
***Hutan Tengkorak***
Rombongan bawahan Li Zhe Liang tercengang melihat tuan muda mereka yang dingin membiarkan Yang Ruo Li mengelap wajahnya. Bahkan Li Zhe Liang patuh pada perkataan gadis muda itu untuk tidak bergerak sama sekali.
Chong Yun melebarkan matanya menatap wajah Li Zhe Liang dengan saksama. Tidak ada noda apa pun di wajah teman baiknya itu. Mengapa Yang Ruo Li masih menggosoknya? Yang lebih mengherankan lagi, Li Zhe Liang membiarkan gadis muda itu melakukannya dalam waktu lama.
Bukankah tadi Li Zhe Liang masih marah besar? Bagaimana bisa begitu cepat berubah sikapnya? Yang Ruo Li seorang saja yang berani menyentuh wajah Li Zhe Liang. Rombongan bawahan Li Zhe Liang semuanya memiliki pemikiran yang sama.
"Nona Ruo Li! Wajah tuan sudah merah," ucap Feng Teng.
"Oh ya?" kata Yang Ruo Li sambil menghentikan gerakan tangannya. Dirinya menatap wajah Li Zhe Liang dengan intens dan terkejut dengan hasil karyanya.
"Sakitkah?" tanya Yang Ruo Li dengan suara kecil.
"Tidak!" jawab Li Zhe Liang. Wajahnya memang terasa perih sedikit, tetapi perasaan hatinya senang karena Yang Ruo Li cemburu.
"Kulit wajah Zhe Liang memang tebal," ledek Chong Yun.
"Aku ada obatnya!" seru Yang Ruo Li secara tiba-tiba dan mengambil sesuatu dari cincin penyimpan batu giok miliknya.
Lu Jing, Feng Teng, dan Chong Yun penasaran obat apa yang dimiliki oleh Yang Ruo Li. Apakah gadis muda itu mendapatkan harta karun lain dari portal rahasia? Atau berhasil meracik ramuan spesial lagi?
Yang Ruo Li menuangkan ramuan giok di jari tangannya dan mengusap lembut pipi Li Zhe Liang yang memerah. Kali ini gadis muda itu tidak merasa mubazir memakai ramuan berharga itu karena di dalam ruang dimensinya sudah tertanam banyak tanaman langka dan rumput roh. Yang Ruo Li bisa meracik ramuan giok yang lebih bagus dari bahan berkualitas tinggi itu.
"Sudah tampan seperti semula!" puji Yang Ruo Li.
"Yang Ruo Li! Apa kamu tahu ramuan giok sangat mahal? Kenapa menyia-nyiakannya?" tanya Chong Yun.
"Harga sebotol ramuan giok tidak sebanding dengan wajah Zhe Liang. Lagi pula aku bisa meracik ramuan giok berkualitas tinggi," balas Yang Ruo Li.
Chong Yun masih ingin berdebat dengan Yang Ruo Li. Akan tetapi, dirinya merasakan aura dingin dari tubuh Li Zhe Liang sehingga mengurungkan niatnya.
"Lanjutkan perjalanan!" perintah Li Zhe Liang.
"Baik, tuan!" jawab serentak para bawahan Li Zhe Liang.
"Zhe Liang! Aku akan membuka jalan," ucap Yang Ruo Li dengan semangat.
Tadi sewaktu masuk ke dalam ruang dimensi untuk mengambil mata air spiritual, Yang Ruo Li melihat jelas ruang dimensinya sudah semakin besar. Semua dikarenakan dirinya mengikat kontrak dengan api surgawi. Tingkat kultivatornya juga meningkat sehingga gadis muda itu ingin mencoba sejauh mana perkembangan kekuatan spiritual yang dimiliki olehnya dan menawarkan diri menjadi pembuka jalan bagi rombongan Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang mengkhawatirkan keselamatan Yang Ruo Li, tetapi dirinya tidak melarang keinginan gadis muda itu sehingga memberi isyarat mata kepada Lu Jing.
"Nona Ruo Li bisa membawa Qi Lin untuk membuka jalan bersama," usul Lu Jing.
"Benar juga. Lan Long belum pernah keluar dari portal rahasia. Ini bisa menjadi kesempatan baginya untuk berlatih," jawab Yang Ruo Li.
Sosok gadis muda itu menghilang seketika dan muncul di dalam ruang dimensi cincin lotus. Lan Long sedang duduk patuh di samping kolam mata air spiritual.
"Lan Long! Ayo ikut aku keluar!" ajak Yang Ruo Li.
"Nona! Aku mau keluar!" teriak Xue Qiu sambil melompat keluar dari dalam kolam mata air spiritual.
"Boleh saja, tetapi kamu harus memakai jimat penghilang spiritual," ucap Yang Ruo Li.
"Iya!" Jawab Xue Qiu dengan semangat.
Yang Ruo Li mengambil jimat berwarna putih dan menempelkannya di cangkang Xue Qiu. Jimat itu berubah menjadi bulatan kecil berwarna hitam.
Yang Ruo Li melirik sekilas ke arah Shan Dian alias Bai Hu yang masih tenang berendam di dalam kolam air spiritual sebelum keluar dari ruang dimensi.
"Bai Hu mau ikut?" tanya Yang Ruo Li.
Walaupun Bai Hu masih kecil dan tidak mempunyai kekuatan spiritual, gadis muda itu yakin dirinya bisa melindungi Bai Hu sekarang. Selama ini Bai Hu tidak diperbolehkan keluar karena Yang Ruo Li tidak ingin dia terluka. Xue Qiu dan Lan Long akan ikut bersamanya sehingga gadis muda itu tidak ingin meninggalkan Bai Hu sendirian kesepian di ruang dimensi.
Shan Dian alias Bai Hu menggelengkan kepalanya dengan cepat. Saat ini dirinya sudah merasakan kekuatan spiritualnya berangsur pulih. Tidak lama lagi dirinya bisa keluar dari ruang dimensi tanpa perlu bantuan Yang Ruo Li sehingga menolak ajakan gadis muda itu.
"Baiklah kalau begitu. Kami pergi dulu," kata Yang Ruo Li.
***
Selamat siang readers. Bab ini up pukul 16.45 wita. Di tunggu bab malam ya. Semoga keduanya lancar hari ini.
Spoiler cerita : Akan ada kendala di dalam perjalanan Yang Ruo Li dan pastinya berasal dari para musuhnya. Setelah masalah terselesaikan, akan tiba saatnya identitas Yang Ruo Li sebagai gadis yang bersama Li Zhe Liang di malam itu akan terungkap. Ikutin terus ceritanya ya readers 🤗
Hari senin waktunya vote nih readers 🤗🤗🙏
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE