
***Kamar tamu Li Zhe Liang***
Li Zhe Liang sedang duduk di depan meja sambil menuangkan teh ke dalam cangkir, sedangkan Lu Jing berdiri di belakang Li Zhe Liang dan Feng Teng berdiri di depan untuk memberikan laporan atas informasi yang berhasil didapatkannya.
"Putra mahkota! Beberapa anggota keluarga terpandang dari Kota Shang Ri La sudah berada di dalam Hutan Tengkorak. Sepertinya mereka sudah menyadari adanya portal rahasia yang akan muncul di sana. Bahkan Fu Jiu Yun sudah mengumpulkan banyak kultivator tingkat tinggi Kota Shang Ri La untuk bersamanya masuk ke dalam Hutan Tengkorak besok," lapor Feng Teng.
"Putra mahkota! Mereka semua pasti mengincar api surgawi. Kita harus secepatnya ke Hutan Tengkorak supaya api surgawi tidak jatuh di tangan mereka," kata Lu Jing.
Tujuan kedatangan Li Zhe Liang ke Kota Shang Ri La adalah untuk menemukan api surgawi di dalam portal rahasia. Portal rahasia itu diperkirakan akan muncul di dalam Hutan Tengkorak.
Segel racun di tubuh Li Zhe Liang berupa naga bertanduk di punggungnya bisa dihancurkan oleh api surgawi. Walaupun keadaan Li Zhe Liang masih stabil sekarang, akan tetapi jika segel racun itu kambuh maka Li Zhe Liang akan menjadi sosok yang sangat berbahaya di daratan Zhong Yuan.
Kesadaran Li Zhe Liang akan hilang ketika segel racun kambuh sehingga dirinya akan membunuh siapa pun yang menghalanginya. Selain itu Shan Dian yang biasanya membantu menekan segel racun itu menghilang dan belum ditemukan.
Li Zhe Liang tahu dirinya saat ini berada di dalam keadaan darurat. Dirinya tidak boleh menunda waktu untuk mendapatkan api surgawi. Walaupun hati kecilnya merasa tidak rela berpisah dengan Yang Ruo Li, akan tetapi keputusan besar itu harus dia lakukan.
"Baiklah! Beritahu Fu Rong untuk membawa pasukan rahasia ke Hutan Tengkorak besok!" perintah Li Zhe Liang.
"Baik, putra mahkota!" jawab Feng Teng.
Lu Jing dan Feng Teng menarik napas lega bersamaan karena Li Zhe Liang mau bergerak menuju Hutan Tengkorak besok. Semula mereka berdua khawatir Li Zhe Liang akan menunda perjalanan karena ingin menghabiskan waktu lebih lama di Paviliun Ru Yi bersama Yang Ruo Li.
Beberapa saat kemudian terdengar suara ketukan pintu kamar dari luar.
"Zhe Liang! Bolehkah aku masuk?" tanya Yang Ruo Li dari luar.
Li Zhe Liang memberi isyarat mata kepada Feng Teng sehingga bawahan kepercayaannya itu segera membukakan pintu untuk Yang Ruo Li.
"Nona Ruo Li!" sapa Feng Teng dengan sopan.
"Kak Feng Teng!" Yang Ruo Li membalas sapaan Feng Teng.
"Kak Lu Jing!" sapa Yang Ruo Li ketika melihat Lu Jing juga berada di dalam kamar tamu Li Zhe Liang.
"Nona Ruo Li!" balas Lu Jing.
"Apakah kedatanganku mengganggu kalian?" tanya Yang Ruo Li dengan hati-hati.
Yang Ruo Li bisa merasakan suasana di dalam kamar sangatlah tegang sehingga menduga Li Zhe Liang dan kedua bawahannya sedang melakukan pembicaraan yang penting.
"Apakah Zhe Liang sedang merencanakan meninggalkan Kota Shang Ri La?" kata hati Yang Ruo Li.
Dugaan itu muncul seketika di pikiran Yang Ruo Li sehingga gadis muda itu merasa kecewa dan berusaha menyembunyikannya. Akan tetapi, Li Zhe Liang sudah menyadarinya.
"Kenapa Li Er terlihat sedih?" kata hati Li Zhe Liang.
"Nona Ruo Li tidak mengganggu. Kami tidak membicarakan hal penting," jawab Lu Jing dengan ramah.
"Li Er! Ada apa mencariku? Apakah ada masalah dengan ibumu? " tanya Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang mengira sesuatu terjadi dengan Mu Dan sehingga Yang Ruo Li datang mencarinya dengan raut wajah yang tidak cerah.
"Ibu? Ibu baik-baik saja," jawab Yang Ruo Li.
"Nona Ruo Li jangan khawatir. Pil elixir pelindung jantung selain melindungi jantung nyonya, juga melindungi organ dalam lainnya. Lu Jing yakin nyonya akan siuman setelah makan pil elixir buatan nona selama beberapa hari," kata Lu Jing.
"Iya Kak Lu Jing. Aku sudah membuat beberapa pil elixir untuk ibu," kata Yang Ruo Li.
"Zhe Liang! Aku mencarimu karena…karena ingin mengajakmu ke Hutan Tengkorak besok pagi. Semalam aku mendengarkan pembicaraan Fu Jiu Yun dengan pengawal pribadinya tentang munculnya portal rahasia dan api surgawi di Hutan Tengkorak. Aku ingin mencari tanaman di portal rahasia. Khususnya rumput angin dan batu bulan. Kedua bahan itu untuk membuat pil elixir ibuku," kata Yang Ruo Li panjang lebar.
Sebenarnya tujuan awal Yang Ruo Li ke kamar Li Zhe Liang adalah untuk mengajaknya makan malam di taman bersama Lu Jing dan Feng Teng. Akan tetapi, gadis muda itu ingin menunda kepergian Li Zhe Liang dengan mengajaknya ke Hutan Tengkorak bersama.
"Api surgawi? Api surgawi adalah pusaka berharga yang diidamkan oleh semua alchemist. Li Er! Apakah kamu tidak tertarik untuk memilikinya?" tanya Li Zhe Liang.
*Tentu saja aku juga menginginkannya, tetapi dengan tingkat kultivator yang masih rendah, aku tidak akan bisa mendapatkannya. Aku sangat senang jika Zhe Liang bisa mendapatkan api surgawi daripada api surgawi itu jatuh ke tangan Fu Jiu Yun maupun kultivator lainnya," jawab Yang Ruo Li dengan jujur.
"Bagaimana? Zhe Liang mau pergi ke Hutan Tengkorak? " tanya Yang Ruo Li sambil memberikan tatapan mata berbinar-binar ke arah Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang berpura-pura berpikir untuk mengambil keputusan. Beberapa saat kemudian Li Zhe Liang menghela napas panjang.
"Li Er! Aku akan mempertimbangkannya dulu," jawab Li Zhe Liang.
Lu Jing dan Feng Teng membulatkan mata mereka bersamaan karena jawaban Li Zhe Liang.
"Bukankah tadi putra mahkota sudah memutuskan untuk pergi ke Hutan Tengkorak besok? Kenapa tidak menyetujui nona Ruo Li secara langsung?" kata hati Lu Jing dan Feng Teng bersamaan.
Yang Ruo Li merasa panik dan khawatir Li Zhe Liang tidak akan menemaninya ke Hutan Tengkorak sehingga gadis muda itu memegang tangan Li Zhe Liang secara spontan.
"Zhe Liang! Di portal rahasia itu selain tanaman langka, pasti banyak harta karun yang berharga. Kamu bisa memilikinya."
Yang Ruo Li berusaha membuat Li Zhe Liang tertarik untuk pergi ke Hutan Tengkorak.
"Li Er! Aku memiliki banyak harta karun," jawab Li Zhe Liang dengan santai.
Yang Ruo Li melirik sekilas ke arah cincin penyimpan batu rubi merah berukuran besar di jari tangan Li Zhe Liang. Gadis muda itu yakin di dalamnya pasti tersimpan banyak harta karun maupun pil elixir dan ramuan langka yang banyak sehingga tidak mengherankan Li Zhe Liang tidak tertarik dengan harta karun di dalam portal rahasia.
"Zhe Liang! Apu surgawi hanya akan muncul ribuan tahun sekali di portal rahasia. Jika melewatkan kesempatan kali ini, kamu tidak bisa melihat keajaiban ini lagi."
Yang Ruo Li tidak putus asa membujuk Li Zhe Liang terus menerus. Lu Jing dan Feng Teng merasa iba di dalam hati masing-masing kepada gadis muda itu, yang sedang menuju ke dalam perangkap buatan Li Zhe Liang secara tidak sadar.
"Keajaiban ribuan tahun sekali? Sepertinya menarik. Hanya saja ada sesuatu yang kurang,"kata Li Zhe Liang.
"Apa itu?" tanya Yang Ruo Li penasaran.
Lu Jing dan Feng Teng pun ikut menajamkan pendengaran mereka supaya tidak terlewat satu kata pun.
"Li Er! Perjalanan di dalam portal pasti memerlukan waktu beberapa hari. Aku membutuhkan seorang pelayan pribadi di sisiku ," jawab Li Zhe Liang dengan wajah serius.
"Zhe Liang! Aku bisa menjadi pelayan pribadimu di Hutan Tengkorak," jawab Yang Ruo Li dengan semangat.
***
Halo readers. Bab ini author up pukul 16.45 wita. Bab ini sudah panjang ya readers 😍
He He He. Yang Ruo Li masuk ke dalam perangkap Li Zhe Liang nih. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
Sekarang pasti banyak readers sudah dalam perjalanan mudik untuk berkumpul bersama keluarga.
Selamat berkumpul bersama keluarga besar ya readers 🤗.
Author LYTIE mau mengucapkan terlebih dahulu "SELAMAT HARI RAYA IDUL FITRI BAGI READERS YANG MERAYAKAN. MOHON MAAF LAHIR DAN BATIN 🤗🙏"
Walaupun author LYTIE juga akan sibuk dengan real life dan keluarga di masa liburan panjang nanti, Novel GADIS BERACUN akan setia menemani readers setiap hari ya 🤗🤗🤗.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE