
***Kamar tidur Yang Ruo Li di Paviliun Ru Yi***
Yang Ruo Li membawa Kera Purba masuk ke dalam ruang dimensi cincin lotus.
"Nona," teriak Xue Qiu kegirangan.
Walaupun Yang Ruo Li berpenampilan pria dewasa, ikatan kontraknya dengan Xue Qiu membuat telur putih salju itu bisa mengenalinya dengan mudah.
Yang Ruo Li merasa heran melihat cangkang telur salju putih berukuran lebih besar dari sebelumnya, sedangkan Kera Purba menatap takjub ruang dimensi yang penuh dengan kehidupan dan pemandangan alam yang indah.
Ruang dimensi Yang Ruo Li sangat berbeda jauh dari cincin dimensi Li Zhe Liang yang kosong melompong dan hanya berisi sedikit rumput roh serta peti es milik Batari Liu.
"Xue Qiu. Kenapa cangkang telurmu menjadi besar?" tanya Yang Ruo Li.
"Nona, sekarang Xue Qiu bisa berubah wujud menjadi besar dan kecil," jawab Xue Qiu dengan semangat.
Xue Qiu memperagakan cangkangnya menjadi kecil, lalu bertambah besar seperti saat ini.
"Mungkin Xue Qiu akan menetas dalam waktu dekat," kata hati Yang Ruo Li.
"Kera Purba. Kamu dan Xue Qiu bermain di dalam kolam mata air spiritual. Kolam itu bisa menambah kekuatan spiritualmu. Aku mau persiapan dulu untuk perjalanan ke lembah Pegunungan Wu Dong," ucap Yang Ruo Li.
Kera Purba menganggukkan kepala pertanda mengerti perintah Yang Ruo Li dan segera berlari masuk ke dalam kolam mata air spiritual.
Xue Qiu tidak mencegah Kera Purba menggunakan kolam mata air spiritual karena hewan roh itu milik Li Zhe Liang, pria yang sangat ditakuti oleh Xue Qiu.
Lagi pula Kera Purba tidak mengikat kontrak dengan Yang Ruo Li sehingga tidak membuat Xue Qiu merasa tersaingi. Xue Qiu pun ikut melompat ke dalam kolam mata air spiritual.
Sementara Yang Ruo Li mengumpulkan lagi tanaman langka yang dibutuhkannya untuk membuat pil elixir maupun racun dengan menggunakan sobekan jubah hitam Li Zhe Liang sebagai wadah. Gadis muda itu juga berencana membuat beberapa jimat pengubah wujud, yang bisa dipakainya setiap saat.
"Aku akan berkata jujur kepada Zhe Liang setelah pulang dari lembah Pegunungan Wu Dong," tekad hati Yang Ruo Li ketika melihat sobekan jubah hitam itu.
Yang Ruo Li bisa merasakan jelas rasa cinta Li Zhe Liang terhadapnya sehingga gadis muda itu yakin Li Zhe Liang tidak akan membencinya ataupun membunuhnya jika mengetahui kebenaran akan dirinya sebagai gadis misterius di Hutan Tengkorak.
Yang Ruo Li berada di dalam ruang dimensi selama lima jam. Setelah semua persiapannya lengkap, Yang Ruo Li meninggalkan ruang dimensi cincin lotus, sedangkan Kera Purba tidak dibawa keluar olehnya.
Pada saat dirinya membutuhkan Kera Purba nanti, Yang Ruo Li akan mengeluarkan Kera Purba dari ruang dimensinya.
"Aku harus melihat keadaan ibu dulu sebelum berangkat," kata hati Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li menuju kamar tidur Mu Dan.
***
Lan Long berlari kecil ke arah Yang Ruo Li.
*Nona. Nona sudah datang," ucap Lan Long dengan riang.
Sementara Chun Hua dan Sha Sha menatap Yan Ruo Li dengan raut wajah bingung. Kedua pelayan itu terkejut dengan kemunculan seorang pria di kamar Mu Dan.
Chun Hua dan Sha Sha semakin terkejut melihat Lan Long menyambut kedatangan pria itu dengan riang. Siapakah pria itu? Apakah temannya Nona Ruo Li? Pertanyaan yang sama muncul di pikiran Chun Hua dan Sha Sha.
"Maaf, Tuan. Ini adalah kamar Nyonya Mu Dan. Tidak boleh masuk sembarangan!" larang Chun Hua.
"Silakan Tuan meninggalkan kamar ini sebelum aku memanggil penjaga!" ujar Sha Sha.
Yang Ruo Li tersenyum kecil melihat reaksi kedua pelayan pribadinya. Gadis muda itu pun melepaskan jimat pengubah wujud dan kembali ke wujud aslinya.
"Kalian berdua sangat setia dan menjaga ibu dengan baik," puji Yang Ruo Li.
"Chun Hua. Sha Sha. Aku akan pergi mencari anak yang hilang. Aku percayakan tugas menjaga ibu kepada kalian berdua," kata Yang Ruo Li.
"Baik Nona Ruo Li," jawab Chun Hua dan Sha Sha.
Lan Long menggosok-gosokkan kepalanya ke kaki Yang Ruo Li. Qi Lin kecil itu ingin menemani Yang Ruo Li pergi, tetapi jika Yang Ruo Li memintanya menjaga Mu Dan maka Lan Long akan menurut.
Yang Ruo Li membungkukkan badannya dan membelai kepala Lan Long dengan lembut.
"Lan Long. Kamu ikut denganku. Tetua Wu Yuan akan melindungi ibu di Paviliun Ru Yi," kata Yang Ruo Li.
"Baik Nona," jawab Lan Long dengan semangat.
Yang Ruo Li menyimpan Lan Long ke dalam ruang dimensi cincin lotus, lalu mengeluarkan satu butir pil elir pelindung jantung dan menyimpannya di dalam kotak kecil.
"Sha Sha! Antarkan pil elixir ini ke Tuan muda Chong Yun," pesan Yang Ruo Li.
"Baik Nona Ruo Li," jawab Sha Sha dengan patuh dan berjalan keluar dari kamar.
Satu butir pil elixir pelindung jantung membutuhkan proses selama tiga hari dan juga bahan langka sehingga Yang Ruo Li ingin mengembalikan pil elixir pelindung jantung yang digunakan oleh Chong Yun untuk menyelamatkan Mu Dan.
Yang Ruo Li menggunakan jimat pengubah wujud menuju lembah Pegunungan Wu Dong, tanpa menyadari Fu Rong dan Fu An mengikutinya dari kejauhan.
Fu Rong dan Fu An juga menggunakan jimat pengubah wujud karena Yang Ruo Li pernah melihat wajah asli mereka berdua.
Tugas Fu Rong dan Fu An adalah melaporkan segala hal tentang Yang Ruo Li dan melindunginya secara diam-diam.
***Perbatasan Kota Shang Ri La***
Dua hari kemudian, Yang Ruo Li sudah berada di perbatasan Kota Shang Ri La. Selama dua hari ini gadis muda itu sudah mengumpulkan banyak informasi mengenai lembah Pegunungan Wu Dong maupun markas pasukan Bangsawan Fu Chen di sana.
Semula jumlah pasukan Bangsawan Fu Chen ada lima ratus orang. Akan tetapi, seratus orang yang dikirimkannya untuk membantu Wen Hui Min di aula besar Kota Shang Ri La lenyap selamanya sehingga jumlah pasukannya menjadi empat ratus orang.
Hasil penyelidikan ini juga diketahui oleh Fu Rong dan Fu An sehingga mereka mengirimkan kabar ini ke Lu Jing.
Selama dua hari ini Li Zhe Liang berbaring di atas tempat tidur dan sangat patuh menerima pengobatan dari Chong Yun.
Sewaktu mendengar kabar tentang jumlah pasukan Bangsawan Fu Chen, Li Zhe Liang pun memerintahkan Lu Jing untuk memanggil lima ratus pasukan rahasianya menuju Kota Shang Ri La.
***
Selamat siang readers. Tanda-tanda akan ada pertarungan besar nih nantinya.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
Yang Ruo Li akan bertemu dengan musuh lagi ini. Siaoakah mereka?
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE