
*** Kediaman Bangsawan Fu Chen***
Suasana hati Li Zhe Liang membaik melihat Fu Jiu Yun bersikap seperti kakek tua yang kebakaran jenggot.
"Aneh! Kenapa tidak dingin lagi?" kata hati Yang Ruo Li.
"Ayah memang memiliki pedang penghancur. Apa maumu?" tanya Fu Jiu Yun sambil menatap tajam Yang Ruo Li.
"Aku ingin meminjam pedang penghancur," jawab Yang Ruo Li dan menatap tajam balik ke Fu Jiu Yun.
"Yang Ruo Li!" kata Fu Jiu Yun sambil menggertakkan giginya.
Peng Wei Wei tersenyum licik melihat kemarahan Fu Jiu Yun terhadap Yang Ruo Li.
"Hei si buruk rupa! Emangnya kamu siapa berani meminjam senjata langka milik Bangsawan Fu Chen! Kamu belum menjadi menantu keluarga ini, sudah berani bersikap lancang!" teriak Peng Wei Wei.
Sementara itu Lim Hsuang Hsuang masih terdiam tenang sambil melihat situasi di sekitarnya. Gadis muda itu sangat pintar dan sabar menunggu saat yang tepat untuk menunjukkan kepintarannya.
"Dasar Wei Wei yang bodoh! Jiu Yun tidak menyukai gadis yang kasar!" kata hati Lim Hsuang Hsuang.
Yang Ruo Li mengacuhkan Peng Wei Wei yang dianggapnya sebagai wanita gila. Yang Ruo Li menatap ke arah Wen Hui Min.
"Nyonya Fu! Aku meminjam pedang penghancur untuk menyelamatkan ibuku,Mu Dan!" kata Yang Ruo Li.
"Dasar pembohong! Ibumu gila puluhan tahun. Untuk apa memerlukan pedang penghancur? Kamu pasti ingin menjual senjata langka itu ke Paviliun Ru Yi sehingga bisa menggunakan uangnya untuk berfoya-foya dengan pengurus Paviliun Ru Yi. Pria selingkuhanmu!" tuduh Peng Wei Wei.
Peng Wei Wei melirik sekilas ke arah Li Zhe Liang untuk melihat reaksi pria tampan itu terhadap perkataannya barusan.
Walaupun Peng Wei Wei hanya menyukai Fu Jiu Yun seorang saat ini. Akan tetapi, dirinya tidak ingin pria setampan Li Zhe Liang menyukai Yang Ruo Li, si buruk rupa yang jelek darinya berpuluh kali lipat.
Wajah Li Zhe Liang masih sama seperti sebelumnya. Dingin dan tanpa ekspresi. Tatapan matanya tidak pernah terlepas dari Yang Ruo Li. Setiap gerak tubuh dan perkataan yang terucap dari mulut Yang Ruo Li, semuanya terpaku erat di dalam pikiran Li Zhe Liang.
"Nyonya Fu! Huo Rong mengikat tubuh ibuku dengan rantai besi. Hanya pedang penghancur yang bisa memutuskan rantai besi itu. Apakah kamu sudah lupa budi ibuku kepadamu puluhan tahun yang lalu?" tanya Yang Ruo Li.
Wajah Wen Hui Min memerah menahan amarah dan malu. Dirinya tidak menyangka Yang Ruo Li akan mengungkit budi Mu Dan di hadapannya.
"Ternyata Penguasa Kota Shang Ri La adalah orang yang seperti itu!" ujar Li Zhe Liang.
Ketika mengucapkan perkataannya, Li Zhe Liang menggunakan sedikit kekuatan spiritual sehingga semua orang yang berada di semua ruangan Kediaman Bangsawan Fu Chen bisa mendengarnya dengan jelas.
Wajah Wen Hui Min yang memerah berubah menjadi pucat. Perkataan Li Zhe Liang merupakan ejekan yang menusuk ke dalam hati Wen Hui Min.
Selama ini pertunangan Fu Jiu Yun dan Yang Ruo Li tidak dibatalkan karena ingin menjaga martabat dan reputasi bangsawan Fu Chen di depan rakyat Kota Shang Ri La.
Yang Ruo Li menyadari Wen Hui Min mulai goyah pendiriannya sehingga kemungkinan besar pedang penghancur bisa didapatkannya hari ini.
"Nyonya Fu! Aku hanya meminjam pedang penghancur sebentar saja untuk memotong rantai besi itu dan langsung mengembalikannya. Aku yakin Nyonya Fu pasti mau menyelamatkan ibuku dan tidak akan mengecewakan harapan semua rakyat Kota Shang Ri La, yang selama ini menjadikan Bangsawan Fu Chen sebagai panutan," ucap Yang Ruo Li.
Wen Hui Min ingin sekali menampar wajah Yang Ruo Li. Dirinya tidak mengira gadis buruk rupa di hadapannya yang selama ini lemah dan sering di tindas, mempunyai lidah yang tajam seperti pedang.
Walaupun Wen Hui Min sangat tidak sukarela meminjam pedang penghancur kepada Yang Ruo Li, tetapi demi reputasi Bangsawan Fu Chen yang selama ini terjaga dengan baik, pedang penghancur harus dipinjamkan.
Tepat pada saat Wen Hui Min ingin menyetujui permintaan Yang Ruo Li, Lim Hsuang Hsuang yang berdiri di sampingnya menepuk punggung tangannya dengan lembut serta memberikan tatapan mata menenangkan.
Wen Hui Min tersenyum lebar dengan perlakuan Lim Hsuang Hsuang. Wen Hui Min tahu gadis muda calon menantu idamannya ini mempunyai rencana bagus untuk menghadapi Yang Ruo Li.
Gerak-gerik antara Wen Hui Min dan Lim Hsuang Hsuang, tentu saja terlihat jelas oleh Yang Ruo Li.
"Siapa gadis muda itu? Kelihatannya Wen Hui Min sangat suka dan percaya padanya. Siapa pun dia, jika menghalangiku mendapatkan pedang penghancur, aku tidak akan mengampuninya!" tekad hati Yang Ruo Li.
"Nona Ruo Li! Aku Lim Hsuang Hsuang! Selama ini aku dekat dengan Nyonya Fu dan sudah dianggap sebagai putri sendiri oleh Nyonya Fu," kata Lim Hsuang Hsuang sambil tersenyum ramah.
Peng Wei Wei mencibirkan bibirnya dan mengalihkan perhatiannya ke wajah Fu Jiu Yun. Perkataan Lim Hsuang Hsuang mengisyaratkan dirinya adalah calon menantu pilihan Wen Hui Min sehingga membuat Peng Wei Wei merasa kesal setengah mati.
"Nyonya Fu hanya mempunyai tuan muda Fu Jiu Yun sebagai putra satu-satunya. Tentu saja menginginkan seorang putri yang cantik dan pintar seperti Nona Hsuang Hsuang. Ketika aku menjadi bagian dari Keluarga Fu, Nona Hsuang Hsuang bisa memanggilku kakak ipar!"
Yang Ruo Li berpura-pura tidak mengerti maksud perkataan tersenbunyi dari Lim Hsuang Hsuang dan membalasnya dengan perkataan yang langsung menusuk hati Lim Hsuang Hsuang.
"Ha ha ha! Maaf!" ucap Lu Jing sambil menundukkan kepalanya.
Lu Jing tidak bisa menahan tawanya dan terdiam seribu bahasa karena mendapatkan tatapan mata tajam dari Li Zhe Liang.
"Nona Ruo Li salah paham terhadap Nyonya Fu. Nyonya Fu pasti akan menolong ibu nona dengan senang hati. Hanya saja pedang penghancur tidak ada di Kediaman dan dibawa oleh Bangsawan Fu Chen. Nyonya Fu akan mengirim pelayan ke tempat Bangsawan Fu Chen untuk mengambil pedang penghancur. Besok pagi nona Ruo Li bisa meminjamnya," ucap Lim Hsuang Hsuang.
"Benar yang dikatakan Hsuang Hsuang. Kamu bisa meminjamnya besok pagi!" kata Wen Hui Min.
"Nyonya Fu! Bagaimana jika nona Ruo Li menginap di Kediaman Bangsawan Fu Chen malam ini supaya bisa langsung meminjam pedang penghancur besok pagi untuk menyelamatkan ibunya?" tanya Lim Hsuang Hsuang.
"Boleh!" jawab Wen Hui Min singkat.
Wen Hui Min mendukung rencana Lim Hsuang Hsuang untuk menahan Yang Ruo Li di Kediaman Bangsawan Fu Chen. Dengan demikian Yang Ruo Li tidak bisa menyebar gosip yang tidak benar dan merusak reputasi Bangsawan Fu Chen di luar sana.
Selain ini Wen Hui Min bisa memikirkan rencana untuk menyingkirkan Yang Ruo Li maupun memutuskan pertunangan dengan mudah jika Yang Ruo Li berada di daerah kekuasaannya.
"Menginap semalam? Mereka pasti ada rencana jahat terhadapku. Aku tidak akan meninggalkan Kediaman Bangsawan Fu Chen sebelum mendapatkan pedang penghancur," kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li memegang tangan kanan Li Zhe Liang secara spontan.
"Bagaimana dengan ibuku?" tanya Yang Ruo Li.
"Tenanglah! Ibumu akan menunggu kepulangan kita," jawab Li Zhe Liang dengan pasti.
Li Zhe Liang tahu Yang Ruo Li mengkhawatirkan keadaan Mu Dan, apakah bisa bertahan semalaman.
Sebelum berangkat ke Kediaman Bangsawan Fu Chen, Li Zhe Liang sudah meninggalkan beberapa pil elixir penambah kekuatan spiritual ke Feng Teng yang akan digunakan untuk Mu Dan.
Yang Ruo Li sangat percaya dengan perkataan Li Zhe Liang sehingga suasana hatinya menjadi lebih tenang.
"Baiklah! Aku akan menginap di sini bersama kedua temanku malam ini," kata Yang Ruo Li.
Mata Fu Jiu Yun berkilat merah melihat genggaman erat tangan Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang. Emosinya hampir meledak dan menyebabkan rasa gatal di seluruh tubuhnya semakin terasa.
"Nyonya Fu! Aku juga mau menginap di sini. Kediaman Peng kosong. Ayahku sedang keluar dan kak Xiao Ran masih belum pulang bersama kedua pengawalnya," kata Peng Wei Wei.
"Baiklah!" jawab Wen Hui Min.
***
Halo readers. Hari ini author sudah up dua bab ya dan ceritanya sangat panjang.
Ada kabar gembira nih. Besok novel ini akan crazy up 3 bab . Jangan lupa dukung novel ini dengan vote, hadiah, tips iklan, Like dan komentar positif ya readers tercinta.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG 🤗🤗🤗
AUTHOR : LYTIE