
***Tepi sungai di dalam Hutan Tengkorak***
Bayangan monster naga bertanduk tertawa sinis melihat Li Zhe Liang meringis kesakitan. Jika orang lain yang mengalami kesakitan akibat racun puluhan tahun itu, maka bisa dipastikan orang tersebut sudah berguling-guling di atas tanah saat ini.
Monster naga bertanduk tahu Li Zhe Liang merupakan lawan yang tangguh baginya. Buktinya selama puluhan tahun ini monster naga bertanduk tidak berhasil mengambil alih tubuh Li Zhe Liang sepenuhnya.
Setiap saat segel beracun di punggung Li Zhe Liang bereaksi, monster naga bertanduk hanya bisa menguasai tubuh Li Zhe Liang sebentar saja dan selalu berhasil ditekan kembali oleh Li Zhe Liang.
Ketika Shan Dian menghilang, monster naga bertanduk mengira dirinya akan berhasil mengambil alih tubuh Li Zhe Liang pada saat pria dingin itu murka dan kehilangan kesadaran di portal rahasia karena Yang Ruo Li terluka.
Monster naga bertanduk tidak menyangka dengan hanya menggendong tubuh Yang Ruo Li saja, kesadaran Li Zhe Liang muncul lagi.
Monster naga bertanduk yakin Yang Ruo Li adalah kelemahan Li Zhe Liang dan berniat memanfaatkan gadis muda itu. Akan tetapi, sekali lagi harapan monster naga bertanduk kandas karena Yang Ruo Li memiliki api surgawi.
Api surgawi adalah musuh utama dari ketiga hewan roh buas, termasuk dirinya sendiri sehingga monster naga bertanduk tidak berani mengusik Yang Ruo Li.
Beberapa saat kemudian Li Zhe Liang sudah berhasil menahan rasa sakit di dalam tubuhnya dan berdiri tegak. Matanya menatap tajam bayangan monster naga bertanduk di pantulan air sungai.
Senyum sinis monster naga bertanduk hilang seketika. Monster naga bertanduk mempunyai firasat buruk akan hal yang terjadi kepadanya selanjutnya.
"MATILAH!" ucap Li Zhe Liang dengan tegas.
Pedang Api Kunlun segera mengayunkan ujung mata pisaunya ke punggung monster naga bertanduk bertubi-tubi dan tanpa ampun.
ROARR! ROARR!
Monster naga bertanduk meraung kesakitan. Pukulan dan siksaan dari Pedang Api Kunlun membuat monster naga bertanduk merasakan sakit yang luar biasa. Dirinya yakin jika Pedang Api Kunlun menghukumnya tanpa henti maka besar kemungkinan rohnya akan binasa.
Monster naga bertanduk merasa ketakutan. Sosok Li Zhe Liang bukankah manusia biasa melainkan monster kejam yang berani mati bersamanya.
Tentu saja monster naga bertanduk tidak ingin mati sekarang sehingga berusaha bernegosiasi dengan Li Zhe Liang. Keputusannya memprovokasi Li Zhe Liang tadi sudah memberikan pelajaran berharga dan menyakitkan baginya.
"Berhenti! Bukan aku yang meracuni tubuhmu! Kamu tidak bisa menyalahkanmu!" pekik monster naga bertanduk.
Li Zhe Liang tetap diam seribu bahasa dan membiarkan Pedang Api Kunlun menghukum monster naga bertanduk.
"Kamu kira aku bodoh? Saat aku membiarkanmu keluar untuk menghancurkan pintu masuk portal rahasia, kamu menggunakan kesempatan itu untuk membiarkan racunnya menyebar. Kamu kira dengan membunuhku, kamu bisa bebas? Aku akan membinasakan rohmu sekarang juga!" gertak Li Zhe Liang dengan sinis.
Bersamaan dengan itu ukuran Pedang Api Kunlun membesar lima kali lipat dari ukuran sebenarnya dan bersiap melibas tubuh monster naga bertanduk sehingga membuat hewan roh buas itu merasa ngeri.
"Jika rohku hancur, kamu juga akan mati! Kamu tega meninggalkan gadis muda kesayanganmu itu? Aku sarankan kamu mencari cara untuk menghilangkan semua racun itu sebelum ajal menjemputmu," bujuk monster naga bertanduk.
Li Zhe Liang tertegun sejenak ketika mendengar perkataan monster naga bertanduk. Wajah Yang Ruo Li muncul di dalam pikirannya.
Monster naga bertanduk menggunakan kesempatan Pedang Api Kunlun belum memukul tubuhnya untuk segera masuk kembali ke dalam punggung Li Zhe Liang. Pedang Api Kunlun pun ikut masuk ke dalam tubuh Li Zhe Liang untuk mengawasi monster naga bertanduk.
Li Zhe Liang duduk di atas salah satu batu besar dan mengambil beberapa butir pil penawar racun dari cincin penyimpan batu rubi miliknya dan mengunyahnya dengan cepat.
Untuk sementara hanya itu yang bisa Li Zhe Liang lakukan karena dirinya tidak mengetahui pasti apa saja jenis racun di dalam tubuhnya.
Saat ini Li Zhe Liang teringat akan perkataan Yang Ruo Li di Paviliun Ru Yi beberapa waktu yang lalu. "Aku bisa mengetahui ada tidaknya racun di tubuh seorang dari wajahnya. Ini adalah ilmu warisan dari guruku."
Li Zhe Liang yakin Yang Ruo Li bisa mengetahui dirinya keracunan dan bertekad untuk menyembunyikannya. Li Zhe Liang tidak mau Yang Ruo Li khawatir padanya.
Perkataan monster naga bertanduk tadi tentu saja tidak dipercayai sedikit pun oleh Li Zhe Liang. Li Zhe Liang yakin monster naga bertanduk berpura-pura bersembunyi di dalam tubuhnya dan mengawasinya setiap saat.
Monster naga bertanduk akan menyerang di saat dirinya dalam keadaan paling lemah. Hanya saja adanya Pedang Api Kunlun membuat monster naga bertanduk tidak berani bertindak gegabah dan menunggu dengan tenang untuk kesempatan emas yang muncul sehingga bisa mengambil alih tubuh Li Zhe Liang.
***
Selamat siang readers. Masih ada satu bab lagi nanti malam ya.
Li Er akan menemukan Xue Qiu. Apakah Xue Qiu sudah tertangkap dan dijadiin telur ceplok? ðŸ¤
TERIMA KASIH
SALAM SAYANG
AUTHOR : LYTIE