
***Kediaman Bangsawan Fu Chen***
Yang Ruo Li berfirasat Peng Wei Wei akan menggunakan racun yang mirip dengan racun pemikat dari Peng Xiao Ran. Hanya saja kali ini dirinya tidak akan mudah terkena racun sejenis itu lagi.
"Peng Wei Wei? Wanita di tepi sungai Hutan Tengkorak?" tanya Li Zhe Liang.
"Iya," jawab Yang Ruo Li.
"Li Er! Apa yang telah dilakukan wanita itu terhadapmu sehingga kamu membuat wajahnya hancur?" tanya Li Zhe Liang.
"Peng Xiao Ran memberikan raβ¦."
Yang Ruo Li menghentikan perkataannya karena teringat akan racun pemikat di tubuhnya lah yang membuatnya berhubungan istimewa dengan Li Zhe Liang di Hutan Tengkorak.
Jika dirinya memberitahukan Li Zhe Liang tentang racun pemikat, dengan kepintaran pria tampan itu pasti bisa menebak Yang Ruo Li adalah gadis berjubah hitam.
Gadis yang mengambil jubah hitam Li Zhe Liang dan meninggalkannya tertidur di tengah hutan dalam keadaan polos. Dan juga gadis yang dituduh sebagai penculik hewan roh milik Li Zhe Liang. Yang Ruo Li yakin Li Zhe Liang pasti membenci gadis itu dan akan membunuhnya tanpa ampun.
Saat ini Yang Ruo Li sangat menikmati hubungan pertemanannya dengan Li Zhe Liang. Yang Ruo Li tidak ingin merusak ataupun memutuskan hubungan itu sehingga tidak berani mengakui dirinya adalah gadis itu.
"Peng Wei Wei sering memberikan racun berbahaya dan juga mengejekku si buruk rupa sehingga aku membuat wajahnya hancur dengan racun," jawab Yang Ruo Li.
Li Zhe Liang mengernyitkan matanya sambil menatap saksama wajah Yang Ruo Li. Dirinya berfirasat gadis muda itu sedang merahasiakan sesuatu darinya.
Yang Ruo Li merasa salah tingkah dengan tatapan mata Li Zhe Liang.
"Zhe Liang! Aku tidur sebentar dulu. Sampai ketemu nanti malam," kata Yang Ruo Li dan berlari kecil masuk ke dalam kamar tamu sambil memegang erat piring yang berisi buah roh kualitas tinggi.
Li Zhe Liang membiarkan Yang Ruo Li melarikan diri dan tidak mengejarnya.
"Li Er! Apa yang kamu sembunyikan dariku?" kata hati Li Zhe Liang.
***
"Hampir saja ketahuan!" gumam Yang Ruo Li sambil menepuk-nepuk dadanya.
Yang Ruo Li berjalan ke arah meja dan meletakkan piring yang berisi buah roh di sana. Kemudian mencabut satu tangkai bunga dari vas yang terpajang di atas meja.
"Jujur! Tidak! Jujur! Tidak! Jujur! Tidak!" Yang Ruo Li mencabut kuntum bunga itu satu persatu sambil menyakinkan hatinya, apakah dia harus jujur mengaku atau tidak ke Li Zhe Liang.
"JUJUR!" Mata Yang Ruo Li membulat besar melihat kuntuman bunga yang terakhir di cabutnya.
"Aku harus jujur mengaku? Bagaimana kalau Zhe Liang memutuskan hubungan denganku? Bahkan lebih parahnya membunuhku?" ucap Yang Ruo Li.
Yang Ruo Li berpikir keras keputusan apa yang akan diambilnya sekarang.
"Ah! Sudahlah! Yang paling penting sekarang adalah mendapatkan pedang penghancur untuk menyelamatkan ibu. Mungkin setelah itu Zhe Liang akan meninggalkan Kota Shang Ri La dan kita tidak akan pernah bertemu lagi. Lebih baik aku menjalani saja pertemanan dengannya sekarang," tekad Yang Ruo Li.
Perhatian Yang Ruo Li sekarang beralih ke buah roh berkualitas tinggi di hadapannya. Yang Ruo Li mengupas sebuah jeruk dan mencicipinya lagi.
"Sangat manis dan lezat sekali. Pantas saja Bai Hu menyukainya," kata Yang Ruo Li.
"Satu, dua, tiga, empat, lima! Lima buah roh ini anggap saja sebagai imbalan menunggu pedang penghancur semalaman," ucap Yang Ruo Li.
"Wen Hui Min, Lim Hsuang Hsuang, Peng Wei Wei! Aku sudah tidak sabar menyambut rencana jahat kalian," kata Yang Ruo Li sambil tersenyum lebar.
***Kediaman Wen Hui Min***
Peng Wei Wei dan Lim Hsuang Hsuang menemui Wen Hui Min untuk menceritakan tentang perlakuan Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang di taman serta kemarahan Fu Jiu Yun yang menghancurkan meja .
"Yang Ruo Li! Wanita tidak tahu malu! Berani sekali merusak reputasi Keluarga Fu!" geram Wen Hui Min sambil memukul meja.
"Nyonya Fu! Tuan muda Fu Jiu Yun sangat marah besar dan pergi meninggalkan taman," kata Peng Wei Wei.
"Jiu Yun pergi ke mana?" tanya Wen Hui Min.
"Ke kolam es. Hsuang Hsuang menduga tuan muda Fu Jiu Yun menyukai Yang Ruo Li sehingga cemburu dan marah. Racun gatalnya pasti kambuh karena itu," jawab Lim Hsuang Hsuang.
"Hsuang Hsuang! Jangan khawatir. Aku tidak akan membiarkan Yang Ruo Li menjadi menantuku. Lagi pula Jiu Yun tidak mungkin menyukai gadis jelek itu. Jiu Yun marah karena Yang Ruo Li merusak nama baiknya," jawab Wen Hui Min sambil memegang tangan Lim Hsuang Hsuang dan menepuknya dengan lembut.
Wen Hui Min tidak ingin calon menantu pilihannya ini salah paham kepada Fu Jiu Yun. Padahal Lim Hsuang Hsuang sengaja mengatakan hal itu supaya Wen Hui Min memutuskan pertunangan Fu Jiu Yun secepatnya.
"Nyonya Fu. Hubungan dekat Yang Ruo Li dengan pria itu bisa dijadikan alasan untuk memutuskan pertunangan," kata Peng Wei Wei.
"Harus ada bukti kuat Yang Ruo Li berselingkuh dengan pria itu sehingga rakyat Kota Shang Ri La akan menyalahkan gadis jelek itu," kata Wen Hui Min.
"Yang Ruo Li dan pria itu menginap di Kediaman Bangsawan Fu Chen malam ini. Nyonya Fu bisa memberikan bukti perselingkuhan Yang Ruo Li ke rakyat kota Shang Ri La," ucap Peng Wei Wei sambil tersenyum licik.
Peng Wei Wei memberikan botol kecil yang berisi racun racikan alchemist Keluarga Peng kepada Nyonya Fu .
"Wei Wei! Apa isi botol ini?" tanya Wen Hui Min.
"Racun cinta. Racun ini dicampurkan ke dalam masakan yang diantar untuk makan malam Yang Ruo Li dan pria itu .Mereka berdua akan melakukan hubungan istimewa semalaman. Racun ini sudah meresap langsung ke dalam semua masakan itu sehingga tidak akan meninggalkan bukti sama sekali," kata Peng Wei Wei panjang lebar.
Cara kerja racun cinta hampir sama dengan racun pemikat yang diberikan oleh Peng Xiao Ran untuk mencelakai Yang Ruo Li sebelumnya. Kedua racun itu dibuat oleh alchemist Keluarga Peng. Hanya saja racun pemikat lebih ditujukan untuk wanita karena akan menimbulkan aroma harum dan manis yang akan memancing lawan jenis untuk datang mendekat. Jika tidak melakukan hubungan istimewa, maka wanita itu akan mati.
Sementara efek racun cinta adalah membuat seseorang merasa panas di sekujur tubuhnya dan menginginkan hubungan istimewa dengan lawan jenisnya. Racun cinta ada obat penawarnya ataupun bisa dihilangkan pengaruhnya dengan kekuatan spiritual yang tinggi.
"Besok pagi Yang Ruo Li akan terkenal sebagai wanita murahan dan diejek rakyat Kota Shang Ri La," ujar Wen Hui Min sambil tersenyum lebar.
...***...
Halo readers. Mohon maaf bab 50 ketahan di noveltoon hingga pagi tadi baru muncul di noveltoon. Semoga bab ini lancar dan cepat ya.
Masih ada bab lanjutannya hari ini.
Di tunggu ya π€ππ
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE