
***Hutan Tengkorak***
Li Zhe Liang sangat yakin serpihan pakaian yang terbakar itu adalah milik Yang Ruo Li sehingga besar kemungkinan gadis muda itu bertarung dengan monster elang tingkat tujuh di sana.
Li Zhe Liang menatap tajam ke arah monster elang tingkat tujuh yang masih mengamuk menyemburkan api. Tidak terlihat sosok Yang Ruo Li di sekitarnya. Apakah gadis muda itu telah dimakan oleh monster elang tingkat tujuh?
Pemikiran itu membuat kemarahan Li Zhe Liang memuncak. Kekuatan spiritual tubuhnya memancarkan aura panas yang mengerikan. Bahkan lebih dahsyat daripada semburan api monster elang tingkat tujuh.
Hal ini membuat monster elang tingkat tujuh yang sedang mengamuk menghentikan semburan api dari mulutnya dan membalikkan badannya serta menatap Li Zhe Liang dengan perasaan gelisah.
Monster elang tingkat tujuh terintimidasi oleh kekuatan spiritual Li Zhe Liang. Nyalinya menjadi ciut dan ketakutan sehingga mengepakkan sayapnya dengan kuat untuk melarikan diri.
"KAMU TIDAK AKAN BISA LARI!" ujar Li Zhe Liang dengan tegas.
Sihir teleportasi membuat tubuh Li Zhe Liang menghilang seketika dan sedetik kemudian pria dingin itu sudah berdiri di atas kepala monster elang tingkat tujuh.
"Kamu menyakiti wanitaku! MATILAH!"
Li Zhe Liang memusatkan kekuatan spiritual di kakinya dan menginjak kuat kepala monster elang tingkat tujuh.
Monster elang tingkat tujuh meraung keras dan menggoyangkan kepalanya dengan kuat. Akan tetapi, kekuatannya kalah jauh dari Li Zhe Liang. Dalam sekejap mata tubuh monster elang tingkat tujuh jatuh dari ketinggian dan terhempas kuat di atas tanah dengan posisi Li Zhe Liang berdiri tegak di atas kepalanya.
Tubuh monster elang tingkat tujuh yang terkapar di atas tanah bergetar hebat karena ketakutan dan berfirasat buruk akan ajalnya segera tiba. Li Zhe Liang melompat turun dari kepala monster elang tingkat tujuh. Bertepatan dengan itu Lu Jing dan Feng Teng telah tiba di depan Li Zhe Liang.
Lu Jing dan Feng Teng tahu monster elang tingkat tujuh sudah berhasil dikalahkan oleh Li Zhe Liang. Mata Lu Jing berbinar-binar melihat hewan roh tingkat tujuh di hadapannya itu dan berniat meminta Li Zhe Liang memberikan monster elang kepadanya sehingga dirinya bisa menjadi seorang summoner.
Belum sempat Lu Jing mengatakan keinginannya, kekuatan spiritual Li Zhe Liang berubah menjadi bayangan pedang spiritual yang besar dan langsung memenggal kepala monster elang tingkat tujuh.
Bukan hanya itu saja pedang spiritual itu juga membelah perut monster elang tingkat tujuh dengan utuh. Li Zhe Liang mengamati saksama bagian perut yang terbelah dan menarik napas lega karena tidak menemukan potongan tubuh ataupun pakaian Yang Ruo Li di sana.
Lu Jing hanya bisa membelalakkan matanya dan merasa getir di dalam hatinya karena keinginan hatinya sudah pupus dengan cepat.
"Li Er masih hidup! Wanitaku tidak akan mudah mati!" kata hati Li Zhe Liang.
Tangan Li Zhe Liang menggenggam erat serpihan pakaian terbakar milik Yang Ruo Li dan menatap tajam ke arah Feng Teng.
"Kenapa monster elang tingkat tujuh bisa tiba-tiba muncul dan menyerang Li Er?" tanya Li Zhe Liang.
"Putra mahkota! Nona Ruo Li menyelamatkan sebutir telur salju putih dari kelompok monster badak bermata tiga. Kemudian monster elang tingkat tujuh muncul," jawab Feng Teng.
"Telur salju putih? Pasti itu telur hewan roh suci sehingga para monster mengincarnya," kata hati Li Zhe Liang.
"TEMUKAN LI ER!" perintah Li Zhe Liang.
"Baik, putra mahkota!" jawab Lu Jing dan Feng Teng bersamaan.
"Li Er! Kamu tidak boleh mati!" kata hati Li Zhe Liang.
Li Zhe Liang tidak akan menyangka gadis muda yang sedang dicarinya saat ini berada di dalam ruang dimensi cincin lotus.
Shan Dian duduk dengan patuh di samping Yang Ruo Li, sedangkan telur salju putih berada di dekat pergelangan kaki kanan Yang Ruo Li yang terluka.
Yang Ruo Li sedang memeriksa dengan saksama luka di pergelangan kaki akibat terkena semburan api monster elang tingkat tujuh. Luka itu berubah warna menjadi hitam menandakan terkena racun.
Sewaktu monster elang tingkat tujuh menyemburkan api besar ke arah Yang Ruo Li di Hutan Tengkorak, gadis muda itu secara spontan memusatkan pikirannya untuk masuk ke dalam ruang dimensi cincin lotus dan ternyata berhasil.
Padahal sebelumnya telur salju putih sama sekali tidak bisa masuk ke dalam ruang dimensi. Yang Ruo Li menduga kemungkinan besar karena dirinya sudah memiliki ikatan kontrak dengan telur salju putih sehingga bisa membawanya masuk ke dalam ruang dimensi dan membuat mereka berdua selamat dari kejaran monster elang tingkat tujuh.
"Celaka! Racunnya menyebar!" teriak Yang Ruo Li.
"Nona! Api monster elang tingkat tujuh mengandung racun laba-laba hitam kuno. Nona membutuhkan darah phoenix dan darah naga untuk menyembuhkannya," kata telur salju putih sambil melompat-lompat panik di dekat pergelangan kaki Yang Ruo Li.
Shan Dian melirik sekilas ke arah telur salju putih yang melompat-lompat dengan cangkangnya. Shan Dian mempunyai firasat yang tidak baik terhadap makhluk yang akan menetas dari telur salju putih nantinya . Shan Dian yakin itu adalah jenis hewan roh suci yang lebih kuat serta lebih hebat darinya di masa yang akan datang sehingga merasa terintimidasi.
"Racun laba-laba hitam kuno? Tidak disangka telur bodoh ini bisa mengetahui banyak hal!" kata hati Yang Ruo Li.
"Nona! Aku tidak bodoh! Aku sangat hebat!"
Telur salju putih protes terhadap Yang Ruo Li karena bisa mendengar jelas perkataan hati gadis muda itu.
"Tentu saja kamu bodoh! Naga dan phoenix adalah hewan roh suci yang sudah punah. Di mana kamu bisa mendapatkan darahnya sekarang?" tanya Yang Ruo Li dengan ketus.
Telur salju putih diam seribu bahasa karena tidak bisa menjawab pertanyaan Yang Ruo Li.
Tentu saja Yang Ruo Li menyadari racun laba-laba hitam kuno ini sangat berbahaya. Bahkan ilmu racun dari Master Beracun pun tidak bisa menemukan cara untuk membuat pil penawar saat ini karena bahannya sudah punah.
Cara terbaik untuk mengatasi racun laba-laba hitam kuno ini adalah sewaktu racun itu belum menyebar yaitu pada saat pertama kali terkena semburan api. Akan tetapi, sekarang sudah terlambat karena racun itu mulai menyebar. Jika dibiarkan racun itu menyebar maka Yang Ruo Li akan mati dalam waktu singkat.
"Aku tidak akan mati karena racun ini!" ucap Yang Ruo Li.
Gadis muda itu menggunakan semua ilmu racun yang dikuasainya untuk memadatkan racun itu di pergelangan kaki kanannya saja supaya tidak menyebar.
***
Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 20.00 wita.
Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok ya.
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE