
***Tenda besar Li Zhe Liang***
Xue Qiu yang sudah kembali ke ukuran semula melompat ke atas tubuh Yang Ruo Li.
"Nona! Nona! Bangunlah!" panggil Xue Qiu.
Xue Qiu berulang kali memanggil Yang Ruo Li. Ikatan kontrak dan telepati antara mereka berdua membuat Yang Ruo Li mendengar jelas panggilan Xue Qiu.
Secara perlahan Yang Ruo Li membuka kedua matanya. Hal pertama yang muncul dalam pandangannya tentulah sosok Xue Qiu yang berada di atas tubuhnya.
"Xue Qiu!" kata Yang Ruo Li.
"Hore! Nona sudah bangun!" pekik Xue Qiu sambil menggosokkan cangkang telurnya ke tubuh Yang Ruo Li dengan riang.
Yang Ruo Li memeluk Xue Qiu dan duduk bersandar di atas tempat tidur. Pandangan matanya melihat sekeliling ruangan.
"Ini pasti tenda Zhe Liang. Di mana Zhe Liang sekarang?" gumam Yang Ruo Li.
Gadis muda itu menduga Lu Jing dan Feng Teng membuat tenda besar ini untuk tempat peristirahatan mereka semua. Dirinya bisa mempunyai pemikiran itu karena tandu untuk mengangkat Mu Dan dari Kediaman Keluarga Yang ke Paviliun Ru Yi juga dibuat oleh kedua bawahan kepercayaan Li Zhe Liang dengan cekatan.
Yang Ruo Li bermaksud turun dari tempat tidur dan merasa terkejut melihat pakaian baru yang melekat di tubuhnya saat ini.
"Racun laba-laba hitam kuno!" gumam Yang Ruo Li sambil memeriksa pergelangan kaki kanannya.
Tidak terlihat lagi bekas luka racun di sana. Tubuhnya pun terasa ringan sehingga Yang Ruo Li menduga Li Zhe Liang sudah membantunya menghilangkan racun tersebut.
"Apa saja yang terjadi selama aku pingsan? Mungkinkah Zhe Liang memiliki darah naga dan darah phoenix di cincin penyimpan batu rubi?" ucap Yang Ruo Li.
Satu-satunya saksi yang bisa menjawab semua pertanyaan Yang Ruo Li hanya lah Xue Qiu sehingga gadis muda itu menanyainya.
"Xue Qiu! Bagaimana racun laba-laba hitam kuno dihilangkan dan kenapa tubuhmu bisa kembali seperti semula?" tanya Yang Ruo Li.
"Nona dibawa pulang ke perkemahan ini. Alchemist pria itu mengatakan racun nona bisa ditekan dan dihancurkan dengan kekuatan spiritual sehingga pria itu berendam di dalam air hangat berisi pil elixir spiritual, menggunakan bola kristal ribuan tahun serta kekuatan spiritualnya menyelamatkan nona, sedangkan jimat pengecilnya hilang sendiri dari cangkangku," jawab Xue Qiu panjang lebar.
"Zhe Liang pasti menghabiskan banyak kekuatan spiritualnya untukku. Padahal pintu portal rahasia akan terbuka dalam waktu dekat," kata Yang Ruo Li.
"Siapa yang mengganti pakaianku yang basah?" tanya Yang Ruo Li dengan perasaan was-was.
"Pria itu yang mengganti pakaian nona," jawab Xue Qiu dengan jujur.
"Apa?" teriak Yang Ruo Li spontan.
Wajah Yang Ruo Li merona merah seketika membayangkan tubuh polosnya terlihat oleh Li Zhe Liang.
"Zhe Liang tidak mungkin meminta Kak Lu Jing ataupun Kak Feng Teng mengganti pakaianku. Zhe Liang pasti terpaksa melakukannya karena pakaianku basah. Lagi pula Zhe Liang sudah menyelamatkan nyawaku. Aku tidak akan membuat perhitungan dengannya kali ini," kata hati Yang Ruo Li.
Gadis muda itu berusaha memberikan alasan untuk menenangkan perasaan hatinya. Tiba-tiba pandangan matanya menatap ke arah jalan masuk tenda karena mendengar suara derap langkah kaki yang mendekati tenda.
"Tenang Ruo Li! Tenang Ruo Li!" kata hati Yang Ruo Li sambil
Sementara Xue Qiu di dalam pelukan Yang Ruo Li bersikap tenang karena dirinya tahu Li Zhe Liang sudah berangkat ke portal rahasia.
"Nona Ruo Li sudah siuman. Apakah nona ada merasa tidak baikkan? Feng Teng mendengar suara teriakan nona!" ucap Feng Teng.
Feng Teng merasa terkejut Yang Ruo Li bisa siuman dalam waktu yang tidak lama. Padahal Chong Yun memprediksi Yang Ruo Li akan siuman dua hari kemudian.
"Tidak apa-apa Kak Feng Teng. Aku baik-baik saja," jawab Yang Ruo Li.
Pandangan mata gadis muda itu masih melihat ke arah belakang Feng Teng karena masih mendengar suara langkah kaki.
Yang Ruo Li merasa kecewa disebabkan bukan Li Zhe Liang yang datang, melainkan seorang gadis muda berpakaian serba hitam.
"Nona Ruo Li! Perkenalkan, aku Fu An!" sapa gadis muda itu sambil memberi hormat ke Yang Ruo Li.
"Fu An? Kak Feng Teng, Fu An adalah teman Zhe Liang?" tanya Yang Ruo Li dengan raut wajah bingung dan perasaan hati yang gelisah.
"Nona Ruo Li. Fu An adalah anggota pasukan rahasia tuan dan diperintahkan untuk melindungi nona," jawab Fu An.
"Benar sekali, Nona Ruo Li! Perjalanan menjelajahi portal rahasia sangat bahaya sehingga tuan memanggil pasukan rahasia datang ke Hutan Tengkorak untuk membantu," kata Feng Teng.
"Ternyata begitu! Di mana Zhe Liang dan Kak Lu Jing?" tanya Yang Ruo Li.
Wajah gadis muda itu menjadi semringah kembali setelah mendengar penjelasan Fu An dan Feng Teng.
"Tuan, Lu Jing, dan pasukan rahasia sudah berangkat ke portal rahasia. Aku, Fu An, dan sepuluh pengawal tinggal di perkemahan untuk menjaga Nona Ruo Li yang masih belum siuman," jawab Feng Teng.
"Pintu portal rahasia sudah terbuka? Kak Feng Teng! Kita nyusul Zhe Liang sekarang," ucap Yang Ruo Li dengan antusias.
" Baik, Nona Ruo Li!" jawab Feng Teng dengan semangat.
Dalam waktu singkat rombongan Yang Ruo Li berangkat menuju portal rahasia.
***
Halo readers. Bab ini author up pukul 17.00 wita.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya nanti malam ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE