GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 144. Kemunculan Li Zhe Liang


***Ruang dimensi cincin lotus***


Xue Qiu segera melompat ke dalam kolam mata air spiritual untuk memulihkan diri. Telur salju putih itu berkonsentrasi menyerap lebih banyak spiritual dari aliran mata air sehingga tidak menyadari ukuran tubuh Bai Hu alias Shan Dian lebih besar setengah kali dari ukuran sebelumnya.


Pada awalnya Xue Qiu sudah berfirasat dirinya akan menetas dalam waktu dekat. Cangkangnya yang retak kali ini mungkin merupakan awal yang baik sehingga telur salju putih itu membulatkan tekadnya untuk bermeditasi di dalam kolam mata air spiritual.


Shan Dian mencuri pandang ke arah Xue Qiu yang arogan dan bawel. Shan Dian yakin mulut ember Xue Qiu akan memberitahukan Yang Ruo Li tentang ukuran tubuhnya yang membesar saat Xue Qiu menyadarinya.


Shan Dian memutuskan bersembunyi. Harimau putih kecil itu melangkahkan kakinya secara perlahan keluar dari kolam mata air spiritual menuju tempat tidur barunya dan membaringkan tubuhnya di sana.


Shan Dian melihat ke arah kolam mata air spiritual lagi. Xue Qiu masih tenang bermeditasi di sana. Tempat tidur itu tiba-tiba terbang menjauhi kolam mata air spiritual.


Kekuatan spiritual yang diserap oleh Shan Dian sudah banyak. Sekarang harimau putih kecil itu hanya perlu bermeditasi untuk memulihkan ukuran tubuhnya seperti semula.


Tempat tidur itu terbang ke arah tanaman langka dan akhirnya berhenti di atas Pohon Darah Naga. Shan Dian yakin Pohon Darah Naga adalah tempat persembunyian yang paling tepat.


"Tuan! Shan Dian bisa bertemu dengan tuan dalam waktu dekat," kata hati Shan Dian.


Shan Dian menutup rapat kedua matanya dan mulai bermeditasi.


***Aula besar kota Shang Ri La***


Yang Ruo Li melipat kedua tangan di depan dada dan tersenyum samar ke arah Huang Chao.


Summoner pemilik monster Leopard hitam itu masih menuangkan ramuan giok di luka lehernya. Bahkan satu botol ramuan giok itu sudah habis, tetapi darah masih bercucuran dari lehernya.


"Sia-sia saja! Lukamu tidak bisa sembuh!" ucap Yang Ruo Li dengan yakin.


Huang Chao menatap Yang Ruo Li dengan tatapan nanar. Tubuhnya terhuyung-huyung dan kepalanya terasa berat. Bahkan sosok Yang Ruo Li di depannya terlihat lebih dari satu di pelupuk matanya.


"Huang Chao keracunan!" teriak Pejabat Peng Chao panik.


Darah yang bercucuran di leher Huang Chao berwarna hitam pekat. Monster Leopard hitam tingkat tujuh jatuh berguling-guling di atas tanah sambil meraung kesakitan.


"Jarum terbangku beracun," ucap Yang Ruo Li dengan santai.


Huang Chao memuntahkan darah segar berwarna hitam dari mulutnya. Tubuhnya terjatuh dengan keras di atas lantai. Summoner itu terkapar di samping Monster Leopard hitam tingkat tujuh miliknya. Dalam hitungan detik, ajal menjemput Huang Chao dan Monster Leopard hitam.


"Kasihan kamu mengikat kontrak dengan pemilik yang jahat," kata hati Yang Ruo Li.


Gadis muda itu merasa iba kepada monster Leopard hitam tingkat tujuh. Hewan roh yang terikat kontrak harus patuh dengan perintah pemiliknya. Semua perbuatan jahat yang dilakukan oleh monster Leopard hitam adalah perintah dari Huang Chao.


***


Semua anggota keempat keluarga terpandang Kota Shang Ri La menatap ngeri ke arah Yang Ruo Li. Siapa sebenarnya gadis muda itu? Benarkah dia adalah si buruk rupa dan nona sampah? Mengapa Yang Ruo Li bisa tiba-tiba menjadi kuat? Apakah karena gadis muda itu mendapatkan harta Karun dari portal rahasia?


Mereka semua yakin Qi Lin, sihir ilusi, dan racun mematikan itu pasti didapatkan Yang Ruo Li dari dalam portal rahasia. Hal ini membuat Tetua Peng Mu, Tetua dari Klan Peng dan juga Tetua Huo Guang iri dan emosi. Mereka berdua gagal masuk ke dalam portal rahasia karena ulah Li Zhe Liang.


Tetua Huo Guang termakan hasutan dari Huo Si Cheng untuk ikut bergabung menghukum mati Yang Ruo Li, sedangkan Tetua Huo San dan Tetua Huo Ren menolak ikut serta. Kedua Tetua Klan Huo itu melanjutkan perjalanan untuk meningkatkan latihan kultivasi mereka.


Pria pendatang asing dengan kekuatan spiritual yang tinggi itu tidak bisa dianggap remeh. Tetua Huo San dan Tetua Huo Ren mempunyai firasat buruk akan terjadi pertumpahan darah besar-besaran di Kota Shang Ri La dalam waktu dekat.


***


Pejabat Peng Chong merasa geram dengan kematian Huang Chong dan monster Leopard Hitam. Kartu As yang selama ini diandalkan olehnya untuk menghabisi musuhnya, hilang seketika di depan matanya. Pria tua itu menatap tajam ke arah Yang Ruo Li. Gadis muda itu membalas dengan senyuman sinis.


"Tetua Peng Mu! Bunuh Yang Ruo Li!" teriak Pejabat Peng Chong sambil menggertakkan giginya.


"Tetua Huo Guang! Tetua Yang Sin! Maju bersama Tetua Peng Mu! Aku mau melihat jasad Yang Ruo Li sekarang juga!" pekik Wen Hui Min. Kemarahan wanita licik itu sudah mencapai puncak.


Ketiga Tetua yang disebut namanya, melangkahkan kaki maju ke tengah aula besar dan berdiri di hadapan Yang Ruo Li. Mereka bertiga yakin Yang Ruo Li akan menjadi ancaman besar di kemudian hari jika tidak dibunuh hari ini.


Kemampuan dan kekuatan Yang Ruo Li yang maju pesat menjadikan gadis muda itu bagaikan bom waktu yang akan meledak kapan saja.


Walaupun nantinya mereka bertiga akan dihujat oleh rakyat Kota Shang Ri La karena bersatu membunuh Yang Ruo Li, mereka tidak memedulikan hal itu.


Yang Ruo Li penuh percaya diri menatap tajam ketiga Tetua Klan. Gadis muda itu sudah bersiap terjun ke dalam pertarungan sengit. Kekuatan yang baru saja ditunjukkan olehnya tadi belum mencapai puncaknya. Yang Ruo Li belum memperlihatkan kekuatan api surgawi sesungguhnya.


***


"Ha ha ha! Tiga Tetua Keluarga terpandang bersatu untuk membunuh seorang gadis muda. Benar-benar memalukan!"


Tiba-tiba terdengar suara seorang pria yang menggema sehingga semua kerumunan rakyat Kota Shang Ri La bisa mendengar jelas suara itu. Mereka semua memberikan tatapan menghina ke arah ketiga Tetua Klan yang berada di tengah aula besar Kota Shang Ri La. Hal itu membuat wajah mereka bertiga memerah karena merasa malu.


"Siapa kamu?" teriak Tetua Yang Sin.


Wajah Tetua Huo Guang dan Tetua Peng Mu memucat seperti warna kertas. Mereka berdua berfirasat suara itu pastilah berasal dari pria yang mereka lihat di pintu masuk portal rahasia.


Dugaan kedua Tetua itu sangat tepat. Sosok Li Zhe Liang muncul di aula besar dan berdiri tepat di samping Yang Ruo Li.


"Zhe Liang! Kamu datang!" ucap Yang Ruo Li sambil tersenyum.


"Li Er ingin mengusirku?" tanya Li Zhe Liang.


"Tidak!" jawab Yang Ruo Li dengan cepat. Gadis muda itu tersenyum manis sambil memegang erat kedua tangan Li Zhe Liang.


***


Selamat malam readers setia. Hore. Zhe Liang sudah muncul. Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok untuk melihat aksi Zhe Liang dan Li Er.


Ditunggu dukungan Vote, hadiah, like, tips iklan, dan komentar positifnya readers 🤗


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE