GADIS BERACUN

GADIS BERACUN
BAB 213. Ke Paviliun Wu Dong


***Ruang rahasia bawah tanah Sekte Sesat***


Yi Bo sangat gusar karena Yang Ruo Li berhenti memperbaiki formasi besar. Padahal tinggal satu bagian lagi maka formasi besar akan menjadi sempurna.


"Ma…maaf tuan. Sisa satu bagian yang harus diperbaiki adalah bagian formasi utama dan memerlukan banyak bahan langka," ucap Yang Ruo Li terbata-bata.


Yang Ruo Li pura-pura ketakutan dengan kemarahan Yi Bo. Salah satu anggota Sekte Sesat yang ikut memperbaiki formasi besar menganggap perkataan Yang Ruo Li ada benarnya.


"Bahan langka? Tetua Yi Bo. Kita memiliki banyak bahan langka. A Liang bisa periksa apakah bahannya cocok digunakan untuk memperbaiki formasi utama." ucap salah satu pengikut Sekte Sesat.


"Keluarkan semua bahan langka!" perintah Yi Bo.


Beberapa pengikut Sekte Sesat mengambil bahan langka dari cincin penyimpan batu giok milik mereka.


Wajah A Sim dan para ahli formasi yang menjadi tahanan di sana berubah pucat seperti warna kertas melihat bahan langka milik Sekte Sesat. Bahkan ada yang muntah dan pingsan.


"Tidak berguna!" ucap Yi Bo sambil memberikan tatapan menghina ke kelompok A Sim.


Yang Ruo Li bergidik ngeri melihat bahan langka milik Sekte Sesat. Kebanyakan bahan langka itu berupa organ dalam seperti jantung, hati, dan ginjal. Bahkan ada usus dan empedu.


Semuanya terlihat segar, seolah-olah pengikut Sekte Sesat mendapatkan bahan langka itu dalam waktu dekat.


"A Liang! Nyalimu lebih besar dibandingkan mereka," ujar Yi Bo.


"Aku menggunakan jimat semu sehingga tidak melihat jelas bentuk bahan langkanya," kata Yang Ruo Li sambil mengeluarkan satu batu andesit.


Yi Bo segera mengambil batu andesit itu dari tangan Yang Ruo Li. Yi Bo melihat ke arah bahan langka milik Sekte Sesat sambil memegang batu andesit itu.


Semua organ dalam menjijikkan itu terlihat dalam bentuk tanaman sehingga tidak memberi kesan mengerikan.


"Ha ha ha! A Liang! Bakatmu sangat bagus!" puji Yi Bo dengan senang.


"Apakah ada bahan yang kurang? Jika tidak, cepat selesaikan perbaikan formasi utama," lanjut Yi Bo.


"Bahannya sudah cukup, tetapi masih dibutuhkan satu senjata rahasia untuk ditempatkan pada posisi mata formasi sehingga proses memperbaiki formasi utama berjalan lancar dan sempurna," ucap Yang Ruo Li.


"Senjata rahasia apa?" tanya Yi Bo dan Wu Kong bersamaan.


Penjelasan Yang Ruo Li sangat masuk akal sehingga mereka semua mempercayai ucapannya. Tidak mengherankan selama ini mereka gagal memperbaiki formasi besar karena tidak menggunakan bahan langka dan senjata rahasia.


"Pedang Penghancur," jawab Yang Ruo Li dengan yakin.


"Pedang Penghancur? Bangsawan Fu Chen memilikinya. Aku yakin ada di Paviliun Wu Dong," jawab Wu Kong.


"Tunggu apa lagi? Cepat pergi ambil!" ujar Yi Bo ke Wu Kong.


"Tunggu sebentar tuan," ucap Yang Ruo Li ketika Wu Kong akan pergi.


"Ada apa lagi?" tanya Wu Kong dengan ketus.


"Syarat utama Pedang Penghancur yang bisa ditempatkan di posisi mata formasi adalah pedang itu sudah menyerap 999 jenis darah yang berbeda. Tidak boleh lebih dan tidak boleh kurang," jawab Yang Ruo Li.


"Apa? Bagaimana cara mengetahui sudah berapa banyak nyawa melayang di pedang penghancur itu?" ujar Wu Kong dengan ketus.


Pedang Penghancur sering dipakai oleh Bangsawan Fu Chen dalam menghadapi musuhnya. Wu Kong yakin sudah banyak darah yang menyerap di dalam Pedang Penghancur. Hanya saja bagaimana bisa mencari tahu sudah berapa ratusan darah di sana?


"A Liang. Kamu tahu caranya untuk mengetahui jumlah darah menyerap di dalam Pedang Penghancur?" tanya Yi Bo spontan.


"Iya tuan. Aku bisa menggunakan keahlian formasiku untuk melacaknya," jawab Yang Ruo Li dengan yakin.


"Apakah kalian bisa melakukannya?" tanya Yi Bo ke para pengikut Sekte Sesat, yang merupakan ahli formasi.


"Tidak bisa!" jawab mereka serentak sambil menundukkan kepala.


"Jadi aku harus membawanya ke Paviliun Wu Dong? Apakah pemuda itu bisa patuh dan tidak macam-macam nantinya?" tanya Wu Kong.


Kehebatan Yang Ruo Li dalam ilmu formasi membuat Wu Kong khawatir Yang Ruo Li akan melarikan diri di luar sana. Tentu saja Yi Bo juga berpikiran yang sama.


Jika Yang Ruo Li berhasil melarikan diri maka formasi besar tidak akan bisa diperbaiki oleh mereka. Yang Ruo Li tidak boleh terlepas dari pantauan Sekte Sesat.


"Aku akan ikut denganmu juga. Di tubuhnya sudah ada ulat pelacakku. Dia tidak mungkin berani macam-macam di hadapanku," ucap Yi Bo.


Yi Bo menganggukkan kepala, lalu menatap tajam ke arah Yang Ruo Li.


"A Liang! Ulat pelacak di tubuhmu itu beracun. Jangan coba-coba melarikan diri di luar sana!" ancam Yi Bo.


"Baik tuan," jawab Yang Ruo Li.


Wu Kong mengambil dua set pakaian prajurit dari cincin penyimpan batu giok miliknya dan memberikannya ke Yi Bo serta Yang Ruo Li.


"Pakai pakaian prajurit ini sekarang," ujar Wu Kong.


Yang Ruo Li memegang pakaian prajurit itu dan mengamatinya sekilas untuk memastikan tidak ada racun di sana, lalu memakainya langsung di depan pakaiannya.


Yi Bo juga melakukan hal yang sama. Pakaian prajurit itu menutup rapat jubah hitam yang berada di tubuhnya.


Mereka bertiga meninggalkan ruang rahasia bawah tanah. Yang Ruo Li memang sengaja berbohong tentang diperlukannya bahan langka maupun senjata rahasia.


Yang Ruo Li yakin Bangsawan Fu Chen pasti membawa serta Pedang Penghancur ke Paviliun Wu Dong dan tidak akan meninggalkannya di kediaman Kota Shang Ri La.


Yang Ruo Li sudah mempunyai rencana bagus untuk mengadu domba Bangsawan Fu Chen dan Kerajaan Tang.


Selain itu Yang Ruo Li ingin menggunakan kesempatan kali ini untuk menyelidiki apakah ada anak hilang disembunyikan di dalam paviliun Wu Dong.


***Paviliun Wu Dong***


Wu Kong, Yi Bo, dan A Liang alias Yang Ruo Li tiba di Paviliun Wu Dong. Salah satu prajurit memberi hormat kepada Wu Kong.


"Kapten Wu Kong!" sapa prajurit.


"Aku mau bertemu dengan Bangsawan Fu Chen," ucap Wu Kong.


"Bangsawan Fu Chen sedang berada di ruang depan. Putri Tang Ying masih menangis dan merengek meminta Bangsawan Fu Chen menemukan Pangeran Tang Song," jawab prajurit.


"Apakah Pangeran Tang Song belum ditemukan?" tanya Wu Kong.


"Belum, Kapten Wu Kong. Padahal Bangsawan Fu Chen sudah mengerahkan banyak pasukan untuk mencari di setiap tempat penginapan, tempat keramaian maupun rumah penduduk. Akan tetapi, tidak ditemukan jejak Pangeran Tang Song sama sekali," jawab prajurit.


Yang Ruo Li berdiri sambil menundukkan kepa tepat di belakang Wu Kong sehingga gadis muda itu mendengar jelas perkataan prajurit. Senyum samar menghias di sudut bibir Yang Ruo Li.


"Tentu saja kalian tidak menemukannya karena kalian tidak mencarinya di tempat bord*l pria," kata hati Yang Ruo Li.


Yang Ruo Li yakin saat ini Tang Song tidak bisa melawan dan melarikan diri dari tempat bord*l pria karena racun di dalam tubuh Tang Song.


Yang Ruo Li memberikan racun untuk menghambat kekuatan spiritual Tang Song sehingga pangeran kelima Kerajaan Tang itu hanyalah pemuda biasa yang lemah.


Selain itu Tang Song tidak bisa berbicara untuk beberapa hari karena racun bisu dari Yang Ruo Li sehingga bisa dipastikan Tang Song tidak bisa mengatakan identitas aslinya.


"Sudah berapa lama Putri Tang Ying di sana?" tanya Wu Kong.


"Sudah dua jam lebih," jawab prajurit.


"Wu Kong. Aku tidak mungkin menunggu putri manja itu selesai menangis," ujar Yi Bo dengan suara serak.


"Sampaikan ke Bangsawan Fu Chen tentang kedatanganku!" perintah Wu Kong.


"Baik, Kapten Wu Kong!" jawab prajurit.


***


Selamat siang readers. Zhe Liang akan muncul di bab malam. Author tunggu dukungannya ya untuk Zhe Liang dan Li Er.


Vote, hadiah, tips iklan dan komentar positif 🥰🥰🥰


TERIMA KASIH


SALAM SAYANG


AUTHOR : LYTIE