
***Kediaman Bangsawan Fu Chen***
Perasaan sedih Yang Ruo Li bisa dirasakan oleh Li Zhe Liang. Bahkan Li Zhe Liang bisa menebak tepat Yang Ruo Li sedang memikirkan Mu Dan.
Entah sejak kapan apa pun yang dipikirkan Yang Ruo Li, bisa ditebak tepat oleh Li Zhe Liang. Seolah-olah dirinya sudah mengenal gadis muda itu dalam waktu yang lama.
Yang Ruo Li mungkin terlihat sebagai gadis yang kejam dan pendendam di mata orang yang tidak mengenalnya, tetapi Li Zhe Liang tahu pasti semua yang dilakukan oleh Yang Ruo Li sekarang adalah untuk melindungi dirinya sendiri.
Sikap kejam Yang Ruo Li hanya ditujukan kepada semua orang yang pernah menindasnya. Belum sehari Li Zhe Liang bersama Yang Ruo Li, dirinya sudah bisa menebak bagaimana kehidupan menyedihkan yang dijalani oleh Yang Ruo Li selama enam belas tahun ini.
Jadi wajar saja apabila Yang Ruo Li bersikap kejam terhadap lawannya. Jika tidak demikian, Yang Ruo Li bisa kembali ke kehidupan yang lalu, kehidupan menyedihkan dan ditindas lagi.
Li Zhe Liang akan mendukung apa pun yang ingin Yang Ruo Li lakukan dan tidak akan ikut campur tangan jika belum sampai hal yang fatal.
Li Zhe Liang tahu Yang Ruo Li mempunyai harga diri yang tinggi dan tidak akan pernah mau menerima belas kasihan dari siapa pun sehingga Li Zhe Liang berpura-pura tidak tahu apa yang sedang gadis muda itu pikirkan sekarang.
Lagi pula Li Zhe Liang bukanlah orang yang mudah mengekspresikan perasaannya. Wajah dingin tanpa ekspresi sudah menjadi ciri khasnya selama ini sehingga Yang Ruo Li sama sekali tidak menyadari Li Zhe Liang mengetahui isi hatinya.
Yang Ruo Li menatap dalam pria tampan nan dingin di sampingnya. Di pikiran Yang Ruo Li tiba-tiba muncul satu pertanyaan penting yang ingin ditanyakannya kepada Li Zhe Liang.
"Zhe Liang. Apakah kamu akan memiliki banyak selir di masa yang akan datang?" tanya Yang Ruo Li penasaran.
"Tidak!" jawab Li Zhe Liang dengan pasti.
Yang Ruo Li percaya dengan perkataan Li Zhe Liang dan tersenyum lebar. Li Zhe Liang terpana dengan senyuman di wajah sebelah kanan Yang Ruo Li. Akan tetapi, beberapa detik kemudian Li Zhe Liang merasa jengkel ketika melihat wajah kiri yang penuh dengan bercak hitam.
"Kenapa bercak hitam ini masih belum dihilangkan?" tanya Li Zhe Liang sambil mengelap wajah kiri Yang Ruo Li dengan tangannya.
Yang Ruo Li kesakitan sehingga menepis tangan Li Zhe Liang dengan keras.
"Seberapa kuat pun kamu mengelapnya, bercak hitam ini tidak akan hilang. Hanya ramuan racikanku yang bisa menghilangkannya," ucap Yang Ruo Li sambil mengusap pipi kirinya yang perih.
"Tunggu apa lagi?" tanya Li Zhe Liang.
"Jika Fu Jiu Yun melihat wajahku yang cantik, dia pasti tidak mau memutuskan pertunangan," jawab Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang menerima alasan yang diberikan oleh Yang Ruo Li dan tidak mendesaknya untuk menghilangkan bercak hitam di wajahnya lagi.
Mereka berdua berjalan mengelilingi Kediaman Bangsawan Fu Chen selama tiga puluh menit dan berniat kembali ke halaman kamar tamu mereka untuk beristirahat setelah berjalan sekitar tiga puluh menit.
Tiba-tiba Yang Ruo Li menghentikan langkah kakinya dan menarik tangan Li Zhe Liang secara spontan.
"Li Er! Ada apa?" tanya Li Zhe Liang.
"Zhe Liang memanggilku Li Er. Sama seperti ibu," kata hati Yang Ruo Li.
Walaupun Yang Ruo Li sempat tertegun sejenak dengan panggilan Li Zhe Liang terhadapnya, dalam hati kecilnya Yang Ruo Li sangat menyukai panggilan itu.
Li Zhe Liang memang sengaja memanggil Yang Ruo Li dengan panggilan Li Er karena dirinya tidak mau disamakan dengan Li Jian Ming, Fu Jiu Yun maupun pria lainnya yang memanggil Yang Ruo Li dengan panggilan Ruo Li.
Yang Ruo Li meletakkan jari telunjuk di depan bibirnya terlebih dahulu. Kemudian menunjuk ke arah empat orang yang berada di depan mereka dalam jarak yang jauh.
Peng Wei Wei dan Lim Hsuang Hsuang termasuk di dalam keempat orang itu sehingga membuat Yang Ruo Li penasaran, kemana tujuan mereka berempat.
Yang Ruo Li mengikuti mereka secara diam-diam dan menjaga jarak. Ketika melihat mereka berempat masuk ke dalam kamar Fu Jiu Yun, senyum tipis mengembang di sudut bibir Yang Ruo Li.
"Zhe Liang! Kedua pria itu akan di usir keluar dalam waktu sepuluh menit!" ucap Yang Ruo Li dengan yakin.
Dugaan Yang Ruo Li sangat tepat. Kedua pria itu keluar dari dalam kamar bersama Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei. Kedua gadis itu berbicara serius dengan pria yang berbeda. Beberapa saat kemudian, Lim Hsuang Hsuang dan Peng Wei Wei kembali masuk ke dalam kamar.
Yang Ruo Li segera berjalan menghampiri mereka. "Tuan! Apakah racun di tubuh tuan muda Fu Jiu Yun bisa disembuhkan?" tanya Yang Ruo Li dengan ramah.
Kedua pria itu terkejut dengan bercak hitam di wajah kiri Yang Ruo Li dan bisa menebak dalam hati mereka identitas Yang Ruo Li sebagai tunangan Fu Jiu Yun.
"Maaf Nona. Kami belum bisa sembuhkan racun tuan muda Fu Jiu Yun," jawab salah satu alchemist.
"Tidak apa-apa! Nyonya Fu akan mencari alchemist lain untuk mengobati tuan muda Fu Jiu Yun!" kata Yang Ruo Li.
"Nona! Kami pamit dulu!" ucap alchemist yang lainnya.
Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang pun ikut meninggalkan tempat itu menuju kamar tamu. Di sepanjang perjalanan Yang Ruo Li bersiul riang.
"Kamu yang meracuninya?" tanya Li Zhe Liang ke Yang Ruo Li secara tiba-tiba.
"Tentu saja! Kalau tidak, untuk apa aku mengelap wajahnya waktu itu," jawab Yang Ruo Li dengan santai.
Suasana hati Li Zhe Liang semakin baik setelah mendengar perkataan Yang Ruo Li.
"Racun gatal?" tanya Li Zhe Liang
"Bukan racun gatal biasa. Racun itu bisa membuat tubuhnya gatal selama sebulan. Tidak ada alchemist yang bisa membuat pil penawarnya," jawab Yang Ruo Li dengan yakin.
"Bagus sekali!" puji Li Zhe Liang sambil mencubit gemas pipi kanan Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li merasakan getaran listrik di pipi kanannya serta detak jantung yang berdegup semakin kencang.
"Ada apa denganku?" kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li menarik napas panjang untuk menenangkan perasaan hatinya yang tidak menentu.
"Li Er! Dari mana kamu belajar ilmu racun?" tanya Li Zhe Liang.
"Dari guruku!" jawab Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li sudah menganggap Master Beracun sebagai gurunya karena dirinya mewarisi semua ilmu racun di cincin lotus.
"Siapa gurumu?" tanya Li Zhe Liang.
"Guruku hanya wanita biasa saja yang berusia empat puluh tahunan dan menguasai banyak ilmu racun," jawab Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li berkata jujur tentang Master Beracun karena itulah kilas balik dari cincin lotus yang muncul dalam pandangannya akan kejadian detik-detik terakhir kehidupan Master Beracun.
Li Zhe Liang tahu Yang Ruo Li berkata jujur kepadanya sehingga tidak bertanya hal lain lagi dan memutuskan untuk meminta Lu Jing menyelidiki identitas asli guru Yang Ruo Li nantinya.
***
Halo readers . Ini bab kedua ya. Full tentang Zhe Liang dan Li Er 🥰🥰🥰.
Bab berikutnya akan muncul lagi trio Fu Jiu Yun, Lim Hsuang Hsuang, dan Peng Wei Wei 😂😂😂.
Di tunggu ya. Masih on proses.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE