GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 50. Rencana jahat


***Taman Kediaman Fu Jiu Yun***


Fu Jiu Yun merasakan firasat tidak baik ketika melihat Yang Ruo Li berlari kecil ke arah Li Zhe Liang.


"Zhe Liang! Tuan muda Fu Jiu Yun mengundang kita ke sini untuk menikmati buah roh berkualitas tinggi. Ayo duduk bergabung dengannya!" ajak Yang Ruo Li sambil menggandeng tangan Li Zhe Liang.


Yang Ruo Li membawa Li Zhe Liang menuju kursi dengan meja kosong yang tepat berada di hadapan meja Fu Jiu Yun. Mereka berdua duduk berdampingan. Li Zhe Liang duduk tenang dengan wajah tanpa ekspresinya.


"Zhe Liang. Jeruk ini buah roh berkualitas tinggi. Rasanya sangat manis dan lezat. Aku akan mengupasnya untukmu," ucap Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li mengupas dengan cepat kulit jeruk itu dan membagi dua bagian. Setengah bagian jeruk itu diberikan kepada Li Zhe Liang.


"Makanlah," kata Yang Ruo Li sambil menggigit buah jeruk di tangannya.


Li Zhe Liang menatap saksama wajah gadis muda di sampingnya yang terlihat sangat menikmati buah jeruk itu sehingga Li Zhe Liang pun ikut makan jeruk yang berada di tangannya.


"Manis bukan?" tanya Yang Ruo Li.


Li Zhe Liang menjawab dengan anggukkan kepala.


Sementara itu Fu Jiu Yun menatap tajam buah jeruk di atas mejanya yang belum dikupas habis oleh Yang Ruo Li tadi. Fu Jiu Yun menggenggam erat buah jeruk itu sehingga menjadi hancur. Tubuh Fu Jiu Yun bergetar hebat menahan amarahnya. Bahkan rasa gatal di tubuhnya muncul lagi.


"Yang Ruo Li! Kamu tidak malu mengupas jeruk untuk pria lain di depan tuan muda Fu Jiu Yun! Kamu benar-benar wanita murahan!" teriak Peng Wei Wei sambil menunjuk Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li masih menikmati buah jeruknya dengan santai dan tidak tersinggung dengan perkataan Peng Wei Wei.


"Nona Peng Wei Wei! Kenapa kamu mengakui dirimu sendiri wanita murahan?" tanya Yang Ruo Li.


" Kamu yang wanita murahan! Bukan aku!" teriak Peng Wei Wei histeris.


"Kamu memanggilku wanita murahan karena mengupas jeruk untuk temanku. Tadi kamu mengupas jeruk untuk tuan muda Fu Jiu Yun, berarti kamu wanita murahan dong. Aku hanya meniru perbuatanmu saja," jawab Yang Ruo Li.


"Yang Ruo Li!" teriak Peng Wei Wei.


"Ada apa wanita murahan?" tanya Yang Ruo Li dengan santai.


Wajah Peng Wei Wei merah padam karena marah dan segera melihat ke arah Fu Jiu Yun untuk meminta pertolongannya.


"Tuan muda Fu Jiu Yun!" ucap Peng Wei Wei dengan suara memelas.


"Peng Wei Wei! Kamu tidak perlu mengupas buah untukku!" perintah Fu Jiu Yun dengan tegas.


Fu Jiu Yun salah paham dengan perkataan Yang Ruo Li. Dirinya mengira Yang Ruo Li tidak mau mengupas jeruk karena cemburu kepada Peng Wei Wei yang mengupas jeruk untuknya sehingga amarah di dalam hatinya mereda.


"Iya," jawab Peng Wei Wei dengan suara serak karena air matanya sudah berlinang deras di pipinya.


Niatnya ingin mendapat dukungan dari Fu Jiu Yun untuk melawan Yang Ruo Li, tetapi malahan mendapat amarah dari Fu Jiu Yun.


Yang Ruo Li menggelengkan kepala melihat Peng Wei Wei yang menangis terisak-isak, tetapi diacuhkan oleh Fu Jiu Yun.


"Tuan muda Fu Jiu Yun. Apakah ada keperluan lain mengundang kita berdua ke sini?" tanya Yang Ruo Li.


"Kita? Aku meminta pelayan untuk mengundangmu saja," jawab hati Fu Jiu Yun.


Fu Jiu Yun menatap tajam ke arah pelayan wanita yang tadi membawa Yang Ruo Li ke tempatnya. Pelayan wanita itu gemetar ketakutan dan menundukkan kepalanya.


"Tidak ada!" jawab Fu Jiu Yun dengan ketus.


"Kalau begitu, kita pamit dulu!" ucap Yang Ruo Li.


Mata Fu Jiu Yun menatap tajam punggung Yang Ruo Li dan Li Zhe Liang bergandengan tangan meninggalkan taman . Fu Jiu Yun mengumpulkan kekuatan spiritual di kedua telapak tangan dan memukul meja di hadapannya dengan kuat sehingga terbelah menjadi dua.


Fu Jiu Yun melangkahkan kakinya meninggalkan tempat itu tanpa memedulikan Peng Wei Wei dan Lim Hsuang Hsuang. Kedua gadis itu mematung ketakutan dengan amarah Fu Jiu Yun dan tidak berani mengucapkan satu kata pun untuk menenangkan Fu Jiu Yun.


Fu Jiu Yun menuju kolam es untuk bermeditasi karena racun gatal di tubuhnya kambuh lagi.


Beberapa saat kemudian Peng Wei Wei tersadar dari rasa takut dan terkejut akan kejadian tadi.


"Nona Hsuang-Hsuang! Kita harus memberi Yang Ruo Li pelajaran!" kata Peng Wei Wei.


"Apa rencanamu?" tanya Lim Hsuang Hsuang.


"Yang Ruo Li akan menjadi wanita murahan yang tidak tahu malu. Besok pagi tuan muda Fu Jiu Yun akan memutuskan pertunangan," jawab Peng Wei Wei dengan yakin dan tersenyum licik.


Peng Wei Wei mengeluarkan satu botol kecil yang berisi racun khusus. Peng Wei Wei mengambil racun itu dari alchemist Keluarga Peng yang tadi datang memeriksa Fu Jiu Yun.


"Ayo! Kita temui Nyonya Fu sekarang!" ajak Lim Hsuang Hsuang.


"Baiklah!" jawab Peng Wei Wei.


Mereka berdua pun berjalan berdampingan menuju Kediaman Wen Hui Min.


***


Yang Ruo Li berjalan sambil bersiul riang. Matanya berbinar-binar menatap piring berisi banyak buah roh di tangan kirinya.


"Li Er! Kamu sangat menyukai buah roh?" tanya Li Zhe Liang.


"Tentu saja! Buah roh itu sangat manis dan lezat serta bisa menambah kekuatan spiritualku," jawab Yang Ruo Li dengan jujur.


Kekuatan spiritual yang dimiliki oleh Li Zhe Liang sudah sangat tinggi sehingga dirinya jarang memakan buah roh untuk menambah kekuatan spiritualnya.


Li Zhe Liang lebih sering memberikan buah roh kepada Shan Dian, spirit miliknya.


"Shan Dian berada di mana sekarang? Jika Li Er adalah gadis di Hutan Tengkorak, seharusnya Shan Dian ada disisinya, tetapi sampai sekarang aku tidak merasakan aura spiritual dari Shan Dian," kata hati Li Zhe Liang.


"Zhe Liang! Aku yakin mereka pasti akan beraksi malam ini!" kata Yang Ruo Li.


" Li Er tahu rencana mereka?" tanya Li Zhe Liang.


"Aku kira Peng Wei Wei sama jahatnya dengan Peng Xiao Ran karena mereka kakak adik," jawab Yang Ruo Li dengan yakin.


***


Selamat malam readers. Bab ini author up pukul 22.00 WITA. Hari ini sudah crazy up 3 bab. Semoga cepat muncul di aplikasi ya.


crazy up crazy up crazy up


Jangan lupa baca kelanjutan ceritanya besok.


GOOD NIGHT


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE