GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 225. Jaring Pa Gua Tianshuang


***Ruang rahasia bawah tanah Sekte Sesat***


Lu Jing dan Feng Teng berhasil mengalahkan lima orang pengikut Yi Bo dalam waktu singkat dan ikut membantu Lan Xi melawan Yi Bo.


Yi Bo kelabakan dan terdesak oleh serangan beruntun dari Lu Jing, Feng Teng, dan Lan Xi. Pukulan Lan Xi berhasil mengenai dada Yi Bo sehingga tubuh pemimpin Sekte Sesat itu terhuyung ke belakang beberapa langkah kaki dan memuntahkan darah segar.


Lan Xi mengeluarkan sebuah jaring dengan gambar Pa Kua(delapan diagram) dan memusatkan semua kekuatan spiritual ke sana. Jaring itu mengeluarkan cahaya putih dan terbang menuju Yi Bo serta mengikat tubuh Yi Bo dengan erat.



"Jaring Pa Gua Tianshuang!" ucap Feng Teng dan Lu Jing bersamaan.


"Jaring Pa Gua Tianshuang?" tanya Yang Ruo Li sambil melihat ke arah Li Zhe Liang.


Yang Ruo Li yakin tidak ada satu pun hal di daratan Zhong Yuang yang tidak diketahui oleh Li Zhe Liang.


"Jaring Pa Gu Tianshuang adalah senjata rahasia aliran putih Tianshuang untuk mengurung Sekte Sesat," jawab Li Zhe Liang.


Saat ini Li Zhe Liang sudah bisa menebak identitas asli Lan Xi. Murid pertama aliran putih Tianshuang yang berbakat dan bakal menjadi ketua aliran Tianshuang di masa yang akan datang.


Beberapa saat kemudian terdengar jeritan kesakitan Yi Bo dari dalam jaring Pa Gua. Asap hitam menguap keluar secara perlahan.


"Di mana para anak hilang?" tanya Yang Ruo Li dengan cepat.


Yang Ruo Li yakin tubuh Yi Bo akan lenyap dalam waktu dekat sehingga ingin mencari tahu keberadaan anak hilang.


"Argh! Lan Xi! kamu kira aliran Tianshuang sudah menang? Kematianku akan membangkitkan pemimpin baru Sekte Sesat. Aliran putih pasti akan musnah," umpat Tiangshuang sambil menahan rasa sakit yang luar biasa.


Yi Bo tidak memedulikan pertanyaan Yang Ruo Li karena musuh utama Sekte Sesat selama ini adalah aliran Tianshuang.


"Berapa pun pemimpin Sekte Sesat yang muncul akan dihancurkan oleh aliran Tianshuang," jawab Lan Xi dengan tenang.


Lan Xi berjalan menghampiri Yang Ruo Li, tanpa memedulikan Yi Bo yang sedang sekarat. Lu Jing dan Feng Teng ikut menghampiri Li Zhe Liang.


"Ayo kita cari anak hilang," ajak Lan Xi ke Yang Ruo Li.


"Iya," jawab Yang Ruo Li sambil menganggukkan kepala.


Lu Jing, Feng Teng, dan Chong Yun segera melihat ke arah Li Zhe Liang untuk melihat reaksinya karena Yang Ruo Li tidak menolak ajakan pria lain.


"Zhe Liang. Ayo kita pergi bersama," ajak Yang Ruo Li dan menggenggam erat tangan Li Zhe Liang.


Hati Lu Jing, Feng Teng, dan Chong Yun menjadi lega mendengar Yang Ruo Li mengajak Li Zhe Liang, tetapi saat Yang Ruo Li mengernyitkan alis secara tiba-tiba, muncul perasaan was-was di hati mereka bertiga lagi.


"Zhe Liang. Kenapa tanganmu sangat dingin?" tanya Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li menatap saksama wajah Li Zhe Liang. Yang Ruo Li menyadari wajah Li Zhe Liang sangat pucat dan tangan pria itu dingin seperti es.


Li Zhe Liang memakai jubah bulu di tubuhnya. Semula Yang Ruo Li tidak merasa curiga karena jubah bulu itu sangat cocok dengan Li Zhe Liang.


Saat ini Yang Ruo Li sadar dan yakin ada sesuatu yang salah di tubuh Li Zhe Liang. Sekarang belum memasuki musim dingin sehingga bukan waktu yang tepat untuk memakai jubah bulu.


"Zhe Liang. Kamu keracunan," ucap Yang Ruo Li dengan pasti.


Tanpa membuang waktu lagi, Yang Ruo Li segera menarik pergelangan tangan Li Zhe Liang untuk memeriksa nadinya. Akan tetapi, Li Zhe Liang berusaha menarik kembali tangannya.


"Zhe Liang. Biarkan aku periksa keadaanmu," ucap Yang Ruo Li dengan panik.


Li Zhe Liang melihat jelas wajah khawatir Yang Ruo Li sehingga membiarkan gadis muda itu memeriksa nadinya.


"Zhe Liang. Kenapa di tubuh banyak racun? Bukankah kamu kebal racun selama ini?" tanya Yang Ruo Li, beberapa saat kemudian.


"Aku tidak apa-apa Li Er. Dulu tubuhku kebal racun karena monster naga bertanduk menahannya selama ini," jawab Li Zhe Liang.


"Chong Yun. Kenapa kamu tidak merawat Zhe Liang dengan baik dan membiarkannya berkeliaran saat ini?" tanya Yang Ruo Li.


Dari pemeriksaan nadi Li Zhe Liang, Yang Ruo Li bisa memastikan ada beberapa racun telah berhasil didetoksifikasi dan pastinya Chong Yun yang mengobati Li Zhe Liang selama ini.


"Betul sekali nona Ruo Li. Kami percaya ilmu alchemist nona Ruo Li bisa menyembuhkan tuan," ucap Lu Jing.


"Ayo kita pulang ke penginapan sekarang juga," ajak Feng Teng.


Li Zhe Liang sudah memaksakan diri terlalu lama untuk berada di luar sehingga Lu Jing dan Feng Teng semakin khawatir.


*Baiklah," jawab Yang Ruo Li.


Pikiran Yang Ruo Li dipenuhi dengan cara membuat pil elixir penawar untuk beberapa jenis racun berbahaya di tubuh Li Zhe Liang saat ini dan harus segera di racik.


"Apakah kamu masih mau menyelamatkan anak yang hilang?" tanya Lan Xi karena melihat Yang Ruo Li ingin meninggalkan ruang rahasia bawah tanah bersama rombongan Li Zhe Liang.


"Anak-anak belum ditemukan," gumam Yang Ruo Li.


"Aku akan bersamamu mencari anak hilang," ucap Li Zhe Liang.


Tangan Li Zhe Liang masih menggenggam erat tangan Yang Ruo Li, seolah-olah takut Yang Ruo Li akan meninggalkannya saat ini juga.


Hati Yang Ruo Li menjadi sangat sakit melihat keadaan Li Zhe Liang sekarang. Gadis muda itu tahu Li Zhe Liang mengkhawatirkan keselamatannya sehingga menyusul ke lembah Pegunungan Wu Dong.


Padahal kondisi tubuh Li Zhe Liang tidak memungkinkan untuk melakukan perjalanan jauh. Yang Ruo Li berfirasat racun di tubuh Li Zhe Liang sudah menyebar ketika dirinya masih berada di Paviliun Ru Yi. Li Zhe Liang pasti sengaja menyembunyikan darinya karena tidak mau terlihat lemah.


"Zhe Liang. Keadaan tubuhmu sangat lemah sekarang. Kamu tidak bisa menggunakan kekuatan spiritual lagi," kata Yang Ruo Li.


Wajah Lu Jing,Feng Teng, dan Chong Yun menjadi tegang karena perkataan Yang Ruo Li.


"Apakah nona Ruo Li meremehkan tuan sekarang?"kata hati Lu Jing dan Feng Teng.


"Apakah Yang Ruo Li meremehkan Zhe Liang sekarang?" kata hati Chong Yun.


"Karena kamu lemah, ini kesempatanku untuk melindungimu," lanjut Yang Ruo Li.


"Mau kah Zhe Liang memberiku kesempatan untuk melindungi dan mengobati racun di tubuhmu?" tanya Yang Ruo Li dengan tulus.


Yang Ruo Li tahu Li Zhe Liang mempunyai harga diri dan rasa ego yang kuat sehingga bersikeras menyembunyikan darinya selama ini.


Yang Ruo Li yakin dirinya pasti bisa menyembuhkan semua racun di tubuh Li Zhe Liang walaupun mencari bahan pil penawarnya harus mengelilingi seluruh daratan Zhong Yuan untuk mendapatkannya.


"Li Er, aku bersedia," jawab Li Zhe Liang.


Yang Ruo Li memeluk erat tubuh Li Zhe Liang secara spontan karena merasa sangat senang perkataannya berhasil membujuk Li Zhe Liang menerima pengobatan darinya.


Yang Ruo Li bisa merasakan pelukan Li Zhe Liang sangat dingin. Walaupun pria itu sedang mengenakan jubah bulu yang tebal. Daya tahan Li Zhe Liang terhadap rasa sakit memang tidak perlu diragukan lagi, begitu juga dengan sifat keras kepala Li Zhe Liang.


"Zhe Liang. Aku punya rencana," kata Yang Ruo Li setelah Li Zhe Liang melepaskan pelukannya.


"Apa rencanamu Li Er?" tanya Li Zhe Liang.


"Aku akan membawamu ke ruang dimensi untuk meracik beberapa jenis pil penawar terlebih dahulu. Kamu bisa berendam di kolam mata air spiritual. Aku akan keluar mencari anak hilang bersama Kak Lu Jing, Kak Feng Teng, dan Lan Xi. Kita bisa pulang ke penginapan langsung setelah anak hilang ditemukan. Aku akan melanjutkan pengobatanmu di penginapan," jelas Yang Ruo Li panjang lebar.


***


Selamat siang readers. Cie cie. Sekali kali Li Er yang gombalin Zhe Liang agar gengsi babang Zhe Liang turun ya.


Saatnya Bai Hu alias Shan Dian muncul lagi nih 🤭.


Jangan lupa baca kelanjutan cerita nanti malam ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE