
***Hutan Tengkorak***
Yang Ruo Li merasa takjub dengan keahlian Feng Teng berburu. Dalam tiga puluh menit, Feng Teng sudah berhasil menangkap dua ekor kelinci dan tiga ekor burung merpati. Semua hasil buruan itu dimasukkan ke dalam satu kantong kain dan diangkat oleh Feng Teng dengan mudah.
"Nona Ruo Li! Ayo kita kembali ke tempat tuan," ajak Feng Teng.
"Baiklah!" jawab Yang Ruo Li sambil menganggukkan kepalanya.
Mata Yang Ruo Li berbinar-binar sewaktu melihat tanaman langka berada tidak jauh dari tempatnya. Tanaman langka jenis itu berbeda dengan tanaman langka yang sudah ditanam di dalam ruang dimensi cincin lotus sehingga Yang Ruo Li ingin memetiknya.
"Tunggu sebentar Kak Feng Teng! Aku ingin memetik tanaman langka itu," ucap Yang Ruo Li sambil menunjuk ke arah tanaman langka.
"Baiklah, Nona Ruo Li! Feng Teng akan berjaga di atas udara," kata Feng Teng.
Feng Teng tahu Yang Ruo Li bisa menjadi alchemist berbakat di masa yang akan datang sehingga gadis muda itu mempunyai ketertarikan yang kuat terhadap tanaman langka untuk meracik pil elixir maupun racun. Oleh karena itu, Feng Teng tidak melarang Yang Ruo Li memetik tanaman langka.
Keselamatan Yang Ruo Li adalah prioritas utama Feng Teng sehingga dirinya harus menjaga keadaan di sekitar cukup aman di saat Yang Ruo Li memetik tanaman langka.
Feng Teng melemparkan pedang terbangnya ke udara dan melompat ke atasnya ketika pedang itu membesar. Dengan kekuatan spiritual, Feng Teng mengontrol pedang terbang melayang lebih ke atas udara sehingga bisa melihat keadaan di sekeliling mereka dengan jelas.
Yang Ruo Li tidak menyia-nyiakan waktu dan segera berlari ke arah tanaman langka untuk memetiknya. Gerakan tangan Yang Ruo Li sangat lincah dan cepat memasukkan semua tanaman langka ke dalam ruang dimensi.
Feng Teng yang mengawasi gadis muda itu dari atas merasa penasaran akan banyaknya tanaman langka hasil petikan Yang Ruo Li bisa muat semuanya di dalam cincin penyimpan batu giok.
Padahal cincin penyimpan batu giok hijau adalah cincin penyimpan yang paling biasa, sedangkan cincin penyimpan batu safir miliknya tidak akan bisa menyimpan begitu banyak tanaman langka. Feng Teng tidak akan mengira Yang Ruo Li mempunyai cincin lotus dengan ruang dimensi di dalamnya.
Tiba-tiba Yang Ruo Li menghentikan gerakan tangannya yang sedang memetik tanaman langka. Suara gemuruh yang besar terdengar tidak jauh dari tempat Yang Ruo Li berdiri. Feng Teng yang berada di atas udara langsung mengamati asal suara gemuruh itu dan segera menghampiri Yang Ruo Li setelah mendapatkan hasil pengamatan.
"Nona Ruo Li! Di depan sana ada sekelompok monster badak bermata tiga sedang berkelahi. Lebih baik kita tinggalkan tempat ini segera!" kata Feng Teng.
Jika Yang Ruo Li terluka sedikit saja, Feng Teng yakin Li Zhe Liang akan menghukumnya dengan hukuman yang berat. Monster badak bermata tiga yang mengamuk sangat berbahaya dan akan melukai semua makhluk hidup yang berada di sekitar mereka.
"Baik, Kak Feng Teng!" jawab Yang Ruo Li.
Tujuan utama Yang Ruo Li adalah mendapatkan rumput abadi dan batu bulan yang kemungkinan besar berada di dalam portal rahasia sehingga gadis muda itu tidak ingin mengusik kelompok monster badak bermata tiga.
***
"NONA! JANGAN PERGI, NONA! TOLONG!"
Yang Ruo Li menghentikan langkah kakinya karena mendengar suara anak kecil sedang meminta pertolongan. Feng Teng ikut menghentikan langkah kakinya dan menatap Yang Ruo Li dengan bingung.
"Ada apa Nona Ruo Li?" tanya Feng Teng.
"Kak Feng Teng tidak mendengar suara anak kecil minta tolong? " tanya Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li melihat sekeliling untuk mencari sumber suara, sedangkan Feng Teng menajamkan pendengarannya dan tidak mendengar suara apa pun.
"Nona Ruo Li! Feng Teng tidak mendengar suara siapa pun," jawab Feng Teng.
"Tidak dengar suara apa pun? Mungkin hanya halusinasiku saja. Ayo kita pergi!" kata Yang Ruo Li ke Feng Teng.
Begitu Yang Ruo Li melangkahkan kakinya, suara anak kecil itu terdengar lagi dan semakin jelas mengalun di telinga Yang Ruo Li.
"NONA! TOLONG AKU! TOLONG AKU !"
Suara anak kecil meminta tolong disertai isak tangis membuat hati Yang Ruo Li gelisah sehingga gadis muda itu membalikkan tubuhnya dan menatap ke arah suara gemuruh itu berasal, tepatnya tempat kelompok monster badak bermata tiga.
Yang Ruo Li in berfirasat suara anak kecil itu berasal dari sana.
"Kak Feng Teng! Kita ke sana sebentar!" ucap Yang Ruo Li.
"Jangan, Nona Ruo Li! Sangat berbahaya!" ujar Feng Teng.
"Aku mendengar suara anak kecil meminta pertolonganku. Kita bersembunyi dan mengintai apa yang terjadi di sana," kata Yang Ruo Li.
"Baiklah, Nona Ruo Li!" jawab Feng Teng.
***
Yang Ruo Li dan Feng Teng melangkahkan kaki mereka dengan pelan menuju kelompok monster badak bermata tiga. Mereka berdua bersembunyi di balik pepohonan dan mengintai dari sana.
Kelompok monster badak bermata tiga saling dorong mendorong dan berebutan menyentuh sesuatu benda berwarna putih itu.
"Kak Feng Teng! Apa yang berada di tengah itu?" tanya Yang Ruo Li dengan suara kecil.
Feng Teng menajamkan penglihatannya untuk melihat jelas makhluk apa yang sedang diincar oleh kelompok monster badak bermata tiga.
"Nona Ruo Li! Itu adalah sebutir telur dengan cangkang berwarna salju putih," jawab Feng Teng dengan suara kecil.
"Telur? Apa tidak salah monter badak bermata tiga memperebutkan sebutir telur?" kata hati Yang Ruo Li.
"NONA! AKU BUKAN TELUR BIASA! CEPAT TOLONG AKU!"
Mata Yang Ruo Li membulat besar karena suara anak kecil Itu terdengar lagi. Saat ini Yang Ruo Li yakin telur salju putih itu lah yang meminta pertolongan darinya. Dan yang paling aneh, telur salju putih itu bisa membaca perkataan di dalam hati Yang Ruo Li.
Cakar salah satu monster badak bermata tiga berhasil mengena cangkang telur salju putih, akan tetapi hanya meninggalkan goresan kecil saja.
"NONA! TOLONG AKU! SAKIT SEKALI!"
"CANGKANGKU SUDAH MAU PECAH!"
"NONA TEGA MEMBIARKANKU DI MAKAN OLEH MEREKA?"
Telur salju putih berteriak meminta pertolongan Yang Ruo Li sambil menangis terisak-isak.
"Kamu makhluk apa?"
Yang Ruo Li menggunakan sihir telepati untuk berbicara dengan telur salju putih karena yakin makhluk itu bisa mendengarkan perkataan hatinya.
"AKU TELUR SALJU PUTIH! CEPAT TOLONG AKU, NONA! AKU TIDAK MAU MATI! CANGKANGKU SUDAH MAU PECAH!"
Telur salju putih menangis tersedu-sedu sambil meminta pertolongan ke Yang Ruo Li sehingga gadis muda itu menjadi iba dan ingin menolongnya.
"Bertahanlah sebentar!" kata Yang Ruo Li dengan telepati ke telur salju putih.
"Kak Feng Teng! Aku akan menyelamatkan telur salju putih!" kata Yang Ruo Li dengan suara kecil.
"Nona Ruo Li! Sangat berbahaya! Feng Teng saja yang ke sana!" kata Feng Teng.
"Tidak apa-apa Kak Feng Teng. Aku bisa menggunakan ini," ucap Yang Ruo Li sambil mengeluarkan satu buah batuan andesit berukuran paling besar dan hanya satu-satunya saja dari kantong kain pemberian Li Jian Ming.
"Batu penghilang wujud!" kata Feng Teng.
Batuan andesit berukuran besar itu sangat langka dan bisa membuat orang yang menggunakannya tembus pandang tidak terlihat siapa pun. Akan tetapi, efek waktunya sangat singkat yaitu hanya sepuluh menit saja.
Li Jian Ming memberikan batu penghilang wujud itu supaya Yang Ruo Li bisa menggunakannya untuk melarikan diri apabila nyawa gadis muda itu terancam.
"Hati-hati, Nona Ruo Li!" kata Feng Teng.
Yang Ruo Li mengangukkan kepalanya dan menggenggam erat batu penghilang wujud di tangan kanannya. Dalam hitungan detik, tubuh Yang Ruo Li menghilang dari pandangan Feng Teng.
Cara kerja batu penghilang wujud sangat mudah. Yang Ruo Li hanya perlu menggenggamnya erat. Setelah sepuluh menit, batu penghilang wujud akan berubah menjadi debu sehingga khasiatnya juga menghilang pada saat itu juga.
***
Halo readers. Bab ini author up pukul 16.00 wita. Bab ini sudah sangat panjang 😁.Semoga lancar dan tidak double lagi ya. Untuk bab yang double sudah dilaporkan ke admin Q&A.
Apakah Yang Ruo Li berhasil menyelamatkan telur salju putih? Petualangan apa lagi yang akan menunggu Yang Ruo Li ?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
Author mau ngucapin SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN UNTUK READERS YANG MERAYAKANNYA 🙏🙏🙏🤗.
Sepertinya banyak readers sedang libur dan berkumpul bersama keluarga nih 🤗🤗. Jangan lupa mengklik favorit dan like novel ini sewaktu membacanya ya readers.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE