GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 30. Tamparan


***Kamar Yang Rong Xian***


Yang Rong Xian tersenyum lebar melihat kedatangan Yang Ruo Li. Dirinya sama sekali tidak tahu kejadian di luar sana dan mengira Yang Ruo Li telah mendapatkan hukuman dari Huo Rong serta datang untuk meminta maaf kepadanya.


"Yang Ruo Li! Kamu sudah membuatku malu di depan Fu Jiu Yun! Berlutut di hadapanku sekarang juga!" perintah Yang Rong Xian dengan sombong.


"Berlutut ? Ide adik Rong Xian sangatlah bagus!" kata Yang Ruo Li dengan tenang.


"AH! Sakit!" Yang Rong Xian berteriak kesakitan karena Yang Ruo Li tiba-tiba menarik lengannya dengan keras dan menghempaskan tubuhnya ke lantai.


"Berlutut!" perintah Yang Ruo Li dengan suara dingin dan wajah tanpa ekspresi.


"Kamu gila! Mimpi! Jangan harap aku berlutut! Ibu! Xi Xi! Luo Luo!" teriak Yang Rong Xian.


Yang Rong Xian merasa ketakutan dan berteriak memanggil bala bantuan dari luar.


"Kamu lebih bodoh daripada Luo Luo! Aku akan mengajarimu menjadi pintar!" ucap Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li berjalan menghampiri Yang Rong Xian dan menampar wajahnya berkali-kali. Setiap tamparan yang diberikan oleh Yang Ruo Li sangatlah keras sehingga menyebabkan wajah Yang Rong Xian membengkak dalam waktu singkat.


"Yang Ruo Li! Kamu akan mati!"


"Ibu akan membalas dendam untukku!"


"Aku akan membunuhmu!"


"Sakit sekali! Jangan tampar lagi!"


"Kakak Ruo Li! Ampun! Jangan tampar lagi!"


Isak tangis Yang Rong Xian dan permohonan ampun darinya tidak dipedulikan oleh Yang Ruo Li. Tangannya masih gesit menampar wajah Yang Rong Xian berulang kali.


***


Suara tamparan yang keras membuat Feng Teng yang berada di atas atap kamar ikut merasakan ngilu di wajahnya. Feng Teng melirik sekilas ke arah Li Zhe Liang karena penasaran dengan reaksi Li Zhe Liang terhadap perbuatan Yang Ruo Li.


Mata Feng Teng membulat besar ketika melihat sudut bibir Li Zhe Liang terangkat sedikit ke atas.


"Putra mahkota tersenyum? Putra mahkota terlihat menyukai sikap kejam nona Yang Ruo Li. Selera putra mahkota terhadap wanita memang tidak bisa dimengerti dan diramal," kata hati Feng Teng.


Kebanyakan pria akan memilih wanita yang lembut dan penurut. Wanita kejam dan pendendam seperti Yang Ruo Li memang merupakan wanita yang sangat istimewa, tetapi hanya untuk dikagumi dan bukanlah untuk dijadikan pasangan hidup.


Yang Ruo Li akan menjadi wanita yang sulit untuk ditaklukkan sehingga Feng Teng yakin hanya Li Zhe Liang satu-satunya pria yang bisa melakukannya di daratan Zhong Yuan ini.


"Putra mahkota! Nyonya itu dipapah keluar sama kedua pelayan. Dia pasti mencari bala bantuan!" teriak Lu Jing dengan nada khawatir.


Li Zhe Liang menatap punggung Huo Rong yang sedang dipapah oleh Xi Xi dan Luo Luo keluar dari Kediaman Edelweiss.


"Biarkan saja!" kata Li Zhe Liang dengan wajah tanpa ekspresi.


Li Zhe Liang ingin tahu bagaimana Yang Ruo Li menghadapi masalah besar yang akan menghalanginya nanti.


***


Yang Ruo Li tidak menghentikan aksinya seolah-olah tidak mendengar perkataan Yang Rong Xian.


"Kakak Ruo Li! Kamu berbohong! Aku sudah berlutut! Kenapa masih menamparku?" teriak Yang Rong Xian dengan nada frustasi.


"Sudah terlambat!" kata Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li melanjutkan aksi menamparnya dengan semangat. Selang beberapa saat, tidak ada lagi teriakan dan rengekan dari mulut Yang Rong Xian. Dia sudah pasrah mendapat tamparan dari Yang Ruo Li.


"Adik Rong Xian! Wajahmu sangat lembut dan nyaman untuk ditampar. Aku tidak bisa menahan diri tadi!" ucap Yang Ruo Li saat menghentikan aksi tamparnya.


Yang Ruo Li melipat kedua tangannya di depan dada dan memberikan tatapan mata yang mengintimidasi Yang Rong Xian.


"Ampun kakak Ruo Li! Maafkan Rong Xian!" mohon Yang Rong Xian.


"Apa kesalahanmu?" tanya Yang Ruo Li.


"Aku…aku tidak tahu malu menggoda Fu Jiu Yun," jawab Yang Rong Xian dan menggigit bibir bawahnya untuk menahan rasa malu.


"Siapa Fu Jiu Yun?" tanya Yang Ruo Li, berpura-pura tidak mengerti.


"Fu Jiu Yun adalah tunangan kakak Ruo Li," jawab Yang Rong Xian sambil memperlihatkan mata yang berkilat menahan amarah.


"Oh Fu Jiu Yun yang itu? Pria yang dipeluk dan dicium oleh adik Rong Xian tadi pagi kah? Aku tidak sudi menjadi tunangannya!" kata Yang Ruo Li dengan acuh.


Yang Rong Xian hampir saja muntah darah karena mendengar perkataan Yang Ruo Li. Rasa benci dan iri Yang Rong Xian terhadap Yang Ruo Li memuncak.


***


Terdengar suara langkah kaki yang banyak tiba di depan kamar Yang Rong Xian. Saat ini Yang Ruo Li baru menyadari tidak mendengar suara tamparan antara Xi Xi dan Luo Luo di luar karena sedari tadi dirinya sibuk menampar Yang Rong Xian.


Yang Ruo Li bisa menduga Huo Rong membawa bala bantuan dan sedang mengepungnya sekarang, tetapi Yang Ruo Li tidak merasa takut sama sekali karena ada Yang Rong Xian menjadi tawanannya.


"Yang Ruo Li! Cepat keluar! Kalau tidak, aku akan membunuh ibumu!" teriak Huo Rong dari luar kamar.


"Ibu!" kata hati Yang Ruo Li.


Note : tambahan kata 'Er' di belakang nama seseorang merupakan panggilan kesayangan atau untuk orang terdekat.


***


Halo readers. Hari ini sudah up dua bab ya.


Ceritanya semakin seru nih. Penasaran kan dengan kelanjutan ceritanya? Apakah Yang Ruo Li bisa menyelamatkan Mu Dan dari tangan Huo Rong? Di tunggu besok ya. Jangan lupa siapin vote senin besok untuk mendukung novel ini ya readers 🤗🤗🤗.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE