GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 81. Aku menemukanmu!


***Hutan Tengkorak***


Tetua Huo San menduga kemungkinan besar Yang Ruo Li mengikuti Fu Jiu Yun ke Hutan Tengkorak untuk mencari portal rahasia.


"Apakah Nona Yang Ruo Li datang bersama Tuan muda Fu Jiu Yun?" tanya Tetua Huo San dengan ramah.


"Mereka pasti langsung ke Hutan Tengkorak setelah tiba di Kota Shang Ri La sehingga tidak mengetahui pertunanganku dengan Fu Jiu Yun dibatalkan. Aku bisa memanfaatkannya," kata hati Yang Ruo Li.


"Benar sekali, Tetua Huo San! Aku datang bersama Tuan muda Fu Jiu Yun. Pintu portal rahasia sudah mulai terbuka sehingga tuan muda Fu Jiu Yun dan pengawalnya berangkat menuju ke sana terlebih dahulu. Aku akan menyusulnya besok pagi," jawab Yang Ruo Li.


"Pintu portal rahasia sudah mulai terbuka?" kata hati keempat Tetua Klan Huo.


Mereka semua mempercayai perkataan Yang Ruo Li karena tujuan kedatangan mereka ke Hutan Tengkorak adalah untuk menjelajah portal rahasia. Jika pintu portal rahasia sudah terbuka maka mereka harus segera menuju ke sana. Hanya Yang Rong Le seorang saja yang tidak percaya dengan perkataan gadis muda itu.


"Bagaimana mungkin Tuan muda Fu Jiu Yun membawa Yang Ruo Li ke sini? Hubungan mereka selama ini tidak dekat," kata hati Yang Rong Le.


"Kenapa kamu melukai Rong Rong?" tanya Yang Rong Le dengan suara keras.


"Adik Rong Le jangan menuduhku. Monster rajawali tingkat dua itu muncul secara tiba-tiba dan melukai kakiku. Kemudian menabrak pohon. Aku tidak bersalah," jawab Yang Ruo Li dengan yakin.


Bersamaan dengan itu tangan Yang Ruo Li sengaja mengambil Xue Qiu ukuran kecil dari dalam ikat pinggangnya tanpa disadari para tetua Klan Huo dan Yang Rong Le.


"Xue Qiu! Pancing monster jelek itu!" kata hati Yang Ruo Li.


Xue Qiu mengerti maksud perkataan Yang Ruo Li dan dengan senang hati melakukannya.


"Rajawali jelek dan bodoh! Sama seperti pemiliknya! Tidak bisa menangkapku kan? Ha Ha Ha!" teriak Xue Qiu.


Monster rajawali tingkat dua yang patuh di samping Yang Rong Le tiba-tiba menjadi brutal dan maju menyerang Yang Ruo Li. Aroma harum cangkang Xue Qiu dan suara ejekan membuat monster rajawali tingkat dua tidak bisa mengontrol amarahnya.


"Adik Rong Le! Tolong aku!" teriak Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li sengaja berlari menghindar ke arah para Tetua Klan Huo dengan terpincang-pincang.


"Rong Rong! Hentikan!"


Yang Rong Le berteriak panik memanggil nama hewan roh nya, akan tetapi monster rajawali tingkat dua mengacuhkan perintah nona nya dan fokus mengejar Yang Ruo Li.


"Tetua Huo San! Tolong aku!" pinta Yang Ruo Li sambil bersembunyi di belakang tubuh Tetua Huo San.


Monster rajawali tingkat dua sudah kehilangan akal sehatnya dan ingin menabrak tubuh Tetua Huo San.


"Monster rajawali yang bodoh!" teriak Tetua Huo San.


Tetua Huo San memancarkan kekuatan spiritual dari tubuhnya sehingga monster rajawali tingkat dua tidak bisa mendekatinya dan terhempas jatuh ke tanah.


"Rong Le! Simpan hewan roh mu sekarang juga!" perintah Tetua Huo San dengan tegas.


"Baik, Tetua Huo San!"jawab Yang Rong Le dengan patuh.


Yang Rong Le menyimpan monster rajawali tingkat dua ke dalam cincin penyimpan batu rubi merah delima ukuran kecil miliknya. Kemarahan dan kebenciannya terhadap Yang Ruo Li semakin memuncak.


Yang Ruo Li tersenyum samar melihat ekspresi wajah Yang Rong Le. Hati kecil gadis muda itu yakin Yang Rong Le pasti mencari kesempatan untuk mencelakainya.


"Pintu portal rahasia sudah terbuka. Kita tidak boleh menunda perjalanan lagi!" kata Tetua Huo San.


"Baik, Tetua Huo San!" Ketiga tetua Klan Huo dan Yang Rong Le menjawab serentak perkataan Tetua Huo San.


"Tetua Huo San! Kaki kak Ruo Li terluka karena Rong Rong. Rong Le ingin membantu merawat luka kak Ruo Li dulu dan akan menyusul ke tempat portal rahasia nantinya," ucap Yang Rong Le.


"Baiklah! Jika luka Nona Yang Ruo Li sudah baikkan, kamu bisa menyusul ke portal rahasia bersamanya. Tuan muda Fu Jiu Yun pasti sudah menunggu Nona Yang Ruo Li di sana," kata Tetua Huo San.


"Baik, Tetua Huo San!" jawab Yang Rong Le dengan patuh.


"Rong Le! Rong Le! Kamu sengaja meminta mereka pergi dulu karena ingin membunuhku. Ini juga kesempatan bagiku untuk membunuhmu," kata hati Yang Ruo Li.


Beberapa saat setelah para tetua Klan Huo berjalan meninggalkan mereka, Yang Rong Le tersenyum sinis ke arah Yang Ruo Li.


"Yang Ruo Li! Hutan Tengkorak akan menjadi kuburan mu!" teriak Yang Rong Le.


Yang Ruo Li memutar tubuhnya dengan cepat dan berhasil menghindari kelima pisau terbang itu. Bersamaan dengan itu Yang Ruo Li melemparkan sepasang jarum terbang besi hitam dengan kekuatan spiritualnya ke arah dada Yang Rong Le.


"AH!" Yang Rong Le berteriak kesakitan karena tidak menduga Yang Ruo Li akan menyerangnya juga sehingga salah satu jarum terbang menembus lengan kanannya.


Yang Rong Le memuntahkan darah segar di sudut bibirnya. Kelima pisau terbang miliknya menghantam ranting pohon dan juga bebatuan karena kehilangan kontrol dari kekuatan spiritual gadis muda itu.


Sementara sepasang jarum terbang besi hitam melesat kembali ke tangan Yang Ruo Li. Akan tetapi, suara keras benturan kelima pisau terbang itu membuat para tetua Klan Huo yang berjalan tidak jauh dari sana mendengarnya.


"Tetua Huo San! Aku akan kembali ke sana melihat Rong Le!" kata Huo Si Yan dan meninggalkan para tetua Klan Huo lainnya dengan cepat.


Tetua Huo San dan kedua Tetua Huo lainnya terpaksa menghentikan perjalanan mereka untuk menunggu Huo Si Fan kembali.


"Apa yang terjadi di sana?" kata hati Tetua Huo San.


***


Yang Ruo Li melipat kedua tangannya di depan dada dan tersenyum sinis ke arah Yang Rong Le.


"Pantas saja adik Rong Le bisa menjadi pemilik monster rajawali jelek itu. Kalian berdua sama bodohnya terkena jarum terbangku!" kata Yang Ruo Li.


"Hanya luka kecil saja!" teriak Yang Rong Le.


Yang Rong Le mengumpulkan kekuatan spiritualnya lagi untuk menyerang Yang Ruo Li. Gerakannya kalah cepat dari Yang Ruo Li. Gadis muda itu melemparkan bubuk racun ke arah Yang Rong Le.


Sekujur tubuh Yang Rong Le terasa lemas dan terkapar di atas tanah.


" Kamu kejam pakai cara kotor meracuniku!" ujar Yang Rong Le dengan suara kecil.


Yang Ruo Li berjalan terpincang-pincang mendekati Yang Rong Le. Kemudian menggunakan kekuatan spiritualnya mengontrol kelima pisau terbang milik Yang Rong Le.


"Aku memang kejam dan akan mengikuti caramu menggunakan pisau terbang tadi," kata Yang Ruo Li dengan santai.


Bersamaan dengan saat kelima pisau terbang sedang melesat ke arah tubuh Yang Rong Le, tetua Huo Si Yan muncul di sana.


"RONG LE!"


Huo Si Yan berteriak keras dan mengumpulkan kekuatan spiritual ke dalam kedua telapak tangannya dan memukulnya ke arah pisau terbang dan Yang Ruo Li.


Huo Si Yan sudah mencapai kultivator tingkat lima dan berada di dalam Tahap Penguasaan Jiwa. Tentu saja kekuatan spiritualnya jauh di atas Yang Ruo Li. Serangan mendadak dari Huo Si Yan menyebabkan gadis muda itu tidak bisa mengelak dan juga karena pergelangan kaki kanannya yang semakin sakit serta bertambah parah.


Kelima pisau terbang itu jatuh ke tanah akibat kekuatan spiritual Huo Si Yan dan menuju ke arah Yang Ruo Li. Gadis muda itu mencoba memusatkan konsentrasinya ke cincin lotus agar dirinya bisa masuk ke dalam ruang dimensi dan lolos dari serangan itu.


Keajaiban terjadi sebelum Yang Ruo Li masuk ke dalam ruang dimensi cincin lotus. Kekuatan spiritual berwarna biru langit melindungi tubuh Yang Ruo Li dan bertubrukan langsung dengan kekuatan spiritual Huo Si Yan sehingga menyebabkan bunyi ledakan di udara.


"AH!" Yang Rong Le berteriak keras terkena pantulan kekuatan spiritual Huo Si Yan sehingga tubuhnya terlempar jauh dan terhempas jatuh ke tanah, sedangkan Huo Si Yan pun terpukul mundur sepuluh langkah akibat pantulan kekuatan spiritualnya sendiri dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Sementara itu tubuh Yang Ruo Li tidak terluka sama sekali dan terlindungi sempurna oleh kekuatan spiritual berwarna biru langit itu. Gadis muda itu merasakan satu tangan besar dan hangat melingkari pinggangnya. Senyum lebar mengembang di sudut bibir Yang Ruo Li.


"Zhe Liang!" panggil Yang Ruo Li dengan senang.


Mata gadis muda itu menatap wajah dingin tanpa ekspresi Li Zhe Liang dengan saksama.


Kekuatan spiritual berwarna biru langit yang melindungi tubuh Yang Ruo Li meresap masuk ke dalam tubuh Li Zhe Liang.


"Li Er! Akhirnya aku menemukanmu!" kata Li Zhe Liang.


***


Halo readers.Bab ini author up pukul 21.00 wita dan sangat panjang ceritanya. Bab sebelumnya juga sudah panjang ya 😁


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok. Bagaimana cara menghilangkan racun laba-laba hitam kuno? Apakah Li Zhe Liang mempunyai penawar berupa darah naga dan darah phoenix yang sudah punah?


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG🤗


AUTHOR : LYTIE