GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 166. Kekejaman Bangsawan Fu Chen


***Kamar Mu Dan di Paviliun Ru Yi***


Yang Ruo Li tidak memedulikan Chong Yun yang membuang muka secara tiba-tiba karena gadis muda itu tidak menyadari gelagat kecil antara Li Zhe Liang dan Chong Yun.


Yang Ruo Li fokus akan kondisi kesehatan Mu Dan. Gadis muda itu mengeluarkan pil elixir yang diraciknya dari dalam cincin penyimpan batu giok miliknya. Kemudian memasukkan pil elixir itu secara perlahan ke dalam mulut Mu Dan.


"Chun Hua. Sha Sha. Jaga dan rawat ibu dengan baik. Ibu akan siuman dalam beberapa hari ke depan," pesan Yang Ruo Li.


Seharusnya pil racikan Yang Ruo Li bisa membuat Mu Dan sadar saat ini juga, tetapi racun baru yang hampir merusak organ dalam membuat tubuh Mu Dan semakin lemah.


Oleh karena itu, Yang Ruo Li memprediksi Mu Dan akan siuman beberapa hari ke depan. Kondisi Mu Dan sudah stabil saat ini. Semua racun dan luka dalam sudah berhasil dihilangkan.


"Baik Nona Ruo Li," jawab Chun Hua dan Sha Sha bersamaan.


Mu Dan hanya perlu beristirahat dan dirawat dengan baik sehingga Yang Ruo Li, Li Zhe Liang, Chong Yun, dan Feng Teng berjalan keluar dari kamar. Tentu saja Lan Long mengikuti mereka dari belakang dengan patuh dan tenang.


***


"Seharusnya aku menyiksa mereka semua dengan api surgawi hingga ajal menjemput nyawa mereka," ujar Yang Ruo Li sambil mengepalkan kedua tangannya dengan erat.


Yang Ruo Li yakin racun baru di dalam tubuh Mu Dan pasti perbuatan keempat anggota keluarga terpandang Kota Shang Ri La itu.


"Feng Teng. Perintahkan Fu Rong untuk menghancurkan Keluarga Peng sekarang juga!" ujar Li Zhe Liang.


"Baik Tuan!" jawab Feng Teng dengan patuh dan bergerak cepat meninggalkan tempat itu untuk mencari Fu Rong.


Feng Teng pun merasa marah dengan kekejaman mereka terhadap Mu Dan yang lemah dan masih tidak sadarkan diri. Bukan hanya akan dibakar di depan umum melainkan mereka sudah memberikan racun berbahaya terlebih dahulu ke tubuh Mu Dan.


"Li Er! Keluarga Yang, keluarga Peng, dan Keluarga Huo akan lenyap di Kota Shang Ri La. Hanya tinggal Bangsawan Fu Chen saja. Aku bisa melenyapkannya untukmu," ucap Li Zhe Liang.


Li Zhe Liang tidak memedulikan Kota Shang Ri La akan kacau jika kehilangan penguasa kota. Yang terpenting bagi Li Zhe Liang hanyalah mengabulkan semua keinginan Yang Ruo Li.


"Wen Hui Min sudah terluka parah dan menjadi orang yang tidak berguna seumur hidupnya. Jika Bangsawan Fu Chen ingin balas dendam, aku yang akan mencabut nyawanya dengan tanganku sendiri. Api surgawi akan menyiksanya secara perlahan hingga dia mati!" jawab Yang Ruo Li dengan yakin.


Chong Yun bisa merasakan aura membunuh keluar dari tubuh Yang Ruo Li saat gadis muda itu mengucapkan perkataannya. Aura yang sering dirasakannya dari Li Zhe Liang.


Bulu kuduk di tubuh Chong Yun berdiri semua. Chong Yun masih mengingat jelas Yang Ruo Li menyiksa tubuh Wen Hui Min secara perlahan dengan api surgawi dan juga tubuh gosong Tetua Yang Sin. Chong Yun sudah bisa membayangkan akhir tragis Bangsawan Fu Chen yaitu disiksa dengan api surgawi secara perlahan dan kemudian berubah menjadi segumpal daging bakar yang bau.


Chong Yun berfirasat kekejaman Yang Ruo Li di masa yang akan datang tidak akan kalah jauh dari kekejaman Li Zhe Liang dalam menghadapi musuh. Akan tetapi, kekejaman seperti itulah yang bisa membuat lawan menjadi gentar dan harus berpikir puluhan kali untuk menjadi musuh Yang Ruo Li.


"Li Er! Kamu bisa beristirahat sebentar dan memulihkan diri di dalam ruang dimensi. Feng Teng akan membantu menjaga keamanan Paviliun Ru Yi," kata Li Zhe Liang.


"Baiklah Zhe Liang. Kamu pun bisa istirahat memulihkan kekuatan spritualmu," ucap Yang Ruo Li.


Li Zhe Liang menganggukkan kepalanya.


"Ayo Lan Long," ajak Yang Ruo Li sambil melangkahkan kakinya menuju kamar tidur yang dipersiapkan untuknya, meninggalkan Li Zhe Liang dan Chong Yun.


"Zhe Liang. Aku tidur di mana?" tanya Chong Yun tanpa sungkan.


"Kamu bisa tidur di Penginapan Teratai," jawab Li Zhe Liang dan melangkahkan kakinya menuju kamar tamu yang dipersiapkan untuknya sebelumnya, meninggalkan Chong Yun sendirian.


"Hei! Aku sudah membantu menyembuhkan ibu Yang Ruo Li. Aku berhak tinggal di kamar tamu Paviliun Ru Yi," teriak Chong Yun dengan kesal sambil menendang batu kecil di atas tanah.


Li Zhe Liang tidak memedulikan teriakan Chong Yun dan menutup rapat pintu kamarnya sehingga membuat Chong Yun semakin kesal seperti cacing kepanasan.


Walaupun Li Zhe Liang sudah masuk ke dalam kamar, Chong Yun tahu teman dekatnya itu bisa mendengar jelas semua perkataannya sehingga dirinya sengaja mengatakan Hal itu.


Hati kecil Chong Yun sudah berteriak kegirangan membayangkan wajah hitam Li Zhe Liang ketika Yang Ruo Li menolak memakai cadar di wajahnya.


"Aku akan meminta Feng Teng menyiapkan kamar untukmu," guman Chong Yun dan melangkahkan kakinya ke depan Paviliun Ru Yi untuk mencari Feng Teng.


***Kediaman Bangsawan Fu Chen***


"Sial! Bodoh! Semuanya tidak berguna!" teriak Bangsawan Fu Chen sambil melemparkan cangkir teh ke lantai.


"Cepat periksa apakah masih ada yang hidup di aula besar Kota Shang Ri La dan juga Kediaman Keluarga Yang, Keluarga Huo, serta Keluarga Peng!" perintah Bangsawan Fu Chen kepada pengawalnya.


Bangsawan Fu Chen mempunyai firasat yang buruk akan kejadian hari ini sehingga ingin memeriksanya hingga tuntas.


Sementara itu seorang pria yang merupakan salah satu anggota pasukan sedang berlutut di hadapan Bangsawan Fu Chen dengan tubuh gemetaran. Pria itu bernama Ta Pau dan termasuk dalam dua puluh orang yang selamat dari kematian tragis di aula besar Kota Shang Ri La.


Ta Pau terpaksa kembali ke Kediaman Bangsawan Fu Chen karena istrinya bekerja sebagai pelayan di sana. Niat awalnya membawa istrinya pergi secara diam-diam dari sana tetapi berakhir dengan tertangkap oleh pengawal Bangsawan Fu Chen.


Bangsawan Fu Chen memaksa Ta Pau menceritakan semua kejadian di aula besar Kota Shang Ri La sehingga pria tua itu menjadi geram dan murka setelah mendengarkan semuanya dari Ta Pau.


"Ta Pau! Selain kamu, siapa saja yang selamat dari sana?" tanya Bangsawan Fu Chen.


"Be…berapa pengikut Pejabat Peng Chong," jawab Ta Pau terbata-bata.


"Tidak ada anggota pasukanku yang selamat selain kamu?" tanya Bangsawan Fu Chen dengan nada menyelidiki.


"Tidak ada Tuan besar," jawab Ta Pau dengan cepat.


Ta Pau sadar Bangsawan Fu Chen tidak akan mengampuni nyawanya beserta nyawa istrinya. Sifat kejam Bangsawan Fu Chen sangat diketahui oleh semua bawahannya sehingga Ta Pau tidak mau temannya yang lolos dari kematian di aula besar Kota Shang Ri La akan menyusulnya meregang nyawa di tangan Bangsawan Fu Chen.


Ta Pau yakin beberapa temannya yang selamat pasti sudah melarikan diri dari Kota Shang Ri La saat ini.


"Tidak ada? Berani sekali membohongiku!" teriak Bangsawan Fu Chen.


Ta Pau hanya terdiam dan menundukkan kepalanya. Pria itu sudah pasrah dengan kematian yang akan menjemputnya dalam waktu dekat.


"Pengawal! Seret dia keluar. Bunuh dia di hadapan istrinya lalu jual istrinya ke tempat bordil. Jika ada terlihat anggota pasukan yang berangkat ke aula besar Kota Shang Ri La tadi, bunuh semuanya dan gantung jasad mereka di aula besar!" perintah Bangsawan Fu Chen.


"Fu Chen! Kamu penguasa kota yang busuk dan kejam! Jangan kira aku tidak tahu kejahatanmu selama ini! Rakyat Kota Shang Ri La pasti akan menyadarinya suatu saat nanti! Kamu akan mati dengan tragis!" pekik Ta Pau ketika diseret keluar oleh pengawal.


***


Halo readers tercinta. Author masukkin ide readers mengenai cadar ke dalam cerita nih. Apakah Zhe Liang akan meminta Li Er memakai cadar? 🤭🤭


Penasaran kan apa kejahatan Bangsawan Fu Chen? Mungkin sudah ada beberapa readers yang bisa menebak tepat.


Di tunggu kelanjutan ceritanya besok ya.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE