menyedihkan.
"Wanitaku pasti akan marah besar jika melihat kondisi ibunya," kata hati Li Zhe Liang.
***
Huo Rong masih terlihat berwajah pucat yang disebabkan oleh pil jiwanya yang hancur. Akan tetapi, dirinya tidak memuntahkan darah lagi karena sudah makan pil elixir.
"Yang Ruo Li! Hari ini hari kematianmu! Keluarlah untuk melihat ibumu untuk terakhir kali!" teriak Huo Rong.
Kemarahan Huo Rong memuncak. Yang Ruo Li berani sekali menghancurkan jiwa pilnya maka dirinya sekarang akan membunuh Yang Ruo Li serta Mu Dan.
Huo Rong yakin dengan kemampuan para penjaga yang dibawanya saat ini. Mereka semua berada di tahap ilmu yang lebih tinggi daripada Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li bagaikan seekor semut yang bisa dengan mudah diinjak mati oleh para penjaga.
Sementara itu Yang Ruo Li berusaha menenangkan perasaan hatinya yang khawatir dengan keadaan Mu Dan. Saat ini dirinya harus fokus melawan Huo Rong dan para penjaga supaya bisa membawa Mu Dan pergi. Apa pun resikonya, Yang Ruo Li siap menghadapinya.
"Huo Rong pasti membuat jebakan!" kata hati Yang Ruo Li.
Huo Rong bisa saja membawa para penjaga menyerbu masuk ke dalam kamar Yang Rong Xian. Akan tetapi, Huo Rong malahan meminta Yang Ruo Li keluar dari kamar sehingga dirinya mencurigai Huo Rong memiliki rencana jahat terhadapnya.
"Ayo keluar temui ibumu!" ucap Yang Ruo Li sambil menarik lengan Yang Rong Xian.
Pada saat pintu kamar terbuka, salah satu penjaga sudah memusatkan kekuatan spiritualnya membuat sebuah pedang besar terbang ke arah Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li menjadikan tubuh Yang Rong Xian sebagai tamengnya sehingga pedang besar itu menancap di bahu Yang Rong Xian.
"AH!" teriak Yang Rong Xian kesakitan.
"Xian Er! Awas kamu Yang Ruo Li!" teriak Huo Rong.
"Bunuh dia!" perintah Huo Rong ke para penjaga yang datang bersamanya.
Para penjaga maju menghadang di depan Yang Ruo Li dan melancarkan serangan dengan kekuatan spiritual masing-masing. Yang Ruo Li tidak gentar menghadapi mereka dengan menjadikan tubuh Yang Rong Xian sebagai tamengnya disertai menggunakan kekuatan spiritualnya mengeluarkan sepasang jarum terbang ke arah para penjaga yang menghadangnya.
Para penjaga itu bersikap hati-hati dalam menyerang Yang Ruo Li karena takut melukai Yang Rong Xian sehingga ada beberapa penjaga terkena jarum terbang itu.
Yang Ruo Li semakin bersemangat melawan para penjaga yang berada di depannya sehingga tidak menyadari penjaga tua yang memiliki ilmu paling tinggi diantara semua penjaga itu melancarkan pukulan ke punggung Yang Ruo Li secara tiba-tiba.
Sejak tadi penjaga tua itu tidak ikut dalam penyerangan terhadap Yang Ruo Li dan mengamati dari jauh untuk mencari kesempatan melancarkan serangannya terhadap Yang Ruo Li.
Tujuan utama penjaga tua itu adalah memisahkan Yang Ruo Li dengan Yang Rong Xian sehingga pada akhirnya mereka semua bisa konsentrasi mengirim Yang Ruo Li menemui dewa akhirat.
Tubuh Yang Ruo Li terlempar jauh dan jatuh di halaman Kediaman Edelweiss sehingga terdengar bunyi hempasan yang kuat. Bisa dibayangkan berapa besar luka berat yang dialami tubuh Yang Ruo Li akibat pukulan itu.
***
"Putra mahkota!" teriak Lu Jing dan Feng Teng dengan panik.
Lu Jing dan Feng Teng berniat turun ke bawah untuk menolong Yang Ruo Li sehingga mereka berdua melihat ke arah Li Zhe Liang untuk menunggu perintah darinya.
Pandangan mata Li Zhe Liang masih fokus melihat ke arah Yang Ruo Li dengan wajah tanpa ekspresi. Lu Jing dan Feng Teng hanya bisa saling memandang dan bertanya didalam hati mereka, apa sebenarnya perasaan Li Zhe Liang terhadap Yang Ruo Li?
Jika Li Zhe Liang menyukai Yang Ruo Li, pasti akan mengirim mereka berdua untuk menyelamatkan Yang Ruo Li sekarang juga. Akan tetapi, Li Zhe Liang hanya berdiri tanpa mengucapkan sepatah kata pun.
Lu Jing dan Feng Teng terpaksa menahan keinginan untuk menyelamatkan Yang Ruo Li sambil menunggu perintah dari Li Zhe Liang.
***
Halo readers setia. Hari ini author Lytie up 2 bab ya. Di tunggu bab selanjutnya yang masih on proses.
Dukung novel ini dengan menekan tombol favorit dan memberikan vote, like , hadiah maupun komentar positif 🤗🙏
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE