GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 205. Selir Pangeran Tang Song


***Ruang depan Paviliun Wu Dong***


Bangsawan Fu Chen tetap memperlihatkan wajah tenang dan berwibawa di hadapan rombongan Tang Song. Padahal hatinya sudah sangat kesal terhadap kebodohan Tang Ying.


Bagaimana mungkin Tang Ying bisa memberikan usul yang menggelikan? Yang Ruo Li bukanlah gadis muda bodoh yang akan mengantar nyawanya sendiri untuk datang ke Paviliun Wu Dong. Apa lagi pria misterius di samping Yang Ruo Li pasti akan melindungi gadis muda itu.


Pada awalnya rencana Bangsawan Fu Chen saat dirinya masih berada di Kota Shang Ri La adalah menggunakan Yang Lim untuk mencari Mu Dan. Bangsawan Fu Chen yakin Yang Ruo Li tidak akan melarang Yang Lim menemui Mu Dan.


Jika Mu Dan berhasil jatuh ke tangan Yang Lim, maka Yang Ruo Li akan dipaksa untuk menyerahkan api surgawi untuk menyelamatkan Mu Dan. Satu-satunya kelemahan Yang Ruo Li hanyalah Mu Dan.


"Pengawal!" perintah Bangsawan Fu Chen dengan tegas.


Tang Ying merasa gembira mendengar Bangsawan Fu Chen memanggil pengawal. Putri manja itu mengira usulnya diterima oleh Bangsawan Fu Chen, sedangkan Tang Song tidak seoptimis Tang Ying.


Pangeran kelima Kerajaan Tang itu berfirasat Bangsawan Fu Chen tidak mungkin akan mendengarkan usul Tang Ying.


"Persiapkan kamar tidur untuk Pangeran Tang Song, Putri Tang Ying, dan para pengikutnya serta tabib untuk memeriksa pengikut Pangeran Tang Song yang terluka!" perintah Bangsawan Fu Chen.


"Baik Tuan Fu Chen," jawab pengawal dengan patuh.


Pengawal itu membungkukkan badan sedikit ke arah Tang Song dan Tang Ying sambil melakukan gerakan tangan untuk meminta mereka mengikutinya.


"Silakan Pangeran Tang Song dan Putri Tang Ying. Hamba akan menunjukkan kamar tidurnya," ucap pengawal itu.


Tang Song dan rombongannya terpaksa mengikuti pengawal meninggalkan ruang depan Paviliun Wu Dong.


"Sialan! Tua bangka ini tidak menerima usulku," gerutu Tang Ying di dalam hatinya.


***


Beberapa saat kemudian Fu Jiu Yun berjalan masuk ke dalam ruang depan Paviliun Wu Dong.


"Ayah!" sapa Fu Jiu Yun sambil membungkukkan badan sedikit memberi hormat kepada Bangsawan Fu Chen.


"Jiu Yun. Duduklah!" kata Bangsawan Fu Chen.


"Ayah. Kenapa Pangeran Tang Song dan Putri Tang Ying bisa datang ke sini?" tanya Fu Jiu Yun.


"Kaisar Tang ingin memastikan api surgawi berada di tanganmu," jawab Bangsawan Fu Chen dengan santai.


Bangsawan Fu Chen yakin jika Fu Jiu Yun memiliki api surgawi sekarang maka Kaisar Tang akan meminta putra semata wayangnya untuk pindah menetap di Kerajaan Tang.


Tentu saja untuk menjadi pengawal Kaisar Tang. Lagi pula Lim Hsuang Hsuang akan dijadikan putri angkat Kaisar Tang sehingga Fu Jiu Yun tidak bisa menolak perintah dari Kaisar Tang untuk tinggal di istana.


Bangsawan Fu Chen tahu Kaisar Tang sudah mulai mencurigainya membuat pasukan rahasia secara diam-diam. Fu Jiu Yun bisa dijadikan Kaisar Tang sebagai sandera untuk melawan Bangsawan Fu Chen nantinya.


"Berarti Kerajaan Tang sudah tahu Ruo Li memiliki api surgawi?" tanya Fu Jiu Yun.


"Iya. Aku yakin Pangeran Tang Song akan mengirim berita ini ke Kaisar Tang secepatnya. Jiu Yun, dendam kematian ibumu biarkan pasukan Kerajaan Tang yang membalaskan dendam terhadap Yang Ruo Li. Kamu tidak perlu ikut campur. Untuk sementara kita akan menetap di Paviliun Wu Dong," kata Bangsawan Fu Chen panjang lebar.


"Baik ayah," jawab Fu Jiu Yun dengan patuh.


Wen Hui Min berada di dalam ruangan rahasia Fu Jiu Yun dan dijaga serta dirawat dengan baik oleh beberapa bawahan kepercayaannya sehingga Fu Jiu Yun tidak merasa khawatir meninggalkan Kediaman Bangsawan Fu Chen saat ini.


Entah mengapa Fu Jiu Yun merasa khawatir dengan keselamatan Yang Ruo Li jika berhadapan dengan pasukan Kerajaan Tang di kemudian hari. Pemuda sombong itu masih mengira Yang Ruo Li menyukainya sehingga sengaja melukai Wen Hui Min sebagai bentuk balas dendam terhadapnya.


***


Kamar pelayan berada lebih jauh dari pada kamar Pangeran Tang Song dan Putri Tang Ying sehingga Lai Yi dan tiga orang pengikut berjaga di depan kamar Tang Song serta Tang Ying.


Saat ini Tang Ying berada di dalam kamar Tang Song. Putri manja itu duduk di depan meja dengan wajah cemberut. Tang Song duduk di sampingnya dan sedang memegang sebuah lempengan giok.


Lempengan giok itu hampir sama dengan lempengan giok yang diberikan oleh Lan Xi ke Yang Ruo Li. Kegunaannya juga sama yaitu untuk mengirimkan kabar ke Kerajaan Tang.


Tang Song sedang berpikir keras apakah berita tentang Yang Ruo Li memiliki api surgawi harus dikirim ke Kerajaan Tang sekarang juga.


Tang Song yakin jika Kaisar Tang mengetahui hal itu maka akan ada pasukan Kerajaan Tang menuju Paviliun Ru Yi menangkap Yang Ruo Li.


Tang Song merasa tidak tega gadis muda secantik Yang Ruo Li harus mati di tangan pasukan Kerajaan Tang. Mungkin saja ada cara yang lebih mudah dan menguntungkan tanpa harus mengorbankan nyawa Yang Ruo Li.


Tang Ying memanyunkan bibirnya melihat keragu-raguan Tang Song mengirim berita ke Kerajaan Tang. Tang Ying tahu Tang Song sudah tergoda dengan kecantikan Yang Ruo Li.


Lempengan giok yang sama juga dimiliki oleh Tang Ying. Selir Bai Li yang memberikan kedua lempengan giok itu kepada putra dan putri kesayangannya agar bisa mengetahui keadaan mereka setiap saat.


"Kak Tang Song! Aku ada ide!" ujar Tang Ying tiba-tiba sambil mengoyang-goyangkan tangan Tang Song karena pria itu sedang melamun.


"Ide apa lagi?" tanya Tang Song dengan ketus.


Semua ide Tang Ying tidak pernah ada yang benar dan selalu menjadi masalah yang harus diselesaikan oleh Tang Song.


"Kak Tang Song temui Yang Lim dan minta Yang Ruo Li dijadikan selir kak Tang Song," jawab Tang Ying.


"Apa?" teriak Tang Song secara spontan.


Tang Song tahu Tang Ying sangat membenci Yang Ruo Li karena iri dengan kecantikan gadis muda itu. Bahkan tadi Tang Ying ingin memanfaatkan Yang Lim untuk membunuh Yang Ruo Li di sini.


"Yang Ruo Li memiliki api surgawi. Jika kak Tang Song menjadikannya selir maka api surgawi akan menjadi milik kakak. Lagi pula hubungan pertunangan Yang Ruo Li dengan Fu Jiu Yun sudah dibatalkan. Aku yakin dia pasti tidak akan menolak menjadi selir Kak Tang Song," jawab Tang Ying panjang lebar.


Di daratan Zhong Yuan, orang tua mempunyai hak menjodohkan anaknya dengan orang pilihannya sehingga cara terbaik menjadikan Yang Ruo Li selir Tang Song adalah melalui Yang Lim.


"Baiklah. Besok aku akan menemui Yang Lim," jawab Tang Song.


"Yang Ruo Li. Aku akan menyiksamu perlahan, lalu merebut api surgawi. Kamu hanya akan menjadi boneka bagi kak Tang Song," kata hati Tang Ying.


Pangeran kelima dan putri ketujuh Kerajaan Tang itu sangat yakin Yang Ruo Li tidak mungkin menolak status sebagai selir pangeran Kerajaan Tang.


***


Selamat siang readers tercinta. Pasti semuany kesal sama Tang Song dan Tang Ying 😂.


Untuk meredam kekesalan readers, author kasih visual Zhe Liang dan Li Er lagi ya 🥰



Jangan lupa baca kelanjutan cerita di bab malam ya. Li Er akan beraksi membalas rencana Tang Song dan Tang Ying.


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE