GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 156. Terkurung


***Aula Besar Kota Shang Ri La***


Chong Yun bergidik ngeri melihat siksaan perlahan yang dilakukan oleh Yang Ruo Li ke Wen Hui Min sehingga pria itu menoleh ke arah Li Zhe Liang.


"Zhe Liang. Yang Ruo Li sangat kejam. Ini akan menjadikannya musuh besar dari Penguasa Kota Shang Ri La," ucap Chong Yun.


Chong Yun berusaha mengingatkan Li Zhe Liang agar pria itu bergerak menghentikan Yang Ruo Li. Akan tetapi, harapan Chong Yun sia-sia dan hampir muntah darah ketika mendengar jawaban Li Zhe Liang.


"Hanya wanitaku yang boleh menindas orang. Jika Kota Shang Ri La tidak bisa ditempati, aku akan membawanya pulang ke Kerajaan Dong Ming," ucap Li Zhe Liang dengan tegas dan yakin.


Li Zhe Liang sama sekali tidak peduli dengan kekuasaan yang dimiliki oleh Bangsawan Fu Chen sebagai penguasa kota Shang Ri La. Bahkan dirinya bisa menjadikan Kota Shang Ri La milik Yang Ruo Li dengan mudah jika gadis muda itu menginginkannya. Li Zhe Liang tahu Yang Ruo Li sedang menghukum Wen Hui Min atas nama Mu Dan.


Wen Hui Min memang pantas mendapatkan siksaan api surgawi. Selama enam belas tahun Mu Dan juga disiksa dengan kejam oleh Huo Rong dan Keluarga Yang.


Jika saja pada saat itu Wen Hui Min mau menolong Mu Dan maka wanita licik itu tidak akan mengalami penderitaan sekarang. Semua hal yang terjadi adalah akibat dari kejahatan Wen Hui Min sendiri.


***


"Hentikan, Ruo Li. Hentikan! Ampun," pinta Wen Hui Min dengan suara lemah dan bergetar.


Keadaan wanita licik itu sangat menyedihkan dengan luka bakar di mana-mana. Rambut dan alisnya pun hampir habis terbakar.


"Kenapa aku harus mengampunimu?" tanya Yang Ruo Li.


*Aku ibunya Jiu Yun. Jika kamu mengampuniku, aku akan membiarkan Jiu Yun menikahimu," jawab Wen Hui Min.


"Argh!" pekik Wen Hui Min kesakitan dan memuntahkan darah segar. Kali ini Pedang Api Kunlun terbang ke arahnya dan menghantam punggungnya dengan keras.


Semua orang yang membisu merasa ngeri dengan kekuatan dahsyat Li Zhe Liang. Mereka yakin api surgawi milik Li Zhe Liang lebih hebat daripada api surgawi milik Yang Ruo Li.


"Wen Hui Min! Aku kira otakmu pun sudah terbakar sehingga tidak bisa berpikir jernih. Sejak kapan aku meminta dinikahi oleh Fu Jiu Yun?" ujar Yang Ruo Li.


"Li Er tidak menyukai putramu! Li Er yang memutuskan pertunangan itu!" murka Li Zhe Liang dengan ekspresi wajah yang dingin.


"Wen Hui Min. Kamu kira aku buta seperti Yang Rong Xian, Peng Wei Wei, dan Lim Hsuang Huang sehingga menyukai Fu Jiu Yun?" tanya Yang Ruo Li.


"Walaupun Li Er buta, juga tidak boleh menyukai Fu Jiu Yun!" ujar Li Zhe Liang dengan tegas.


Chong Yun, Lu Jing, dan Feng Teng spontan menggaruk hidung mereka yang tidak gatal karena perkataan Li Zhe Liang.


"Zhe Liang sangat posesif," kata hati Chong Yun.


Sementara Yang Ruo Li hanyalah tersenyum kecil dan melirik sekilas ke wajah dingin tanpa ekspresi Li Zhe Liang.


Wen Hui Min menarik napas panjang. Wanita licik itu tahu ajalnya sudah tiba.


"Yang Ruo Li. Apa mau mu sekarang?" tanya Wen Hui Min dengan pasrah.


"Wen Hui Min. Kamu tidak membalas budi ibuku dan ingin membakarnya di aula besar Kota Shang Ri La. Aku tidak akan mencabut nyawamu sekarang. Aku akan membuatmu menderita seumur hidup!" jawab Yang Rup Li.


Api surgawi memancar dari tubuh Yang Ruo Li dan menembus tubuh Wen Hui Min dengan cepat. Jiwa Pil Wen Hui Min rusak dalam hitungan detik di bakar oleh api surgawi.


"Ahhh!" pekik Wen Hui Min sambil memuntahkan darah berulang kali.


***


"Ayo pergi!" ucap Pejabat Peng Chong ke Tetua Peng Mu dan sisa bawahannya sambil menarik tangan Peng Xiao Ran. Tua bangka itu merasa ngeri dan takut akan kekuatan api surgawi.


"Tidak ada satu orang pun yang bisa pergi!" Suara Li Zhe Liang yang tegas menggema di tengah aula besar Kota Shang Ri La.


Li Zhe Liang mengibaskan tangannya dan dalam hitungan detik muncul penghalang kasat mata menghalangi jalan keluar sehingga mereka semua terkurung di tengah aula besar Kota Shang Ri La dan tidak bisa melarikan diri.


Tetua Peng Mu dan Tetua Huo Guang berusaha menggabungkan sisa kekuatan spiritual mereka untuk menerobos penghalang itu dan tidak berhasil. Tubuh mereka berdua terpental dan jatuh ke atas tanah.


"Sihir Tembok Raksasa!" kata Tetua Wu Yuan yang mengenali tembok penghalang itu.


"Oh tidak! Kita terkurung!" teriak Pejabat Peng Chong dengan panik.


"Ibu! Aku mau pulang!" teriak Huo Si Cheng sambil menangis.


"Dasar cengeng!" ejek Peng Xiao Ran.


"Wanita jelek!" balas Huo Si Cheng tidak mau kalah.


"Diam kalian berdua!" bentak Pejabat Peng Chong.


Pejabat Peng Chong segera berlutut di hadapan Li Zhe Liang dan Yang Ruo Li.


"Cepat kalian semua berlutut kepada Nona Ruo Li dan tuan muda!" perintah Pejabat Peng Chong.


Walaupun ada beberapa yang enggan mengikuti perintah Pejabat Peng Chong termasuk Peng Xiao Ran, tetapi mereka tidak berani membantah perintah Pejabat Peng Chong dan semuanya berlutut.


Li Zhe Liang dengan mudahnya menggunakan Sihir Tembok Raksasa menghadang mereka semua membuat Pejabat Peng Chong yakin kekuatan spiritual Li Zhe Liang sangatlah luar biasa.


Satu Yang Ruo Li saja sudah membuat mereka kelabakan menghadapinya. Apa lagi jika di tambah dengan Li Zhe Liang maka bisa dipastikan nyawa mereka akan menghilang.


"Tuan muda. Nona Ruo Li. Mohon ampuni kami semua. Aku berjanji tidak akan berniat buruk merebut api surgawi lagi," pinta Pejabat Peng Chong.


Tentu saja Pejabat Peng Chong berbohong. Dirinya merendahkan diri saat ini untuk mencari kesempatan membalas Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang di kemudian hari.


Pejabat Peng Chong sudah berencana akan meminta bantuan dari kultivator tinggi kerajaan lain dengan membayar sejumlah uang. Pria tua bangka itu percaya godaan api surgawi akan membuat banyak kultivator mau bekerjasama dengannya.


"Zhe Liang. Kamu percaya ucapan Pejabat Peng Chong?" tanya Yang Ruo Li.


"Tidak! jawab Li Zhe Liang dengan singkat.


Aura dingin dan hawa membunuh muncul dari tubuh Li Zhe Liang dan menakuti mereka semua.


"Ayah. Aku tidak mau mati," ucap Peng Xiao Ran sambil menggoyang-goyangkan tangan Pejabat Peng Chong. Tubuh gadis jelek itu gemetaran.


"Ruo Li. Aku tulus ingin menikahimu. Tanpa api surgawi pun, aku akan menikahimu," kata Huo Si Cheng dengan tidak tahu malu dan menatap intens ke Yang Ruo Li untuk menunjukkan ketulusan hatinya.


***


Halo readers setia. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya. Huo Si Cheng akan mendapat hukuman dari Zhe Liang nih.


TERIMA KASIH SEMUA DUKUNGANNYA READERS TERCINTA🤗


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE