
***Kamar tidur Mu Dan***
Beberapa saat kemudian raut wajah Yang Ruo Li terlihat tegang. Gadis muda itu tidak bisa merasakan aura spiritual Xue Qiu di Paviliun Ru Yi, yang membuktikan telur salju putih nakal itu sudah berkeliaran terlalu jauh meninggalkan Paviliun Ru Yi.
"Xue Qiu nakal! Aku akan mencarinya di luar!" geram Yang Ruo Li ketika membuka kedua matanya.
"Lan Long. Kamu tetap di sini menjaga ibu bersama Chun Hua dan Sha Sha," pesan Yang Ruo Li.
"Baik Nona," jawab Lan Long dengan patuh dan segera berlari ke arah tempat tidur Mu Dan. Lan Long duduk di sisi tempat tidur dengan posisi siaga.
"Chun Hua, Sha Sha. Jika dalam satu jam aku belum kembali, suruh Pengurus Ming Ye membawa beberapa penjaga mencari Xue Qiu di luar," pesan Yang Ruo Li.
"Baik Nona Ruo Li," jawab Chun Hua dan Sha Sha bersamaan.
***
Sewaktu Yang Ruo Li berjalan keluar dari kamar Mu Dan, Lu Jing sedang menuju ke arahnya dengan tergesa-gesa.
"Nona Ruo Li. Tuan tidak ada di kamar Tuan muda Chong Yun. Feng Teng sudah memerintahkan pasukan rahasia mencari Tuan. Aku datang untuk mengabari Nona Ruo Li sebelum keluar mencari Tuan," jelas Lu Jing.
"Xue Qiu nakal juga hilang. Kak Feng Teng, kita berpencar mencari Xue Qiu dan Zhe Liang," kata Yang Ruo Li.
"Baik Nona Ruo Li," jawab Feng Teng.
Mereka pun berpencar mencari Xue Qiu dan Feng Teng. Yang Ruo Li mengikuti petunjuk aura spiritual Xue Qiu yang secara samar bisa dirasakan olehnya dan membuktikan Xue Qiu benar-benar tidak berada di dalam Paviliun Ru Yi.
***
Xue Qiu sedang berada di dalam Hutan Tengkorak untuk mendapatkan senjata spiritual, sebelum berjalan kembali ke Paviliun Ru Yi.
Ketika Xue Qiu melarikan diri dari kamar Mu Dan, dirinya sangat senang berkeliling setiap lantai Paviliun Ru Yi dan mengagumi semua hal yang menarik di sana.
Pada saat Xue Qiu berada di lantai dua, Xue Qiu mendengarkan keramaian di luar Paviliun Ru Yi melalui jendela besar sehingga membuatnya penasaran dan mengintip dari lantai dua ke bawah.
Aroma makanan dan jajanan kecil menggugah selera Xue Qiu sehingga dirinya memutuskan untuk melihat lebih dekat keramaian Kota Shang Ri La dan melompat turun dari lantai dua Paviliun Ru Yi.
Keramaian Kota Shang Ri La membuat Xue Qiu berkeliling dengan riang. Tentu saja dengan wujud telur salju putih yang melompat-lompat dengan cangkangnya karena dirinya teringat akan perkataan Yang Ruo Li agar tidak memperlihatkan sepasang kaki dan tangannya di depan umum.
Beberapa saat kemudian Xue Qiu merasa kecapekan dan beristirahat di dalam salah satu kereta kuda. Xue Qiu pun ketiduran di sana dan tidak menyadari kereta kuda itu berangkat meninggalkan Kota Shang Ri La.
Sama seperti Yang Ruo Li, Xue Qiu pun bisa merasakan keberadaan aura gadis muda itu sehingga bergerak menuju Paviliun Ru Yi dengan menggunakan kedua kakinya karena tidak ada orang lain di sekitarnya.
Xue Qiu menghentikan langkah kakinya ketika melewati Hutan Tengkorak. Indra penciumannya yang tajam membuat Xue Qiu tahu ada senjata spiritual bagus yang berada di dalam Hutan Tengkorak, sama seperti instingnya yang menemukan gua transparan untuk Yang Ruo Li beberapa waktu yang lalu.
Xue Qiu ingin sekali mendapatkan senjata spiritual itu untuk Yang Ruo Li sehingga memutuskan masuk ke dalam Hutan Tengkorak.
Keadaan Hutan Tengkorak terlihat sepi. Semua dikarenakan kemunculan portal rahasia beberapa waktu yang lalu membuat para monster yang tinggal di dalam Hutan Tengkorak bersembunyi.
Xue Qiu merasa lega ada jimat pelindung spiritual menempel di cangkangnya sehingga monster-monster tidak keluar untuk menangkap dan memakannya.
Xue Qiu segera mempercepat langkah kakinya menuju sebuah pohon besar. Sama seperti gua transparan, ada dimensi rahasia di bawah kaki pohon besar itu dan senjata spiritual berada tepat di dalamnya.
Xue Qiu masuk ke dalam dimensi rahasia dengan bebas. Bersamaan dengan itu terlihat satu rombongan dengan jumlah dua puluh dua orang berhenti tepat di depan pohon besar itu.
Pemimpin rombongan itu adalah seorang pemuda berusia sekitar dua puluh lima tahun.
Seorang gadis muda berusia sekitar delapan belas tahun berada di sampingnya. Mereka berdua mengenakan pakaian bagus yang mencerminkan status mereka sangatlah tinggi.
"Kak Tang Song. Kita beristirahat di sini saja. Kakiku sudah sakit berjalan seharian," keluh gadis muda itu.
"Baiklah Tang Ying," jawab Tang Song.
"Kalian berjaga dengan waspada. Hutan Tengkorak terkenal sebagai tempat tinggal banyak monster berbahaya," perintah Tang Song kepada dua puluh pengikutnya.
***
Selamat malam readers. Tebak yuk. Siapakah Tang Song dan Tang Ying? Apa senjata spiritual yang didapatkan Xue Qiu untuk Yang Ruo Li?
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE