GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 207. Perbincangan rahasia


***Perbatasan Kota Shang Ri La***


Yang Ruo Li meninggalkan tempat makan dengan cepat dan tanpa disadari orang lain segera memakai jimat penghilang wujud serta masuk ke dalam ruang dimensi cincin lotus.


"Kera Purba! Ikut aku keluar!" ajak Yang Ruo Li sambil menempel satu lembar jimat penghilang wujud ke tubuh Kera Purba dan membawanya keluar dari ruang dimensi.


"Kera Purba. Pakai sihir ilusi untuk mengelabui ke enam pengikut itu. Aku mau masuk ke dalam sana," ucap Yang Ruo Li sambil menunjuk Lai Yi dan lima pengikut Tang Song yang berjaga di luar kamar tamu.


Kera Purba duduk bermeditasi dan dalam waktu singkat Lai Yi serta lima pengikut itu berlarian keluar meninggalkan tempat makan.


Yang Ruo Li memberi isyarat tangan kepada Kera Purba untuk mengikutinya masuk ke dalam kamar tamu tempat makan.


***


Tang Song dan Yang Lim sedang duduk dan berbicara dengan serius.


"Pangeran Yang Lim ingin menjadikan putriku selir?" tanya Yang Lim dengan raut wajah terkejut.


Sementara Yang Ruo Li pun sama terkejutnya mendengar pertanyaan Yang Lim, tepat dirinya dan Kera Purba masuk ke dalam kamar tamu tempat makan itu.


"Putri? Bukankah Rong Le dan Rong Xian sudah mati? Bahkan jasad mereka sudah hancur oleh racun mayat Chong Yun," kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li memiliki firasat buruk akan perbincangan rahasia Tang Song dan Yang Lim saat ini sehingga mempertajam pendengarannya agar tidak terlewat sedikit pun pembicaraan antara kedua pria menyebalkan di hadapannya saat ini.


"Iya. Meskipun aku hanya bertemu dengannya satu kali di Hutan Tengkorak, aku sangat menyukainya dan ingin membawanya pulang ke Kerajaan Tang, menjadi selirku," jawab Tang Song sambil tersenyum kecil.


"Hutan Tengkorak? Sialan! Lihat saja nanti apakah kamu masih memiliki nyawa untuk membawaku ke Kerajaan Tang!" umpat Yang Ruo Li di dalam hati.


Yang Ruo Li berusaha menahan emosinya untuk tidak menggunakan api surgawi membakar Tang Song saat ini karena gadis muda itu ingin tahu apa jawaban Yang Lim.


Jawaban dari mulut Yang Lim akan menjadi penentu hidup matinya pria tua itu saat ini. Yang Ruo Li tidak akan segan membunuh Yang Lim meskipun pria tua itu adalah ayah kandungnya.


"Pangeran Tang Song menyukai Ruo Li adalah berkah baginya," jawab Yang Lim dengan wajah berseri-seri.


Senyuman di wajah Tang Song semakin lebar karena yakin Yang Lim tidak akan menolak permintaannya.


"Bagaimana dengan Ruo Li? Apakah Ruo Li bersedia?" Tang Song berpura-pura bertanya untuk mendapatkan dukungan dari Yang Lim.


"Jangan khawatir, Pangeran Tang Song. Ruo Li putri kesayanganku dan sangat penurut. Pernikahan anak perempuan memang berada di tangan orang tua. Ruo Li pasti akan menjadi selir Pangeran Tang Song," jawab Yang Lim dengan yakin.


"Ayahanda memintaku mencari beberapa orang berbakat di Kota Shang Ri La. Aku yakin Letnan Jendral Yang Lim bisa mendapatkan jabatan di Kerajaan Tang setelah Ruo Li menjadi selirku," ucap Tang Song.


"Terima kasih Pangeran Tang Song," kata Yang Lim sambil bersulang cangkir arak ke Tang Song.


Kedua pria beda generasi itu sangat gembira karena kesepakatan mereka berjalan dengan lancar. Tang Song dan Yang Lim sama sekali tidak menyadari Yang Ruo Li berada di ruangan yang sama dengan mereka.


Aura dingin memancar dari tubuh Yang Ruo Li. Kera Purba yang berdiri di sampingnya merasa takut karena aura dingin itu sangat mirip dengan aura dingin dari tubuh Li Zhe Liang.


"Dasar pria tua bangka! Berani sekali menjualku menjadi selir Tang Song demi jabatan tinggi. Jangan harap aku akan melepaskan kalian berdua!" kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li mengambil bubuk racun racikannya serta menaburkan ke dalam cangkir arak Tang Song dan Yang Lim. Beberapa saat kemudian kedua pria itu pingsan seketika.


"Kera Purba! Pakaikan baju ini ke tubuhnya!" perintah Yang Ruo Li sambil mengeluarkan satu set pakaian pria biasa dari dalam cincin penyimpan batu giok miliknya.


Yang Ruo Li sudah mendapatkan satu rencana bagus untuk menghadapi Yang Lim dan Tang Song. Kera Purba menjalankan perintah Yang Ruo Li dengan patuh.


"Nona! Nona!" Xue Qiu dan Lan Long berlari ke arah Yang Ruo Li dengan riang.


"Xue Qiu. Lepasin bajunya sekarang!" perintah Yang Ruo Li.


"Baik Nona," jawab Xue Qiu dengan patuh.


Dalam waktu singkat pakaian luar prajurit Yang Lim terlepas. Yang Ruo Li mengenakan pakaian itu di tubuhnya sendiri.


"Lan Long, Xue Qiu. Kalian bisa menghukum tua bangka ini sesuka hati. Masih ada yang harus ku kerjakan di luar sana," kata Yang Ruo Li.


"Baik Nona," jawab Xue Qiu dan Lan Long bersamaan.


Kebetulan Xue Qiu sudah merasa sangat bosan di dalam ruang dimensi. Telur salju putih itu sangat senang bisa menjadikan Yang Lim sebagai samsaknya.


Yang Ruo Li segera keluar dari ruang dimensi dan memasukkan beberapa butir racun racikannya ke dalam mulut Tang Song.


"Aku akan membawamu ke tempat bagus!" gumam Yang Ruo Li sambil memberikan dua tamparan di pipi Tang Song.


Yang Ruo Li memapah tubuh Tang Song. Kera Purba yang masih menggunakan jimat penghilang wujud segera membantu memapah pangeran kelima Kerajaan Tang itu.


Kera Purba berfirasat Li Zhe Liang akan memberi hukuman berat jika mengetahui Kera Purba membiarkan Yang Ruo Li sendirian memapah pria lain.


Yang Ruo Li meninggalkan tempat makan dengan mudah tanpa dicurigai oleh siapa pun karena mengira Tang Song sedang mabuk. Gadis muda itu tidak menyadari Lan Xi mengawasinya dari kejauhan.


"Dia mau membawa Pangeran Tang Song ke mana?" kata hati Lan Xi.


Sejak awal Lan Xi mengikuti rombongan Tang Song secara diam-diam dan melihat jelas Tang Song masuk ke dalam kamar tamu bersama Yang Lim.


Lan Xi langsung mengenali Yang Ruo Li dengan pakaian prajurit Yang Lim. Lan Xi bisa menduga Yang Ruo Li menggunakan jimat penghilang wujud tadi sehingga mengikuti Yang Ruo Li secara diam-diam karena merasa penasaran apa yang akan dilakukan oleh gadis muda itu.


***


Yang Ruo Li menghentikan langkah kakinya di depan bangunan megah berwarna-warni. Ada dua orang pria gemulai berdiri di depan pintu sambil tersenyum kepada setiap pria yang berjalan melewati tempat itu.


Yang Ruo Li mendekati salah satu pria dan menyampaikan maksud kedatangannya. Pria itu menganggukkan kepala dan bersama temannya membantu memapah Tang Song, sedangkan Yang Ruo Li mengikuti mereka dari belakang.


Lan Xi berdiri tepat di depan bangunan itu setelah Yang Ruo Li dan Tang Song sudah berjalan masuk ke dalam sana.


"Kenapa dia membawa Pangeran Tang Song ke tempat ini?" kata hati Lan Xi.


***


Selamat siang readers. Aiyo, Tang Song dibawa ke mana? 😂😂🤭


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE