
***Ruang tamu Paviliun Ru Yi***
Li Jian Ming tertegun sebentar setelah mendengarkan keseluruhan cerita Tetua Wu Yuan. Li Jian Ming tidak menyangka terjadi pertumpahan darah besar-besaran dari keempat keluarga terpandang Kota Shang Ri La hanya dalam waktu satu jam an saja.
Kekhawatiran Li Jian Ming sekarang sama dengan kekhawatiran semua rakyat Kota Shang Ri La. Keamanan Kota Shang Ri La sedang berada di ujung tanduk. Hanya tersisa Keluarga Li dan Keluarga Fu saja dari kelima keluarga terpandang yang bisa melindungi rakyat Kota Shang Ri La sekarang.
Selama ini Keluarga Li hanya tertarik dalam bidang usaha perdagangan dan memiliki banyak cabang Paviliun Ru Yi di kota lain.
Sementara Tetua Li Da Mao, paman dari Li Jian Ming adalah salah satu ahli formasi terbaik di Kota Shang Ri La. Tetua Li Da Mao hanya tertarik untuk memecahkan berbagai jenis formasi yang rumit sehingga mengikuti rombongan Fu Jiu Yun menuju portal rahasia dengan tujuan ingin memecahkan formasi di sana.
Situasi darurat saat ini membuat Li Jian Ming memutuskan untuk ikut turun tangan menjaga keamanan Kota Shang Ri La.
"Tetua Wu Yuan. Besok aku akan ikut dalam pertemuan dengan para orang tua yang kehilangan anak," ucap Li Jian Ming.
"Baiklah Tuan muda Li Jian Ming. Aku akan menyampaikannya ke Nona Ruo Li nanti," jawab Tetua Wu Yuan.
"Walaupun Ruo Li dan Tuan Li Zhe Liang memiliki api surgawi bersamaan, aku duga Bangsawan Fu Chen pasti akan menggunakan cara licik untuk merebut api surgawi dari Ruo Li. Puluhan kultivator tingkat empat dan lima tadi akan kuperintahkan untuk menjaga Paviliun Ru Yi," ucap Li Jian Ming.
Li Jian Ming yakin Bangsawan Fu Chen tidak akan tinggal diam dan kemungkinan besar Paviliun Ru Yi berada dalam bahaya lagi.
"Pengikut Tuan Li Jian Ming bisa menjaga keselamatan Paviliun Ru Yi. Mengenai keselamatan Nona Ruo Li, Tuanku akan melindunginya sendiri," ujar Lu Jing.
"Baiklah. Kalau begitu, aku pamit dulu. Besok pagi aku akan ke sini lagi, Tetua Wu Yuan," ucap Li Jian Ming sambil memberi hormat kepada Tetua Wu Yuan dan melangkahkan kakinya keluar dari ruang tamu Paviliun Ru Yi.
Tentu saja Lu Jing mengikutinya dari belakang. Tetua Wu Yuan menggelengkan kepalanya pelan sambil melihat punggung Lu Jing dan Li Jian Ming menghilang dari balik pintu.
"Tuan muda Li Zhe Liang sangat posesif dan protektif terhadap Nona Ruo Li," gumam Tetua Wu Yuan sambil menikmati teh yang dituang oleh Li Jian Ming tadi dari cangkir teh.
***Kamar Mu Dan***
Yang Ruo Li berjalan masuk ke dalam kamar dengan cepat. Mu Dan terbaring di atas tempat tidur dan Chong Yun duduk di samping tempat tidur sambil memeriksa nadi di pergelangan tangan.
Sementara Chun Hua dan Sha Sha juga berdiri di samping tempat tidur sambil menatap tubuh Mu Dan dengan raut wajah khawatir.
Lan Long yang semula duduk tenang di bawah tempat tidur, segera berlari kencang ke arah Yang Ruo Li. Qi Lin kecil itu sangat patuh dan hanya menggosok-gosok kepalanya ke kaki Yang Ruo Li. Tidak seperti Xue Qiu yang sudah melompat ke dalam pelukan Yang Ruo Li.
"Nona. Kamu sudah kembali," ucap Lan Long dengan riang.
"Lan Long sangat hebat membawa ibu pulang dengan selamat," puji Yang Ruo Li sambil membelai kepala Lan Long dengan lembut.
Sha Sha dan Chun Hua pun ikut berlari ke arah Yang Ruo Li dan memberi hormat kepada gadis muda itu.
"Nona Ruo Li!" sapa Chun Hua dan Sha Sha bersamaan.
Sewaktu Yang Ruo Li pulang ke Paviliun Ru Yi tadi, Chun Hua masih pingsan sehingga pelayan pribadi Yang Ruo Li sejak kecil itu mengetahui dari Sha Sha bahwa wajah Yang Ruo Li sudah menjadi cantik tanpa bercak hitam.
Chun Hua merasa sangat bahagia karena pada akhirnya Yang Ruo Li tidak akan menerima ejekan dan hinaan dari rakyat Kota Shang Ri La lagi.
"Chun Hua. Lukamu sudah baikkan?" tanya Yang Ruo Li dengan lembut.
Chun Hua dan Mu Dan adalah orang terdekat Yang Ruo Li. Bahkan gadis muda itu sudah menganggap Chun Hua sebagai kakak karena Chun Hua lah yang selalu melindunginya selama berada di Kediaman Keluarga Yang.
"Aku tidak apa-apa Nona Ruo Li, tetapi nyonya masih belum siuman," jawab Chun Hua.
"Jangan khawatir Chun Hua. Ibu pasti akan siuman," ucap Yang Ruo Li dengan yakin.
Yang Ruo Li berjalan mendekati tempat tidur diikuti oleh Li Zhe Liang.
"Chong Yun. Bagaimana keadaan ibuku?" tanya Yang Ruo Li.
"Tidak disangka keempat keluarga terpandang Kota Shang Ri La sangat kejam. Mereka memberikan racun untuk merusak organ dalam ibumu," jawab Chong Yun sambil menghela napas panjang.
Chong Yun merasa kasihan dan prihatin dengan kondisi Mu Dan. Wanita tua yang lemah terbaring di atas tempat tidur dan tidak sadarkan diri, masih saja ada yang ingin mencelakainya.
Yang Ruo Li segera memeriksa nadi di pergelangan tangan Mu Dan setelah mendengarkan perkataan Chong Yun. Wajah tegang Yang Ruo Li menjadi tenang. Gadis muda itu menatap Chong Yun.
"Jangan khawatir. Aku sudah mengobati ibumu dengan pil elixir pelindung jantung," kata Chong Yun.
Yang Ruo Li menarik napas lega. Sekali lagi nyawa Mu Dan terselamatkan. Beberapa waktu yang lalu, Li Zhe Liang juga memberikan pil elixir pelindung jantung untuk Mu Dan. Yang Ruo Li yakin pil itu adalah hasil racikan Chong Yun.
"Terima kasih Chong Yun," ucap Yang Ruo Li dengan senyuman tulus.
Chong Yun terpana dengan senyuman di wajah cantik Yang Ruo Li. Aura dingin yang tiba-tiba menerpa tubuhnya membuat Chong Yun segera mengalihkan perhatiannya.
***
Selamat siang readers. Yunyun kena tumpahan cuka dari babang Zhe Liang nih 😂😂.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE