GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 212. Rencana Ruo Li


***Kamar batu tempat Yang Ruo Li dikurung***


A Sim berjalan mendekati Yang Ruo Li, sedangkan kedua ahli formasi lainnya terduduk di atas tanah sambil membenamkan wajah mereka di atas lutut serta memeluk lutut dengan erat.


Tubuh kedua ahli formasi itu gemetaran karena takut dengan Sekte Sesat dan frustasi bahwa mereka pasti akan terkurung selamanya di sana.


"A Liang. Kita harus bagaimana? Aku tidak mau mati dan menjadi boneka Sekte Sesat," keluh A Sim dengan mata berkaca-kaca.


A Sim menyesali tindakan nekatnya untuk ikut mendaftar demi bayaran yang tinggi dan menghiraukan peringatan dari A Long.


"Selama formasi besar belum selesai diperbaiki, nyawa kita masih bisa dipertahankan," jawab Yang Ruo Li.


"Bagaimana setelah lima hari kemudian?" tanya A Sim.


"Semoga saja ada yang bisa menyelamatkan kita di saat itu," jawab Yang Ruo Li.


"Ayo kita berbaring untuk beristirahat. Aku sangat lelah," lanjut Yang Ruo Li dan berjalan ke arah salah satu tempat tidur serta berbaring di sana.


A Sim pun sangat kelelahan sehingga ikut berbaring di atas tempat tidur lainnya. Beberapa saat kemudian kedua ahli formasi itu pun ikut tidur beristirahat untuk memulihkan kekuatan mereka.


Besok pagi pengikut Sekte Sesat pasti akan membawa mereka ke tempat formasi besar lagi untuk bekerja. Jika mereka gagal, mereka yakin akan mengalami akhir hidup yang tragis.


Dua puluh menit kemudian Yang Ruo Li membuka kedua matanya yang terpejam rapat dan mengeluarkan lempengan giok milik Lan Xi, lalu mendekatkan ke bibirnya.


"Lan Xi. Lan Xi," panggil Yang Ruo Li dengan suara kecil.


Beberapa saat kemudian sosok Lan Xi yang ditunggu, tidak muncul di hadapan Yang Ruo Li. Pada awalnya Yang Ruo Li mengira bisa meminta bantuan Lan Xi untuk datang dan bersama-sama menyelidiki keberadaan anak hilang.


Yang Ruo Li berfirasat semua anak hilang itu pasti di kurung di suatu tempat di dalam lembah Pegunungan Wu Dong.


"Sial! Lingkaran sihir di ruangan ini memblokir transmisi suara keluar," kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li bisa saja menggunakan keahliannya untuk merusak lingkaran sihir, tetapi hal ini akan mengakibatkan penyamarannya terbongkar.


Rencana pertama Yang Ruo Li untuk menghubungi Lan Xi gagal sehingga dirinya memutuskan tinggal selama beberapa hari di dalam ruang rahasia bawah tanah sambil memikirkan rencana lain untuk melarikan diri dari ruang rahasia bawah tanah.


Formasi besar itu bisa dipastikan tidak akan berfungsi lagi karena Yang Ruo Li sudah merusaknya secara diam-diam.


***Di sekitar lembah Pegunungan Wu Dong***


Tiga hari kemudian terlihat Feng Teng, Fu An, dan Fu Rong sedang mengawasi lembah Pegunungan Wu Dong dari kejauhan.


Feng Teng dan dua puluh pasukan rahasia tiba di sana dua hari yang lalu dan mendengarkan laporan dari Fu Rong bahwa Yang Ruo Li dibawa masuk oleh prajurit Bangsawan Fu Chen ke dalam lembah Pegunungan Wu Dong dan belum keluar dari sana.


Feng Teng segera memerintahkan lima orang pasukan rahasia yang ahli menyamar untuk masuk ke dalam lembah Pegunungan Wu Dong dan mencari jejak Yang Ruo Li.


"Kak Feng Teng. Sampai saat ini belum ada tanda isyarat yang diberikan oleh anggota pasukan rahasia. Aku duga mereka belum menemukan nona Ruo Li," ucap Fu Rong.


"Apa yang harus kita lakukan Kak Feng Teng? Putra mahkota sudah menuju ke sini. Apakah kita menyerang lembah Pegunungan Wu Dong sekarang?" tanya Fu An.


Mereka bertiga sudah membaca surat jimat burung bangau dari Lu Jing tentang kedatangan Li Zhe Liang dan akan tiba dalam waktu dekat.


Fu Rong dan Fu An merasa bersalah karena kehilangan jejak Yang Ruo Li. Padahal mereka berdua sudah menyusul masuk ke dalam lembah Pegunungan Wu Dong secepatnya, tetapi banyaknya formasi sihir hitam di sana membuat mereka kehilangan jejak Yang Ruo Li.


"Jangan bertindak gegabah. Kita tunggu perintah dari putra mahkota," jawab Feng Teng.


"Baik kak Feng Teng," jawab Fu Rong dan Fu An bersamaan.


Yang Ruo Li sedang berkumpul bersama kelompok ahli formasi yang menjadi tahanan di ruang rahasia bawah tanah sambil menunggu perintah dari Wu Kong.


Saat ini tinggal tiga bagian dari formasi besar yang belum selesai diperbaiki. Pengikut Sekte Sesat sangat gembira dengan proses perbaikan formasi besar yang berjalan lancar.


Pengikut Sekte Sesat tidak akan menyangka saat semua bagian sudah selesai diperbaiki dan formasi besar bisa digunakan, maka pada saat itulah formasi besar hancur karena sudah dirusak oleh Yang Ruo Li dibagian titik tertentu.


Wu Kong datang dan mencari Yi Bo. Wajah Wu Kong terlihat tegang. Yang Ruo Li mengeluarkan bantuan andesit secara diam-diam dari cincin penyimpan batu giok miliknya, untuk menguping pembicaraan antara Wu Kong dan Yi Bo.


"Yi Bo! Bangsawan Fu Chen ingin formasi besar selesai diperbaiki hari ini!" ucap Wu Kong.


"Kenapa mendadak sekali? Apa yang terjadi di luar sana?" tanya Yi Bo.


"Pangeran Tang Song menghilang. Setiap hari Putri Tang Ying menangis dan merengek meminta bantuan Bangsawan Fu Chen untuk mencari Pangeran Tang Song. Bahkan Putri Tang Ying sudah mengirim kabar ini ke Kerajaan Tang. Kemungkinan besar akan ada pasukan Kerajaan Tang datang mencari Pangeran Tang Song. Pasukan boneka Bangsawan Fu Chen harus sudah lengkap sebelum mereka tiba," jelas Wu Kong.


"Baiklah. Aku akan memaksa mereka menyelesaikan hari ini," jawab Yi Bo.


Yang Ruo Li tertawa kecil di dalam hati. Tidak disangka Tang Song yang dijual olehnya bisa membuka peluang untuk melarikan diri dari ruang rahasia bawah tanah.


Yang Ruo Li yakin Bangsawan Fu Chen hendak menyembunyikan pasukan boneka dari Kaisar Tang sehingga menjadi panik dengan kedatangan pasukan Kerajaan Tang dalam waktu dekat.


Beberapa saat kemudian Yi Bo berjalan menghampiri kumpulan orang yang bertugas memperbaiki formasi besar.


"Hari ini ketiga bagian formasi besar yang rusak harus diperbaiki semuanya. Jika kalian berhasil melakukannya, aku akan membebaskan kalian," ujar Yi Bo ke Yang Ruo Li dan semua ahli formasi, yang menjadi tahanannya.


"Baik tuan," jawab mereka serentak.


"A Liang. Kamu yang memimpin formasi seperti biasanya!" perintah Yi Bo.


"Baik tuan," jawab Yang Ruo Li dengan patuh.


Keahlian Yang Ruo Li tidak diragukan lagi oleh mereka semua. Yang Ruo Li mulai memperbaiki formasi besar. Gerakan jari tangannya yang cepat menggambar formasi membuat semua orang mengikutinya.


Semuanya berjalan sangat lancar dan terlihat jelas satu bagian sudah berhasil diperbaiki. Wajah Yi Bo berseri-seri sambil menatap intens formasi besar yang berada di tengah.


Yi Bo sudah membayangkan ratusan roh anak bisa dipakai oleh dirinya dan para pengikut Sekte Sesat. Yi Bo berencana membawa A Liang ke dalam kelompok Sekte Sesat.


Di daratan Zhong Yuan sangat sulit menemukan ahli formasi yang berbakat seperti A Liang, pemuda dari Kota Chang Sa. Yi Bo yakin ulat pelacak di dalam tubuh A Liang akan membuat pemuda itu tidak bisa lepas dari cengkeraman Sekte Sesat.


"Celaka! Apa yang terjadi?" teriak Yi Bo melihat formasi besar berfluktuasi besar secara tiba-tiba. Hanya ada satu kemungkinan penyebabnya yaitu ada anggota yang salah menggambar mantra.


Yang Ruo Li berdiri dari posisi bersilanya dan berlari menghampiri salah satu anggota Sekte Sesat yang sedang menggambar mantra. Yang Ruo Li membantu memperbaiki kesalahan itu sehingga formasi besar menjadi tenang kembali dan satu bagian berhasil di perbaiki lagi.


Yang Ruo Li menghentikan gerakan jari tangannya dan menatap ke arah Yi Bo.


"Ada apa A Liang? Kenapa kamu tidak melanjutkannya? Tinggal satu bagian lagi!" ujar Yi Bo dengan ketus.


***


Selamat malam readers. Besok Zhe Liang akan muncul ya. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok siang.


Author mau mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Adha untuk readers yang merayakannya.


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE