
***Hutan Tengkorak***
Empat orang pria yang menghampiri Yang Rong Le adalah para Tetua Klan Huo dan Huo Si Cheng.
Tetua Huo Ren membungkukkan badannya dan memegang pergelangan tangan Yang Rong Le untuk memeriksa nadinya.
"Adik Rong Le! Siapa yang melukaimu?" teriak Huo Si Cheng sambil menepuk lembut pipi Yang Rong Le.
Tetua Huo Ren mengeluarkan sebuah pil elixir dan memasukkannya ke dalam mulut Yang Rong Le. Huo Si Cheng memapah tubuh Yang Rong Le.
"Rong Le pingsan karena hantaman pohon besar. Aku sudah memberinya pil elixir!" jelas Tetua Huo Ren ke Tetua Huo San dan Tetua Huo Guang.
Pandangan ketiga Tetua Klan Huo dan Huo Si Cheng serentak menatap ke arah rombongan Li Zhe Liang.
"Kenapa kalian melukai Rong Le?" bentak Tetua Huo Guang dengan emosi.
Portal rahasia yang sudah lenyap selamanya disertai kemunculan rombongan Li Zhe Liang membuat mereka semua bisa menebak api surgawi jatuh ke tangan pria dingin di hadapan mereka saat ini.
Tubuh Tetua Huo Guang penuh luka akibat serangan Kura-Kura Hitam di depan pintu masuk portal rahasia sebelumnya sehingga dia tidak bisa menahan kemarahannya lagi dan ingin menggunakan alasan gadis muka tembok yang pingsan itu untuk mencari perhitungan dengan Li Zhe Liang.
"Anak muda! Kami tidak bisa masuk ke dalam portal rahasia karena ulahmu dan belum mencari perhitungan. Berani sekali kamu melukai anggota keluarga Klan Huo?" geram Tetua Huo Guang.
Suasana hati Li Zhe Liang belum membaik sepenuhnya akibat ulah Yang Rong Le tadi membuatnya menjadikan Tetua Huo Guang sebagai samsak.
"Enyahlah!" gertak Li Zhe Liang dengan suara yang dingin.
Li Zhe Liang mengibaskan tangannya dengan enteng ke arah Tetua Huo Guang. Gelombang bayangan hitam berbentuk kaki raksasa menendang dada Tetua Huo Guang sehingga tubuhnya terjatuh ke atas tanah dan memuntahkan darah segar.
"Tetua Huo Guang!" pekik Tetua Huo San, Tetua Huo Ren, dan Huo Si Cheng bersamaan.
Tetua Huo Ren segera mengeluarkan pil elixir dan memasukkannya ke dalam mulut Tetua Huo Guang. Mereka semua tidak menyangka Li Zhe Liang akan langsung menyerang Tetua Huo Guang, tanpa memberi penjelasan apa pun terlebih dahulu.
Pria muda itu sangatlah kuat dan kejam. Kematian Tetua Huo Si Yan yang tragis masih bisa terbayang jelas di pikiran Tetua Huo San dan Tetua Huo Ren. Mereka tidak berani menyinggung Li Zhe Liang lagi. Akan tetapi, apakah pria dingin itu akan melepaskan mereka dengan mudah?
Sementara Yang Ruo Li semakin terkagum dengan kemampuan Li Zhe Liang dan menatap pria itu dengan tatapan mata berbinar-binar. Li Zhe Liang masih menyimpan amarah terhadap gadis muda itu, sehingga mengacuhkan Yang Ruo Li.
"Anak muda! Apa maumu sekarang?" tanya Tetua Huo San.
Sebagai tetua utama Klan Huo, Tetua Huo San bertanggung jawab menjaga anggota Klan Huo. Walaupun dirinya tahu kekuatan spiritualnya kalah jauh dibandingkan dengan Li Zhe Liang. Akan tetapi, jika Li Zhe Liang tidak mau melepaskan mereka maka Tetua Huo San pun akan melakukan perlawanan sampai titik darah penghabisan.
"Tetua Huo San! Kalian salah paham. Rong Le terluka karena tertiup angin kencang. Aku tidak berbohong. Setelah Rong Le siuman, kalian bisa menanyakan kepadanya."
Yang Ruo Li berinisiatif mewakili Li Zhe Liang menjawab pertanyaan Tetua Huo San. Gadis muda itu yakin adik tirinya yang tidak tahu diri itu pasti tidak akan menjelekkan Li Zhe Liang di depan Tetua Klan Huo.
"Pergi!" perintah Li Zhe Liang dengan tegas.
Tetua Huo San memberi isyarat mata kepada Tetua Huo Ren setelah mendengar perintah Li Zhe Liang. Mereka pun segera meninggalkan tempat itu secepatnya sebelum Li Zhe Liang berubah pikiran.
Tetua Huo Ren memapah Tetua Huo Guang yang masih lemah. Sedangkan Huo Si Cheng memapah Yang Rong Le. Tetua Huo San memimpin jalan di depan.
Yang Ruo Li tersenyum lebar melihat kepergian para Tetua Klan Huo, terutama Yang Rong Le juga di bawa pergi. Li Zhe Liang mengernyitkan alisnya melihat suasana hati gadis muda di sampingnya yang semakin membaik.
Li Zhe Liang pun ikut menatap punggung rombongan Klan Huo yang sudah menjauh. Yang Ruo Li menyadarinya dan muncul perasaan gelisah di dalam hatinya.
"Apakah Zhe Liang tidak menginginkan Rong Le dibawa pergi?" batin Yang Ruo Li.
"Zhe Liang! Wajahmu kotor!"
Yang Ruo Li berteriak keras dan
sengaja berdiri di depan Li Zhe Liang untuk menghalangi pandangan nata pria itu ke rombongan Tetua Klan Huo.
"Aku akan membersihkannya," ucap Yang Ruo Li sambil mengelap wajah Li Zhe Liang dengan saputangan secara perlahan.
Li Zhe Liang menatap Yang Ruo Li dengan saksama. Dirinya bisa merasakan kekhawatiran dan kegelisahan dari wajah Yang Ruo Li.
"Mungkinkah Li Er cemburu?" kata hati Li Zhe Liang.
Untuk membuktikan dugaannya, Li Zhe Liang menggerakkan wajahnya dan menoleh ke arah rombongan Tetua Klan Huo. Yang Ruo Li semakin panik dan menangkupkan wajah Li Zhe Liang dengan kedua tangannya.
"Jangan bergerak, Zhe Liang! Wajahmu sangat kotor! Aku sedang mengelapnya!" ketus Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang tersenyum tipis melihat kemarahan Yang Ruo Li. Suasana hatinya menjadi sangat baik karena yakin gadis muda di hadapannya sedang cemburu.
***
Selamat sore readers. Bab ini up pukul 18.30 wita. Hari ini author up satu bab aja ya karena ada urusan keluarga. Harap dimaklumi 🙏.
Semoga ga ketahan lagi semalamam 😅. Terima kasih dukungannya readers.
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE