GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 102. Naga Bertanduk


***PORTAL RAHASIA***


Monster Ular Putih masih menjerit kesakitan dengan luka di mata kanannya akibat sepasang jarum terbang milik Yang Ruo Li.


Indra penciuman monster Ular Putih yang tajam membuatnya tahu ada sekelompok orang muncul di dekatnya dan menduga pastilah bala bantuan yang dikatakan oleh Yang Ruo Li tadi.


"Zhe Liang? Pria yang ditunggu gadis jelek itu sudah datang?" kata hati monster Ular Putih.


Rasa penasaran membuat monster Ular Putih berusaha melihat ke arah Yang Ruo Li terjatuh tadi akibat hentakan dari kepalanya. Mata kirinya yang tidak terluka melihat jelas punggung seorang pria berpakaian biru muda sedang memegang pipi gadis jelek itu.


"HA HA HA! Kamu masih sempat melihat gadis mu untuk terakhir kali!" teriak monster Ular Putih dengan sombong.


Monster Ular Putih sangat percaya diri dengan bisa racunnya. Tidak ada seorang pun alchemist yang bisa membuat pil penawar untuk bisa racun itu.


Wajah Chong Yun dan Feng Teng menjadi pucat seketika. Tadi mereka berdua melihat jelas monster Ular Putih menggigit tangan kanan Yang Ruo Li dan kemungkinan besar pasti bisa racunnya sudah menjalar masuk ke dalam tubuh gadis muda itu.


Sementara Li Zhe Liang tidak memedulikan perkataan monster Ular Putih. Tatapan matanya menatap lembut ke wajah Yang Ruo Li.


"Li Er! Ayo kita pergi!" kata Li Zhe Liang.


Yang Ruo Li menganggukkan kepalanya dengan lemah. Pandangan matanya terasa kabur dan kepalanya pusing.


Tepat pada saat Li Zhe Liang akan mengangkat tubuh Yang Ruo Li, gadis muda itu memuntahkan darah segar dari mulutnya. Kemudian matanya terpejam rapat serta tidak sadarkan diri.


"LI ER! LI ER!" teriak Li Zhe Liang memanggil Yang Ruo Li sambil menggoyangkan tangan gadis muda itu dan menyadari adanya bekas gigitan di tangan kanan.


"Sia-sia kamu memanggilnya! Dia sudah MATI!" ujar monster Ular Putih sambil tersenyum mengejek.


Li Zhe Liang meletakkan tubuh Yang Ruo Li perlahan ke atas tanah. Kemudian berdiri dan membalikkan tubuhnya menghadap monster Ular Putih.


Mata pria dingin itu memerah dan tubuhnya memancarkan aura hitam. Bayangan naga tanduk secara samar muncul dari punggung Li Zhe Liang.


"Tuan muda Chong Yun! Segel racun putra mahkota akan keluar!" ucap Feng Teng dengan panik.


Chong Yun sepemikiran dengan Feng Teng. Yang Ruo Li terluka parah sehingga membuat amarah Li Zhe Liang tidak tertahankan lagi dan hal itu membuat segel racun naga bertanduk di punggungnya menggunakan kesempatan ini untuk keluar.


Api surgawi masih belum ditemukan. Jika dibiarkan terus menerus, maka nyawa Li Zhe Liang akan terancam.


"Kamu memiliki aura hewan roh buas! Siapa kamu sebenarnya?" tanya monster Ular Putih sambil menatap tajam Li Zhe Liang.


Aura hitam yang mengelilingi tubuh Li Zhe Liang semakin tebal dan memancarkan kekuatan penghancur yang kejam sehingga membuat monster Ulat Putih merasakan bahaya besar .


Aura hitam tebal itu terus menerus meningkat dan menyebabkan pepohonan maupun tanah disekitarnya mulai bergejolak. Semuanya terbang dan hancur porak poranda bagaikan diterpa oleh angin topan yang besar.


Bayangan naga bertanduk raksasa muncul dalam wujud bayangan hitam dari punggung Li Zhe Liang. Terdengar suara raungan yang keras dari mulut bayangan naga bertanduk. Sepasang mata merahnya memancar terang dan menatap tajam ke arah monster Ular Putih.



"Mons…monster naga bertanduk purba! Bagaimana mungkin bisa berada di dalam tubuhmu?" tanya monster Ular Putih terbata-bata.


Monster Naga Bertanduk termasuk salah satu dari tiga hewan roh buas yang berbahaya dan jahat di daratan Zhong Yuan. Setiap kemunculan salah satu dari hewan roh buas itu maka akan terjadi kehancuran yang besar.


Li Zhe Liang mengacuhkan pertanyaan monster Ular Putih. Warna merah di sepasang matanya sama persis dengan mata merah bayangan monster naga bertanduk.


Api hitam menyembur keluar dari mulut bayangan monster naga bertanduk ke arah monster Ular putih sehingga membuatnya segera melarikan diri ke dalam lubang tanah. Dirinya tahu pasti kekuatannya tidak akan bisa menang. Api hitam mengejarnya tanpa ampun.


Gerakan api hitam lebih cepat daripada monster Ular Putih sehingga dalam sekejap mata terdengar teriakan kesakitan dari hewan roh tingkat delapan yang sombong itu. Tubuhnya terbakar sepenuhnya oleh api hitam dan hanya menyisakan gumpalan abu.


Gerakan api hitam itu tidak berhenti setelah monster Ular Putih mati melainkan terus menjalar ke tanah. Memporak-porandakan isi di dalamnya. Jeritan kesakitan ulat merah terdengar nyaring karena api hitam menargetkan mereka. Bau hangus terbakar menguap di dalam portal rahasia.


"HENTIKAN, ZHE LIANG ! TUBUHMU AKAN DIKUASAI OLEH NAGA BERTANDUK !" teriak Chong Yun.


Semakin banyak kemarahan yang dilampiaskan oleh Li Zhe Liang maka semakin cepat segel naga bertanduk di punggungnya akan mengambil alih tubuh Li Zhe Liang.


Pria dingin itu tidak memedulikan teriakan Chong Yun. Seolah-olah kekacauan dan kematian semua makhluk yang berada di dalam portal rahasia adalah kepuasan yang ingin dirasakannya saat ini.


"Tuan muda Chong Yun! Apa yang harus kita lakukan? Tidak ada Shan Dian yang bisa mengontrol naga bertanduk!" kata Lu Jing dengan panik.


Saat ini Lu Jing, Fu Rong, dan Fu An sudah berdiri di samping Chong Yun dan Feng Teng. Mereka semua memandang ke arah Li Zhe Liang yang mengamuk dengan rasa khawatir yang besar.


Padahal tinggal selangkah lagi Li Zhe Liang bisa mendapatkan api surgawi dan menghancurkan segel racun naga bertanduk di punggungnya. Akan tetapi, sekarang tidak ada seorang pun dari mereka yang bisa melawan maupun mencegah Li Zhe Liang.


Chong Yun berpikir keras bagaimana cara menghentikan kemarahan Li Zhe Liang. Sebagai teman dekat pria dingin itu, Chong Yun sangat mengenal sifat dan kepribadian Li Zhe Liang.


"Yang Ruo Li!" kata hati Chong Yun.


Nama gadis muda itu secara spontan muncul di pikiran Chong Yun. Hanya Yang Ruo Li seorang saja yang bisa mempengaruhi emosi Li Zhe Liang. Sikap lembut dan perhatian pria dingin itu semuanya dipersembahkan untuk Yang Ruo Li.


Chong Yun menatap ke arah gadis muda yang sedang terbaring di atas tanah dan segera berjalan mendekatinya.


"Tuan muda Chong Yun!" ucap Lu Jing, Feng Teng, Fu Rong, dan Fu An bersamaan.


Mereka berempat tidak mengerti mengapa Chong Yun menghampiri Yang Ruo Li dan bukannya Li Zhe Liang.


***


Halo readers. Bab ini up pukul 15.00 wita.


Ayuk semangatin Author dengan memberi vote yang banyak ya 😁🙏


Masih ada kelanjutan ceritanya nanti malam. Doakan lancar 🤗


Apa yang akan dilakukan oleh Chong Yun untuk menyadarkan Li Zhe Liang? Jawabannya di dalam tag komentar ya readers 🤗🤗


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE