GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 101. Kemarahan Monster Ular Putih


***Portal Rahasia***


Monster Ular Putih tersinggung dan terpancing amarahnya oleh perkataan Yang Ruo Li.


"GADIS JELEK! Berani mengejekku!" teriak monster Ular Putih.


"Aku yakin kamu pasti takut dengan bala bantuanku. Terutama takut terhadap ZHE LIANG! Dia sangat hebat!"


Yang Ruo Li sengaja memprovokasi monster Ular Putih untuk mengulur waktu. Gadis muda itu tahu hewan roh tingkat delapan di depannya ini sangatlah sombong dan percaya diri dengan kekuatannya sendiri.


"ZHE LIANG? Pria itu pasti sangat berarti bagimu. Baiklah! Aku akan tunggu kedatangannya untuk melihat napas terakhirmu! HA HA HA!" ucap monster Ular Putih dengan arogan.


"Kalau begitu, lepaskan kurungan ekormu. Kita tidak mungkin bisa melarikan diri darimu," kata Yang Ruo Li.


Monster Ular Putih tersenyum licik setelah mendengar perkataan Yang Ruo Li.


"Kamu gadis jelek yang pintar. Kamu kira bisa mengelabuiku. HA HA HA! Aku sudah hidup ribuan tahun. Kalau bukan karena terkurung di bawah tanah, aku sudah menjadi hewan roh tingkat sembilan," kata monster Ular Putih dengan sombong.


Wajah Chong Yun dan Feng Teng semakin pucat karena monster Ular Putih sudah menyadari niat tersembunyi Yang Ruo Li dan itu bukanlah hal yang baik bagi mereka semua.


"Aku berjanji menyisakan napas terakhirmu, bukan berarti aku tidak bisa menyantap temanmu satu persatu! Aku menyukai aroma ketakutan ini!" ucap monster Ular Putih sambil menyeringai ke arah Chong Yun.


"CELAKA!" teriak Yang Ruo Li dan Feng Teng bersamaan.


Monster Ular Putih sudah meliukkan kepalanya ke arah Chong Yun sambil membuka mulutnya lebar-lebar.


Feng Teng menarik tubuh Chong Yun ke belakang dan menghadang di depan sambil menghunuskan pedang serta kekuatan spiritualnya melawan monster Ular Putih. Yang Ruo Li dan pasukan Li Zhe Liang pun ikut mengeluarkan kekuatan spiritual mereka untuk berusaha melukai monster Ular Putih.


Monster Ular Putih tingkat delapan di depan mereka sangatlah licik. Kecerdasan yang dimiliki olehnya membuatnya menguasai pemikiran yang sama seperti manusia sehingga tidak mudah mengelabuinya.


"Rasakan racunku!" teriak monster Ular Putih sambil menyemburkan asap putih dari mulutnya dengan cepat.


Beberapa detik kemudian Yang Ruo Li dan rombongannya merasakan seluruh tubuh tidak bertenaga sehingga terjatuh terduduk di atas tanah. Monster Ular Putih menatap mereka dengan senyum kemenangan di wajahnya.


Senyuman di wajah monster Ular Putih menghilang sewaktu melihat gadis muda jelek itu memberikan pil elixir racun kepada rombongannya.


"Tidak disangka kamu adalah alchemist! Efek racun biusku tidak bisa mudah dinetralkan," kata monster Ular Putih dengan sombong.


Kesombongan monster Ular Putih mendapat tamparan yang keras di wajahnya. Gadis muda jelek itu beserta rombongannya bisa berdiri dengan tegak bersamaan setelah memakan pil elixir penawar racun, yang membuktikan efek racun biusnya hilang.


"TIDAK MUNGKIN!" teriak monster Ular Putih.


Chong Yun dengan wajah pucat sedang dipapah oleh Feng Teng. Sebagai alchemist tingkat empat si Raja Obat, tentu saja Chong Yun mengetahui jenis pil elixir penawar racun racikan Yang Ruo Li.


"Yang Ruo Li! Kamu bisa meracik pil elixir penawar racun kualitas tinggi level sembilan?" tanya Chong Yun dengan nada tidak percaya.


"Iya!" jawab Yang Ruo Li dengan santai.


Yang Ruo Li bersyukur di dalam hatinya dirinya melakukan persiapan penuh sebelum berangkat ke Hutan Tengkorak. Gadis muda itu meracik berbagai macam pil elixir di dalam ruang alkimia Paviliun Ru Yi dengan menggunakan tungku api phoenix.


Salah satunya adalah pil elixir penawar racun. Tungku api phoenix yang bagus itu bisa menghasilkan pil penawar racun kualitas tinggi level sembilan sehingga Yang Ruo Li meracik lebih banyak dan sekarang bisa menggunakannya untuk menyembuhkan mereka semua.


Kalau saja tidak ada pil penawar elixir racun, maka satu persatu dari semua akan menjadi makanan monster Ular Putih.


"GADIS JELEK! Aku tarik kembali perkataanku tadi. Kepintaranmu membuatku semakin ingin membunuhmu terlebih dulu. Aku akan menyisakan sedikit jasadmu untuk pasanganmu. MATILAH!" teriak monster Ular Putih.


Harga diri dan ego monster Ular Putih yang tinggi terluka karena merasa diremehkan oleh seorang gadis muda terlebih gadis muda yang jelek. Racun bius andalannya menjadi sia-sia di hadapan Yang Ruo Li. Akan tetapi, monster Ular Putih sangat percaya diri dengan racun terkuat miliknya dan bisa dipastikan gadis muda jelek itu akan meregang nyawanya.


***


"NONA! CEPAT MASUK KE RUANG DIMENSI!"


Ikatan kontrak serta ikatan batin yang kuat antara Yang Ruo Li dan Xue Qiu membuat Xue Qiu bisa merasakan bahaya besar mengancam jiwa Yang Ruo Li.


Xue Qiu sedang berendam di dalam kolam mata air spiritual bersama Shan Dian alias Bai Hu. Hewan roh milik Yang Ruo Li itu menjadi panik dan melompat keluar dari kolam mata air sambil memanggil Yang Ruo Li.


Jika Yang Ruo Li mati di luar sana, maka nyawa Xue Qiu pun akan melayang. Itu harga yang harus dibayar oleh hewan roh yang bersedia melakukan ikatan kontrak dengan manusia.


***


"Nona Ruo Li! Masuk ke dalam cincin dimensi!" ucap Feng Teng.


"Yang Ruo Li! Masuk ke dalam cincin dimensi!" kata Chong Yun.


Feng Teng dan Chong Yun bersamaan meminta Yang Ruo Li masuk ke dalam cincin dimensi karena mereka mempercayai perkataan monster Ular Putih bukan omong kosong belaka.


Yang Ruo Li tidak mau bersembunyi ke dalam ruang dimensi cincin lotus karena jika dia melakukannya, gadis muda itu yakin monster Ular Putih akan menghancurkan Chong Yun, Feng Teng, dan pasukan rahasia Li Zhe Liang yang sedang bersamanya sekarang.


Satu-satunya cara untuk menghindari monster Ular Putih adalah membawa semua rombongannya ke dalam ruang dimensi. Akan tetapi, kekuatan spiritual yang dimiliki olehnya belum cukup kuat untuk melakukan hal itu sehingga Yang Ruo Li bertekad melawan monster Ular Putih bersama rombongannya.


"HA HA HA! Kamu akan mati!" tukas monster Ular Putih sambil mengibaskan tubuh dan ekornya dengan kuat.


Beberapa anggota pasukan rahasia terlempar jauh. Kali ini monster Ular Putih mengerahkan seluruh kekuatannya untuk menghancurkan rombongan Yang Ruo Li.


Serangan beruntun dilakukan oleh monster Ular Putih terhadap Yang Ruo Li. Yang Ruo Li melawannya dengan sekuat tenaga. Begitupun juga Feng Teng berusaha melindungi Yang Ruo Li. Bahkan Chong Yun pun menggunakan racun racikannya dan melemparkannya ke monster Ular Putih.


"Tidak disangka mereka semua melindungi gadis jelek ini! Aku semakin ingin menyantapnya!" kata hati monster Ular Putih.


Pertarungan dengan kekuatan yang tidak sebanding itu dengan cepat terlihat hasilnya. Monster Ular Putih berhasil menggigit tangan kanan Yang Ruo Li. Bisa beracunnya langsung menembus kulit tangan Yang Ruo Li. Senyuman licik menghias bibir monster Ular Putih.


Yang Ruo Li tahu monster Ular Putih sedang meracuninya dan gadis muda itu tidak akan menyerah begitu saja. Tangan kirinya mengambil sepasang jarum terbang dan melemparkannya ke mata monster Ular Putih.


"ARGHHH!"


Sepasang jarum terbang tepat mengenai mata kanan monster Ular Putih sehingga dia terpaksa melepaskan gigitannya dari tangan kanan Yang Ruo Li.


Monster Ular Putih merasa sangat kesakitan dan kemarahannya semakin memuncak sehingga menggunakan kepalanya menabrak tubuh Yang Ruo Li dengan keras.


Tubuh Yang Ruo Li melayang di udara dan terhempas jatuh ke tanah.


"NONA RUO LI!"


"YANG RUO LI!"


"LI ER!"


Teriakan yang bersamaan menggema di dalam portal rahasia. Lu Jing, Chong Yun, dan para pasukan rahasia menoleh ke arah pria yang memanggil Yang Ruo Li dengan panggilan berbeda.


"Zhe Liang!"


"Tuan!"


Lu Jing dan Chong Yun tersenyum lebar melihat kedatangan Li Zhe Liang bersama Fu An dan pasukan rahasia lainnya.


Sosok Li Zhe Liang menghilang dan muncul di samping Yang Ruo Li dengan sihir teleportasi. Pria dingin itu menatap lembut gadis muda yang sangat dicintainya.


"LI ER!" panggil Li Zhe Liang.


Yang Ruo Li merasakan seluruh tubuhnya panas dan tidak bertenaga. Gadis muda itu mengangkat tangan kanannya dan memegang pipi Li Zhe Liang.


"Zhe Liang! Aku berhasil menunggumu datang," ucap Yang Ruo Li sambil tersenyum.


"Iya!" jawab Li Zhe Liang dan mengikuti cara Yang Ruo Li dengan memegang pipi gadis muda itu.


***


Selamat malam readers. Bab ini up pukul 21.50 wita dan sudah sangat panjang ya😁.


Hore! Zhe Liang sudah datang 🥰 Penasaran kan bagaimana Li Zhe Liang membalas dendam terhadap monster Ular Putih?


Persiapkan vote senin besok untuk novel Gadis Beracun ini ya readers 🤗. Cerita besok akan semakin seru. Jangan lupa menekan tombol 'favorit' untuk readers yang belum menekan ya supaya novel ini bisa memiliki kesempatan dipromosiin noveltoon dan bertambah pembacanya 😊🙏


Terima kasih readers sudah ikut berpartisipasi dalam pilihan berganda 😂😂. Banyak yang pilih A,B, dan C nih. Ga ada yang pilih D karena Kura-Kura Hitam sudah pernah muncul di cerita 🤭.


Yuk jawaban pilihan bergandanha jawab lagi di dalam 'tag' yang author ketik di kolom komentar ya 🙏



Isi di dalam tag komentar ya 🥰🥰


TERIMA KASIH


SELAMAT BERISTIRAHAT


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE