
***Perkemahan pasukan rahasia Li Zhe Liang***
Ketika Li Zhe Liang berjalan keluar dari tendanya, dia melihat Chong Yun diikuti Feng Teng berjalan ke arahnya.
Chong Yun dengan senyuman lebar menghiasi wajahnya pertanda suasana hatinya sangat baik, sedangkan Feng Teng menundukkan wajahnya yang muram. Li Zhe Liang mengernyitkan alisnya dan mempunyai firasat yang tidak baik.
.
"Putra mahkota! Bagaimana keadaan Nona Ruo Li?" tanya Feng Teng.
"Li Er belum siuman. Masuklah!" perintah Li Zhe Liang sambil membalikkan tubuhnya dan berjalan masuk ke dalam tendanya.
Tentu saja Chong Yun dan Feng Teng mengerti maksud perkataan Li Zhe Liang yang menginginkan Chong Yun memeriksa keadaan Yang Ruo Li.
"Dasar pria dingin. Bilang $aja ingin aku memeriksa kondisi Yang Ruo Li!" gerutu hati Chong Yun.
Sewaktu tiba di dalam tenda, mereka berdua tercengang melihat pakaian Yang Ruo Li senada dengan warna pakaian Li Zhe Liang. Bahkan Chong Yun sengaja mengerucutkan bibirnya secara terang-terangan.
Chong Yun menghentikan langkah kakinya di samping tempat tidur. Kemudian dirinya menggunakan kekuatan spiritual untuk memeriksa pergelangan kaki kanan Yang Ruo Li.
"Racun laba-laba hitam kuno sudah berhasil ditekan dan dihancurkan oleh kekuatan spiritual. Tidak ada lagi bahaya yang mengancam nyawanya," ucap Chong Yun setelah melakukan pemeriksaan saksama.
"Kapan Li Er akan siuman?" tanya Li Zhe Liang.
"Yang Ruo Li hanyalah kultivator tingkat tiga dan berada dalam Tahap Pemurnian. Tubuhnya harus menyesuaikan diri dengan efek banyaknya kekuatan spiritual yang mengalir tadi. Paling tidak dua hari Yang Ruo Li baru bisa siuman," jawab Chong Yun.
"Baiklah! Kalian boleh pergi!" perintah Li Zhe Liang.
"Aku pun tidak mau berada di sini dalam waktu lama. Jangan cari aku lagi! Aku sibuk persiapan untuk memasuki portal rahasia!" ujar Chong Yun dengan kesal dan berjalan meninggalkan tenda Li Zhe Liang.
"Putra mahkota! Feng Teng akan ikut membantu Tuan muda Chong Yun," kata Feng Teng.
"Pergilah!" ucap Li Zhe Liang dengan singkat
Perkataan Chong Yun tadi bukanlah omong kosong belaka. Pintu portal rahasia sudah muncul tanda-tanda akan terbuka dalam waktu dekat.
Sebagai alchemist, Chong Yun mempunyai tanggung jawab meracik pil elixir ataupun racun yang akan digunakan oleh pasukan rahasia Li Zhe Liang untuk melawan monster yang berjaga di pintu portal rahasia ataupun melawan para kultivator tinggi yang akan berebutan api surgawi nantinya.
***
Setelah kepergian Chong Yun dan Feng Teng, Li Zhe Liang menarik selimut untuk menutupi tubuh Yang Ruo Li. Perasaan hatinya lapang dan lega karena nyawa Yang Ruo Li tidak terancam bahaya lagi.
Li Zhe Liang ikut naik ke atas tempat tidur dan duduk bersila di samping Yang Ruo Li. Pria dingin itu bermeditasi untuk memulihkan tubuhnya karena kekuatan spiritual yang dikeluarkannya tadi untuk menekan racun laba-laba hitam kuno. Sebisa mungkin Li Zhe Liang mengumpulkan energi di dalam tubuhnya karena dalam waktu dekat dirinya akan menjelajahi portal rahasia bersama pasukan rahasia.
Sementara itu Xue Qiu ukuran kecil berdiri mematung di salah satu kaki tempat tidur. Xue Qiu tidak berani mengusik Li Zhe Liang. Sebagai hewan roh yang terikat kontrak dengan Yang Ruo Li, Xue Qiu bisa merasakan adanya hubungan spesial antara nona nya dengan Li Zhe Liang.
Kharisma dan aura kekuatan spiritual yang kuat dari tubuh Li Zhe Liang membuat Xue Qiu gentar dan tidak berani mendekatinya. Lagi pula Yang Ruo Li terkena racun laba-laba hitam kuno juga dikarenakan olehnya sehingga Xue Qiu takut Li Zhe Liang akan menghukumnya apabila mengetahui keberadaannya.
***Perkemahan Fu Jiu Yun***
Ketiga tetua Klan Huo dan Yang Rong Le tiba di perkemahan Fu Jiu Yun yang berada di sebelah barat pintu portal rahasia, sedangkan perkemahan pasukan rahasia Li Zhe Liang berada di sebelah timur pintu portal rahasia.
Luka-luka di sekujur tubuh Huo Si Cheng sudah lebih baik. Akan tetapi, kakinya masih pincang karena cedera patah tulang di kaki sebelah kiri akibat dilempar oleh penjaga Paviliun Ru Yi dari lantai dua.
Huo Si Cheng datang ke Hutan Tengkorak karena ingin mendapatkan harta karun yang berada di dalam portal rahasia. Tentu saja dirinya ikut ke dalam kelompok Fu Jiu Yun.
"Si Cheng! Kenapa kakimu terluka?" tanya Tetua Huo Ren.
"Hanya luka ringan saja, Tetua Huo Ren!" jawab Huo Si Cheng sambil menggaruk hidungnya yang tidak gatal.
Huo Si Cheng tidak berani menceritakan peristiwa memalukan seumur hidupnya itu kepada para tetua Klan Huo sehingga mencoba mengalihkan perhatian mereka.
"Di mana Tetua Huo Si Yan?" tanya Huo Si Cheng sambil melihat ke arah belakang para tetua Klan Huo.
Wajah Tetua Huo San, Huo Ren, dan Huo Guang menjadi pucat karena mengingat lagi kematian tragis Huo Si Yan, sedangkan Yang Rong Le tidak bisa menahan amarah di dalam hatinya.
Gadis muda itu ingin menjelekkan reputasi Yang Ruo Li di perkemahan Fu Jiu Yun. Yang Rong Le tahu ketiga tetua Klan Huo tidak berani berbicara macam-macam mengenai Yang Ruo Li karena mengira gadis jelek itu memang datang ke Hutan Tengkorak bersama rombongan Fu Jiu Yun.
Yang Rong Le juga mengetahui Huo Si Cheng tidak menyukai dan merasa jijik terhadap wajah jelek Yang Ruo Li sehingga dirinya ingin memanfaatkan kakak sepupunya ini.
"Kak Si Cheng, Tetua Huo Si Yan terbunuh karena Yang Ruo Li!" ucap Yang Rong Le.
"Kurang ajar! Si buruk rupa itu berani datang ke Hutan Tengkorak. Kali ini aku pasti akan menghabisinya!" teriak Huo Si Cheng.
Yang Ruo Li bukan lagi tunangan Fu Jiu Yun sehingga membunuh gadis muda itu sangatlah mudah menurut Huo Si Cheng, karena Yang Ruo Li tidak ada bekingan lagi.
Teriakan Huo Si Cheng terdengar oleh Fu Jiu Yun sehingga pria angkuh itu berjalan ke arah sana bersama Si Han dan pengawal lainnya.
"Si Cheng! Kenapa kamu berteriak?" tanya Fu Jiu Yun dengan tegas.
" Tuan muda Fu Jiu Yun! Kami tetua Klan Huo merasa terhormat bisa bergabung dengan tuan muda menjelajahi portal rahasia!" kata Tetua Huo San sambil memberi hormat dan diikuti oleh kedua tetua lainnya.
"Tuan muda Fu Jiu Yun!" sapa Yang Rong Le dengan suara yang dibuat selembut mungkin.
Fu Jiu Yun hanya melirik sekilas ke arah Yang Rong Le. Wajah Yang Rong Le membuat pria angkuh itu teringat akan sikap tidak tahu malu Yang Rong Xian terhadapnya dan menjadikannya gosipan di kalangan rakyat Kota Shang Ri La.
Fu Jiu Yun menatap tajam ke Huo Si Cheng karena pertanyaannya belum dijawab.
"Tuan muda Fu Jiu Yun! Tetua Huo Si Yan terbunuh karena Yang Ruo Li!" kata Huo Si Cheng.
"Yang Ruo Li? Apa yang terjadi?"tanya Fu Jiu Yun dengan wajah serius. Kali ini pandangan mata Fu Jiu Yun tertuju ke Tetua Huo San.
***
Halo readers. Bab ini up pukul 17.00 wita. Di tunggu bab berikutnya nanti malam ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE